PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bertemu luka masalalu


__ADS_3

(*Puaskah kau lukaiku..


Puaskah kau sakitiku..


Puaskah khianatiku..


Puaskah oh sayangku..


...Di manakah nuranimu.....


...Di mana akal sehatmu.....


...Sekarang kau campakanku.....


...Setelah kau dapatkanku.....


^^^Mungkin hanya bila ku mati..^^^


^^^Kau kan berhenti tuk menyakiti..^^^


^^^Sampai kapan aku begini..^^^


^^^Terus begini..^^^


^^^Terus engkau lukai*..)^^^


...(Puaskah wali Band)...


Nisa nampak murung kala mendengar lagu yang berasal dari Audio Player, yang baru saja di nyalakan oleh Sheril, yang kini tengah mengetuk-ngetukkan jari nya di atas stir Mobilnya,


Perasaanya kembali melow, kala mendengar bait demi bait lagu yang di bawakan salah satu Grup Band Terkenal itu,


Dengan pandangan lurus kedepan Sheril lekat memperhatikan Jalanan, Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,


Ketika berhenti di Lampu merah, Sheril yang menoleh ke arah Nisa,Tertegun dengan apa yang dia lihat,Nisa yang tengah menitihkan Air mata nya,


"Ada apa dengan nya, apa dia sedang ada masalah,"


Sepertinya bukan waktu yang tepat jika ia Curhat soal ke galauan nya saat ini,"


"Haah," Sheril menghela Nafas pasrah, alih-alih mau curhat,melihat Nisa yang layu begini menjadi tidak tega,


Akhirnya Sheril membelok kan setirnya ke arah Taman Kota, yang kini tengah Ramai di kunjungi beragam manusia, dari yang muda,Anak-anak hingga yang Tua pun ada,


hal itu membuat para pedangang Rombong semakin Ramai, memadati kawasan Taman tersebut, dengan beragam Dagangan yang mereka jajakan,


Bahkan tak sedikit Anak-anak yang merengek kepada Orang tua mereka,Agar di belikan mainan yang di inginkan nya, Atau Aneka


Jajanan yang membuat mereka ngiler,

__ADS_1


"Loh Sher, kok kesini..?, Katanya tadi mau ke Cafe.! mau curhat?," Tanya Nisa heran, Nisa baru tersadar ketika Mobil Sheril sudah terparkir manis di depan Taman,


Sejak tadi dia sibuk menghayati lagu yang Seakan Mewakili Perasaan nya saat ini,


"Mau curhat gimana! lah kamu aja layu begini,


Nanti malah Tambah kuyu kalau mendengar Curhatan ke galauan ku nanti," Ucap Sheril sambil Tergelak,


Membuat Nisa merasa tidak enak hati, Terhadap Teman terbaik nya itu,


"Maaf ya Sher..! jadi Kebalik ini mah,


Ucap Nisa,dengan Perasaan bersalah,


"Udah ihh jangan ngerasa gak enakan gitu,


Hari ini Aku cancel aja sesi Curhatku, Nanti di lain waktu aja oke..!"


Nisa melebarkan senyum nya, Sahabat baik nya ini memang tak pernah berubah, Sejak dulu Selalu mengutamakan Dirinya


"Yuk buruan kali aja Nanti ketemu Cogan, Kan lumayan buat pelipur lara," Seloroh nya sambil terkiki-kikik,


Nisa ikut membuka pintu Mobil, Menyusul Sheril yang uda keluar duluan,


Kini Nisa dan Sheril telah mendudukan Bo Kong mereka di tempat yang sejuk, di bawah pohon yang Rindang dengan bangku Panjang di sebelah kiri dan kanan nya,


Nisa menoleh ke arah kiri nya yang tak jauh dari tempat duduk nya dengan Sheril, di sana banyak keluarga kecil yang tengah duduk di atas Rumput dengan Tikar yang menjadi Alas nya,


Terlihat seorang Balita kisaran umur 1 tahun lebih, sedang di tuntun oleh Ayahnya, belajar berjalan, sedang sang ibu hanya duduk menyaksikan sambil sesekali memotretnya dengan Camera Phonsel yang ia genggam,


"Nis Kamu ada masalah apa?, cerita ke aku dong, Jangan kamu pendam sendiri!, bahaya bagi Bumil seperti mu,"Ucap Sheril dengan memandang Nisa lekat,


Nisa hanya menghela Nafas nya Pasrah, Jika sudah begini dirinya tak bisa lagi berdalih, menampilkan pernikahan Bahagia nya


