PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 87


__ADS_3

Temaram lampu halaman belakang menambah kesan syahduh, bagi kedua insan yang tengah merasai hati mereka yang malam itu sedang tak Baik-baik saja,


Riri yang selama ini selalu menyimpan rasa sedih nya seorang diri, kini semakin tak kuasa menahan laju air matanya, Hatinya sakit setiap kali seseorang mencap Re anak nya sebagai anak di luar nikah,


pelukan kasih sayang itu mendekap nya begitu tulus, menyalurkan kasih sayang yang begitu dalam,


Riri semakin menengelamkan dirinya dalam dekapan hangat Arya, Menghirup Aroma parfum khas Papinya Re itu Sedikit membuatnya tenang,


Elusan pelan di punggung nya membuat nya semakin menenangkan pikiran nya yang kalut, Air mata yang sedari siang di tahan nya kini tumpah ruah membasahi kemeja Arya,


Sungguh Hanya ini yang ia butuhkan untuk saat ini, pelukan hangat dengan sapuan lembut di punggung nya, Sudah membuat nya lebih baik,


Tangan nya masih setia melingkari pinggang Arya, Dalam keadaa hening kedunya, menikmati Suasana yang hanya suara jangkrik yang mulai terdengar dengan suara khas nya, Seakan menjadi irama yang merdu bagi keduanya,


" Sudah sayang, Jangan menangis lagi, Aku tidak sanggup melihat mu seperti ini, Aku semakin merasa bersalah, Maaf kan Aku yang brengsek ini,"


Arya mengeratkan dekapan nya, Dengan menghujani puncak kepala Riri dengan sayang, Hati nya semakin terasa perih kala mendengar suara tangis Riri,


" Mereka sudah keterlaluan!, Mereka..mereka mengatai baby dengan kata-kata jahat, Hati aku sakit setiap kali mereka menyebut nya dengan..hick! "


Riri berkata seraya mendongak kan kepalanya bagaikan seorang Anak yang sedang mengadu kepada Pelindungnya, saat di ganggu oleh teman nya,


" Aku tahu.., Aku tahu sayang Maaf kan Aku," Rasanya beribu maafpun yang ia haturkan tak akan bisa menghapus segala kesakitan yang ia torehkan kepada gadis yang tengah memeluk dan juga mengadu dengan suara serak serta tangis tersedu-sedu itu,


" Udah sayang udah, jangan Nangis lagi hem!, Kamu sudah makan?, " Arya bertanya dengan membingkai wajah Riri dengan kedua tangan nya, kedua ibu jarinya perlahan menghapus sisa air mata di pipi gadis kesayangan nya itu,


" Belom!" Kata Riri seraya melepaskan belitan tangan nya dari pinggang Arya, Dengan muka bersemu merah, Malu karena telah memeluk Papi nya Re itu dan menumpahkan semua tangisan nya,


" Maaf, " Cicit nya dengan tangan menyentuh kemeja Arya yang basah karena ulahnya,


" Kenapa harus minta maaf! Kamu nggak salah apa-apa, " Ucap Arya dengan mengelus rambut Riri dan merapihkan nya kebelakang telinga,


" Bajunya jadi basah!" kata Riri masih memegangi kemeja Arya yang basah,

__ADS_1


Arya Terkekeh pelan melihat Riri yang salah tingkah usai memeluk nya, " Udah biarin aja, Nanti juga kering sendiri, Gimana kalau kita cari makan di luar mau?" tukas Arya dengan menggenggam kedua tangan Riri, Dan menatap manik pekat nan tajam milik gadis nya,


" Tapi baby udah bobo," Riri kembali mendongak memandang Arya,


" Nggak apa-apa kita bisa titip baby sama Bu Nining, Kan nggak lama juga kit perginya, Cuma cari makan aja setelah itu kita pulang, gimana?, "


" Tapi.."


" Ayo! biar nggak kemalaman, " Arya menggandeng Tangan Riri membawanya masuk kedalam rumah, mencari di mana Bi Nining berada,


Ternyata wanita parubaya itu sedang merapikan dapur, mengisi rempah-rempah yang sudah sedikit, Menambahkan nya atau menggantinya dengan yang baru jika sudah habis,


" Bu, Aku mau bawah Mami nya Re keluar cari makan! Titip baby ya, Sebentar aja kok nggak lama, " Ucap Arya masih dengan menggandeng tangan Riri,


" Iya Den tenang aja, biar Ibu yang jagain Den baby, " Bi Nining menjawab dengan senyum merekah Dalam hati nya semoga Riri dan Re Segera di lingkupi kebahagiaan yang tiada berkesudahan,


