PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab.95


__ADS_3

lampu kamar yang semula terang benderang itu, Kini telah berganti dengan lampu temaram, menyuguhkan kehangatan bagi kedua insan yang tengah bergelut di atas tempat peraduan itu,


Riri yang masih Awam itupun hanya pasrah menerima semua perlakuan Arya padanya, tubuh nya melengkung kala Arya menyentuh seluruh bagian Tubuh nya,menciptakan gelenyar-gelenyar Aneh yang membuat perut nya geli, Dan menjalar ke inti tumbuh nya yang ingin lebih,


" Ahh Papi.. Aku takut.." Riri mendesah, Namun juga takut, akan rasa sakit yang luar biasa itu, menurut beberapa teman nya semasa SMA dulu, jika malam pertama itu sangat sakit seperti di iris pisau, begitu kata mereka,


" Rilex sayang, Aku akan pelan, Suara Arya sudah semakin parauh, menandakan jika gairah sudah di ubun-ubun, Dan tak bisa di tunda lagi,


Dengan perlahan tapi pasti wlaupun beberapa kali Arya gagal melakukan penyatuannya sebab milik Riri yang sempit itu, dengan Rinthan lirih Riri seraya mencakar punggung polos nya sebagai pelampiasan dari rasa sakit kerja Ulah nya, Arya ******* bibir sexy Riri dengan lembut, mencoba membuat Riri hanyut dalam penyatuan mereka,


.


.


" Auhh...Sakit bangett, " Riri merintih kala mencoba berjalan menuju kamar mandi, Dilirik nya jam yang telah menunjukan angka 8 itu, Arya dan Re entah kemana, dirinya bangun sudah kosong melompong tak ada orang,


Ceklek!!


Suara pintu yang terbuka membuat Riri menoleh ke arah suara, Dilihatnya Arya masuk dengan membawa nampan berisi segelas susu dan juga nasi goreng,


" Selamat pagi sayang," Arya mengecup dan ******* Bibir Riri, dengan singkat, setelah meletak kan nampan ke atas Nakas,


" Pih!! Aku masih bau igong ih, Main nyosor aja," Riri menjauhkan wajah nya dari Wajah Arya yang berganti mendusel-duselkan kan hidung nya di celuk leher Riri, Aroma khas Riri membuat Arya nyaman dan Candu,


" Papi..Aku mau ke kamar mandi, tapi nggak bisa jalan sakit banget iniku," Riri merengek dengan bergelayut manja ke lengan kekar Arya, yang berdiri di depan nya,


' Ayo aku bantu, " Arya langsung meraup tubuh Riri dalam gendongan nya dan membawa nya ke dalam kamar mandi,


" Pih baby mana? Kok Aku bangun udah nggak ada, Tanya Riri setelah di dudukkan Arya di pinggir Bathtub,


" Baby sama Ibu lagi pergi beli nasi uduk katanya di depan. sana," Tukas Arya sambil menyetel air hangat dan mengisi bathtub itu untuk Riri,

__ADS_1


" Oh, " Jawab Riri singkat


" Sini buka selimut nya, Arya menarik selimut yang melilit di tubuh Polos Riri,


Arya kembali menelan ludah nya dengan kasar jakun nya kembali naik turun kala menyaksikan kemolekan tubuh istri nya itu,


Dengan wajah meringis menahan perih Riri menceburkn dirinya kedalam bathtub yang berisi air hangat itu, Ahh nyaman sekali,


Setelah Riri selesai dengan ritual mandinya yang masih di tungguin oleh Arya, Arya membantu Riri mengenakkan bathrobe nya dan kembali mengendong nya keluar kamar mandi,


" Ini minum susu nya dulu biar ada tenaga, setelah itu makan Nasi goreng nya," Arya menyerahkan Segelas susu kepada Riri yang ia duduk kan di pinggir tempat tidur, masih belum mengenakkan apapun di balik bahtrobe nya itu, Arya yang mengamati Riri meminum susu nya, terlihat sangat Sexy, Apalagi membayang kan sesuatu yang berada di balik jubah mandi itu, membuat si Otong kembali dilanda ketegangan,


