PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 143


__ADS_3

"Arya Wiguna…!  Jangan kamu kira kebahagiaan akan senantiasa berada dalam kehidupan mu," Ucap seorang Pria tampan dengan. Tangan meremas beberapa lembar foto tentang Arya dan keluarga bahagianya, 


Suara teriakan nya menggema di ruangan itu, Terdengar bagai monster yang sedang mengamuk,


"Akan ku hancurkan kau. Akan Kubuat kau kehilangan  orang-orang terkasihmu, Arya..,"


"Saya mendapat kabar dari anak buah kita jika Mereka sedang berbahagia karena kelahiran bayi perempuan satu-satunya di keluarga mereka Tuan,"


Lapor pria tampan lainya dengan wajah datar nya yang bernama Jack, Kepada Bos nya itu,


"Huh lihat saja Arya…Aku akan membalas mu, Aku akan membuatmu lebih menderita dari apa yang aku  dan putriku rasakan saat ini, Aku bersumpah Arya Wiguna..!!!!,"  Teriak nya dengan nafas memburu dengan semakin meremas foto-foto tersebut,


"Maaf Tuan. Nona kecil mencari Anda,"  Lapot Jack lagi saat mendapat sebuah pesan dari Pengasuh Nona Muda nya,


" Siapkan mobil,   Dan untuk saat ini biarkan mereka merasakan kebahagiaan yang sebentar lagi akan sirna dari kehidupan mereka," Titah nya kemudian bangkit dari kursi nya 


"Baik Tuan,"


Kedua Pria itu kini berjalan menuju Loby  di mana mobil sudah menunggu mereka, Untuk mengantarkan mereka ke tempat Tujuan.


      


********


" Biar Mama kamu saja yang kasih nama Ar, Papa kan sudaht dapet bagian waktu itu Andra, Mama kamu belum kebagian, Nah sekarang Mama kamu kebagian memberikan nama kepada Tuan putri kita,"  Ucap Tuan Wiguna bijak,


Nyonya Ranti  pun kini tengah berpikir, Memilah nama yang cocok untuk Cucu perempuan satu-satunya itu,


" Namanya Adalah   RIECHCHA MUTIARADEWI, Bagaimana Ri?" tanya Nyonya Ranti kepada menantunya itu, 


"Bagus Mah, Riri suka Nanti nama panggilan nya Baby Echa, " Jawab Riri yang kini tengah berbaring memunggungi Arya sembari memijat-mijat punggung nya yang pegal, 


"Hem, Nyelip Nama Omanya juga ternyata," Kekeh Tuan Wiguna saat Nyinya Ranti memandang nya kesal,


"Iya lah kan Cucu perempuan satu-satunya, Iya kan Cu,"  Sahut Nyonya Ranti sembari membelai kepala Cucu nya yang tertidur di pangkuan Bu Nining,


"Emangnya nama lengkap Mama siapa?," Tanya Riri penasaran selama ini memang dirinya tidak memerhatikan nama lengkap Mama mertuanya itu,


"Nama lengkap Mama, Ryanti Dewi Lestari, Sayang, " Tukas Arya menjawab pertanyaan istrinya itu, Masih dengan memijat punggung Riri yang pegal itu,


"Nama Mama cantik banget ya?," Puji Riri dan di angguki olah Arya dan Bu Nining, 


"Iya.Nama mba Cantik seperti orang nya," kali ini Bu Nining yang berucap, Tulus,

__ADS_1


"Kamu juga Cantik Bu," Bisik Tuan Wiguna sangat pelan, Sehingga hanya istrinya yang dengar,  Membuat Bu Nining menahan senyum dengan kedua pipinya yang merona, 


"Opa..? kenapa rambut Opa kelap-kelip  lagi seperti bintang?, Perasaan dulu nggak gitu,"  


Pertanyaan Eza membuyarkan acara bisik membisik Tuan Wiguna di telinga Bu Nining, balita cerewet itu kini sudah berada di pangkuan Opa nya.


Dengan wajah ingin tahu nya, Membuat Tuan Wiguna gemas  bukan main,


"Karena Opa sudah semakin Tua sayang, Jadi Opa udah menerima kenyataan jika rambut Opa ini sudah di tumbuhi Uban, Opa sudah nggak mau nyemir lagi, " Jelas Tuan Wiguna sambil mengecup kepala Cucu keduanya itu,


" Oh.. Mas kira kepala Opa ada bintang nya soalnya kelap kelip gitu kalau kena cahaya lampu."  


