PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 86


__ADS_3

Di luar Resto Kiran dan Siska saling pandang dengan tatapan penuh arti, Tanpa sepengetahuan Danis Jika kedua Wanita itu tengah tersenyum penuh kemenagan di balik punggung nya,


Pikiran nya masih tertuju pada Riri yang membentak Ibunya di tengah keramaian, Dirinya tak terima Ibunya di perlakukan demikian,


Dan semua itu membuat nya mengabaikan rengekan Re yang menjulurkan tangan kehadapan nya, Dengan raut ceria mengharap uluran tangan nya dia sambut,


Namun kerena rasa dongkol nya terhadap Riri Danis tak menghiraukan nya dan berlalu begitu saja,


Siang itu perasaan Riri bagai di aduk-aduk, hatinya sakit perih! Namun tak ada tempat untuk bersandar, Sekedar hanya untuk mengeluarkan Air mata nya, Air mata kesakitan yang di torehkan seorang wanita dengan kata-kata tak mengenak kan sama sekali, dan dengan membawa Nama kedua orang tua nya, Membuat hati nya terluka,


Baginya, Kedua orang tuanya adalah segalanya, mereka tidak pernah salah dalam mendidik nya,


Mereka mendidik nya dengan kasih sayang kelembutan dengan nasehat-nasehat yang baik, Bahkan mendiang Kakak nya yang selalu memanjakan nya, tidak pernah lupa menasehatinya agar tidak terpengaruh dengan pergaulan bebas, Di luar sana,


Jika saat ini mereka menghardik nya mencap nya sebagai wanita tak benar, karena keberadaan Re, Riri tak perduli Riri tak memperdulikan pendapat orang-orang di luar sana, Tetapi jangan mengatai Anak nya dengan kata-kata, Yang tak pantas di dengar langsung oleh Anak nya walaupun belum mengerti arti makian itu,


Riri tidak ingin mengatakan kepada siapapun di dunia ini jika Re bukan lah Anak kandung nya, Dunia tidak perlu tahu soal itu, Baginya Re adalah bayi nya, Anak kesayangan nya, yang selalu membuat nya bahagia dengan hanya Memandang wajah nya dan mendengar suara celotehan nya, Tidak ada yang bisa merubah itu Re Anak nya titik,


Setelah puas bermain mandi bola Riri mengajak Re untuk pulang, Sedang Rina hanya diam membisu tak tahu harus berkata apa?


Riri yang mengemudikan Mobil nya terlihat sekali kesedihan di matanya, Namun tidak mengatakan apapun, walau hanya sekedar mencurahkan uneg-uneg nya,


Rina memaklumi hal itu, Riri dan Nisa tidak jauh berbeda, kedua kakak beradik itu sama-sama tertutup kepribadian nya, tidak terlalu suka merepotkan orang lain,


" Mba Rina mau kembali ke Ruko atau mau langsung pulang aja?" Riri bertanya tanpa menoleh tetap fokus menatap lurus kedepan,


" Ke Ruko aja Ri, masih jam 4 ini mau bantu beres-beres dulu kasian yang lain," Rina terkekeh saat mengakhiri kalimat nya,


Setelah itu kembali hening tak ada yang bersuara lagi, Re yang biasanya berisik kini sudah tepar di jok tengah bayi gembul nya itu serptinya kelelahan bermain lari-larian di arena mandi bola tadi,


" Aku nggak turun ya mba, Mau langsung pulang aja, Baby juga masih tidur itu, keknya kelelahan dia," Riri tersenyum kecil kepada Rina yang sudah turun dan menutup pintu Mobil,


" Iya! hati-hati ya di jalan, Makasih udah di ajak jalan-jalan, " tukas Rina, dan di jawab anggukan kepala oleh Riri, Seraya membunyikan klakson, Dengan perlahan meninggalkan Bangunan Ruko SDB itu,


.


Tepat pukul 5. Sore itu Mobil Arya memasuki halaman parkir Ruko SDB, Dengan langkah cepat Arya menuju pintu masuk,


" Mba Rina! Mami nya Re apa masih di sini?, "

__ADS_1


Arya bertanya dengan tidak sabar kepada Rina yang kebetulan sedang berada di depan dan bersiap untuk pulang,


" Mba Riri sudah pulang Pak! Sejak sejam yang lalu, Sepulang kita dari Mall dia hanya mengantarku kembali kesini dia nggak turun katanya mau langsung pulang aja!"


