PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 92


__ADS_3

" Jadi gimana sayang, Kamu mau konsep Pernikahan kita yang seperti apa?" Tanya Arya, Siang itu Riri tengah berada di kantor Arya, karena Re yang terus merengek ingin bertemu Papi nya,


Setelah menerima lamaran Arya beberapa hari yang lalu, Kini Riri lebih pede saat mendatangi kantor Calon Suaminya sekaligus Papi dari Re itu,


" Sini Pih, Aku mau ngomong sesuatu yang serius sama Papi," Riri tidak menjawab langsung malah menarik tangan Arya dan membawanya duduk di sofa, Meninggalkan Re yang tengah Asik mencorat-coret lembaran kertas kosong yang di ambilkan Arya dari mejanya, Dengan duduk di atas permadani tebal yang memang sudah disiapkan Arya untuk Putra nya itu jika berkunjung ke kantornya,


" Hem.. sudah berani tarik-tarik tangan nih," Goda Arya kepada Riri, Yang langsung melepaskan tangan Arya sambil tersenyum malu,


" Mau ngomong apa sayang, kini gantian Arya yang meraih tangan Riri, Menggenggam nya dengan lembut, " Kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi loh!" Tambahnya lagi,


" Begini Pih soal pertanyaan nya yang tadi,


aku mau pernikahan kita yang biasa aja, Em kalau bisa akad nya di adakan tertutup saja, Kalau resepsi terserah mau yang kekngimana aku ngikut aja, tapi nggak usah terlalu mewah,


Bisalan pih?"


Arya terdiam mencerna semua perkataan Riri,


Apa yang di maksud Riri dan yang di inginkan nya itu,


" Maaf jika terlalu merepotkan tapi.. Aku nggak mau mereka mengomentari keberadaan Re, yang hadir di tengah-tengah kita, Dengan berbagai kata-kata yang tidak mengenakkan, Aku juga nggak mau Orang-orang di luar sana mengetahui jika baby bukan anak kandungku," Riri menjeda ucapan nya sejenak, dan menarik Nafas nya dengan pelan,


" Pernikahan Papi dan Kak Nisa dulu kan nggak di publish, yang mengetahuinya hanya kerabat dekat saja kan?, itupun sedikit,


Aku nggak mau jika orang-orang di luar sana mengatai anak ku sebagai anak di luar nikah, Aku juga nggak mau jika kita mengatakan yang sebenar nya tentang Re, Dia masih kecil, Nanti ada saat nya dia mengetahui siapa bundanya, Aku nggak mau Orang-orang beranggapan yang nggak-nggak tentang Re," Riri menatap Arya dengan serius,


Sedang Arya yang mendengar perkataan Riri, hanya mampu menghela Nafas, Disini memang dirinya lah yang bersalah, Arya menarik Riri dan memeluk nya, satu tangan nya mengelus kepala Riri yang bersandar di dada nya,

__ADS_1


" Tentu saja, Kamu jangan khawatirkan itu, Aku akan mengurus semuanya, Orang-orang nggak perlu tahu tentang kebenaran Re Ibu nya siapa, Yang mereka tahu hanya Kamu lah Mami nya, Oke!" Arya menagkup pipi Riri, Meyakinkan jika semua akan sesuai keinginan nya,


" He'eh, Aku hanya nggak ingin mereka mencemooh dan mengatai anak ku yang nggak-nggak Pih itu aja, " sambung Riri sambil memeluk Arya menyembunyikan wajah nya di dada bidang Arya,


" Semua akan sesuai keinginanmu sayang, Kamu jangan pikirkan hal itu ya, percaya sama aku," Arya mengeratkan pelukan nya, Sambil mengawasi putra nya yang masih anteng menggambar di atas kertas, entah apa yang di gambar nya, wajah nya tampak serius dan semakin menggemaskan,


Dari obrolan mereka siang itu juga, sudah di putuskan jika mereka akan melangsungkan pernikahan dua Minggu mendatang, Arya akan membawa Papa nya bertemu Bu Nining untuk melamar Riri secara resmi di rumah nya, sekaligus akan melangsungkan akad, Resepsinya akan di adakan satu bulan kemudian, di Hotel bintang lima,


Riri menyerahkan semuanya kepada Arya, Alasanya Karena dirinya tidak terlalu menyukai yang ribet-ribet dan ingin fokus mengurus Re, Riri tidak ingin fokus nya terpecah dalam mengurus anak nya, Karena kesibukan nya mempersiapkan pernikahan nya,


Dia ingin terima beres aja, ogah yang ribet-ribet, Begitu katanya,


...****...


