
" Arrggggh!!! Suara teriakan Dadis di sertai suara pecahan kaca, Terdengar menggema di ruangan itu, Bahkan Siska dan Kiran yang berad di lantai bawah itupun terkaget, Saat mendegar teriakan Danis dari lantai atas kamar nya,
" Astaga Tante! Danis kenapa itu teriak-teriak, Kaget banget aku, " Kiran terlonjak dari duduk nya, Saat mendegar Suara Danis yang mengelegar,
Sore itu Kiran dan juga Siska baru saja sampai di rumah, Setelah dari salon memanjakan Diri selama berjam-jam, Namun baru juga mendudukan bo kong di sofa, Mereka sudah terlonjak kaget karena ulah Danis,
" Ya Ampun itu suara kaca pecah! Ayo Kiran kita lihat jangan sampai Dani berbuat Nekat hanya karena Perempuan janda itu, "
Siska denga. cepat menaiki Undakan tangga menuju lantai atas, Dimana kamar Danis berada,
Di susul Kiran di belakang nya dengan raut sama khawatir nya dengan Siska,
" Astaga Danis! Apa yang kamu lakukan! Berhenti! " Pekik Siska saat melihat Tangan Anak nya sudah berlumuran darah karena menonjok Kaca besar yang berada di kamar nya,
" Kamu jangan sakiti diri kamu seperti ini Danis! Perempuan di dunia ini bukan hanya dia saja! untuk apa kamu melukai dirimu hanya karena Perempuan murahan itu! "
Dengan cepat Siska meraih tangan Anak nya dan menuntun nya di Sofa yang ada di dalam kamar tersebut,
" Kiran tolong mintakan kotak Obat sama bibi di bawah, " tukas Siska sambil meraih beberapa lembar tisu dan melap luka yang ada di tangan Danis
" Kamu jangan gini Dan! Masih banyak perempuan yang baik-baik yang mau sama kamu! Untuk apa kamu sampai menyakiti diri kamu sendiri seperti ini?"
Siska menghela Nafas sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya, Sedang Danis hanya terdiam tak merespon perkataan Ibunya,
Ingatanya masih terbayang soal kejadian yang dia lihat tadi siang, Riri yang tega menghianatinya, menghianati ketulusan nya,
Selama ini Dirinya selalu menuruti apa yang di mau perempuan itu,
Bahkan saat Riri menolak akan dirinya yang ingin mencium nya kala itu, dengan alasan belum halal untuk melakukan hal itu,
Danis meraup wajahnya dengan kedua tangan nya, Tak menghiraukan rasa sakit akan luka pad tangan nya,
" Dan! Kamu ini dengerin Ibu nggak sih? Ibu itu udah feeling! Kalau perempuan itu nggak baik buat kamu! "
Siska yang melihat anak nya kacau seperti itu pun sangat khawatir,
" Tante! biar aku aja yang obatin tangan Danis, Tante istrahat saja ya! Mungkin Tante kelelahan, " Kiran duduk di samping Danis dengan kotak obat di tangan nya dan juga jus mangga minuman kesukaan Danis dari dulu,
Kiran tidak pernah lupa dengan apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh calon tunangan nya nya itu,
" Tapi_," Siska tidak dapat meneruskan perkataan nya, Karena Dering Phonsel yang ada di saku nya,
" Halo Ria!, Oh sekarang? Oke! oke! Aku Otw, "
Siska menyudahi obrolan telpon dengan Ria Ibu nya Kiran,
" Kiran Tante titip Danis sebentar ya! Tante barusan di telpon Mama mu katanya ada sesuatu yang Urgent, "
Setelah mengatakan itu Siska segera berlalu meninggalkan Kiran dan Danis di dalam kamar, Dengan Kiran yang tersenyum menyeringai,
__ADS_1
" Mama memang paling best! Makasih mah,"
Kiran bersorak dalam hati, saat Siska pergi dan meninggalkan mereka berdua d dalam kamar.
.
di tempat lain
Udah dong! masa dari tadi ngambek mulu?
