PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
kekantor Arya


__ADS_3

[ " Mami nya Re, Nanti jam makan siang kamu ke kantor ya baya baby, Aku kangen, Sekalian bawain Brownis kukus, sama Bika nya juga,


Bika nya Pesanan Opa nya Re 😁✌️, " ]


Bunyi pesan Arya yang masuk ke Phonsel Riri pagi tadi, Membuat Riri mendegus, Kesal bukan main,


Papi nya Re itu seenak nya saja menyuruh-nyuruh dirinya pergi kekantor nya,


Dengan alasan kangen dengan Re, Namun sibuk tak sempat untuk menemui baby, " Huh merepotkan sekali orang ini, " Riri mencampakkan Phonsel nya begitu saja tanpa niat membalas pesan dari Papi nya Re itu,


" Sibuk sih sibuk, Tapi nggak ngerepotin juga kali..," Dumel Riri sambil berlalu ke kamar mandi,


Sejak kunjungan nya tiga bulan yang lalu ke Toko SDB itu dan bermain dengan baby Re, Arya semakin merindukan Putra nya, Dan semakin seringlah dirinya berkunjung ke Toko tersebut,


Namun karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggal Namun rindu ingin bertemu sang Putra semakin tak tertahan, maka dari itu Dirinya meminta Riri yang berkunjung ke kantor nya membawa baby Re, Karena ternyata Sang Papa pun sangat merindukan Cucu kesayangan nya itu,


.


Setelah keadaan nya pulih Arya kini mulai bekerja kembali dengan tumpukan berkas yang mengalahkan tingginya gunung Himalaya,


Untung saja Dimas dapat di andalkan jadi tidak begitu menumpuk pekerjaan nya, Hanya sebagian berkas yang perlu ia tandatangani,


Walaupun begitu banyak yang sudah dia lewat kan, Beberapa proyek yang melibatkan dirinya


pun ada beberapa yang terbengkalai dan memutuskan kerjasama sepihak,


Arya sangat merasa bersalah kepada Papa nya, Dirinya tak becus menjadi pemimpin perusahaan, karena kebodohan nya sendiri,


Menyakiti dirinya sendiri atas penyesalan terhadap perlakuan buruk nya kepada Nisa mending Istri nya,


Arya menghela Nafas nya dengan berat, Kala mengingat semua itu, Bayangan wajah sang putra menari-nari di pelupuk matanya, " Hem jadi nggak sabar pengen cepat-cepat ketemu baby!, " Celetuk nya sambil tersenyum-senyum,


Dimas yang barusa saja masuk ke ruangan bos nya itupun mengkerut kan kedua alis nya,


Demi melihat Arya tersenyum-senyum sendiri sambil menopang dagu,


" Kenapa si bos senyum-senyum sendiri kek gitu.. Apa jangan-jangan... si bos sudah gila! "


Dimas bergidik ngeri sendiri dengan pemikiran ngawur nya,


Pletak...! "Aduhh sakit bos, " Dimas mengusap jidat nya yang nyeri, Sebab baru saja kena sentil Arya,


" Lagi mikirin apa kamu sampe di panggil-panggil nggak denger, " Arya memincingkan matanya menatap Dimas yang meringis, seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sama sekali,

__ADS_1


" Lagi mikirin bos! Aku kira bos sudah gila gara-gara di tinggal Bunda nya Re, "


" Ehh malah bengong lagi ni anak, Ngaku! kamu lagi mikir yang Nggak-nggak kan tentang Aku?, "


" Mana ada bos!, Mana berani saya begitu ke bos Arya, " Dimas berucap seraya meringis,


" Sudah sini berkas nya, Setelah ini Kamu turun ke loby tungguin Re sama Mami nya, paling bentar lagi dia datang tuh!, "


Arya berkata tanpa melihat wajah Dimas yang berubah masam kala mendengar Arya menyebut, Mami nya Re, itu berarti dia akan berhadapan dengan Riri yang galak itu hiihh!,


Belum apa-apa dirinya sudah bergidik duluan Mengingat karakter Riri yang galak,


Namun tidak menuruti perintah Arya sama saja cari perkara, Dengan menarik Nafas pasrah Dimas berlalu dari Ruangan Arya,


.


