
Plak!!,
Suara tamparan yang sangat keras. Terasa menggema di Loby hotel bertingkat standar itu, Berhasil menarik perhatian beberapa orang yang sedang berlalu lalang di loby itu
Seorang Wanita parubaya tengah terengah-engah mengatur Nafas nya, Setelah melayangkan satu tamparan maut nya kepada seorang wanita yang lebih muda darinya,
Sedang seorang pria parubaya, Yang berdiri bersisian dengan wanita muda itu itu yang kini tengah memegang sebelah pipi nya,
Membulatkan mata nya syok, Tak menyangka jika istri nya bisa muncul di loby Hotel malam itu, Sial sekali pikir nya, Mana ia sudah mentransfer Lunas untuk pelayanan satu malam itu kepada wanita muda yang yang baru saja di tampar oleh istri nya itu,
"Dasar wanita kurang ajar kamu ya, berani-beraninya menggoda Suamiku, Dasar pelakor gatel, Ja lang murahan kamu,"
Makian wanita itu membuat sebagian orang di sana ikut berbisik-bisik, karena nya,
"Kalau kamu gatel, kamu cari lelaki lain yang masih Singel, Dasar perempuan kurang ajar kamu ya!,"
Wanita parubaya itu kembali menyerang wanita yang lebih muda dari nya itu, Menjambak serta mencakar wajah dan juga lengan nya dengan brutal,
" Mah, Sudah mah, malu diliatin orang," Ucap Pria setengah abad itu melerai istrinya yang tengah menyerah wanita bayarannya malam itu, Yang belum sempat ia nikmati,
" Kenapa Papa tega melakukan hal ini sama Aku? Dasar lelaki hidung belang dari dulu nggak pernah berubah, "
Wanita parubaya itu kembali memukuli Suaminya, setelah berhasil di lepaskan dari menyerang wanita muda itu,
"Mah, udah malu jadi tontonan orang banyak," pria itu berusaha menenangkan istri nya yang tengah murka, Karena memergoki dirinya yang akan Cek in di hotel malam itu,
"Biarin ajah semua tahu kalau Papa suka jajan tempe basi wanita ini," Tunjuk wanita parubaya itu, kepada wanita yang tengah Meringis karena ulah wanita tua itu,
" Enak saja bilangin tempe ku basi, Tempe Ibu kali yang basi makanya suami ibu cari tempe yang lebih segar di luar," Ujar wanita yang tak lain dan tak bukan itu, Adalah Restie,
Dengan bersungut-sungut Restie meninggal kan loby hotel itu, Dengan kepala yang sakit akibat jambakan wanita tua tadi dan juga lengan nya yang terluka oleh cakaran,
Sedang Pria parubaya yang telah membayar nya penuh itu, hanya memeln ludah dengan tatapan mata yang tak lepas Memandang tubuh Sexy Restie yang berlalu meninggalkan Loby dengan memasuki sebuah Taxi yang memang sedang manggkal di depan Hotel itu,
bugg!!
Sebuah pukulan di punggung nya berhasil menyentak kesadaran pria parubaya itu, dari lamuna nya akan keindahan tubuh Restie yang belum sempat ia nikmati,
" Ayo pulang, Nggak usah jelalatan liat perempuan muda kek gitu, " Wanita itu kembali menyeret lengan suaminya menuju mobil yang terparkir di sudut parkiran hotel itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,
"Pak, Stop sebentar ya Pak, Saya ke situ sebentar," Tunjuk nya pada Apotek sebrang jalan raya,
Restie turun dari Taxi, Setelah sang Driver telah menghentikan Taxi nya di bahu jalan,Dengan bergegas memyebrang jalan menuju Apotek,
Setelah membeli beberapa Obat dan juga salep untuk luka, Restie segera membalik kan tubuh nya dan berjalan keluar dari Apotek tersebut,
Karena langkah nya yang terburu-buru Restie sampai tidak melihat jika di depan nya ada seseorang yang handak memasuki Apotek itu, Yang juga sibuk mengulir layar Phonsel nya, dan…
Bruk!!!
Pletak!!
