PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Hamil


__ADS_3

" Apa maksud mu, dengan mengatakan Calon Anak?"


Tanya Arya kepada sepupunya itu. kini mereka tengah berbicara berdua di ruang kerja Arya. setelah memberikan penanganan ke pada Nisa.


Risa memandang kakak sepupunya itu dengan perasaan kesal. Apa kah dia tidak tahu jika istri nya sedang hamil.


Dengan menarik Nafas Risa berucap.


" Apa, kak Arya tidak bisa jika melakukan nya dengan lembut dan hati_hati,?" Semprot Risa


" jika Mba Nisa sedang hamil, lakukanlah dengan lembut agar tidak terjadi sesuatu kepada Calon Anak kakak yang ada dalam kandungan Mba Nisa" Lanjut nya


Sedang Arya hanya terdiam membisu.


Apa jangan_jangan kak Arya gak tahu kalau Mba Nisa hami,?" Hardik nya kepada Arya dengan tatapan jengkel.


Membuat Arya terkesiap. Dengan menoleh ke arah Risa yang memandang nya kesal.


Dengan pandangan seolah tak percaya.


" Ya kak, Mba Nisa tengah Hamil, dan untuk mengetahui Detail nya Aku sarankan bawa dia ke Rumah Sakit untuk di periksa," Ucap Risa.


" Dan juga Aku mau ingatin ke Kak Arya, jangan terlalu sering dan ganas, kasian Calon Anak Kakak, Untung saja tidak sampai pendarahan."


Ketus nya.Sambil berdiri bersiap akan pulang.


Melanjutkan kembali mimpinya yang buyar tadi. Kasin kan Oppa Min Ho. Yang sedang menunggu nya di alam mimpi untuk melanjutkan. Sesi ***** mencipok


" Aku pulang, Jangan lupa bawa Mba Nisa ke Dokter besok." Teriak nya sebelum benar_benar berlalu.dan menutup Pintu ruang kerja sepupunya itu.


Sedang Arya kini tengah termenung.


Jika Nisa hamil itu berarti perpisahan mereka.


Semakin dekat.


Dan apakah Nisa bersedia untuk menyerahkan Anak itu untuk di rawat oleh nya


Bersma Restie.


Pagi menjelang.


Arya menggeliatkan tubuh nya dan membuka matanya perlahan. Pandangan nya terfokus ke arah tempat tidur.Yang menampil kan


Wajah Nisa yang masih terlelap.


Dengan memeluk guling.


Arya dengan perlahan bangkit dari Sofa panjang yang menjadi tempat Tidur nya semalam. Ya Arya memilih Tidur di sofa.


Supaya Nisa tidak terggangu dengan


Pergerakan nya jika ia tidur seranjang dengan nya.


Menuju kamar mandi menjadi pilihan nya guna membersihkan Tubuh nya yang sangat lengket itu.


Akibat percintaan nya dengan Nisa semalam.

__ADS_1


Beberpa menit kemudian Arya sudah rapi dengan pakaian santainya hari ini dia tidak ke Kantor. rencana nya setelah Nisa bangun Dia akan mengajak nya ke dokter kandungan.


guna memeriksa kan lebih Detail kondisi Calon Anak nya tersebut


Dilirik nya Nisa masih setia Memejam kan matanya wajah nya terlihat sedikit pucat dan lelah. Jam masih menunjukan Pukul 7:30


"Apakah Aku terlalu memaksa nya,?" batinya


Bermonolog.


Arya keluar kamar hendak menyuruh bi Atun membuatkan Bubur Untuk Nisa dan juga kopi Untuk dirinya.


Namun samar_samar terdengar Suara Orang berbicra di Area dapur.


Dengan langkah tergesah Arya menuruni Titian tangga menuju ka lantai Dasar.


Dan setelah sampai di lantai bawah dia kaget melihat Papa nya sudah duduk manis di depan TV ruang Tengah.


Sedang menonton Berita seputar Bisnis.sambil menyeruput kopi hitam kesukaan nya.


"Hah Papa ngapain pagi_pagi udah di sini." batinya.


Belum sempat dia membuka mulut untuk


Bertanya. Sang Papa sudah lebih dulu membuka suara nya


" Sudah bangun kamu Ar," Tegur sang Papa sambil menaruh cangkir ke meja yang ada di depan nya.


"Hem, Sama siapa Pa?" Tanya nya kemudian sambil berjalan dan duduk di Sofa single yang Berhadapan dengan Papa wiguna


" Itu sama Mama kamu. Dia lagi di dapur tuh!" Tunjuk nya ke arah dapur.