Nyatanya diriny memang membutuhkan tempat untuk bertukar Pikiran,Dengan menarik Nafas dan membuang nya perlahan, Nisa mulai mencurahkan Keluh kesah nya selama pernikahan nya dengan Arya. yang Sudah ia jalani selama beberapa bulan ini


"ASTAGAHHHH..! kejam sekali mereka berdua itu..!" Pekik Sheril, dengan intonasi Tinggi, dan melupakan di mana kini mereka berada,


Membuat Orang-orang Yanga ada di samping mereka terkaget, demi mendengar pekikan Sheril yang membahana itu, bahkan ada yang Sedang minum, dan langsung tersedak, oleh Air yang gagal masuk ke Tenggorokan, malah beralih melewati hidung,


"Ya ampun Sheril!" Nisa menepuk jidat nya Sejurus kemudian ia mencubit kecil lengan Sahabat nya itu,Gemes sebab tak bisa menjaga intonasi Suaranya yang memekakkan gendang telinga itu,


Sheril yang tersadar akan kesalahan nya,


Segera meminta Maaf dengan menangkup kan kedua tangannya di Dada,


"Sorry Nis Khilaf," Ucap nya dengan mengangkat ke dua jarinya, membentuk simbol V,


"Saran aku mending kamu tinggalkan aja si brengsek itu, Untuk apa kamu menyiksa dirimu Nis, Ucap Sheril memandang Nisa Iba,

__ADS_1


"Aku juga berpikir demikian Sher, tapi bukan saat ini, Orang tua Aku bulan depan Akan berangkat Ke Tanah Suci, Ucap Nisa senduh,


"Aku ngak mau membuat mereka kepikiran dengan ku, Aku ingin mereka bisa Fokus beribadah di sana, mungkin setelah Aku Melahirkan, Aku akan Menggajuk kan gugatan ke Pengadilan, Lanjut nya lagi dengan Pandangan Kosong,


Sheril akan bersiap membuka mulut nya, demi menimpali Omongan Nisa barusan, Namun..


BUK..! Suara benda yang mengenai punggung Nisa, menghentikan Niat nya demi melihat benda bulat yang sering menjadi ajang Rebutan per tim itu tangah di pungut seseorang,


"Aduhh maaf banget ya mba..! Tadi Anak saya tidak sengaja menendang nya Terlalu kuat!,"


Ucap seorang pria Tampan dengan peluh yang menghiasi dahi dan pelipis nya,


seperti nya dia sedang bermain bola dengan Anak nya, Sebelum bola tersebut Nyasar di punggung Nisa lumayan keras,


Sheril Yang baru akan membuka mulut nya guna memarahi orang tersebut, kini terkatup kembali Demi melihat Sesosok Pria yang berdiri di hadapan mereka dengan seorang Bocah laki-laki dengan kisaran Umur 8 tahun,


Pun dengan Nisa yang mendadak badan nya menjadi Kaku, hatinya bagai Tersiram air Timah panas dan membakar nya ludes,


Begitupun dengan Seorang Pria yang ada di Hadapan mereka, Yang Teramat kaget melihat Nisa dan Sheril, dia merasa Dunia seolah berhenti berputar, demi rasa kaget rasa bersalah,Rasa Rindu bercampur Aduk menjadi Satu,


"Annisa.!"Ucap nya dengan Suara tercekat,


Sedang sang Bocah kini mengkerut kan Dahinya, "Ayah mengenal Tante-tante ini.?," Tanya nya penasaran


Ya Pria yang tengah di panggil Ayah oleh Bocah lelaki Tersebut, ialah Dirgantara


Lelaki yang membuat nya menunggu hingga 10 tahun lama nya, Lelaki yang berjanji akan datang melamar nya setelah Dia sukses kelak,


Namun nyatanya semua Janji yang dia berikan dulu, ternyat hanyalah omong kosong belaka, Sebuah Penantian yang Sia-sia, Miris..


Nisa yang telah berhasil menguasai keadaan, kini menggamit lengan Sheril, guna mengajak nya pergi dari sana, pergi dari tempat


yang semakin membuat nya Sesak itu,


Begitu Nisa berbalik badan Dan hendak melangkahkan Kaki nya,


"Annisa..!, Maaf kan Aku,"


bersambung....


Dua bab ya Up nya, Othor Uda ngantuk banget ini😂 kita lanjut lagi besok


maaf ya bila banyak Typo nya🙏


jangan lupa like nya ya


Terima kasih🌹


Lope yau

__ADS_1


__ADS_2