Suara tubrukan antara kening dan Dada bidang seseorang yang lumayan keras,
Di iringi dengan suara Phonsel yang terlempar hingga membentur lantai semen yang keras itu,
" Astaga.. Maaf, Saya tidak sengaja,"
Ucap Restie berjongkok memunguti isi kresek nya yang tercecer akibat ia yang tak berhati-hati dan menabrak seseorang dengan lumayan keras, Keningnya semakin nyeri saja, karena beradu dengan sesuatu yang keras,
Setelah memastikan isi kresek nya tidak asa yang kurang, Restie berdiri dan krmbli berucap,
" Saya minta maaf karena kecerobohan saya tadi," ucap nya,
Seraya mendongak menatap orang yang telah ia tabrak barusan,
Matanya melebar tak percaya dengan penglihatannya,
Seseorang itu juga sama terkejut saat menyadari jika wanita yang menabrak nya barusan, Adalah wanita yang ia tinggalkan begitu saja saat karir kedua nya di ambang kehancuran beberapa tahun yang lalu,
" Restie," Gumam nya pelan
Sementara Restie yang mematung, Sesaat tersadar dengan. Keadaan nya, yang kacau, ia tidak ingin dilihat oleh kekasih gelap nya yang merupakan Ayah dari putri nya dalam keadaan yang mengenaskan seperti saat ini,
Tanpa berucap sepatah katapun Restie segera berlalu dari hadapan Danie, Dengan tergesah-gesah dirinya menyebrangi jalan raya yang sedikit longhar itu karena sudah hampir tengah malam,
"Restie!!"
__ADS_1
Teriak Daniel yang baru tersadar dari rasa terkejut nya, Namun Restie telah berada di sebrang jalan dan langsung memasuki sebuah Tapi yang sudah menunggu nya itu,
" Jalan cepat Pak," Ucap Restie dengan nafas kempang kempis, Karena baru saja berlari menyebrangi jalan raya dengan lalu lalang kendaraan, Untung saja malam itu sudah tidak terlalu ramai jalanan,
Restie menoleh kebelakang, ia masih bisa melihat Daniel yang baru saja berhasil menyebrang jalan untuk mengejar nya,
Air matanya langsung jatuh membasahi Pipi, Sedikit meringis saat tangan nya mengusap wajah nya, akibat Luka cakaran wanita tadi,
Mungkin jika Daniel muncul di saat-saat terpuruk nya, dirinya akan dengan senang hati menghambur kedalam pelukan lelaki itu,
Namun untuk saat ini dirinya sudah tidak membutuhkan siapapun di hidup nya, Baginya hidup berdua saja dengan putri kecil nya sudah cukup, Dirinya tidak membutuh kan belas kasih orang lain,
Yang dia pikirkan bagaimana mencari uang agar ia bisa menghidupi Putri nya, mencukupi kebutuhan putri nya tanpa kekurangan suatu apapun,
Dirinya tak memperdulikan keadaan dirinya yang terluka fisik ataupun batin, asalkan bisa dapat uang untuk membeli susu dan popok putri nya itu yang paling penting saat ini,
" Mas," Panggil Riri yang masih dalam pelukan Arya,
"Hem,"
"Ternyata Papa bisa romantis juga ya?" Tanya Riri mendongak memandang suaminya yang hanya terlihat dagunya saja,
" Aku nggak nyangka loh, Ibu aja sampai terharu gitu," Lanjut Riri lagi dengan mengecupi dagu suaminya yang sedikit kasar karena janggut yang mulai tumbuh,
" Mas juga baru tahu sayang, Kalau ada Aki-aki selebay itu," Arya terkekeh usai mengatakan hal itu,
" Jangan mancing-mancing sayang, Nanti kamu nggak Mas kasih tidur malam ini,"
Tukas Arya.bibir nya telah menelusuri leher istri nya dengan menggigit kecil di sana,
" Nggak Mas,Ampun. Aku udah lemes gini nih, tega banget deh," Riri kembali melingkarkan tangan nya di pinggang Arya, Yang masih polos itu,
Malam itu setelah Dinner bersama, Dan juga menyaksikan pertunjukan luar biasa dan juga sedikit menggelikan, Yang di lakukan Tuan Wiguna,
Bagaimana tidak, Tuan Wiguna melamar Bi Nining malam itu dengan gaya anak muda jaman Now, Sama sekali tidak Cocok dengan Usia mereka yang sudah setengah Abad itu,
Bersambung…
Jangan lupa jejak-jejak nya ya bestie,
__ADS_1
Maafkan karena kemarin nggak up, kepala Othor berat banget,
Terima kasih🙏