PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
hasrat yang mendominasi


__ADS_3

sore menjelang kini Nisa tengah mengendarai motor kesayangan nya hasil dari keringat nya sendiri.ada rasa bangga tersendiri jika kita memiliki sesuatu yang kita beli dengan hasil kerja keras kita sendiri.


rasa rindu terhadap sang suami makin menjadi saja. ingin bermanja dan memeluk nya laksana guling yang dia peluk di setiap malam nya.


tiba di perempatan lampu merah Nisa teringat akan ucapan Asistenya Rina kala ia menyuruh nya membelikan rujak buah, yang kesemuanya buah mangga.dengan sambal kacang yang banyak.


air liurnya bahkan hampir saja menetes kala menyebutkan detail pesanan rujak nya tersebut. hingga Rina menggoda nya dengan menggatakan jika dirinya tengah ngidam.


tangan nya reflek mengelus perut nya yang rata, benar kah dia hamil, jika di ingat.ingat semenjak dari honeymoon dua bulan yang lalu dirinya belum mendapatkan tamu bulanan nya dan kini sudah mau pertengahan bulan, dirinya belum mendapatkan siklus bulanan nya


suara klakson dari pengendara yang ada di belakang nya menyadarkan dirinya jika lampu merah sudah menjadi hijau. Nisa kembali menarik gas motor nya.


Arya masih menimbang.nimbang.seuatu apakah dia harus mendatangi kekasih nya itu atau tidak. sudah setengah jam yang lalu dia berada di dalam mobil nya.


namun belum juga menjalan kan nya bahkan Dimas sudah menawarkan diri jika sang bos lelah dia bersedia mengantarkan nya sampai ke rumah nya. namun di tolak mentah.mentah oleh Arya.


dirinya teringat akan peringatan sang papa.jika ketahuan lagi dirinya menemui Restie bisa gawat nanti.


Arya mulai menjalankan mobil nya keluar dari perusahaan.


dia memutuskan untuk pulang saja kerumah.biarlah dia mendapat amukan dari sang kekasih. untuk saat ini menuruti perintah papa nyalah yang utama.


beberapa menit kemudian Arya sudah memasuki halaman rumah nya yang pagar nya sudah terbuka sepertinya sudah tahu jika dirinya tak lama lagi sampai.


turun dari mobil nya, dilirik nya motor gemoy sang istri yang sudah terparkir dengan cantik nya.


Sementra itu di kamar.


Nisa baru saja keluar dari kamar mandi setelah 20 menit berendam air hangat membuat tubuh nya lebih segar dan wangi.


Nisa melenggang dengan sexy nya menuju ruang ganti dengan hanya mengenak kan handuk sebatas pahanya saja tak apa pikir nya sebab Arya belum pulang dari kantor.


membuat nya melangkah dengan bebas di dalam kamar tersebut.

__ADS_1


sepasang mata yang menatap nya tak berkedip dari sofa yang berada di pojok kamar dekat jendela. dan membuat sang empunya mata tersebut merasa gerah dan kepanasan.


mana kala melihat pemandangan yang sangat menggiurkan itu seakan tengah menggoda nya.membuatnya susah hanya untuk menelan saliva nya saja.


bagaimana tidak. paha mulus kaki yang jenjang.serta gundukan yang sekan tak mampu tertutupi oleh handuk.


sebab ukuran nya yang waww dan bokong nya penuh dan padat rasanya akan sangat menyenangkan bila di remas. ahh


sesuatu yang mulai sesak di bawa sana ingin segera di lepaskan. oh ya ampun.


dengan perlahan Arya mengikuti langkah istri nya itu menuju ruang ganti tanpa di ketahui sang istri.


sebelum nya.Arya yang baru saja masuk ke dalam kamar tidak mendapati keberadaan Nisa. kemana pikir nya.


bagus lah dia bisa mandi dengan tenang kali ini. dia segera mendudukan dirinya di sofa single di dekat jendela yang mengarah ke balkon kamar nya.


membuka sepatu dan melonggarkan dasi nya yang terasa mencekik nya itu.


Namun belum selesai ia membuka dasinya.suara pintu kamar mandi terdengar di buka dari dalam.


Nisa yang tidak menyadari akan adanya sang suami. di dalam kamar nya.dengan enteng nya melepas handuk nya dan ingin mengenakan dalaman yang sudah dia ambil dari dalam lemari pakaian nya


Namun..sejurus kemudian.. grep.. lengan kokoh yang mengetat kala melingakar erat di perut nya yang rata itu serta sesapan di pundak nya yang polos.


membuat nya terpekik.dan akan berteriak kencang jika saja benda basah dan kenyal itu tak membungkam bibir ranum nya.


Arya membalik kan tubuh Nisa dan menempel ketat di dada bidang nya.


mata Nisa melebar kala melihat pemilik lengan kekar nan kokoh itu adalah suaminya Arya.


jantung nya kian berdetak tak karuan manakala tangan lainya telah meremas gemas bokong nya yang padat berisi itu.


rasa takut kembali menghimpit nya. saat ingatan nya kembali terlintas.di mana sang suami menggagahi dirinya dengan kasar saat mereka di pulau B beberapa bulan lalu.

__ADS_1


tangan nya yang bebas mencoba mendorong dada bidang nan keras milik sang suami.dirinya memang menyukai wangi tubuh sang suami. namun jika ingat betapa kasar dan beringasnya suami nya itu saat merenggut sesuatu yang berharga dari nya itu membuat dirinya takut jika menggalami rasa sakit yang sama.seperti waktu pertama kali melakukan nya


" m..mas Arya.. stop mas, " dengan terbata Nisa berucap setelah bibir suaminya itu berpindah menyesa leher dan bahunya.seirama dengan tangan nya yang meremas gundukan padat menantag itu.


" kenapa.hem.. bukanya ini yang kamu ingin kan..?, kamu sengaja menggodaku hem.." suara Arya makin berat dan mata nya yang sayu menandakan gairah pria itu sudah di ujung tanduk bagian bawah tubuh nya kian menggeras dan sangat sesak.


" bukan.. begitu. mas, aku.." Nisa tak dapat meneruskan ucapan nya sebab bibir nya kembali di sambar dan dilumat dengan penuh gairah


dengan sekali raup tubuh polos Nisa kini telah berada di lengan kokoh Arya tanpa melepaskan tautan bibir keduanya.


dengan gerakan ringan Arya menuju tempat tidur dan menurunkan Nisa dengan sedikit kasar sebab gairah yang sudah meluap luap itu tidak lagi bisa ia tahan bayangan akan kenikmatan yang pernah dia raup dulu. ketika mereka di pulau B.


seberapa kuat seorang Arya menahan segala hasrat dan gairah nya. tetap saja jika di sajikan hidangan lezat Nan gurih. seperti ini


sudah pasti akan dia lahap habis. apalagi sudah cukup lama baginya tidak menyalurkan


kebutuhan biologis nya itu.


dan sekarang ia bagai se.ekor harimau jantan yang lapar siap menggoyak magsa nya tanpa ampun.


dengan tergesa Arya melepaskan benang yang melekat di tubuh nya. dengan aset yang membuat Nisa bergidik ngeri.


akal dan pikiran Arya sudah tak sinkron lagi, gengsi dan ego yang selalu mendominasi dirinya.


entah sudah kemana dua kata yang selalu melekat pada dirinya itu.


" mas..."


bersambung...


dukung karya othor ya


jangan lupa like dan komen nya

__ADS_1


terima kasih🙏


lope you 🌹🌹


__ADS_2