
"Terima kasih banyak ya Bi. Sudah mau di repotin subuh-subuh begini," Ucap Arya sembari mengangsurkan bungkusan Sate yang sengaja di pisah tadi, Untuk Bi Atun sarapan,
"Sama-sama Den Arya, Nggak ngerepotin sama sekali kok, Malah Bibi ini yang ngerepotin Den Arya, Di jajanin sate," Pungkas Bi Atun, Sambil membuka pintu mobil dan turun,
Bi Atun melepas kepergian anak majikan nya itu dengan melambaikan tangan nya, Sejenak ia berpikir, Apakah Istri Tuan muda nya itu tengah mengidam, Seperti Kakak nya dulu, Yang selalu kelaparan di saat tengah malam,
"Semoga saja perasaan Bibi ini segera menjadi kenyataan ya Den," Gumam nya, Sesaat kemudian Bi Atun segera menutup pintu pagar itu di bantu oleh Security yang selalu berjaga di pos nya itu,
Setelah mengantar kan Bi Atun kembali ke Rumah Papa nya, Kini Arya melajukan mobil nya untuk pulang ke rumah, Hati nya senang sebab apa yang di ingin kan Istri kecil nya sudah ia dapatkan, " Semoga saja belum tidur" Gumam nya,
Sepanjang jalan menuju Rumah nya Arya, Terus memikirkan Perkataan Bi Atun tadi saat menunggu sate pesanan mereka matang,
Nisa, Mendiang istri nya sering keluar tengah malam, Untuk mencari makanan yang di inginkan nya, saat hamil Re dulu, Dan dirinya malah asik dengan dunia nya sendiri, Lelaki brengsek, itulah dirinya,
Setitik air mata jatuh di kedua sudut matanya,Saat menggingat kekejaman nya terhadap Nisa dulu,
" Maaf kan Aku Nis, kamu wanita hebat, yang pernah aku temui,kamu wanita baik, Namamu akan selalu tersimpan rapi di sudut hatiku yang paling dalam, Maaf kan Aku yang pernah menyakitimu, Aku memang lelaki tidak berguna,"
Sepanjang jalan pulang kerumah nya, Arya berbicara sendiri didalam mobil nya,
Tuhan maha baik, karena dirinya masih di beri kesempatan untuk memperbaiki diri,
Dan kali ini ia akan menjaga Anak dan istri nya, Menjaga mereka dengan nyawa nya,
"Sayang.. liat nih! Aku bawa sate…"
Arya tidak melanjutkan kata-katanya, Saat melihat Istri mungil nya itu sudah merengkuh di atas tempat tidur dengan selimut, hanya kepalanya saja yang timbul,
"Astagaaa.. Dia udah tidur ternyata," Arya berjalan dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Dilirik nya jam sudah menunjuk kan pukul 3 lewat,
__ADS_1
Dengan mencampakkan bungkusan Sate serta lontong nya di atas Nakas, yang ada di samping pintu kamar nya, Arya segera menuju kamar mandi untuk mencuci kaki dan juga wajah nya,
Setelah itu ia mendatangi di mana istri nya tengah tidur dengan nyenyak nya, Dengan perlahan Arya merebahkan tubuh nya di samping sang istri, Dan ikut masuk kedalam selimut, dan memeluk tubuh istrinya dengan erat,
Sedang Riri hanya mengeliat dan menyusupkan wajah nya ke dada bidang Suaminya yang selalu nyaman itu, Saat Arya merengkuh nya kedalam pelukan hangat nya,
"Aku sayang banget sama kamu Ri, jangan pernah tinggalin aku ya, Sayang! Selalu dampingi aku dalam situasi apapun," Ucap nya sembari mencium pucuk kepala istri nya, Sebelum ikut terlelap dengan memeluk erat istrinya itu,
" Emm..Papii.., Gelii.. iih.." Riri mengeliat kan tubuh nya saat merasakan Sentuhan Suaminya itu, Di setiap jengkal tubuh nya,