" Papa kok Pagi-pagi sudah ke sini ada apa?" Tanya Arya kepada sang Papa. yang kembali menyeruput Kopi nya


" Ekh., Papa dapat kabar dari Risa jika Nisa tengah hamil, dan kamu membuat nya sakit semalam" Ucap Tuan Wiguna.dengan mata menyipit memandang Putra nya itu


Arya hanya diam dengan membuang muka.Malu


Dalam hatinya merutuki mulut ember Adik sepupu nya itu.


"Sayang kamu sudah bangun,?" Tanya Mama Ranti yang ternyata sudah kembali dari Dapur.


"Mana Nisa, apa dia belum bangun?,


Ini sudah mau jam delapan loh kok malah belom bangun sih" Lanjut nya dengan Raut kesal.


Nyonya Ranti kesal sebab Pagi_pagi sekali Suami nya itu sudah membangunkan Dirinya.


Hanya untuk urusan yang tidak penting begini.


Ya baginya tidak ada yang penting jika itu berurusan dengan Nisa Menantu yang tidak Pernah di Akuinya.dan tidak akan pernah Mengakuinya.


Betul- betul Definisi dari Manusia Angkuh bin Sombong,


" Biar Mama bangun kan," Ujar Nyonya Ranti hendak barbalik badan.


"Jangan Mah,Biarkan saja nanti dia bangun sendiri." Cegah Tuan Wiguna.Membuat Nyonya Ranti mengurung kan Niat nya.

__ADS_1


Tuan Wiguna berdiri dan merapikan Jas nya. "Papa berangkat dulu Mah, Papa ada Pertemuan pagi ini. Ar, Setelah Nisa bangun segera bawa dia ke dokter.


Papa sudah tidak sabar ingin mengetahui Keadaan Cucu Papa"


Tukas Beliau Sambil berlalu dengan Raut gembira yang sangat kentara dari wajah nya Yang berbinar Cerah


Di susul pula sang Nyonya mengantar Suaminya itu sampai ke Mobil.dan berlalu dari sana.


Di dalam kamar.


Nisa baru saja membuka matanya.dan melirik Jendela yang menampak kan cahaya dari luar. ternyata hari sudah terang benderang


Dan dia kesiangan.


" Ya ampun jam berapa ini?" Gumam nya


Dengan perlahan Nisa mendudukan Tubuh nya.Yang masih terasa pegal.


Nisa teringat dengan peristiwa Semalam Suaminya itu kembali menggagahinya dengan. Ganas bahkan.Nisa berkali kali meminta Ampun. ingin dia menyudahi penyatuan mereka.Namun Suami nya itu seakan Tuli. Dan tak mendengar Permintaanya. Hingga..


Nisa Reflek mengelus Perut nya yang masi Rata itu. kala mengingat jika semalam Perut nya kram.


Kata Dokter yang Memeriksa nya


Semalam Dia tengah hamil.itu sebab nya Perut nya kram, apalagi Arya menggempur nya hingga Tengah malam.


Dengan gerakan pelan dan Hati-hati Nisa menuju Kamar mandi.


untuk menyegar kan Tubuh nya Yang sudah


Sangat Lengket. Akibat ulah Sang suami semalam.


"Ar, ingat jangan Mentang-mentang Dia Sudah.hamil terus Kamu memanjakan nya


Berlebihan" Tukas Nyonya Ranti Mengeluarkan Unek-uneknya


"Ingat Ar setelah Anak itu lahir segera Ceraikan dia, Jangan sampai dia menjadi Benalu di kehidupan mu, dengan memanfaat kan Anak agar kamu tidak meninggal kan nya


Dan mengeruk harta kita" Tukas Nyonya Ranti panjang lebar.


"Ingat Ar Restie Menunggumu, Mama tidak tega setiap kali melihat Dia Sedih dan Curhat tentang Kamu yang semakin jarang Meluang kan waktu Untuk nya"


Lanjut nya dengan Raut wajah Sendu kala mengingat Curhatan Calon Menantu idaman nya tersebut.


"Bagi Mama hanya Restie yang pantas Menjadi Menantu Keluarga Wiguna" Ucap nya dengan Tegas


Sedang Arya hanya terdiam merenungi setiap Perkataan Sang Mama. Tanpa menjawab.


Dibalik dinding Ruang keluarga itu seorang wanita Tengah menitih kan Air matanya


dengan Dada sesak Nan perih.


manakala ia mendengar Semua perkataan Mama mertua nya itu


Bersambung...


jangan lupa like dan komen nya ya Reader Tersayang

__ADS_1


maaf kan jika banyak Typo🙏


lope you😘


__ADS_2