Riri yang sudah berbaik hati memungut nya memperlakukan nya bak Ibu sendiri, Membuatnya sangat bersyukur di usia nya yang sudah tua dirinya masih di beri kesempatan untuk menikmati peran nya sebagai seorang Ibu,


Mereka berdua berlalu dari hadapan Bi Nining setelah wanita parubaya itu mengganguk kan kepalanya, dengan senyum bahagia,


" Ayo! Aku tahu tempat yang enak, dan juga murah, " Arya menggiring Langkah Riri menuju mobil nya, Dengan membukakan pintu penumpang dan meletakkan tangan nya di atas pintu mobil, Untuk melindungi kepala Riri agar tidak terpentok,


Dengan berlari kecil Arya memutari mobil nya dan masuk di balik kemudi, dari spion Mobilnya Arya melihat si Gemoy yang terparkir di sebelah mobil Riri, "Si gemoy masih ada?, " Arya spontan bertanya, saat memundurkan mobil nya dan keluar dari halaman rumah Riri,


" Masih ada, Aku jarang bawa soalnya baby nggak mau diam kalo di motor, Mau nya dia yang setir, Tukas Riri terkekeh kecil,


Arya pun ikut terkekeh kala membayangkan Putra gembul nya itu mengemudikan Motor sendiri,


Setelah beberapa menit berkendara kini mobil Arya telah terparkir di depan sebuah Ruko yang sudah tutup, di samping Rombong Batagor yang kini tengah ramai pembeli,


Riri mengedarkan pandagan nya sebelum turun dari mobil " Em.. Kita makan disini?," tanya Riri memandang Arya dengan ragu Kalau-kalau salah tempat gitu,


" Iya, Inituh batagornya enak banget, bumbu kacang nya nggak pelit, Pokonya kamu harus cobain deh! Pasti suka," Arya melongok ke jok belakang mengambil sesuatu,

__ADS_1


Riri sudah ingin membuka pintu mobil dan bersiap turun, Namun tangan nya di tahan oleh Arya, " Tunggu! " Tangan Arya kembali menutup pintu mobil yang sudah di buka oleh Riri barusan, Membuat Riri heran ada apa? pikir nya


" Kenapa? Kita makan disini kan? Atau berubah pikiran mau cari tempat lain? " Tanya Riri Heran,


"Nggak! bukan itu, Tapi ini!" Arya menyampirkan jas nya ke bahu Riri untuk menutupi Lengan nya yang terbuka, Arya Tak sadar ketika mengajak Riri tadi. terlalu senang mendapat pelukan dari gadis nya itu,


Sehingga lupa dengan pakaian yang di kenak kan gadis nya, Yang hanya mengenakkan pakaian Tidur, Tanpa lengan yang fit di tubuh nya, Dengan celana sebatas lutut, Arya tak rela orang lain memandang kemolek kan gadis kesayangan nya itu,


" Pakai ini biar enggak dingin! " Tukas nya sambil mengancingkan nya serta menggulung tangan Jas yang terlihat sangat kebesaran di tubuh Riri yang ramping,


" Eh iya ya! Kok aku nggak sadar keluar pake baju tidur," kata Riri sambil tersenyum malu,


" He.eh! mungkin karena terlalu Asik melukin Papi nya Re jadi lupa ganti baju," Arya menggoda Riri yang kini sudah merona malu,


" Yuk entar kehabisan! Sia-sia kesini kalau nggak kebagian, " Arya turun dan memutari mobil nya menghampiri Riri yang masih berdiri memperhatikan Penampilan nya sendiri


Riri terlihat sangat imut, Dengan penampilan seperti itu Jas Arya yang kebesaran di tubuh nya, Kaki Riri yang mulus dan ramping, Dengan sendal Rumah yang berbentuk kelinci, Arya menggulung senyum nya melihat Riri berdiri di hadapan nya, " Sangat menggemaskan,"


" Aneh banget nggak sih! Masa makan batagor pake Jas gini, mana celananya sama panjang nya Sam Jas nya, Terus sendal nya pula kelinci, ih nggak nyambung banget deh, Malu aku jadinya di liatin Orang!," kata Riri memandang Arya Dengan wajah malu yang membuat. Arya semakin gemas saja,


.


**Bersambung...


Segini dulu ya bestie ๐Ÿค—


Jangan lupa like nya ya bestie ๐Ÿค—


Dan terima kasih untuk semua yang sudah mendukung karya receh Othor, semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu,


love you all ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


mohon maaf bila banyak Typo nya nanti akan Othor perbaiki๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2