
" Papi nya Re, Langsung ke kantor aja nggak apa-apa, Nanti Aku naik Taxi ke SDB, Aku disini sampai jam makan siang, " Riri berkata sembari menatap Arya yang masih betah memeluk dan menciumi pipi tembem Re yang Terkiki-kikik karena geli, terkena jambang Sang Papi,
Arya terdiam sejenak sebelum menyahuti perkataan Riri " Aku jemput nanti saat makan Siang, Kamu tunggu Aku ya, Jangan naik Taxi," Ucap Arya membelai kepala Riri,
Yang di jawab anggukkan kepala oleh Riri,
.Setelah itu turun lebih dulu dengan Re di gendongan nya, memutari mobil dan membukakan pintu untuk Riri, " Nah Re sama Mimi ya, Nanti siang Papi jemput kita makan siang bersama, Oke baby,"
" Okee!," Re menyambut tangan sang papi yang mengajak nya bertos, " Mami Papi pergi dulu ya," Arya kembali mencium pipi Re dengan gemas, sebelum menyerahkan Re kepada Maminya,
" Tunggu aku ya!, " Arya berlalu setelah kembali membelai Kepala Riri dengan sayang,
" Iya, Hati-hati di jalan Pih," Ucap Riri dengan menggangkat sebelah tangan Re untuk melambai kepada Arya, Yang mulai melajukan mobil nya,
Pagi itu Arya merasa sangat bahagia, mendapat perlakuan manis dari Mami nya Re itu, Perut nya bagaikan diterbangi ribuan kupu-kupu, Senyum nya menggembang dengan sempurna sepanjang perjalanan menuju kantor nya Senyum nya tak pernah surut,
" Dimas, " Panggil Arya,
" Saya Bos!" sahut Dimas yang berjalan di belakang Arya, mereka bertemu di loby diwaktu hampir bersamaan, Dan sejak Arya turun dari mobil nya, Mata Dimas seakan silau oleh Kilauan sederet gigi Arya yang rapi dan putih itu yang terus terpampang, Akibat Senyum nya yang lebar,
Ada apa dengan bos nya itu, tumben sekali pagi-pagi sudah unjuk Gigi, biasanya Pagi-pagi selalu memasang muka dingin dan kaku,
Apa Bos nya itu kesambet roh halus, Pikir Dimas,
" Kosongkan jadwalku menjelang makan siang sampai sore, jika ada yang mendesak kamu bisa tangani dulu, Pokoknya jangan menggangguku, karena Siang sampai sore nanti aku akan menghabiskan waktu bersa Putraku," Ucap nya sambil masuk keruangan nya,
"Tapi Bos! Hari ini ada pertemuan dengan..."
" Kamu atur saja bagaimana bagus nya, intinya hari ini saya Tidak bisa di ganggu, mengerti?," Arya langsung memotong perkataan Dimas,
" Baik bos!, " Dimas menjawab dengan suara lesu tidak bersemangat, Bos nya ini ternyata sangat menyusahkan pikir nya, Di saat suasana hatinya kurang baik semua pada kena imbas nya, Dan disaat hatinya sedang berbunga-bunga juga pekerjaan nya malah di suruh dia yang tangani,
" Hahh nasib-nasib," Batin Dimas,
" Kamu sedang menggumpat saya ya? kelihatan dari raut muka mu!, " Tebak Arya, saat melihat raut muka Dimas yang mendadak mendung,
__ADS_1
" nggak bos!, " bantah Dimas cepat,
" Astaga..kenapa dia bisa tahu kalau aku lagi ngedumel, Apa jangan-jangan..."
" Udah kamu tenang saja, Bonus kamu dua kali lipat Bulan ini, " Kata Arya
" Wah siap Bos saya akan urus semua nya, Bos jangan Khawatir kan soal itu, " Seru Dimas, matanya sudah hijau saat mendegar kata Bonus yang dua kali lipat,
" Cihh giliran bonus aja langsung cerah seketika mukamu," Cibir Arya memandang Dimas yang cengegesan,
" Em.. Ngomong-ngomong, Bos mau kemana siang Nanti? Sepertinya Special sekali, " Tanya Dimas, sebab sedari tadi wajah Bos nya itu sangat terang, menandakan jika Bos nya itu kini tengah bahagia,
" Tentu saja Special, Karena sebentar lagi saya bisa bersama Putra dan juga Mami nya," Tukas Arya dengan tersenyum-senyum sendiri saat ingatan nya kembali mengingat Sikap Riri yang manis kepadanya tadi pagi,
Melayani nya di meja makan, membuatkan nya Kopi, Serta melambaikan tangan nya saat dia berangkat kekantor seraya berkata. " Hati-hati Pih!," Rasanya Arya bagai terbang keudara sangking bahagia nya,
Sedang Dimas bergidik ngeri, saat kembali melihat Bos nya itu tersenyum-senyum sendiri, seperti orang gila,
...****...