" Mba Rina, udah siap semua? " Riri berucap dengan baby Re yang sudah mengantung di depan nya, bersiap berangkat menuju kantor Papi nya Re, jam sudah menunjuk kan angka 12 siang,


" Sudah Ri, hey baby.. mau ketemu Papi ya..!, "


Rina mencolek pipi gembul Re yang di sambut tawa riang oleh bayi montok itu, " Ganteng banget cih Big Bos ini.. gemes Onty jadinya..! Rina merapat kan gigi nya karena gemas terhdap baby Re,


" Makasih ya Mba Rin, Aku berangkat dulu, mungkin Aku langsung pulang saja nanti ya, Capek kalau balik lagi ke sini, "


" Lama-lama Onty gigit pipimu yang gembul ini loh ya!, Gaya betul ehh kek dia aja yang setir mobil nya, " Rina Terkekeh-kekeh di buat nya, geli dengan tingkah bayi montok itu


Riri membunyikan klakson saat meninggalkan halaman parkir Toko SDB, Dengan Rina yang membalas melambaikan tangan nya, di sertai ucapan hati-hati di jalan,


.


Riri melajukan mobil nya perlahan memasuki halaman gedung tinggi menjulang itu, Setelah melewati Pos security, Dirinya berdecak kagum dengan bangunan besar itu,


Tapi begitu mengingat pemilik nya wajah nya berubah masam,


Setelah memarkirkan mobil nya dengan cantik, Riri segera membuka pintu mobil nya dan keluar Dangan menenteng beberapa kotak brownis dan juga Bika pesanan Papi nya Re,


" Huh benar-benar merepotkan sekali Papi kamu itu baby, Rasanya pen Mami ketok palanya nya, Riri mendumel saat berjalan dengan rempong nya menuju Loby,


" Nyanyanya, " Protes Re sambil menggelengkan kepala nya, Ketika mendengar Mami nya ingin mengetok kepala Papi nya,


Definisi dari Anak sayang bapak,


"Iya..iya maaf baby, Mami salah ngomong,

__ADS_1


" Astaga kecil-kecil sudah belain Papi nya,


kamu ngak tau aja nak kalau Papi yang kamu belain itu,Dulunya tidak menginginkan mu, "


Setelah berjalan dengan rempong nya, Kini Riri telah sampai di depan meja Resepsionis untuk menanyakan dilantai berapa ruangan Arya,


" Perminsi Mba Saya mau bertemu Dengan Arya, Ruangan nya lantai berapa ya? "


Riri bertanya dengan Nada lembut dan sopan,


Sedang Re sibuk menggapai-gapai pot kecil yang berada di atas meja yang tingginya sedada orang dewasa itu, Membuat Riri semakin rempong saja demi menyeimbangkan tubuh nya agar tidak oleng, dengan bulir-bulir keringat kecil di dahi nya,


Sang Resepsionis tak langsung menjawab, Wanita cantik dengan mekup menor itu malah sibuk memperhatikan penampilan Riri yang hanya mengenak kan Jeans sobek-sobek dan kaos oblong warna hitam, sangat kontras dengan kulit nya yang putih, Rambut nya ia kuncir kuda,


" Mba.. saya bertanya loh ini bukan ngamen!, Mba nya kok diam aja, " Kesal bukan main dirinya sudah sangat rempong dengan menyeimbangkan tubuh nya dengan kedua tangan menenteng Brownis dan Bika,


" Maaf mba, apa mba nggak salah nyari Pak Arya?, Pak Arya itu CEO, Dan... nggak mungkin punya kenalan model begini, "


Resepsionis Wanita tersebut memandang Riri dengan remeh, Dalam hati nya Ibu-ibu stres mungkin yang nyasar sampe ke kantor ini,


" Saya ngagk salah mba saya kesini mau bertemu Papi nya Anak saya, sudah ada janji!,


Dia malah yang nyuruh ke sini, "


Riri merasa geram sekali dengan pegawai kurang ajar ini, Rasanya ingin sekali ia menjambak rambut yang tersangkut rapih itu,


" Aduhhh baby..! "


Riri terpekik manakala tangan Re berhasil menyambar Pot kecil yang berada di atas meja, Pot yang berisi bunga yang tumbuh hanya dengan Air itu, Dan menyiram kan nya hingga mengenai baju Pegawai Resepsionis


.


Bersambung.......


jangan lupa like nya ya bestie 🤗


biar Othor makin semangat up nya 😂


mohon maaf bila banyak Typo nya 🙏


terima kasih 🙏


Love you all 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2