PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 145


__ADS_3

Tak terasa hari ini  Re sudah dua minggu duduk di bungku Sekolah Dasar. Ia pun sudah banyak memiliki teman, 


Sikap nya yang baik dan tidak suka pengganggu orang itu sangat di sukai teman-teman sekelas nya, hampir semua kelas menyukai perangai Putra sulung Arya itu, 


Sering sekali ia mendapat jajanan dari teman-teman perempuan nya, Walauoun Re tidak suka makan jajan yang berbumbu micin itu, Tetap ia menerima pemberian teman-teman nya, Untuk menghargai mereka, .


Siang itu saatvjam istirahat Re bersama teman,teman nya pergi kekantin untuk 


membeli jajan yang menarik minat mereka,


Dan juga melihat-lihat mainan yang menarik hati para anak-anak SD tersebut, 


Saat semua teman-teman nya sedang Asik memilih-milih mainan yng akan di belinya, 


Seseorang datang menegur Re, 


"Hai Adek..Kelas Berapa?" 


Re yang merasa jika orang tersebut mengajak nya berbicara pun kini menoleh,


Re terdiam sejenak demi memindai wajah seorang pria yang mengajak nya berbicara itu,


"Saya Kelas Satu Om, " Jawab Re masih dengan menatap lawan bicaranya dengan. Tatapan tajam nya, 


Bola matanya yang diwarisinya dari sang Mami mampu membuat pria dewasa tersebut salah tingkah,


"Sial…masih bocah saja sudah pandai mengintimidasi orang,"  Umpat  pria tersebut,


"Nama kamu Re kan?, " Tuanya nya lagi demi memungkasi tatapan tajam bocah di depn nya itu,


"Om tahu dari mana nama saya?," Re semakin menatap nya denganbtatapn tajam dan dingin nya,  


Jika seperti ini Re mirip sekali dengan Riri, Tidak mudah terbawa suasana.


"Om teman  Mama kamu, ya kami bertema sangat baik," 


Re mengkerut kan keningnya berpikir keras.


Selama ini dia belum perna bertemu teman Mami nya seorang pria, Kecuali para Karyawan Toko saja, 


Daniel yang melihat keragun di mata Bocah laki-laki itu pun segera mencari alasan agar tidak di curigai,


"Em…Anak Om juga sekolah disini namanya  Ela. Mungkin tidak sekelas dengan ya?.." Ucap Daniel sembari tersenyum palsu

__ADS_1


"Oh.. gitu, Ya Udah Om saya madukara kelas dulu, Jam istirahat udah habis, " 


Re berlalu tanpa menunggu jawaban Daniel yang memgumpat dalam hati nya,


"Hah.. Ternyata tidak semudah yang aku bayangan,Tapi nggak apa-apa.Pelan-pelan tapi pasti," 


Hampir setiap hari Daniel menyapa Re saat Anak itu datang bersama teman-teman nya di kantin, 


Dan setelah berusaha mendekati Re, beberapa hari ini, 


Kini tiba juga dimana ada cela untuk melancarkan rencana nya,


"Kamu belum di jemput sama orang tua kamu?," 


Re sedang menunggu jemputan dari Mami nya itu sedang duduk di bangku dekat gerbang skolah itu,


"Belum. Hari ini guru ada rapat mendadak jadi pulang cepat, " Ucap Re. Datar,


" Mau Om anter nggak? Kebetulan Anak Om belum keluar masih lama kek nya, Jadi Om mau pulang dulu sebentar. ,"


Re terdiam sejenak, Menimbang-nimbang antar ikut atau tidak..


………………


Re tadinl pagi pesan  ingin d buatkan aym goreng mentega, Dan sayur capcai,


Eza ingin di buatkan cumi crispi, Dan Andra ingin di buatkan Nila Asam manis.


Dan si bungsu ikut dengan menu Kakak nya Andra, Ya itu asam manis Nila.


Karena sibuk di dapur iaelupakn hp nya yang ia tinggalkan di kamar, 


Sehingga tidak mendengar suara notif grup Komite Sekolah. Yang mengabar bnn kan jika anak-anak pulang lebih awal,


Setelah Riri selesai denga urusan dapur, Dan kembali kekamar, betapa kasèt nya ia saat membaca notif grup jika anak-anak pulangvlebih awal, 


Bahkan Bu Lina yang dulu mengiranya  kakak Re. Telah nengiriminya pesan memberitahu Untuk segera menjemput Anak nya, 


"Ya ampun.. Kenapa aku bisa kelupaan sih." Riri menoleh jam yang tergantung di dinding kamar nya, 


"Ha.. Kasian Abang sudah nunggu satu jam ini mah, " Gumam nya sembari mengganti baju rumahan nya dengan sebuah kaos polos dan jeans.


Riri akan menjemput Re dengan si gemoy untuk menghindari kemacetan di jam siang itu.

__ADS_1


"Lili titip anak-anak ya Saya mau jemput Abang udah telat satu jam ini, Hari ini pulang cepat gurunya ada rapat, Tadi nggak liat hp sibuk mask di dapur," 


Riri berkata sembari  mencari kunci kontak si gemoy yang biasa di gantung di samoing buvet TV yang ada di ruang keluarga itu,


"Mami ikut…" Rengek Andra, saat melihat Mami nya sudah siap berangkat setelah menemukan kunci kontak si gemoy.


" Maaf sayang, kali ini nggak bisa ikut, Mami pake gemoy biar cepat smpe sekolah, Kasian Abang sudah nunggu dari tadi, "  Jelas Riri memberi pengertian kepada putra ketiganya itu,


" Mau kemana Mami mu kok seperti buru-buru?, "


Tanya Nyonya Ranti yang baru keluar dari kamar nya,


"Itu Nyonya, Mau jemput Abang. Sudah telat satu jam katanya, Hari ini pulang cepat," 


 


 Jelas Lili menjawab pertanyaan Nyonya Ranti,


"Abang…Maaf ya Mami telat jemput nya," 


Riri datang dengan wajah khawatir nya, menghampiri Putra nya.


Jika biasa nya Re selalu semringah saat melihat wajah Mami nya setiap kali datang menjemput nya.


Namun tidak dengan hari ini, Wajah tampan Putra sulung Arya itu kini sedang redup dan muram, 


"Abang kenapa?, Abang Marah sama Mami karna telat jemput? Iya..?," 


"Nggak Mih," Sahut Re  cepat 


Riri menyadari jika ada yang tidak beres dengan Putra sulung nya itu,


Riri yang melajukan kendaraan nya, Semakin menyadari jika putra nya itu sedang tidak baik-baik saja saat ini. Terbukti dengan Re yang tidak memeluk nya seperti biasa saat ia bonceng naik motor,


 


Bersambung....


begitu dulu ya bestie...


besok lagi kita sambung ok.


Jangan lupa like komen dan bunga mawar nya bila berkenan 🤗

__ADS_1


Terima kasihh 🙏


__ADS_2