PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
diturunkan di tengah jalan


__ADS_3

makan malam dalam keheningan.


Nisa hanya melirik ibu mertuanya sekilas.lalu kembali. menunduk Nyonya Ranti masih saja memasang raut muka jutek kepadanya.


memhuat seleranya surut.walaupun makanan yang ada di hadaan nya sangat enak dan lezat.


sedang Arya tak jauh berbeda dengan sang Nyonya.muka datar tanpa exresi.


membuat Nisa makin susah menelan makanan yang ada di mulut nya


tenggorokan nya serat.


setelah makan malam selesai kini semua berpindah ke ruang keluarga. sambil menonton siaran Televisi. yang sedang menyiarkan berita mancanegra.


"Arya.. papa ingin bicara dengan mu empat mata." titah Tuan wiguna.sambil beranjak dari duduk nya.dan berlalu menuju ruang kerja nya


di ikuti pula dengan Arya.yang mengekor di belakang sang papa.


Kini tinggalah Nisa dan Nyonya Ranti berdua di ruangan nan luas itu.


Nisa merasa sesak Nafas mana kala mendapati Ibu mertuanya itu tengah menatap nya dengan intens.


seolah bisa mengulitinya dengan tatapan nya yang tajam.


dengan sudah payah Nisa menelan salivanya.


tenggorokan nya mendadak kering kerontong.


" bagaimana rasanya menjadi menantu dari keluarga wiguna.? " tanyanya dengan suara angkuh nya.


membuat Nisa.sulit mencerna pertanyaan sang ibu mertua.


"bagaimana Rasanya hidup bergelimang harta. bisa beli ini itu.sesuka mu." lanjut nya


Nisa tercekat.dengan pertanyaan ibu dari suaminya itu. "apa maksud nya." dalam hati Nisa.


"sudah berapa banyak uang Anak saya yang kamu hamburkan untuk keluarga kamu..?" tanya nya lagi dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"maaf Mah.. apa maksud mama.bertanya seperti itu.Nisa ngak ngerti." jawab Nisa sambil menatap Nyonya Ranti yang duduk bersidekap.di hadapan nya.


"alah ngak usah berkilah dan berlagak sok polos deh. saya tahu kamu menikahi Arya


kalau bukan untuk harta lalu untuk apa." sarkas nya. dengan mata melotot.


" tapi Nisa ngak begitu mah. " bela Nisa.


" ngak begitu apanya. saya tahu kamu baru saja mendaftarkan Adik kamu.di kampus ternama.di pusat kota itu kan..?


kalau bukan uang Arya mustahil kamu dan keluarga kamu bisa menyekolahkan Adik mu itu di Universitas ternama. " lanjut nya


" yang uang formulir nya saja jutaan. dengan pekerjaan Ayahmu itu.mustahil.kalian mampu. dan juga Ayahmu sebentar lagi akan pensiun.mau bayar uang semester pakai apa.


kalau bukan uang Arya yang kamu porotin."


Nisa menghela Nafas dengan berat. "ya tuhan segitunya kah aku dan keluargaku di mata mereka. "


" maaf mah tapi saya dan keluarga saya tidak seperti yang mama pikirkan." jawab Nisa dengan Nada halus.tetap sopan.kepada ibu mertuan nya tersebut.


"kamu.. " nyonya Ranti tak dapat melanjutkan kata.kata nya. sebab kedatangan Tuan wiguna dan Arya.


" ada apa ini mah..? tanya Tuan wiguna.


" oh ngak ada apa.apa kok pah.." jawab Nyonya Ranti sambil melirik


Arya di belakang sang suami. dengan wajah muram.tak bersemangat.


"lusa kalian akan berangkat. Ke kota B. untuk honeymon. selama 4 hari. papa berharap


kalian segera memberikan kabar baik untuk papa.setelah pulang dari honeymon Nanti."


tukas Tuan wiguna dengan tegas.


membuat Nisa mendongak kan kepala nya menatap papa mertuanya. yang tersenyum tulus padanya.


dan menoleh ke arah sang suami. yang hanya menyuguhkan. wajah datar tanpa expresi

__ADS_1


di dalam mobil Nisa hanya diam.tak berani bersuara.


" Turun.." suara bariton Arya sukses memecah keheningan di dalam mobil tersebut.


membuat Nisa megerutkan kening nya. di tengok nya sekeliling.masih di jalan. bahkan masih setengah perjalanan. yang mereka lalui untuk menuju pulang ke rumah mereka.


"apa kau tuli..cepat turun.!" sambung nya lagi


" em tapi mas ini masih di jalan. mau ngapain kita turun di sini..?" tanya Nisa.


membuat Arya menarik Nafas nya dengan kasar . " aku menyuruh mu untuk Turun. bukan malah bertanya seperti orang bodoh."


tukas nya dengan suara yang mulai naik satu oktaf.


"mas Arya Nyuruh aku turun di sini.?


emang mas Arya mau kemana.? " tanyabNisa lagi.


" ngak usah banyak tanya. Turun cepat. buang.buang waktu saja mendengar


pertanyaan mu itu


"terus aku pulang nya Naik apa mas.." ucap Nisa dengan mata yang mulai berkaca.kaca.


" bukan urusan ku.." tukas Arya.yang langsung membuka pintu mobil nya dan mendorong punggung Nisa.agar cepat keluar.. tanpa perasaan.


Nisa sampai terhuyung. karena tidak siap.memerima dorongan dari Arya.


Air mata Nisa Nisa jatuh seiring dengan mobil Arya yang melaju dengan kencang. meninggalkn diri nya.di tengah jalan seorang diri.


untung saja jalanan belum terlalu sepi. Nisa melirik jam yang ada di tangan nya. yang sudah menunjukan pukul 10 :15 .


bersambung......


mohon dukungan nya ya reader jangan lupa like dan komen nya ya.


terima kasih..🙏

__ADS_1


__ADS_2