Suaranya yang serak, Membuat Arya semakin menggilai istrinya itu,
" Maaf, Sayang, Mas membangun kan ku lebih pagi kali ini," Ucap Arya dengan terus menyusuri tubuh molek istri nya, Jika Arya sudah menyebut dirinya dengan Mas, itu artinya ia ingin bercinta, Dan kalau sudah begitu maka Riri tidak dapat menolak nya,
" Mas kangen sayang,Mau ini," Lanjut nya dengan tangan yang sudah membelai area kesukaan nya itu dengan penuh minat,
Waktu sudah menunjuk kan pukul 5:30, Dan Arya sudah bermain-main di bawah sana,
"Hem..mass..," Riri mendesah panjang kala merasakan sapuan hangat di area bawah sana, Kedua tangan nya sudah meremas Seprai di kedua sisi nya,
" Iya sayang, keluarkan suara indah mu sayang, Mas ingin mendengar nya,"
Arya semakin meraup dan menyesap sesuatu yang lembut itu, Kedua tangan nya sudah meremas kedua gunung kembar Riri, yang semakin bertambah ukuran nya itu,
Suara ******* panjang lolos dari bibir Sexy Riri di pagi buta itu, Nafas nya tersengal-sengal, dengan buliran keringat memenuhi dahinya, Arya menatap puas Istri nya yang masih mengatur Nafas nya itu,
" Ternyata Mami kangen banget ya sama Papi," Goda Arya
Tangan nya masih setia membelai dengan gerakan sensasional di bawah sana, Membuat Riri tak kuasa untuk membalas perkataan Suaminya itu, Arya membungkam Bibir Riri dengan penuh damba,
__ADS_1
"Sekarang giliranku sayang," Ucap nya dengan nafas memburu,
Pagi itu mereka telah kembali mendaki puncak nikmat nya surga dunia, Untuk yang kesekian kali nya,
.
" Bu, Mas Danis kemana?" Tanya Kiran saat ia tak menemukan Suaminya itu di kamar, Seingatnya semalam ia tidur dengan memeluk erat pinggang Suaminya itu, Namun begitu ia membuka mata pagi ini, Danis sudah tak berada di samping nya lagi,
Kiran segera turun dari lantai atas menuju meja makan, Barangkaki Suaminya itu sudah turun lebih awal untuk sarapan,
Namun begitu ia tiba di meja makan,
Ia tak menemukan sosok yang ia cari, hanya ada Ibu mertua nya saja yang sedang menyeruput secangkir teh, Dengan majalah di tangan nya,
" Tadi katanya mau lari pagi, Sudah lama nggak olahraga katan nya," Ucap Bu Siska sembari memandang Kiran yang pagi itu masih berpenampilan acak-acakan, Dengan mata sembab, dan sedikit bengkak,
Bu Siska menghela nafas nya pelan, " Kamu berantem lagi sama Danis?, Kamu harus sabar menghadapi suami mu itu, jangan kamu lawan dengan emosi, kamu banyak ngertiin dia, Dia itu keras kepala, kalau kamu lawan dengan keras kepala juga kalian nggak akan adem, berantem Mulu nanti, "
Pungkas Bu Siska menasehati menantunya itu, sedang Kuran yang mendengar perkataan Mertuanya pun hanya menunduk saja, Dengan tangan yang terus mengelus perut nya yang mulai membuncit,
" Sarapan gih, Kasian Cucu Ibu kalau kamu nggak makan teratur,"
lanjut nya lagi, Sembari berdiri dan menyiapkan sepiring nasi goreng yang baru saja di antarakan oleh Art nya ke meja makan itu, Nasi goreng yang masih mengepulkan Asap itu, Seketika membuat perut Kiran berbunyi minta di isi,
Bersambung....
jangan lupa like nya ya bestie 🤗
terima kasih🙏
__ADS_1
mohon maaf bila masih banyak Typo nya 🙏