
"Ibu ini tega bener ya menganiaya perempuan yang sedang hamil!, kalau terjadi apa-apa dengan nya gimana nanti?!"
Rina merarasa sangat jengkel dengan Wanita parubaya yang malah membuang muka itu ketika mereka saling tatap,
Usai menduduk kan Nisa di sebuah kursi kini dirinya menatap Tajam Nyonya Ranti,
"Apa masalah anda Nyonya sehingga dengan teganya berbuat seperti itu kepada Bos saya?"
Rina yang sangat geram manakala melihat Nyonya Ranti seakan tidak perduli dengan kondisi Nisa, Beliau terlihat acuh tanpa rasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan kepada menantu nya yang tidak dia akui itu,
"Ngak usah ikut campur kamu! Ini masalah saya dengan wanita tak tahu diri itu!" Tunjunnya kepada Nisa yang tengah memegang kepala nya yang mendadak pusing disertai rasa nyeri di perut nya
"Jelas ini urusan saya juga Nyonya! Karena anda telah menganiaya Bos saya, Dan saya bisa meloprkan anda kepada pihak berwajib,Dengan kasus kekerasan," Tukas Rina dengan kesal,
"Silahkan lapor saja saya tidak takut! Dan apa tadi kamu bilang..? Bos? Bos apaan dia itu hanya wanita Miskin yang haus akan harta," Tukas Nyonya Ranti dengan memandang remeh ke arah Nisa,
"Dia itu mau menikah dengan Anak saya kerena harta,Dia.(menunjuk Nisa) dan keluarga nya itu mata duitan! jadi kamu ngak usah belain wanita Miskin gila harta itu," Tukas Nyonya Ranti sambil berdiri dan berlalu dari sana dengan Angkuh, Tanpa rasa bersalah sedikitnpun,
"Astaga! Nyonya itu kalau ngomong seenak nya aja," Rina mencebik kan bibir nya dan segera menghampiri Nisa,
"Mba Nisa ngak kenapa-napa kan?" tanya nya kemudian,
"Tolong bantu Aku ke atas Rin kepalaku pusing banget! perut Aku juga nyeri" Nisa menyambut uluran tangan Rina dan berdiri perlahan,
Nisa merasa pandangan nya berbayang seperti orang Mabok, Nisa menggenggam tangan Rina dengan kuat, Kala merasakan kepalanya semakin berdenyut,
" Mba Nisa.! Mba kenapa?" Rina panik ketika merasakan Lengan nya di remas dengan kuat oleh Nisa,
"Perut aku sakit Rin! Auh..! sakit sekali..!"
Nisa mengasuh kesakitan,Q tidak bisa melanjutkan langkah nya ketika merasakan perut nya yang semakin sakit,
"Aris..! Dewi..! Tolongin Mba Nisa..!" Rina seketika berteriak memanggil Aris dan Dewi untuk membantu memapah Nisa, yang sudah sangat kesakitan,
Aris dan Dewi tergopoh-gopoh mendatangi Rina dan Nisa yang berdiri di dekat Tangga yang menuju ke lantai Atas,
"Ada apa ini Mba Rina? kenapa Mba Nisa rambutnya kek gitu? Ya ampun!" Tanya Dewi sambil merapikan rambut Nisa yang memang kusut itu, Akibat jambakan Nyonya Ranti tadi,
__ADS_1
Dewi dan Aris memang tidak tahu dengan kejadian yang telah menimpa Bos kesayangan mereka itu, Mereka sibuk membantu yang lain di belakang, karena hari ini ada pesanan Snack Box, 1000 Pc,
Jadilah mereka ikut membantu segala sesuatu nya di belakang,
"Aduhh Rin perut Aku makin sakit ini!" Nisa merintih menahan sakit pada bagian bawah perut nya,
"Udah Wi nanti aja ku jelasin nya sekarang bantu Aku bawa Mba Nisa ke Mobil!, buruan
Ris cepet siapin Mobil nya!" Pekik Rina semakin panik kala mendengar rintihan Nisa,
