
"Nama nya siapa mba dan umur berapa?, "
Suara Riri yang lembut, membuat wanita yang ada di depan nya itu sedikit rilex, kala berhadapan dengan Bos nya itu,
Sejak dia masuk SDA selama seminggu ini belum pernah bertemu dengan Riri, Karena memang Riri sangat jarang berkunjung ke SDA ini dia lebih berada di SDB, urusan disini dia serahkan kepada Fikri dan juga Rina,
"Na.. nama saya.. Nur, Nur Amena biasa di panggil Nur,. Umur 21 tahun " Dengan tergagap Nur menjawab pertanyaan Riri sambil menunduk Tak berani menatap Wajah sang Bos,
Riri memang berwajah cantik. tak jauh berbeda dengan Kakak nya Nisa, Namun bila Nisa memiliki mata yang teduh, Berbeda dengan Riri yang memiliki mata yang tajam, Bola mata nya berwarna hitam pekat warisan dari kakek nya,
Bila memandang seseorang yang tidak mengenal nya maka orang itu akan beranggapan jika Riri adalah orang yang sangat galak dan judes,
Namun Sifat nya yang baik dan mudah memberi itu, Membuat nya sangat di senangi para Karyawan nya,
" Okey... mba Nur punya adik berapa orang, sudah ada yang bersekolah? "
Nisa yang berucap sangat lembut menurut nya, Namun terdengar tegas di telinga Nur,
" Saya.."
" Udah jawab nya santai aja ngak perlu kaku begitu. aku ngak akan apa-apain mba kok, "
Potong Riri, sebab Nur terlalu kaku,
Riri tersenyum menampak kan lengsung pipi nya yang tersembunyi, membuat nya sangat manis,
"Ngak usah terlalu formal biasa aja, umur aku lebih muda dari mba Nur. Aku masih 19 tahun lebih,
" Em.. Adik aku ada 4 orang yang paling kecil umur 7 tahun adik aku yang ke 2 baru kelas 3 SMP, yang ke tiga kelas 5 SD dan yang terakhir belom masuk sekolah, " Ucap nya sambil menunduk sungkan,
"Kenapa belum di masukan sekolah adik nya yang bungsu?, " Riri memandang Nur dengan lekat, yang di pandang semakin menciut,
" Belom ada biaya nya mba, aku baru saja di pecat di tempat kerjaku yang lama, "
Riri yang mendengar penuturan Nur, sangat sedih, Dia mengingat sewaktu dia SD dulu, sang Kakak masih memulai merintis Usaha nya dengan Tertatih, Menitip aneka roti dan donat di kantin sekolah nya,ke toko-toko Sembako. hingga minimarket, Hingga Akhir nya sukses seperti sekarang ini,
Perjuangan Nisa kala itu sangat berat, Nisa selalu mengusahakan kebutuhan nya di banding kebutuhan nya diriny sendiri,
__ADS_1
Tanpa di sadarinya Riri menitihkan air matanya, Kala mengingat perjuangan luar biasa sang Kakak,
" Oke. sudah cukup, " Riri membuka laci meja kerjanya mengambil sesuatu,
" Ini buat Adik-adik mba Nur, Belikan makanan yang mereka mau, " Riri menyodorkan Amplop yang lumayan tebal ke hadapan Nur,
"Sekalian buat beli keperluan adik-adiknya sekolah juga, " Riri tersenyum melihat raut terkejut Nur,
Nur seraih Amplop tersebut dan memandang Riri, " Apa aku di pecat..?" Mata nya sudah berkaca-kaca, siap menerima segala hal terburuk,
Riri yang mendengar ucapan Nur pun kaget,
dan dengan segera menjelaskan ny agar tidak salah paham,
"Bukan mba Nur itu dari saya buat mba dan adik-adiknya nya, Tadi kan katanya adik-adiknya pengen makan Pizza, Nah aku kasih uang nya buat beli, nanti pas mba Nur pulang kerja!, "
Membuat Nur mendongak kan kepalanya menatap Riri yang duduk di hadapan nya yang terhalang meja kerja nya,
" Ini..ini beneran mba buat a..aku.?" tanya nya kemudian, Nur masih tidak percaya ada orang sebaik wanita muda yang ada di hadpn ny ini,
" Betul sekali, mba Nur nanti bisa membelikan apa yang di mau Adik-adiknya setelah pulang bekerja, " Riri berucap sambil tersenyum meyakin kan,
Bahkan sampai mau mencium tangan Riri, jika saja Riri tidak menarik cepat tangan nya
" Iya mba Nur sama-sama, Semoga terbantu ya walau ngak seberapa! " Nisa berucap dengan senyum. menampak kan deretan gigi nya yang rapih dan bersih, Persis seperti baby Re,
Sedang di lantai bawa Fikri tengah Ngos-ngosan meladeni Big Bos nya yang tengah merangkak kesana kemari,
"Aduh Big Bos! bisa-bisa Om Fikri sesak nafas kalo gini nih! " Fikri duduk mengatur Nafas nya agar normal kembali
" Itung-itung latihan Bang Fikri biar ngak kaget nanti kalo udah nikah dan punya Anak, " Susi berucap sambil cekikikan,
"Baby... sini sama Mami yuk! "
Bayi yang sedang asik mengerjai Fikri itu, terdiam saat mendengar suara Mami nya. Dan tak berselang lama baby Re telah merangkak dengan cepat menuju sang Mami,
Dengan suara tawa renyah saat menyadari bila Fikri ingin menangkap nya dan hap...
__ADS_1
Riri menagkap bayi montok nya dengan tinggi sampai baby Re terpekik riang,
" Humm..anak Mami bau acem.. yuk mandi setelah itu bobo siang, " Riri membawa baby Re ke lantai atas, untuk memandikan nya kembali, Sebab rambut dan bajunya sudah basah karena keringat.
" Bay Big bos...bobo ciang yang nyenyak yah,"
Fikri melambaikan tangan nya ke pada baby Re, Setelah duduk dan menarik nafas nya dengan perlahan,
"Iya Om..!, jangan lupa ya Om Fikri di list Orderan anak-anak mau apa aja pokonya boleh bebas!, " Riri berucap sambil lalu dan di balas acungan jempol oleh Fikri,
.
"Pah.. kapan Mama di jemput..?, Mama udah ngak betah tinggal di sini! AC nya kurang dingin, kasur nya juga keras ngak empuk kayak di rumah..!, "
".Sampai Mama menyadari kesalahan nya, dan mau berubah lebih baik, tidak sombong lagi, baru papa akan jemput Mama! Ingat, Jagan menyusahkan Mas mu dengan kecerewetan mu itu, "
Tuan Wiguna langsung mematikan sambungan telpon nya sepihak, Bahkan Nyonya Ranti belum sempat menyahuti perkataan Suami nya itu,
" Keterlaluan sekali kamu Pah...,"
Hatinya dongkol sedari kemarin sore. ketika baru saja bangun dari tidur sore nya, Ranti yang haus pun melangkah kan kaki nya menuju dapur yang terletak di belakang Rumah, mendapati baju-baju mahal nya, yang telah di udek-udek- Oleh Yulastri di atas tanah kosong di belakan dapur yang biasa di gunakan untuk menjemur pakaian,
Matanya melotot dan langsung tersedak air yang dia minum, " Mba Yu..! Kenapa baju-baju mahal aku ke gitu..!"
.
.
Bersambung....
Udah 2 Bab ya hari ini
lanjut besok lagi
jangan lupa jempol nya ya bestie 🤗
Biar Othor makin semangat 😂
__ADS_1
love you all 😘😘