.
Ingat Kalian harus segera menikah sebelum Perut Kiran semakin besar, Apa kata orang-orang Nanti jika kalian sudah.. Itu duluan sebelum menikah, "
" Iya Bu, " Jawab Danis singkat, Pikiran nya masih di Bayangi oleh Riri,
Bu Siska semakin cerewet ingin mempercepat Acara pernikahan Danis dan Kiran, Sedari dia tahu jika Kiran tengah hamil Anak Danis,
Walaupun dirinya sudah sangat ingin menimang cucu dari Danis, Tapi begitu tahu jika perbuatan Danis dan Kiran itu sudah melampaui batas, maka menikahkan mereka secepatny adalah jalan terbaik,
Diriny juga tidak ingin menjadi bahan gosip di antara teman-teman nya, Walau dalam hatinya sangat bersyukur karena Ternyata Danis tidak sesulit itu untuk melepaskan nya dari Wanita tak benar itu,
Siang menjelang.
.
__ADS_1
" Kita mau makan siang dimana? Tanya Arya menoleh Riri yang duduk manis di sebelah nya,
" Em.. Papi Arya mau nya di mana? Aku ngikut ajah, Baby sudah ada bekal nya dari rumah, Jadi aman," Sahut Riri denga. Re yang berada di pangkuan nya sedang mengenyot Dot Susu nya,
"Ok, Kalau gitu kita makan di Resto Favorite Papi ya, Kamu pasti suka makanqn nya Enak-enak disana, Rekomended banget deh pokonya"
Arya berkata sambil satu tangan nya mengelus Kepal Riri dengan sayang, lanjut mengelus kepala Re yang kini tumben Anteng di ajak duduk di jok penumpang oleh Riri, Biasanya maka sudah heboh dia tanya ini, itu,
Riri yang selalu mendapatkan perlakuan itu dari Arya, setiap kali mereka bertemu, Arya tidak pernah absen untuk mengelus Kepalanya, Dirinya merasa nyaman dan hatiny menghangat, dirinya merasa di sayangi,
" Mami.. Mobil Re mana?," Tanya Re, Mendongak menatap Riri yang juga sedang menatap nya,
" Mobil Re ada di Rumah, lagi istirahat, bobo.siang," jawab Riri sembari menoel pipi gembul Re,
" baby mau mobil Re Mami.., Mo sitill.." Re kembali berkata dengan suar cadel nya,
" Iya besok kita bawa Mobil Re, biar baby bisa stirr ok!," Tukas Riri lembut, dan di jawab Angguk kan kepala oleh bayi besar itu,
" Re kangen ya sama Mobil nya? Baru sehari nggak bawa mobil sendiri sudah di cariin terus, Tukas Arya,
" Iya pih baby sayang banget sama Mobil nya itu, kan biasanya dia ikut Pegang setir juga tiap mau kemana-mana baby selalu ikut, sedari bayi udah ikut bolak-balik ke Ruko," Sahut Riri dengan senyum manis nya, sehingga lengsung pipi nya tercetak Manis,
Arya yang kembali mendegar Riri memangil nya Pih, membuat hati nya semakin berbunga-bunga, Rasanya ingin sekali ia menggigit bibir merah jambu itu,
Namun dirinya harus banyak-banyak bersabar, Arya bertekad akan menihi Riri secepat nya,
Dirinya sudah membayangkan tidur dengan memeluk Gadis bar bar nya itu,
Bersambung..
Mohon maaf ya telat Up nya🙏
jangan lupa dukungan nya ya bestie 🤗
Terima kasih 🙏🤗
__ADS_1
maaf bila masih banyak Typo nya 🙏