Membuat semua orang dewasa di ruangan itu terkekeh mendengar perkataan Eza itu,


"Kamu ini ada-ada saja ," Tuan Wiguna mencium gemas pipi tembem Cucunya itu, 


"Ya Ampun Ri, Cantik banget anak kamu ini, gemes banget ih, Kalau liat begini jadi pengen lagi aku Ri," 


"Ya buat lagi lah sama Mas Dimas Mba, kali aja cetakan yang  ke tiga dapet Cewek kek aku gini" Jawab Riri sembari terkekeh,


Setelah pulang dari rumah sakit dua hari yang lalu, Hari ini Rina datang menjenguk nya, Karena  kesibukan nya mengurus Kedua Toko Riri Rina baru sempat datang menjenguk nya di hari ke lima paska Riri melahirkan,


" Nanti sajalah Ri. Yang dua itu aja kadang udah bikin aku kualahan, Padahal Baby sitter nya juga ada, Tapi ya tetap aja Bundanya di rusuhin, Apalagi Saat hari libur Mereka bertiga itu kompak manjanya," jelas Rina


"Hem, Nggak nyangka Mas Dimas bisa manja juga ya mba," kekeh Riri 


"Btw kamu masih ada rencana nambah anak lagi Ri?  Mau di genap kan setengah lusin mungkin," Rina terkekeh di akhir kalimat nya,


"Kek nya sudah deh mba, Nggak usah di genepin setengah lusin mba,  Rasanya aku  setiap tahun hamil dan menyusui, Lagian udah dapet cewek juga, Aku  close order dah, Mas Arya mau tak suruh KB mba, Biar aman nggak kebobolan lagi, " jawab Riri, 


" Emang mau gitu Suamimu di suruh KB?, Aku aja pernah nyoba KB Sendiri loh, ehh Mas Damar yang protes, Katanya 'Apaan itu nggak enak banget  seperti cabut singkong saja' jadinya ya aku yang pasang IUD, " Jelas Rina,


" Bukan yang itu Mba, Tapi yang di Operasi kecil itu loh. aku lupa naman nya apa," 


" Asik banget sih kalian, Lagi pada ngomongin Apa," tanya Arya yang tiba-tiba nongol di ruang keluarga itu di ikuti  pula oleh Dimas,  Mereka sejak tadi mengawasi Semua anak-anak bermain di halaman  belakang,  


" Biasa urusan ibu-ibu, Bapak-bapak mah nggak perlu tahu,   Iya nggak mba Rin?"  Jawab Riri sembari terkekeh,


"Hem Mami mulai nakal ya Dek?, " Arya mencium kepala putrinya yang tertidur di pangkuan Riri, 


" Bun, Kita buat juga yuk yang beginian lucu ehh bisa di dandanan nanti," Dimas merangkul bahu Rina yang duduk di sebelah Riri sembari memerhatikan Bayi mungil itu tertidur dengan sesekali tersenyum,


"Hem dua aja udah angkat tangan Ayah, kalau dua-dua nya ngambek," Ucap  Rina mencibir Suaminya itu yang ditanggapi Dimas dengan terkekeh,

__ADS_1


"Masa sih Kamu kek gitu Dim, Cemen banget Kamu," Arya pun ikut mencibir Dimas yang seketika igu juga wajah ny berubah masam kala mendapat cibiran dari bos nya itu,


"Habis bingung Bos kalau sudah dua-dua nya ngambek," Ucap Dimas membela diri,


"Oh iya mba Rin mba dwi jadi berhenti kerja nanti?" 


"Jadi Ri, mungkin dua atau tiga bulan lagi,  Sambil nunggu urus-urus surat pindah katanya, Sekalian katanya biar nggak bolak balik gitu, "


"Yah.. Mba Rina jadi nggak ada yang bantuan dong ya, Cari gih asisten baru, Aku udah nggak bisa kemana-mana lagi soal nya buntut aku udah banyak, Paling bisa nya dateng sesekali aja ke Ruko, Kasian mba Rina kalau sendirian nggak ada yang bantuin," 


"Iya, Kata bang Fikri di SDA ada anak baru pinter baking, rencana besok mau ke sana dulu,   mau aku interview dulu , kalau lolos mau ku tarik ke SDB aja jadi asisten ku," 


"Iya mba semoga dia seperti yang kita cari ya,Biar bisa bantu-bantu mba Rina di Ruko," 


********


"Daddy….,Nuna kangen..Daddy kemana aja, Nuna nggak mau sendiri disini," 


Gadis kecil itu menggelayut di pangkuan Daddy nya. Dengan wajah murung karena merindukan Ibu nya yang telah pergi meninggalkan nya beberapa bulan yang lalu, 


Dengan berusaha menahan sesak di dadanya, Saat melihat wajah Putri semata wayangnya itu, Pria itu kini semakin ingin membalaskan semua penderitaan dan kesedihan yang di alami Putri nya itu,


' Kalian akan membayar semua ini' 


"Maafkan Daddy ya sayang, Nuna mau apa?, Jalan-jalan mau?," 


"Nuna mau ke rumah Mommy Dad, Nuna kangen sama Mommy,"  


Lagi dan lagi hati pria tampan itu kembali tersayat sayat saat mendengar suara rengekan putrinya  yang merindukan Mommy nya, 


Tangan nya mengepal kuat saat Putrinya memeluk nya dengan iskan kecil yang tertahan,


"Yuk kita ke rumah Mommy, " Ucap ny sembari menggendong putrinya itu membawanya ke mobil,


"Jack ketempat biasa,"


"Baik Tuan,"


.


Bersambung….


 Jangan lupa like dan komen nya ya  kaka" 

__ADS_1


Makasihh 🤗🙏 


 


__ADS_2