Riri menjawab dengan sedikit heran, Tidak seperti biasanya Papi nya Re itu menanyakan keberadaan Riri, Biasanya langsung menelponya saja,


" Oh, Aku telpon dari tadi nggak di angkat, Aku kira dia lagi sibuk disini, " Tukas Arya,


" Em begini Pak, Mungkin mba Riri lagi lelah, " Rina sedikit ragu untuk menyampaikan apa yang terjadi di Mall tadi siang,


Arya dapat melihat hal itu dari mimik Rina yang seakan ingin menyampaikan sesuatu,


" Ada apa?, Apa ada yang terjadi selama saya tidak kesini?," Arya bertanya dengan serius membuat Rina gugup,


" Em.. Sebenarnya tadi siang saat kita di Mall nggak sengaja ketemu dengan Ibu nya mas Danis, Dan beliau mengata-ngatai Riri dengan, "


Rina memceritakan semua yang terjadi hari ini tanpa terlewat sedikitpun,


" Ok terima kasih," Setelah mengucapkan hal itu Arya kembali masuk kedalam mobil nya dan meninggalkan Ruko, Arya melajukan Mobil menuju kerumah Riri,


Perasaan bersalah itu semakin menyusup kedalam hati nya, Ini semua karena dirinya, Karena kebodohan nya,


Membbmuat Bi Nining agak sedikit kaget,


dan langsung menjawab pertanyaan pria yang ada di depan nya yang dia ketahui sebagai Papi Dari baby Re,


" Ada Den, Nak Riri ada di halaman belakang sejak pulang tadi, Kalau Den baby sedang tidur di kamar, Sepertinya kelelahan, Dari Mol katanya tadi siang," Bi Nining menjawab panjang lebar, dan mempersilahkan Arya untuk masuk,


" Mau minum apa Den?," Tanya Bi Nining sebelum berlalu ke dapur,


" Terima kasih Bu, Nggak usah repot-repot, Saya mau ketemu Riri aja langsung, " Tukas Arya menatap Bi Nining,


" Oh ya sudah, Bibi panggilkan dulu ya, " Bi Nining baru akan berbalik ketika Arya menahan langkah nya,


" Nggak usah Bu, saya saja yang datangin ke belakang, " Setelah mengatakan itu Arya segera menuju halaman belakang di mana Riri berada, gadis yang ia cintai sedang tidak baik-baik saja saat ini,


hatinya sakit saat mendegar penjelasan dari Rina tadi, Rasa bersalahnya semakin mencuat, Terhadap Riri dan juga Re,


Sesampainya di halaman belakang.Arya tertegun beberapa saat, Riri sedang duduk bersandar dengan mata tertutup, Dengan kedua tangan memeluk kedua lututnya,

__ADS_1


Dengan perlahan Arya mendekati Riri, dan berjongkok di depan nya sambil mengamati wajah Riri yang cantik, Riri terlihat cantik sore ini, Dengan pakaian rumahan rambut nya terurai dengan beberapa helai nya menutupi Pipi nya yang mulus tanpa jerawat,


Hati Arya semakin perih kala melihat sudut mata Riri yang masih menyisak kan lelehan air mata, Gadis yang dia cintai harus menerima penghasilan orang-orang di luar sana tanpa tahu yang sebenarnya,


Tangan nya terulur dan menghapus air mata Riri dengan ibu jarinya, Membuat Riri seketika membuka kedua matanya kaget,


" Sayang..," Suara Arya tercekat kala mengucapkan kata itu,


Sedang Riri yang melihat Arya berjongkok di depan nya Dengan tangan yang masih mengelus sebelah pipi nya,


" Sayang..," Arya kembali bersuara dan duduk di sebelah Riri, " Maafkan aku, Semuanini terjadi karenaku, Karena kebodohanku di masa lalu, Maafkan Aku sayang! "


Suara Arya sudah bergetar menahan tangis dengan mengelus kepala Riri dengan sayang,


Mendegar Arya meminta maaf membuat matanya semakin perih dan inginengeluarkan Air matanyanyqng sejak siang tadi dia berusaha untuk menahan nya,


Tanpa sadar Riri telah menghambur kepelukan Arya, Dengan airmata yang sudah tumpah rua, Saat ini dirinya butuh tempat untuk bersandar, Dan menangis mengeluarkan segala uneg-uneg yang ada di hatinya,


Selama ini dirinya selalu menyimpan kesedihan nya sendiri, Disaat ditinggal kedua orang tua nya yang tiba-tiba, Kemudian Kakak kesayangan nya, tempat nya mencurahkan segala keluhan nya pun ikut pergi meninggalkan nya,


Tiada lagi yang bisa mendegar segalah keluh kesah nya, Dalam sekejap dirinya di tuntut untuk menjadi seorang Ibu, Dan mengurus bayi yang baru lahir, bergadang sendirian merawat nya dan mengasihinya, melebihi apapun, di saat Teman-teman sebayanya pergi nongkrong di Cafe Nilonyon bersama,


dan menghabiskan waktu untuk kesana kemari ketempat-tempat para anak muda sukai,


Namun tidak dengan dirinya, yang harus meninggalkan itu semua, Meninggalkan segala kesenangan nya bersama teman sebayanya, Dirinya harus fokus kepada bayi mungil yang telah di tinggalkan oleh Ibunya, Setelah beberapa hari dia di lahirkan kedunia ini,


Riri butuh bahu seseorang untuk bersandar dalam keadaan terpuruk seperti ini,


.


Bersambung..


Segini dulu ya kita lanjut besok lagi


jangan lupa like nya ya reader tersayang


biar Othor makin semangat up nya πŸ˜‚


dan terima kasih yang masih setia dengan Novel receh ini😊

__ADS_1


love you all 😘😘😘


__ADS_2