Aku kan udah minta maaf, Mimi nya Re, jangan cemberut terus muka nya, Entar Aku cium lagi loh! Mau?, "
Arya menggoda Riri yang masih saja memonyongkan bibir nya dengan wajah di tekuk ,
Dari perkataan nya barusan, Arya sukses mendapatkan satu cubitan maut dari jari lentik Riri, Yang masih setia memanyunkan bibir nya,
" Auhh! Sakit sayang! " Arya menangkap Tangan Riri yang mencubit nya barusan, Dan membawanya ke bibir mencium nya dengan sayang,
" Udah jangan ngambek dong! Tambah gemeskan jadinya," Arya mencubit Pipi Riri yang imut, Walaupun memdapat tepisan kuat Dari Riri, Arya tetap merasa sangat bahagia hari ini,
Di perlakukan seperti itu oleh Arya semakin membuat Riri kesal dan juga, entahlah, perasaan nya jadi seperti Nano-nano,
Ada rasa aneh yang menyelinap di hatinya, Dan juga perasaan Nyaman selalu dia rasakan saat bersama dengan Papi nya Re itu,
Dilirik nya Re yang sedang Tertidur lelap, di gendongan nya, Sudut bibir nya tertarik membentuk garis senyum yang menentram kan jika di pandang mata,
Mereka baru saja keluar dari Mall.Setelah lelah mengejar Re yang berlarian di arena mandi bola, Dan sekarang tepar di pangkuan Riri,
" Kamu kalau senyum gitu makin cantik! Aku suka, Jadi pengen_ Auhh Sakit Riri! "
Arya kembali memekik karena cubitan Riri di pinggang nya kali ini sangat perih, Sehingga membuat Re sedikit menggeliatkan Tubuh nya,
" Makanya jangan mesum jadi orang! Dasar Duda Tua! " Omel Riri tanpa melihat reaksi Arya yang membulatkan matanya syok kala mendengar ucapan Riri yang mengatainya Duda Tua!,
Dan sisa perjalanan mereka di isi dengan kebisuan, Dengan isi pikiran mereka masih-masing,
Arya langsung menghentikan mobil nya, karena memang sudah sampai di Rumah Riri, Riri menoleh keluar " Sudah sampai ternyata" Gumam nya
Arya membukakan pintu untuk Riri, Dan mengambil alih Re yang tertidur sangat lelap, Sepertinya batita itu sangat kelelahan, Sampai di gendong Arya pun tak terganggu,
Setelah sampai di ambang pintu yang sudah terbuka lebar oleh Bi Nining Riri menjulurkan tangan nya meminta Re,
" Siniin Re nya, Kamu pulang sana udah malam, " ketus nya,
Mendegar Nada ketus Riri yang mengusir nya, Membuat Arya semakin gemas, Tanpa mengubris ucapan ketus Riri Arya berjalan sambil mendekap Re yang anteng di gendongan nya,
" Re di tidurkan di mana? " tanya nya kepada Riri yang semakin menekuk Wajah nya, Namun tak urung melangkahkan kaki nya menuju kamar nya dengan Re, Riri membuka pintu kamar nya dan menyuruh Arya meletak kan Re di Box nya di samping Ranjang King Size milik nya,
" Kalau sudah! Silahkan pulang pintu nya ada di sebelah sana!, " Usai mengatakan Itu Riri berbalik memunggungi Arya, tangan nyabmeraih Remot AC untuk mengatur Suhu nya,
__ADS_1
Dan tak lama terdengar suara pintu yang di tutup, Riri sedikit lega, Namun suara berikut nya membuat nya tersentak dan segera membalik kan tubuh nya,
Suara anak kunci yang di putar dua kali membuat Riri membulatkan matanya, Dia pikir Arya menuruti kata-kata nya dan pergi dari kamar nya, Ternyata..
Dengan Tersenyum smrik Arya berjalan mendekati Riri Yang semakin panik, Kakinya gemetar saa Arya semakin mendekati nya dengan mimik serius, Riri takut.
" Ma..mau apa!, " Riri mundur beberapa langkah, Sampai dirinya membentur Tembok di antara Box Re dan Tempat tidur nya,
" Kenapa? Kamu takut padaku? Kamu takut sama Duda Tua ini hem? " Tangan nya terangkat dan membelai pipi Riri lalu turun kebibir dan mengelus nya dengan ibu jarinya,
" Apa aku perlu membuktikan Jika Duda Tua ini masih cukup perkasa Hem?, "
Riri melototkan matanya dengan tangan yang berusaha mendorong Dada bidang Arya yang semakin menghimpit nya di dinding,
" Nggak perlu! Sana, Apa yang akan kamu lakukan hah! Minggir! ". Riri sekuat tenaga mendorong Arya, agar dirinya terbebas
Namun alih-alih bergeser Arya malah menarik Riri dan mendekap nya dengan erat, Satu tangan nya memegang Dagu lanci Riri dan mendongak kan keatas sehingga tatapan mereka bertaut,
" Aku sayang kamu Ri, Sangat, Aku ingin kamu menjadi Ibu untuk Anak-anakku!,
Menikahlah dengan ku, Ayo kita berikan Re sebuah keluarga yang utuh, dan juga Adik yang lucu-lucu, "
Riri terbengong saat mendegar Arya mengatakan semua itu, Menikah dengan nya, dan menjadi Ibu untuk Anak-anak nya,
Memberikan yang terbaik untuk Re, Itu adalah prioritas nya Namun Menikah dengan Arya, Apakah dirinya bisa?,
Melihat keterkejutan Riri, Disitu Arya bisa melihat jika Riri memang tidak tertarik dengan nya, Atau mungkin masih membencinya,
" Aku serius sayang! Aku ingin membahagiakan kamu dan juga Re, Aku nggak mau Orang-orang di luar sana memandang kalian sebelah mata Karena kesalahan yang aku lakukan dahulu, "
Arya menarik Nafas sejenak, Sebelum melanjutkan kata-katanya,
" Tolong beri aku kesempatan kedua Sayang! Aku Mencintaimu sayang, "
Riri yang tak tahu harus berkata apa, Hanya terdiam menatap manik mata Arya yang juga menatap nya semakin sendu,
Bibir Riri terbuka hendak berucap, Namun Arya dengan cepat Arya meraup bibir sexy Maminya Re itu, melu mat nya dengan gerakan lembut, satu tangan nya memeluk pinggang Riri, Sedang tangan lain nya menekan Tengkuk Riri yang sedikit mendongak karena tinggi nya yang hanya sebatas Dada Arya,
.
.Bersambung...
segitu dulu ya, kita lanjut besok lagi
Jangan lupa like dan komen nya ya sayang-
sayang nya Othor 🤗
Love you all 😘😘🌹
__ADS_1
mohon di maklumi ya kalau banyak typo nya 🙏