
Setelah ia berhasil menenangkan. diri nya
Nisa dengan perlahan dan hati.hati.membereskan pecahan beling akibat perbuatan Suaminya tadi.
ia menatap Nanar cake yang sudah masuk ke tempat sampah.dan sebagian nya lagi berceceran di lantai.ia pungut serpihan beling yang berasal dari piring yang di gunakan untuk cake tadi dengan perasaan sedih.
serendah itu kah dirinya. di mata Arya sang suami.hingga tempat sampah. adalah tempat yang cocok untuk nya. di mata suami nya itu
lagi.lagi cairan bening itu lolos begitu saja menelusuri pipi mulus nya.
niat hati ingin menyenagkan sang suami yang baru pulang kerja.dan ingin melayani nya selayak nya seorang istri yang menyambut suaminya.dengan segelas kopi dan sepiring cake.
Namun bukanya ucapan terima kasih yang ia terima. melainkan.amarah lah yang di berikan Arya.
ia tahu pernikahan ini. tak di inginkan oleh Arya.pun dengan dirinya.
namun ia mencoba menerima semua ini sebagai takdir hidup nya.
menurut nya. di usianya yang sudah matang ini ia harus bersikap dewasa. dan menjalani takdir yang sudah di gariskan yang kuasa untuk dirinya.
sekikas bayangan wajah seseorang melintas di ingatan nya. membuat Nisa bertanya dalam hati.("apa kabar dengan mu yang entah berada di mana...? kenapa kamu nggak nepatin janji kamu Dir.)
ia tertunduk demi menghalau sesuatu.yang tiba tiba saja membuat dada nya sesak.
tak seharus nya ia masih memikir kan pria lain di saat dirinya sudah menikah.
"cepat bersiapp...! papa menyuruh kita ke rumah.sekarang.." suara bariton dengan Nada sedikit tinggi itu. sukses membuat Nisa terperanjat.dan hampir saja ia jatuh dari kursi yang tengah ia duduki.
dengan mengelus dada nya Nisa mendongak.
menatap.sang suami yang sudah Rapi mengenakan kaos polo yang fit di Tubuh profosional nya. dengan punggung lebar serta dada nya yang bidang.
Rambut Arya masih setengah basah dan hal itu menambah nilai ketampanan nya
dan hal itu membuat Nisa terpesona akan ke tampanan Suami nya itu.(" kamu ganteng banget mas..") batin nya.mengagumi sang suani.
__ADS_1
tanpa sadar ia menyungingkan senyum nya ke pada Arya. masih terbuai akan sosok tampan di hadapan nya itu
Arya yang melihat tingkah Nisa yang tersenyum memandang nya. tanpa berkedip.
membuat Arya melongos.dan Pletakk..!
"auhh.." Nisa mengaduh.sambil memegang kening nya yang di sentil Arya begitu keras.hingga ia merasa seperti ada bintang yang mengelilingi kepalanya.
" apa kamu mendengar apa yang aku katakan barusan hah.." bentak nya. bi atun yang ikut mengekor di belakang majikan nya itu
terperanjat bukan main. baru kali ini dia mendengar suara tinggi sang tuan muda.
selama ia bekerja di keluarga wiguna. sedari Arya.masih kecil.
tidak pernah ia bendengar Arya membentak seseorang. yang ia tahu Tuan muda nya itu sebagai orang yang baik.
sedang Nisa yang masih merasakan perih dan nyut.nyutan di kening nya pun. mendadak terjengkit oleh suara bentakan Arya.
dan hal itu membuat jantung nya makin deg deg kan Nisa memegang dada nya saat merasakan agak nyeri
" ternyata selain miskin dan udik kamu juga Tuli ya.." Ucap Arya dengan Sinis.
" maaf mas.." cicit Nisa dengan suara pelan.
" Cepat bersiap papa memanggil kita untuk makan malam " lanjut nya dengan malas. sambil berlalu.
" baik mas.." jawab nya sambil menunduk.
" dan juga jangan mmandang yang bukan milik mu.apalagi sampai berharap untuk memilikinya.. Jangan harap.. karena hal itu tidak akan pernah terjadi" lanjut Arya dengan suara yang di tekan.
sembari melanjutkan langkah nya tanpa menoleh.
sementara Nisa segera beranjak hendak menuju lantai atas di mana kamar nya dan Arya berada..
" Non yang sabar ya.jangan di masukin hati omongan den Arya.yang tadi." ucap bi atun.dengan wajah sendu
__ADS_1
" iya bi makasih ya." jawab Nisa sambil tersenyum kecil.dan segera berlalu.
Buru.buru naik kelantai atas.sebelum di teriaki kembali oleh Arya.
Nisa memilih pakaian yang simple.dan nyman menurut nya.
sebuah celana kulot warna cream.di padu dengan blus lengan panjang.agak longgar. agar tak terlalu mencetak bagian dada nya yang montok itu.
Rambut panjang nan lebat nya ia gerai dengan Rapi.dan menyematkan jepitan kecil di sebelah kiri nya membuat nya terlihat manis bak ABG.
tak ad yang menyangka bahwa umur nya kini sudah 28 tahun. namun wajah nya baby face.terlihat masih seperti .umur 17 tahunan.
Nisa menyambar Tas slempang nya dan degera turun ke bawah..
Arya yang melihat Nisa berjalan ke arah nya. merasa terpukau. " Nisa Cantik." batinya berkata.
Namun dengan cepat ia tepis.ia tak boleh terlena dengan panampilan Nisa.
karena di hatinya sudah ada sang pujaan hati.
mengingat hal itu membuat emosi Arya kembali tersulut.
dan semakin membenci Nisa.
" lama sekali sih. " ucap Arya dengan ketus.
" maaf ya mas.." balas Nisa. dengan suara pelan
"Assalamualaikum pah Salam Nisa ketika masuk ke dalam rumah mertuanya.dilihat nya tuan wiguna yang sedang bersantai di sofa.ruang keluarga.
di ikuti Arya dari belakang.dengan wajah datar nya.
bersambung...
mohon like dan komen nya ya guys.
__ADS_1
dan Terima kasih yang sudah berkenan mampir dicerita othor yang gaje ini.🙏🙏😘😍😍