PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Duka yang mendalam,


__ADS_3

Di sebuah gajebo di tengah-tengah taman bunga Nan indah, Sejauh mata memandang


hanyalah hamparan bunga-bunga yang indah tak bertepi,


Suasana nya yang sejuk sangat menenangkan hati dan jiwa, Tenang tentram itulah yang di rasakan Seorang wanita dengan gaun putih nan indah yang melekat di tubuh nya yang ramping,


Rambutnya terurai dengan cantik, bergerak Melambai-lambai mengikuti arah angin yang bertiup, wajah nya begitu cerah bercahaya,


Tiada lagi beban pikiran yang menghimpit sanumbari nya, Bebas lepas bagai burung merpati yang terbang bebas di angkasa luas,


Dari tempatnya Duduk kini ia melihat,Dua orang yang amat di cintai dan di kasihi nya, berjalan membelah lautan bunga-bunga dengan berbagai jenis dengan harum yang menyerbak indera penciuman, membuat siap saja merasakan ketenangan yang hakiki,


"Ibu..Ayah..! aku sangat merindukan kalian, Apa kalian datang untuk menjemput ku?,"


Nisa bertanya dengan mata berbinar ria, Dengan rasa rindu yang sangat kepada kedua orang tua nya, Yang kini berdiri di hadapan nya,


Dengan keadaan sehat dan bugar, Bahkan Ayah nya itu terlihat sangat gagah dan tegap dengan badan berisi, Tidak kurus dan agak bungkuk, Seperti sebelum nya,Begitupun dengan Ibu, Ibu terlihat sangat cantik badan nya Ramping, rambut nya pun hitam berkilau, Tiada lagi rambut yang di hiasi uban dan juga tubuh gemuk nya,


"Anak ku, Pulanglah dulu temui adik dan juga Suami mu, Tidak kah kau ingin melihat nya untuk yang terakhir kali nya?, Dan juga berpamitan kepada adik mu"


Nisa menoleh ke arah yang di tunjukan sang Ibu, Ia melihat Sang adik Tertidur di samping tubuh yang terbujur tak sadarkan diri itu,


Masih terlihat sisa-sisa air mata yang masih membasahi sudut mata yang tertutup karena kelelahan menangis,


Nisa menitih kan air mata nya melihat hal itu,


Adik nya yang malang,


"Kembalilah Nak! Berpamita dengan baik kepada mereka,"


Riri yang tertidur di samping Brangkar sang kakak, Setelah lelah menangis hampir semalaman,


Ya setelah Baby Re di bawa pulang oleh Rina dan Dewi, Riri meminta izin kepada Dokter untuk menemani Nisa di ruang ICU tersebut,


Tidak menghiraukan akan keberadaan Arya yang terlihat sangat kacau itu,


Riri menangis meminta sang kakak untuk segera bangun dari tidur nyenyak nya itu, Dengan air mata bercucuran Riri membelai wajah tenang sang kakak, Mengharap jika esok pagi kakak nya itu akan bangun dari tidur nya,


Menjelang Dini hari, Riri terperanjat kaget mana kala ia merasa ada yang membelai kepalanya dengan gerakan lembut


Dia mendongak dan melihat Nisa yang sudah membuka mata nya dengan senyum merekah di bibir nya yang pucat dengan Nafas tersendat-sendat,


"Kak Nisa sudah sadar!, Dengan segera Riri memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan sang Kakak,


Dokter menyuruh nya keluar sebentar agar mereka bisa melakukan tugas mereka dengan lelursa,


Di luar ruangan Riri mondar- mandir dengan doa dan harapan bahwa sang kakak akan segera pulih,

__ADS_1


Arya yang baru saja kembali dari Toilet segera menghampiri Adik ipar nya, Yang tengah mondar-mandir dengan gelisah,


"Apa terjadi sesuatu dengan Nisa?," Tanya nya dengan cemas,


"Tadi kak Nisa sadar dan sekarang sedang diperiksa sama Dokter," Ujar nya,


Riri terpaksa menyahuti pertanyaan Arya walaupun hati nya masih dongkol,


Tak lama Dokter keluar dan memanggil mereka, " Yang bernama Riri dan Arya! " Tukas sang dokter dengan keringat yang mengembun di dahi nya,


"Saya Dok! "


"Saya Dok! "


Arya dan Riri kompak menyahut pertanyaan sang Dokter,


"Pasien ingin bertemu dengan kalian berdua silhkan masuk!, " Ujar nya kemudia menggeser tubuh nya ke samping, Agar Riri dan Arya bisa masuk,


Riri dengan perlahan mendekat di mana sang kakak tergolek dengan lemah, Nafas nya masih tersendat-sendat, Air matanya sudah meluncur dengan bebas membasahi wajah lelah nya,


Nisa yang melihat BB kehadiran sang Adik kesayangan nya itu, Dengan susah payah menggerak kan tangan nya yang lemah demi merengkuh tubuh lelah Adik malang nya itu,


"Ja..jangan menangis sa..sayang," Nisa berkata dengan suara nya yang pelan dan terbata-bata,Seraya tangan dingin nya menghapus lelehan air mata adik kesayangan nya itu,


" Riri harus kuat, Ngak boleh cengeng ya!"


