
"Mas..Mas.! Bangun aku laper," Riri mengguncang bahu Suaminya yang masih terlelap itu,
" Hem..,Kenapa sayang, Mau lagi?," Sahut Arya yang masih memejamkan matanya itu, Rasanya ia baru saja tertidur Dan kini sudah di bangunan lagi oleh istrinya itu,
"Mas ih.., Otak nya kesono mulu," Sungut Riri sembari mencubit pelan perut suaminya yang terkekeh karena berhasil menggodanya itu,
"Habis nya enak sayang, Lagi yuk," Arya menarik lengan Riri untuk berbaring di samping nya,
" Nggak Mas, Aku Lapar, Pengen makan nasi uduk yang ada di depan gapura komplek itu Sama sate telur puyuh nya juga, "
Tukas Riri sembari bangun dari duduk nya, dan menarik lengan suaminya agar ikut bangun juga, Dirinya sudah sengat lapar, Di waktu sepagi itu,
Arya yang masih mengantuk itupun mau tidak mau harus bangkit sari zona nyaman nya, Di tengok nya jam yang tergantung di dinding, Yang sudah menunjukan kan pukul 6:30
"Hem sudah pagi ternyata," Gumam Arya sembari menguap lebar demi rasa kantuk yang menderanya,
"Ayo Mas, Buruan entar kehabisan sate telor puyuh nya, Aku mau liat Baby dulu di kamar Mama, Katanya mereka akan ke Taman komplek bareng anak-anak, "
Jelas Riri sembari melangkah keluar dari kamar nya, Setelah memastikan Arya telah masuk ke dalam kamar mandi,
Di usia kehamilan nya yang sudah memasuki usia 12 minggu itu, Rasa mual terhadap bau badan Arya sedikit berkurang,
Namun untuk bebauan yang lain masih sangat sensitif,
Terutama jika memasak Riri sangat mual jika memcium Aroma kaldu bubuk yang biasa ia gunakan alhasil ia menyuruh Art nya untuk mengganti nya dengan merek lain,
Kalau untuk makan masih susah, Yang di mau saja yang bisa masuk, Itupun kadang masih di muntah kan juga,
Dan semenjak ia mabok Eza kini dalam pengawasan Oma nya, Eza dan juga Lili kini tidur di kamar Nyonya Ranti, Semua Itu atas permintaan Nyonya Ranti sendiri
Membuat Riri yang saat itu benar-benar tak berdaya hanya sanggup mengiyakan saja permintaan Mama mertuanya itu,
Dengan keadaan Nyonya Ranti saat ini yang sudah bisa berjalan kembali, Walaupun kini harus di bantu dengan Tongkat,Hal itu sedikit membuat nya bernafas lega,
"Mah, Eza sudah bangun?, " Tanya Riri di depan kamar Mama mertuanya, Dirinya baru akan mengetuk puntu, Namun Nyonya Ranti sudah lebih dulu membuka pintu kamar nya,
"Sudah, Itu lagi siap-siap sma Lili," Jawab Nyonya Ranti sembari menatap lekat wajah lelah Menantunya itu, Apakah Menantunya itu sekarang susah tidur,? Batinya bertanya-tanya,
" Ya udah aku ke kamar Abang aja, Abang mau ikut ke Taman juga kan?," Tanya Riri lagi,
__ADS_1
" Iya, semalam udah pesan, Minta di bangunin," Jawab Nyonya Ranti masih lekat memperhatikan wajah Lelah Riri, Yang kini telah berlalu dari hadapan nya,
"Lagi liatin apa Mah?, Serius banget,"
Tanya Arya penasaran,
Membuat Nyonya Ranti yang masih berdiri di depan kamar nya itu sedikit terlonjak, Karena Arya yang tahu-tahu sudah berdiri di samping nya,
"Huu. Ngagetin aja kamu ini," Ucap Nyonya Ranti menoleh wajah anak nya yang tak kalah kuyuh nya dengan Riri,
"Mau kemana kamu?," Tanya nya kemudian,Saat melihat Arya Memegang dompet dan juga kunci kontak,
"Mau beli nasi uduk dengan sate telur puyuh, Riri ingin makan itu katanya,Mama mau titip sesuatu?" Tanya Arya,
" Nggak ada, Ya sudah sana, Nanti keburu habis itu nasi uduk nya,"