" Kenapa ngeliatin aku kek gitu?," tanya Riri sambil memincingkan Matanya,


" Kamu cantik sayang, Sexy lagi, Arya langsung meraup Bibir pink alami itu dan ******* nya dengan penuh gairah,


Tangan nya sudah menjalar kemana-mana tanpa melepaskan tautan bibir nya Arya kembali menggendong Riri dan membawanya ke sofa yang ada di dalam kamar Riri tersebut dan mendudukan dirinya di sana, tangan nya membuka simpul tali jubah mandi sang istri yang tengah terlena dengan Cumbuan nya,


" Nanti kalau sudah sering-sering nggak sakit lagi sayang hem, " Tukas Arya masih setia bermain-main dengan gunung kembar Riri yang montok, dan menyesap nya penuh gairah,


Dan kedua insan yang sudah sah menjadi pasangan suami istri itu kembali mengulang kenikmatan yang begitu melenakan itu, di atas sofa yang menjadi saksi bisu penyatuan mereka, Dunia serasa hanya milik mereka berdua yang lain hanya ngontrak,


Prangg!! Sebuah vas yang ada di atas Nakas itu telah hancur lebur, Setelah di banting dengan keras nya,


" Kalian keterlaluan! Kalian seakan membuangku begitu saja, tak menghargai sebagai ibu dan Istri, " Ranti berteriak di dalam kamar nya setelah membanting vas bunga yang menghiasi Meja rias nya,


" Semua ini karena wanita itu, Wanita itu telah merubah segalanya, Anak ku menjauhiku karena nya,"


Ranti tak terima kala mendengar kabar jika hari ini Arya telah resmi menikahi Riri, Adik dari mendiang istrinya Nisa, Dan dirinya merasa tidak dihargai oleh Arya, sebagai ibu yang telah melahirkan nya ke dunia ini,


Sedang Arya memang tidak memberi tahu Sang Mama soal pernikahan nya itu, akan tetapi mengingat Jika Mama nya itu tidak mendukung keputusan nya untuk menikahi Riri, dan juga Arya takut jika Sang Mama akan bertindak di luar kendali, dia hanya menjaga segala sesuatunya agar aman dan tidak melukai siapapun,.

__ADS_1


Namun keputusan nya itu telah memicu kemarahan Nyonya Ranti, yang merasa di abaikan begitu saja,


Arya tersenyum-senyum sendiri kala memandang wajah teduh sang istri, Setelah pertempuran mereka di atas sofa beberapa waktu yang lalu, kini Riri telah terkulai lemas dan tertidur kembali dalam dekapan hangat Suaminya, Karena kelelahan,


Arya tak hentinya mengelus kepala Riri penuh sayang, hatinya bahagia bisa memiliki Riri istri seutuh nya, Di kecupannya kening Riri dengan lembut,


" Terima kasih sayang, Terima kasih karena sudah menerimaku yang banyak kekurangan ini, Aku sangat mencintaimu, Sangat, Arya semakin mengerat kan pelukan nya,


.


"Papi...!" Tok! tok! tok! " Papi...!" Suara Melengking Re dan gedoran pintu yang membabi buta itu, mengagetkan Riri yang sedang terlena dalam dekapan hangat Arya.


" Pih, bangun itu Re sudah gedor-gedor pintu" Riri mengguncang lengan Arya yang masih melingkupi tubuh polos nya,


" Mami...! Mami...." Tok! tok! tok! Suara gedoran yang semaiknkencang itupun berhasil menyadarkan Arya dari alam tidur nya, Papi nya Re itu langsung terduduk dengan kaget nya,


" Ya Ampun itu putra ku kah?" Gumam nya,


Membuat Riri Terkekeh-kekeh, melihat Arya yang terkaget-kaget saat mendegar suara putra nya di selingi dengan gedoran membabibuta di pintu itu,


" Iya Pih itu Anak mu," Tukas Riri sambil menutup mulut menyembunyikan senyum gelinya,


Bersambung....


.


jangan lupa like dan komen nya yah,


biar Othor makin semangat up nya 😂


terima kasih yang udah nungguin🤗😍

__ADS_1


__ADS_2