PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Rindu yang terobati


__ADS_3

Siang itu Arya yang tegah mengadakan rapat bersama para petinggi perusahaan,


Membahas tentang proyek, Yang tengah mereka garap beberapa bulan belakangan ini,


Namun Arya nampak tidak fokus dengan pembahasan dalam rapat tersebut,


Pikirannya sedang gelisah,


Sejak semalam perasaan rindu terhadap Re semakin menyusup kedalam relung hatinya,


Hampir sebulan ini Riri benar-benar menghindarinya, Telponya tak pernah di jawab, Bahkan semua pesan nya satupun tak ada yang dia balas, Jangan kan membalas membacanya saja tidak,


Hal itu sangat berdampak tidak baik bagi para bawahan nya di kantor, Kesalahan sekecil apapun akan mendapatkan Omelan yang membuat telinga panas,


Banyak para pegawainya yang kena marah, Walau hanya melakukan kesalahan kecil,


Meraka harus menguatkan hati serta telinga mereka,


Kala menghadapi Amarah Bos mereka itu, Suasana hati yang sedang galau, Ditambah rasa rindu kepada Putra nya itu semakin membuat nya uring-uringan,


Sejak tadi Arya sudah memijat pangkal hidung nya, dengan mata tertutup saat mendengarkan laporan dari seorang staf nya,


yang melaporkan Adanya dugaan penyelewengan dana proyek yang tengah berjalan,


Brak....!


Suara gebrakan meja membuat semua yang ada di ruangan itu terlonjak kaget, Bahkan ada yang sudah berumur tengah memegangi dada nya, Yang hampir copot karena gebrakan yang tiba-tiba itu,


Staf yang memberi laporan tadi kini sudah gemetar, lututnya lemes tak karuan, saat menoleh wajah Arya yang sudah memerah, siap meledak kan Amarah nya,


" Bagaimana bisa.."


Derrrt...!derrrt..!


Kata-kata Arya menggantung di udara, kala matanya melirik Phonsel yang terletak di atas meja yang ada di depan nya bergetar halus, dan layar nya menyala menampilkan Nama seseorang yang tengah ia Rindukan selama sebulan ini,


Seketika raut wajah nya berubah adem, Mami nya Re menghubunginya, benarkah?.


Arya mengucak matanya dan kembali melihat layar benda pipih yang masih tertera Nama Yang sama,


Membuat hati nya bersorak ria, Orang-orang yang berada di ruangan itu semuanya sudah berkeringat dingin, menanti Kelanjutan amarah sang CEO, Yang tengah menatap layar Phonsel nya dengan wajah Ria,


" Dim, Lanjutkan Saya ada urusan sebentar, Laporanya saya tunggu, Besok sudah ada di meja saya, "


" Baik bos, " Dimas menjawab dengan heran terhadap sikap Bos nya yang mendadak lunak itu,


Arya berdiri dari kursi nya dan berjalan keluar, Menuju Ruangan nya, Tak sabar ingin mendegar Suara Maminya Re, Yang sering membuat tidur nya tak nyenyak,


Arya segera menyentuh ikon hajau dan menempelkan benda pipih itu ketelingan nya, " Hal...."


" Lama banget sih jawab nya, hick! Aku udah dari tadi telpon kenapa baru di jawab sekarang, "


Lagi-lagi Riri memotong ucapan Arya dengan Omelan, Masih dengan tangisan nya yang belum reda sejak tadi,

__ADS_1


" Kamu kenapa Ri?, Ada apa? Kenapa kamu nagngis?, "


Arya mengesampingkan dulu soal Riri yang selalu menyela nya kala berucap,


kini ada yang lebih penting, dari itu kenapa Riri menangis,


" Riri kamu kenapa? jangan buat aku panik dong, Kam..."


" Paapii.." ikh.! ikh.! Papi..." Suara Re yang terdengar lemas membuat Arya tak dapat melanjutkan kata-katanya,


" Tunggu Aku!, Aku Otw sekarang! "


Arya berlari keluar ruangan nya, dan bergegas masuk kedalam lift,


Sisi yang tengah duduk di mejanya yang berada di samping pintu ruangan Arya pu kaget, Melihat atasanya itu berlari dengan tergesa-gesa, Dia yang sedang memoleskan lipstik ke bibir nya, sampai terkaget karena hal itu untung saja lipstik kesayangan nya tidak patah,


" ahh selamat.! " batinya penuh syukur. sambil mendekap erat lipstik nya,


Beberapa menit kemudian. Arya telah memarkirkan mobil nya tepat di samping mobil Riri,


Dengan langkah tergesa-gesa Arya berjalan setengah berlari menuju ambang pintu, Suara Tentang merengek sudah terdengar di kuping nya,