Arya pun bergegas pergi untuk membeli pesanan sang istri yang sedang hamil itu,
"Mami..Adek abang udah bisa ngomong belom?," Tanya Re sembari mengelus Perut Riri yang sudah terlihat sedikit buncit itu,
" Belum sayang, Tapi adik nya sudah bisa mendengar, Udah bisa dengar kalau Abang ajak ngomong," Jelas Riri seraya menyisir re ambu lebat Re,
"Mih, Abang pengen Makan ayam goreng mentega buatan Mami, Sama udang goreng tepung, Mami bisa masakin buat Abang nanti siang?," Tanya Re menatap wajah Riri dengan mata bulat nya,
"Boleh, Nanti Mami masakin apa yang Abang mau, Sekarang ayo kita keluar, Oma sama Adek udah nunggu tuh di meja makan,"
"Makasih Mami.., Abang sayang sekali sama Mami," Ucap nya seraya memeluk pinggang Riri, Hal itu membuat Riri tersenyum bahagia,
" Emm..Mami nggak ikut ke Taman? Abang mau main sepeda loh, Yang baru di beliin sama Papi kemarin, " Tanya Re lagi sekaligus melapor jika ia telah memiliki sepeda,
"Mami nggak bisa ikut sayang, Mami masih kurang suka cium bebauan di luar sana," Jelas Riri keduanya kini sudah sampai di meja makan,
Riri menarik kursi untuk Re duduki,
Suara Eza yang riang saat melihat Mami jya datang, Dengan kedu kaki nya yang tak bisa diem, Membuat Nyonya Ranti terkekeh, Demi melihat tingkah Cucu nya itu,
"Uluh-uluh, Anak Mami udah ganteng aja nih, Sama kek Abang ganteng nya," Riri mencium pipi gembul Eza yang di gending Lili,
"Mah.. Sudah di buatkan Susu?," Tanya Riri menoleh pada Mama mertuanya itu,
__ADS_1
"Sudah Non, Ini sama Susu Abang juga," Sahut Sumi yang baru muncul dari dapur, Dengan nampan di tangan nya,
"Oh..Makasih ya Mba Sumi," Ucap nya
"Sama-sama Non,"
"Sayang, ini nasi uduk nya, Aku sengaja beli banyak, Siapa tahu yang lain juga mau sarapan dulu baru ke Taman,"
Arya meletakkan kan kantong kresek yang berisi beberapa nasi uduk dan juga sate puyuh,
" Abang mau makan dulu Nggak?, Tanya Riri lagi, kepada Anak sulung nya itu,
"Nggak Mih Udah kenyang minum susu,"
"Ya udah kalau gitu," Riri oun menawarkan kepada Mama mertuanya, Lili, Sumi dan juga Tita, Tak ketinggalan Bi Maringi juga kebagian,
"Pih, Tadi Papi pake si Gemoy?," Tanya Riri saat melihat kunci kontak Si gemoy ada di atas meja,berdampingan dengan dompet Suaminya,
"Iya, Udah lama nggak di ajak jalan, Semenjak kamu hamil, Paling cuma di panasin aja, Biar nggak mogok,"
Sahut Arya sembari tangan nya menggelitik kaki Eza yang sudah terbalut kaos kaki dengan karakter lucu itu,
"Wah udah pada ganteng anak Papi nih, Pada mau kemana sih? Papi nggak di ajak," Arya menjawil Pipi tembem Re yang sedang menhunya sate tekur puyuh itu,
Yang tadinya bilang nggak mau itu, Ternyata ngiler juga saat melihat Mami nya memakan sate tekur puyuh itu dengan nikmat, Dan akhirnya minta juga,
"Kamu nggak usah ikut, Temenan Mami nya Re saja di rumah, dan istirahat yang cukup, mumpung ini hari minggu," Sahut Nyonya Ranti dengan menyipitkan matanya memandang Anak nya yang nyengir kuda itu,
.
.
Bersambung…
Mohon maaf buibu, Up nya telat, seharusnya kemarin udah up, tapi karena hp Othor error,
Bab yang sudah rampung di ketik, Tiba-tiba ilang😭 nggak ada jejak sama sekali, karena hp Eror 😢 Sedih banget tau nggak sih, uda ngetik sebnyak 1000 kata tapi tiba-tiba ilang gitu, Rasanya langsung ngantuk tahu nggak sih😪
Jangan lupa like nya buibu tersayang 🤗
__ADS_1
Makasih 🙏