
Nisa sampai di rumah tepat tengah malam.
bi atun membuka kan pintu dengan wajah ngantuk.
" loh Non Nisa sendirian. kok den Arya ngak ada." tanya bi atun sesaat setelah ia membuka pintu.
dan tidak mendapati sang tuan muda. Nisa hanya tersenyum kecil.sambil berkata.
"mas Arya ada urusan bi.jadi kita gak pulang bareng."
sambil berlalu setelah mengucap kan Terima kasih kepada bi atun dan menyuruh nya untuk segera beristirahat.
Nisa menaiki Tangga dengan perlahan.dalam benak nya berpikir. kemana mas Arya pergi.
jam segini belom pulang.
ia pikir suminya itu telah sampai di rumah.setelah menurunkan nya tadi di jalan
tapi ternyata..
Nisa menghela Nafas. sebelum membuka pintu kamar nya.dengan Arya.
tidur sekamar di ranjang yang sama.Namun minim komunikasi.
bila Nisa bertanya. maka disitulah permulaan sang suami memaki dan merendah kan dirinya dan keluarga nya.
maka dari itu Nisa sangat jarang.bertanya atau berbasa basi .
setelah mencuci wajah dan mengganti bajunya dengan baju tidur.kesayangan nya.
kini Nisa telah berbaring di tempat tidur .empuk nan Lebar itu.
di elus nya tempat tidur di samping nya di mana biasanya sang suami.tidur.
"dimana kamu mas." ucap nya lirih seiring dengan air matanya yang menetes di atas bantal.
tak pernah terlintas di bayangan nya bahwa kelak ia akan mengalami pernikahan macam ini.
bahkan Nisa tak pernah menjalin hubungan dengan pria lain setelah kepergian Dirga 10 tahun yang lalu. ia setia menunggu sang pujaan hati datang melamar nya.sesuai janji
__ADS_1
yang mereka ucap kan saat Dirga berpamitan
Namun hingga ia di jodohkan dengan Arya. Dirga tak kunjung ada kabar nya.
padahal ia telah memimpikan hidup berumah tangga dengan sang kekasih dan mempunyai
Anak yang banyak.
penantian yang sia.sia.
dan kini. setelah menerima pilihan orang tuanya. ia berharap bahagia akan menghampirinya. seperti harapan nya.
Namun harapan itu terkikis seiring dengan sikap sang suami dan juga ibu mertua nya.
ia terus berdoa agar
suatu saat suami dan ibu mertuanya bisa menerima nya sebagai istri.dan juga menantu.
Nisa perlahan menarik tangan nya yang tengah mengelus kasur. yang biasa Arya tempati tidur.walau selalu memunggunginya.
Nisa menarik pelan Nafas nya.sambil menghapus Air matanya. dia wanita dewasa nan matang. keinginan di cumbu dan di mesrai sang suami itu ada.
ingin juga merasakan.indah nya malam pertama. seperti cerita dan pengalaman Teman.teman nya yang sudah lebih dulu berumah Tangga.
entahlah hanya waktu yang dapat menjawab nya.
perlahan Nisa menutup matanya rasa kantuk tak bisa ia tahan lagi. belum lagi lelah ny hati dan pikiran. menjadi dorongan untuk segera.menuju alam mimpi.
tepat pukul 3 dini hari Arya pulang ke rumah nya.
ya ia tadinya berniat bermalam saja di apartemen sang kekasih. namun ia takut ketahuan sang papa.
ia terpaksa.meninggalkan Restie. yang sudah terbuai ke.alam mimpi.
dan bisa di pastikan besok wanita itu akan marah padanya
biarlah.
Arya membuka pintu kamar nya dengan perlahan.dan menutup nya kembali setelah
__ADS_1
ia masuk.
dilihat nya Nisa tidur dengan nyenyak. sambil memeluk guling. "cih kalau bukan karna papa yang mengancam.aku tidak akan sudi sekamar dengan mu."
Arya mendengus. demi melihat Nisa tidur memakai pyama andalan nya. serba lengan panjang. dengan sangat nyenyak tanpa beban.
pagi menjelang
Nisa perlahan membuka mata nya dan melirik kesana kemari. mencari Arya.
"apa dia benar.benar tidak pulang semalaman." batinya.tertunduk sedih.ia meraih phonsel nya yang terletak di atas nakas. si samping tempat tidur. ia menyalakan phonsel nya dan ternyata.
sudah banyak sekli panggilan dari Sheril
teman nya itu mengabarkan bahwa ia barusaja sampai dari kampung halaman sang nenek. dan sekarang ia sedang merindukan dirinya.lebih tepat nya rindu dengan aneka cake yang ada di toko..dasar sheril..
Nisa segera bangkit.dan menuju kamar mandi.ia akan ke toko lebih pagi. sebab setelah itu ia akan ke kampus depan tokonya di sebrang jalan untuk mengurus kuliah sang adik kesayangan Riri. Riri adalah nama panggilan kesayangan Nisa untuk sang adik.
di saat tangan nya terulur hendak mebuka pintu kamar dia di kaget kan dengan kemunculan Arya. dengan bersimba keringat.
sepertinya .dia baru saja selesai berolahraga.
dan terlihat makin ganteng kalau begini.
membuat Nisa lupa berkedip.
"apa yng kau lihat... minggir. " sarkas nya
dengan wajah ketus. Nisa tersadar dari lamunan nya. dan segera menyingkir
"maaf mas.." ucap Nisa.seraya ingin berlalu ke dapur untuk membuat sarapan
"dengar besok kita berangkat."
membuat langkah Nisa terhenti sejenak.tanpa berbalik ia menjawab. " aku mengerti.."
" hahh honeymon. ternyata papa serius."
batin nya .
__ADS_1
bersambung....
mohon dukungan nya ya reader sayanh