PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 130


__ADS_3

Serangkaian acara telah selesai, Dan berjalan dengan. lancar Seperti biasa anak-anak SDA dan SDB, Beserta keluarga dan sanak saudara mereka selalu ikut meramaikan, Setiap Ulang tahun Big Boss mereka sedari Ultah pertama nya, 


Mereka selalu antusias ikut menghadirinya, bersama Keluarga mereka masing-masing, Dengan Fasilitas trasportasi yang di sediakan Oleh Bos mereka yang baik hati itu,


Dengar Bingkisan istimewa yang selalu mereka nanti-nantikan, Tahun ini sama dengan tahun lalu, Bingkisan istimewa dari Big Boss mereka juga semakin menarik,


Bukan hanya Anak-anak saja yang senang saat menerima bingkisan itu, Namun para orang dewasa pu demikian, 


Bagaimana tidak, Riri selalu menyiapkan Bingkisan yang istimewa, Selain isi nya banyak dan unik, Riri juga  menyisipkan  Amplop di dalam nya,


Itulah yang membuat orang Dewasa merasa senang, Riri tidak membuat Pesta yang banyak mengeluarkan Uang, hanya untuk dekorasi saja, Riri lebih memilih acara sederhana dengan mengadakan  syukuran di Rumah singgah dan berbagi kepada anak-anak yatim di sana,


Menurut nya daripada buang-buang uang dengan pesta yang wah, Lebih baik ia membagikan nya kepada yang lebih membutuhkan, Dengan mengharap doa dari mereka itu lebih baik,  


Begitulah Riri, Dia lebih suka berbagi kepada yang membutuhkan daripada menghambur-hambirkan uang nya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat, 


Nyonya Ranti yang baru pertama kali ikut menghadiri acara syukuran Cucu pertamanya itu pun sangat bahagia, 


Dalam hatinya ia mengakui jika menantunya itu sangat baik dan bijak dalam bersikap, 


Dirinya merasa sangat mulu, Jika mengingat kelakuan masa lalu nya,


Yang jauh dari kata baik, Bahkan dirinya cenderung Sombong dengan. Merendahkan orang lain,


Dari tempat nya duduk ia melihat mantan suaminya sedang duduk mengobrol dengan seorang wanita cantik, Yang tiada lain merupakan istri baru nya,


Wanita itu tengah memang ju Eza, Yang kegirangan karena ramainya anak-anak, membuat bayi 7 bulan itu terus saja men gerak kan kedua kaki nya,


Sampai saat ini dirinya masih sangat mencintai Pria baik hati itu, Namun apa mau di kata, Dirinyalah yang bersalah, Tidak mau menuruti nasehat Suami, sehingga berujung ia di ceraikan oleh Pria yang ia cintai itu, Karena keslahan nya yang tak termaafkan, 


Nyonya Ranti memalingkan wajah nya, Saat tak sengaja bertemu pandang dengan Tuan Wiguna, 


Dirinya merasa malu saat bertemu untuk pertama kalinya setelah mereka bercerai, Dengan kondisinya yang tidak berdaya seperti saat ini, Tuan Wiguna memang pantas mendapatkan wanita yang lebih baik darinya, 

__ADS_1


Ini adalah karma nya karena telah banyak menyakiti hati orang, Ia  akan berusaha untuk memperbaiki dirinya, 


"Apa kabarmu Ranti?,"


Suara bariton yang telah lama tidak ia dengar itu, Kini kembali  terdengar di telinga nya, Menyapa nya dengan ramah,


Nyonya Ranti mendongak melihat wajah yng dulu selalu mengasihinya, melimpah inya dengan cinta dan kasih sayang,


Tidak ada yang berubah darinya, Bahkan pria yang kini tengah tersenyum itu terlihat semakin tampan, Terlihat  sangat terurus sekali, 


"Baik." Ucap nya singkat dan pelan, Pandangan jaya bergeser kepada seorang wanita dengan tampilan sederhana, yang masih menggendong Eza di tangan nya,


"   Ranti. Kenalin ini istriku, Bu ini Mama nya Arya, " Tuan Wiguna memperkenalkan kedua nya,  


"Salam kenal Mba,Saya Nining," Bu Nining mengulur kan tangan kanan nya di hadapan Nyonya Ranti,