Sedang di tempat Lain Riri yang tengah makan siang di kantin kampus nya, bersama dengan teman-teman nya, Seketika perasaan nya mendadak tidak enak,
Riri menghentikan makan nya yang baru beberapa suap itu, Ingatanya terpusat kepada sang Ayah yang sedang berada di Tanah Suci bersama sang Ibu, Sedang menjalankan Ibadah Haji,
kedua orang tua nya itu telah berangkat Haji 3 Minggu yang lalu,
Kemudian muncul bayangan wajah sang Kakak, Membuat nya berdiri seketika dari duduk nya,
Sehingga membuat teman-teman nya heran,
"Ada apa Sar?" Tanya teman nya yang bernama Mely,
tak memperdulikan raut keheranan dari teman-teman nya,
"Kenapa tuh anak maen kabur aja" tukas teman lainya, Mely hanya mengangkat bahu nya tanda tak tahu,
Riri lebih senang bepergian menggunakan Motor dari pada Mobil, Ribet dan macet,
kalau Motor enak tinggal sat set sampai,
Sepanjang jalan menuju parkiran Air mata nya Menetes tanpa bisa di cegah, Entah menggapa perasaan nya semakin tidak enak,
Riri menarik gas Motor nya menuju Sebrang Jalan Raya nan lebar itu, Tujuan nya adalah menemui sang Kakak,
Sesampainya di depan Toko SDB, Riri berlari meninggalkan motornya begitu saja,
Riri bergegas masuk kedalam dan menaiki tangga menuju lantai Dua,
__ADS_1
Sesampai nya di lantai Dua diri nya tak menemukan sang Kakak,
Riri segera merogoh Tas slempangnya demi mencari Bendah pipih milik nya, mencoba menelpon Sang kakak Namun suara dering yang mengacung di ruangan itu cukup membuat nya terkejut,
di lirik nya dimana suara itu berasal dan pandangan ya tertaut dengan Tas tangan sang Kakak yang berada di meja depan Sofa yang biasa di tempati sang kakak bila sedang bersantai,
dengan buru-buru Riri menghampiri meja tersebut dan meraih Tas tersebut, dan membawanya turun ke bawah,
"Mba Titan..! Kak Nisa ada di mana ya?" Tanya Riri masih dengan raut panik,
entah menggap dirinya semakin mengkhawatirkan Kakak kesayangan nya itu,
"itu anu.., Mba Nisa tadi di bawa ke Rumah sakit sama Mba Rina, Dewi dan Mas Aris, Kayak nya mau melahirkan," Udap Titan salah satu karyawan Nisa, yang menggantika tugas Dewi sebagai kasir,
Riri terdiam sejenak, "Ok mba Titan makasih ya" Riri berjalan sambil mengulir layar Phonsel nya, menghubungi Rina adalah pilihan yang tepat menurut nya,
Setelah mendapatkan kabar dari Rina Jika sang Kakak sudah berada di ruang bersalin, sebab air ketuban nya sudah pecah sejak mereka di perjalanan menuju Rumah sakit tadi,
Riri segera menaiki motor nya dan melaju menuju Rumah sakit yang telah di beri tahu oleh Rina
Riri terus berdoa dalam hati nya semoga Kakak nya di beri kemudahan dan kelancaran serta keselamatan dalam persalinan nya
Sedang di tempat yang berbeda
Seorang Pria Tampan yang masih berjibaku dengan berkas-berkas yang menumpuk di hadapan nya, seolah tiada habis nya,mendadak teringat sang Istri
Jantungnya berdegup dengan kencang, kala bayangan wajah Nisa melintas di ingatan nya
ada apa dengan istri nya? Apa terjadi sesuatu dengan nya,
bersambung...
mohon maaf ya bestie up nya telat๐
maaf bila banyak typo nya ya
terima kasih yang sudah mampir
__ADS_1
love you All๐๐