" Paapii...! " Re yang melihat Papi nya datang dengan wajah panik itupun, Dengan reflek menjulurkan kedua tangan nya ke arah Arya,


" Anak Papi, Sayang! " Arya segera meraih tubuh gembul anak nya dan mendekapnya dengan sayang,


" Ini Papi sayang, Baby kenapa?. kok badan nya Panas!, " Arya menoleh Riri yang tengah menyusut air matanya dengan lengan bajunya,


Wanita itu terlihat sangat kusut dengan wajah lembab nya karena terlalu lama menangis,


Dirinya merasa bersalah, karena tidak mengijinkan Arya berkujung ke rumahnya atau pun menelponya, Sampai akhirnya Re demam,


Sedang bayi gembul itu langsung memeluk leher Papinya, Seakan takut jika Papinya akan pergi meninggalkan nya,


"Ya sudah Ayo kita bawa baby ke rumah sakit, Khawatir demam nya semakin tinggi, "


.


" Danis yang tengah panik luar biasa, kini tengah mondar mandir di depan ruang UGD,


Sebab sang Ibu tengah di tangani oleh dokter,


Sebab tadi pagi yang seharus nya menjadi Acara pertunangan nya dengan Kirana, batal lantaran dirinya yang kabur, ke rumah teman nya, Demi menghindari pertunangan itu terjadi,


Namun beberapa jam kemudian, Dirinya syok luar biasa, Saat Tante Ria mengiriminya Foto Ibunya yang pingsan sebab telah mengiris urat nadinya dengan pisau,


Dengan langkah tergesa dirinya menyusuri lorong rumah sakit, Hingga tiba di ruang UGD,


Dengan tatapan tajam dari Tante Ria,


di sebelahnya berdiri Kirana masih menggunakan gaun pertunangan nya,


Dan kini dirinya dilanda rasa bersalah kepada Ibunya, karena telah membangkang sehingga Ibunya nekat melakukan hal yang membahayakan nyawan nya sendiri,

__ADS_1


Danis yang tengah mendudukan dirinya di samping Kirana, dalam hatinya terus berdoa semoga Ibunya tidak kenapa-napa,


Di dunia ini dirinya hanya mempunyai satu orang Tua. setelah kepergian Sang Ayah, beberapa tahun silam,


Ibunya yang banting tulang merawat dan membesarkan dirinya seorang diri,


Saat ini dirinya sedang berada di antara dua pilihan,


Ibunya yang melahirkan dan merawatnya dengan penuh kasih sayang,


Dan Riri wanita yang di cintai nya, Di sayangi nya, Mendambakan mengarungi bahtera rumah tangga bersamanya, suatu saat nanti


Siapa yang akan di pilih nya di antara ke dua nya,. Syurga nya? Atau Cintanya?


Kepalanya mendadak pening memikirkan hal itu, Di tambah lagi dengan keberadaan Kirana,


yang sejak tadi terus saja menempel padanya,


Seandainya dulu Kirana tidak berkhianat mungkin hal ini tak akan terjadi, Ibunya tidak harus melakukan hal membahayakan ini hanya untuk menghukum dirinya.


"Dan, Apa sih yang kamu lihat dari perempuan itu, Dia itu udah punya anak, Kamu nggak malu apa pacaran sama jendes tanpa nikah,


Kirana mengatakan hal itu dengan kesal, Sebab pertunangan nya gagal karena Danis yang kabur, Demi perempuan nggak jelas itu menurut nya,


" Diam.! Kamu nggak tahu apa-apa tentang dia, Jadi nggak usah banyak ngomong kamu! "


Danis geram dengan ucapan kurang ajar Kirana tentang Riri,


" Kamu jangan lupa Dan! Siapa yang nidurin aku pertama kali!, " Bisik Kirana di telinga Danis, Dirinya geram sebab Danis membentak nya di depan Ibunya, Yang sudah melotot ke arah mereka,


Mendegar perkataan Kirana, membuat Danis terhenyak, Dirinya lupa jika kesucian Kirana dirinyalah yang mengambil nya,


" jika aku mengatakan nya kepada kekasih mu itu, kira-kira seperti apa ya reaksinya, Aku juga masih menyimpan foto kita saat di atas ranjang, "


Kirana tersenyum penuh kemenangan, melihat raut pias Calon tunangan nya itu,


.


.


.Bersambung...


Jangan lupa like dan komen nya ya reader sayang.


Karena dukungan kalian itu adalah penyemangat buat Othor 🤗


Terima kasih 🙏


love you all 😘😘


Lanjut bab ke dua?


Boleh minta mawar berdurinya nggak? 😂😂

__ADS_1


biar Othor makin semangat ngetik nya hihihi


mohon maaf bila banyak Typo nya 🙏


__ADS_2