" Ranti. Salam kenal juga," Nyonya Ranti membalas uluran tangan Bu Nining, Dengan di bantu oleh tangan kiri nya yang men gerak kan tangan kanan nya yang belum pulih itu,


Dari kejauhan Arya melihat interaksi ketiga orang tua nya itu, Dengan sedikit Cemas


"Tenang Mas, Mama akan baik-baik saja,Percaya sama Aku," Riri mengelus dada suaminya, Menenangkan ia percaya jika Nyonya Ranti akan baik-baik saja,


Mama mertua nya itu telah banyak berubah, sejak tinggal bersama nya,  Sedikit demi sedikit  Riri melihat sikap Sombong Mama mertuanya itu mulai luntur, 


"Mas hanya cemas kalau…," 


"Nggak akan Mas, Mama itu sudah banyak berubah, Tapi kalau Mas khawatir biar aku datangi mereka," 


Riri mendatangi ketiga mertuanya nya itu dengan alasan ingin mengambil Eza yang terlihat sangat senang karena banyak teman itu,


"Hai Paham, Bu, Sudah pada makan,? Tanya Riri kepada Tuan Wiguna dan juga Bu Nining, 


" Belum, Papa nunggu Ibu, Ini Cucu Opa dari tadi nggak mau diem, seneng banget kek nya liat teman-teman nya banyak, "  Tukas Tuan Wiguna sembari menjawil pipi tembem Eza, Yang terkikik-kikik,

__ADS_1


" Ya udah, Papa sama ibu makan dulu gih, sini Eza  nya biar di pangku Oma nya, "  Riri mengambil Bayi nya dari gendongan Ibu mertua nya itu, 


" Ya sudah kita kesanga duku ya Nak,  Mari Mba Ranti kita ke sana dulu,". Pamit Bu Nining, kepada Riri dan juga Ranti,


Yang menjawab nya dengan anggukan kepala,


Matanya masih mengikuti Tuan Wiguna dan juga Istri nya, sampai tidak terlihat lagi, Ada rasa sedih di hatinya, kala mengingat keadaan nya saat ini, Yang tidak bisa berbuat apa-apa,


" Jangan sedih dan berkecil hati Mah,  Mungkin jodoh Mama sama Papa hanya di takdirikan segini saja, Mungkin Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang terbaik buat Mama ke depan nya," Ucap Riri mengekus bahu Mama mertua nya itu, 


"Yuk Oma, Gendong Baby, " Seru Riri dengan mendudukan Eza di pangkuan Nyonya Ranti,


Eza yang tidak bisa diam itu membuat Nyonya Ranti semakin mengeratkan dekapan nya pada tubuh montok Cucu kedua nya itu,


" Iya, Makasih ya kamu  sudah baik sama Mama, Sudah mau merawat Mama hingga saat ini, Jika nggak ada kamu, Mungkin Mama sudah…,".


"Jangan berterima kasih terus Mah,  Suami aku kan Anak Mama, jadi ya Mama juga Mama aku, Sudah sewajarnya nya seorang anak mengurus orang tua nya," Ucap Riri, 


" Mas, Berhenti!!," Riri menyuruh Arya berhenti,  dengan satu tangan nya menutup mulut nya, 


"Ada apa sayang…," Tanya Arya yang tak sempat di jawab oleh Riri, Karena sudah keluar  dari mobil  dan memuntahkan isi perut nya di pinggir jalan,


" Ya ampun.,Sayang," Pekik Arya ikut menyusul istrinya keluar dari mobil dengan tergesa-gesah,


"Gimana Udah lebih baik?," Tanya Arya setelah menyeka bibir Riri dengan Tissue,


" Pusing Mas,Pengen tidur,"  Rengek nya, Tubuh nya mendadak lemas, Arya memapah nya, Menantunya masuk ke dalam mobil, 


" Ar kita mempir ke rumah sakit aja, Mumpung kita lagi di luar sekalian saja, " Saran Nyonya Ranti yang duduk di jok belakang, bersama Rw.Eza, Dan juga Lili,


" Iya Mah, Mau ya sayang kita periksa?," Ucap Arya mengelus kepala Riri sebelum menjalankan mobil nya kembali,


Bersambung……

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya ya,


Makasih 🤗


__ADS_2