" Jadi kamu mau ngomong apa Ar? " Tuan Wiguna bertanya kepada Putra sematawayangnya itu, yang kini menghadap nya,


" Tolong lamar kan Riri untuk Arya Pah , Kali ini Arya bersungguh-sungguh, Cukup kejadian di masa lalu menjadi pengalaman terburuk ku, Arya tidak ingin kehilangan nya, Arya ingin memilikinya, menjadi Istriku juga menjadi Ibu untuk Re, Untuk Adik-adiknya nya nanti, "


Tuan Wiguna menyimak semua penuturan Anak nya itu dengan Serius,


" Baik Apa akan persiapkan semuanya, " Tuan Wiguna terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataan nya setelah menimbang-nimbang apakah harus mengatakan nya kepada Arya atau tidak,


" Ar Papa sudah mengajuk kan gugatan ke pengadilan, Minggu depan sidang pertama," Tuan Wiguna memandang Arya yang tampak biasa saja, mendegar penuturan nya tentang kepeitusan nya,


" Jika itu yang terbaik menurut Papa, Arya nggak bisa memaksa Papa untuk terus bertahan sama Mama, Arya tahu Mama memang sudah keterlaluan," Tukas Arya sambil berdiri, hendak kembali kekamar nya,


Tuan Wiguna menghela nafasnya dengan berat, Apa keputusan nya sudah benar, Apa menceraikan Ranti adalah yang terbaik,

__ADS_1


Ranti yang sekarang bukan lagi Ranti yang ia kenal dulu, Ranti yang dulu sangat ramah tidak sombong, Dan tidak pernah membantah, Namun sekarang Rantinya sudah sangat berbeda, Ia sudah tak mengenal Ranti yang sekarang,


" Apa semua ini salahku? Apa aku terlalu memanjakan nya selama ini," Tuan Wiguna mengurut pelipis nya, Pening saat mengingat kelakuan Ranti selama ini,


...****...


"Bu Dua Minggu lagi Papi nya Re akan melamar Riri secara resmi kesini, Sekaligus Akad, Riri udah nggak punya Orang tua, Kerabat juga nggak punya, Ibu dan Ayah adalah sama-sama anak tunggal di keluarga mereka, Jadi Riri hanya Punya Ibu disini, Ibu adalah keluarga Riri saat ini, " Riri meraih kedua tangan Bi Nining dan mengengam nya,


" Tolong ya Bu, Tolong persiapkan semuanya, Nanti akan di bantu Sama Mba Rina," Tukas Riri, dengan mata yang sudah berkaca-kaca,


Tak jauh berbeda dengan Bi Nining yang sudah mengeluarkan Air mata harunya, Tak menyangka jika di usia nya yang sudah tua ini dirinya masih di beri kesempatan untuk mempersiapkan pernikahan Putri nya, Ya Riri bagaikan Putri kandung baginya,


Dirinya yang tak memiliki anak di pernikahan nya dengan sang suami, Hingga ajalnmenjemput sang suami lebih dulu, Kini dirinya bisa merasakan bahagia nya menjadi seorang Ibu yang akan dilamar Anak gadis nya,


" Tentu saja Nak Ibu akan menyiapkan semua nya, kamu tenang saja Ibu akan mengurus nya, Ibu bahagia Nak, "


.


Bersambung...


segitu dulu ya Sayang-sayang nya Othor 🤗


Jangan lupa like dan komen nya ya


biar Othor makin semangat up nya 😂


Mohon maaf bila masih banyak Typo nya, 🙏

__ADS_1


Terima kasih🙏🤗


__ADS_2