Nisa membelai rambut dan wajah Adik nyadengan penuh sayang,


Nisa berucap dengan susah payah di sertai air mata yang mengalir menyusuri pipi pucat nya,


" Ngaak...! Kak Nisa ngak boleh ngomong gitu hick!, Kakak pasti sembuh!, Riri memekik kala mendengar Nisa berucap demikian,


" Dokter..! Tolong kakak aku Dok hick! hick! "


Riri memangil Dokter yang berdiri tak jauh dari tempat nya berdiri saat ini, Sang Dokter dan juga para Perawat hanya mampu menunduk sedih menyaksikan pemandangan yang menyakit kan itu,


Sedang Arya sudah bersimbah Air mata, mendengar jika sang istri menyerah dengan semua ini,


Kilas balik tentang perlakuan nya selama ini kepada Nisa, membuat hati nya nyeri tak terperih, Menyesal tentu saja Namun apalah arti penyesalan jika sudah seperti ini,


"Mass.. Aryaa," Nisa memanggil Nama Suami nya dengan pandangan layu,


Arya yang mendengar nama nya di sebut segera menghampiri Nisa,Dengan tubuh bergetar, Air mata nya sudah berjatuhan sejak ia memasuki ruangan dingin itu,


"Mas Arya.."


" Iya sayang, Tolong jangan katakan apapun, Aku ngak sanggup mendengar nya,

__ADS_1


Maaf kan Aku sayang maaf kan semua kesilapan ku selama ini,Tolong berjuanglah untuk sembuh.kasian anak kita dia membutuhkan mu,"


Arya berucap dengan suara bergetar menahan tangis,


"Mas.., Aku minta maaf jika ada salah selama kita menikah," Arya menggelengkan kepala nya,


"Maaf aku tidak sanggup lagi melanjutkan pernikahan kita, Aku lelah mas.., Aku lelah dengan semua nya, maafkan aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk mu," Nisa berucap dengan susah payah sebab Nafas nya kian berat,


"Se..semoga mas bahagia bersama nya, bersama orang yang Mas cintai, Orang yang pantas menjadi Istri mu," Ucap Nisa dengan sisabtenga nya yang kian melemah, pandangan nya telah buram,


" Tidaak...sayang... kamu ngak boleh ninggalin aku.. kamu harus kuat! kamu harus berjuang demi Anak kita sayang..!" Arya merengkuh tubuh dingin Nisa dengan mengecupi wajah nya yang pucat itu,


" Yang aku sayang itu kamu sayang, yang pantas menjadi istriku itu kamu, Hanya Kamu sayang...!" Teriak Arya dengan tangis yang tak bisa lagi dia bendung,


" Ma..maaf kan a..aku mas.., Aku menyerah mencintaimu.."


Nafas Nisa semakin sesak, Pandangan nya pun demikian dia tidak bisa lagi melihat wajah sang adik Yeng sedari tadi berdiri di samping nya, Dengan memegang tangan nya erat,


"Sayang....! bangun jangan tinggalkan aku seperti ini..! Jangan hukum aku seperti ini sayang, Bangun aku akan terima dengan hukuman apapun asal janganeninghalkannaku seperti ini sayang..! Arrggggh...! Arya menangis histeris sambil memeluk tubuh Kaku Nisa,


Sedang Riri yang menyaksikan Kakak kesayangan nya merenggang nyawa, Langsung Jatuh tak sadarkan diri


Beberapa Dokter mendekat, untuk melakukan pemeriksaan terkahir, Sekaligus mencabut semua alat yang menempel di tubuh kaku Nisa,


Dua orang Perawat yang mengangkat tubuh Riri ke atas Brangkar lain yang ada di ruangan itu,


Bersambung...


jangan lupa like nya ya


maafkan bila banyak typo nya🙏


ikutin terus kelanjutan nya ya


jangan bosan hihihi


mohon maaf jika alur cerita nya tak sesui expetasi para reader semua, karena memang begitulah, alur yang Othor tulis, sedari awal Othor menulis cerita Nisa ini,


Tetapi kalian jangan khwatir masih ada Riri sang adik kesayang Nisa, yang akan membalas semua perlakuan mereka,


.jika kalian berfikir enak banget si Arya.si Restie dan Nyonya Ranti ngak dapat karma atas perbuatan jahat nya, ets.. jangan salah


disini karakter Riri yang bar-bar, keras kepala dan juga galak ya Tidak mudah di tindak,


So tetap kawal terus ya Perjuangan Kartika Sari, Atau lebih akrab di sapa Riri, yang membesarkan Baby Re,


Terima kasih semua

__ADS_1


Love You


"


__ADS_2