
"Keluarga Ibu Annisa?" tanya seorang Dokter yang keluar dari ruang bersalin tersebut, dengan sedikit tergesah,
Membuat Rina Dewi dan Riri kompak berdiri,
sedang Aris sudah pulang sebab pekerjaan yang tak bisa di tinggal lama-lama,
"Saya Dok" Jawab Riri, Disamping nya berdiri Rina dan Dewi, "Apa yang terjadi dengan kakak saya Sus?" Tanya Riri panik,
"Apa Suminya ada mba?" tanya sang Dokter kemudian,setelah melihat kesemuan nya perempuan, Menandakan jika suami Pasien tidak ada d situ
"Em.. Suaminya masih di kantor Dok, Ada apa ya Dok Kakak dan keponakan saya baik-baik aja kan? Tanya Riri dengan raut wajah cemas,
"Alhamdulillah Bayi nya sudah lahir dengan selamat, seorang Bayi laki-laki," Tukas sang Dokter,
" Akan tetapi Ibu Annisa mengalami pendarahan yang cukup hebat, kami membutuhkan golongan darah AB untuk transfusi darah, kebetulan di tempat stok lagi kosong, Kalau bisa secepat nya ya mba Kami juga sedang berusaha mencari di RS lain," Ujar Dokter wanita itu, Dengan raut panik,
Riri yang merasa lega itu kini kembali cemas akan kondisi sang Kakak, "Tolong lakukan yang terbaik untuk kakak saya Dok" Titah Riri dengan Air mata yang sudah meluncur bebas di pipi nya yang mulus,
Riri tidak bisa mendonorkan Darah nya sebab, golongan darah nya sama seperti ibu nya sedang Nisa sama denga. Sang Ayah
Riri merogoh Tas tangan Nisa yang dia bawa,kemudian mengulir layar benda pipih itu, setelah menemukan Nama yang dia cari Segera Ia melakukan panggilan,
Panggilan pertama tak di angkat, mencoba lagi panggilan kedua, Namun sampai panggilan ke 5 Dan seterus nya tak juga mendapat jawaban di sebrang sana,
"gimana Ri,masih ngak di jawab?"Tanya Rina yang sedari tadi memperhatikan Adik Bos nya itu mondar-mandir sambil melakukan panggilan,
Riri hanya menggeleng sebagai jawaban,
Air matanya menetes membasahi pipi nya yang mulus tanpa jerawat itu,
Cklek! Suara pintu di buka membuyarkan Riri dari kesedihan nya,
"Bagaimana.. apa sudah ada yang bisa mendonorkan darah nya?," Tanya Dokter tersebut, " Atau Suami Ibu Annisa jika sudah datang bisa menghadap saya, karena ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan,"
"Belum Dok, Dari tadi di telpon ngak di angkat!" Jawab nya dengan raut sedih,
"Apa tidak bisa jika di sampaikan pada saya saja Dok?, saya Adik nya Ibu Annisa," lanjut nya, dengan wajah muram,
"Baiklah kalau begitu, Mari mba ikut saya ke ruangan di sebelah sana ajak sang Dokter tersebut,
Riri menoleh ke arah Rina yang juga tengah menatap nya,
"Aku tinggal sebentar ya mba Rin!" Pamit nya sebelum berlalu mengikuti sang Dokter yang telah mendahuluinya
......................
Sebelum nya di kantor Arya.
__ADS_1
Arya yang masih tekun memeriksa semua berkas yang ada di atas meja nya itu, di kaget kan dengan kedatangan Sang Mama dengan berderai Air mata,
"Mama.. Mama kenapa menangis? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Arya sambil berdiri menghampiri sang Mama yang telah duduk di sofa, Sambil menyusut Air mata nya,
"Tadi Mama pergi menemui Nisa untuk memint Maaf Ar.., Tapi apa yang dia lakukan,
Boro-boro dia maaf fin Mama, dia malah mengusir Mama di depan Orang Banyak!"
Adunya pada sang Putra, berharap Putra kesayangan nya itu akan segera menceraikan Nisa, si Miskin mata duitan, menurut nya.
"Masa sih Nisa berbuat seperti itu?, kek nya Ngak mungkin jika Nisa tega berbuat demikian ke Mama," tukas Arya ragu,
Membuat Nyonya Ranti geram bukan Main,
"Jadi kamu ngak percaya dengan ucapan Mama Ar," Pekik nya kesal
Sambil berlalu menuju pintu keluar,
"Mah..Mama..! Bukan gitu maksud Arya Mah,"
Arya terpaksa menyusul sang Mama yang sudah melagkahkan Kaki nya menuju Lif, Dia tahu Mama nya bersalah, Karena telah mengambil yang bukan hak nya, akan tetapi hal itu tidak membuat nya membenci Sang Mama,
Walau bagaimana pun Mama tetaplah surga nya, dan dirinya tetap harus menghormati Sang Mama,
"Mah dengar dulu! Maksud nya Nisa ngak mungkin setega itu sama Mamah, Selama...
"Ok!ok Arya percaya, sekarang Mama mau kemana setelah ini?, Apa mau ke ruangan Papa?," Tanya Arya lagi ,
Yang di tanggapi dengan gelengan kepala oleh Sang Mama,
"Mama mau kamu temenin Mama makan di resto depan Kantor! Kamu mau kan?" Tanya nya kepada Arya,
"Baik lah ayo!," Ucap nya kemudian
Sambil merangkul bahu sang Mama,
Yang kini tersenyum lebar,
Bahkan Arya melupakan Phonsel nya yang tergeletak di atas Meja kerja nya,
Meladeni kemauan sang Mama yang tengah merajuk itu, Arya harus banyak-banyak bersabar, Definisi dari anak yang berbakti.
......................
Di rumah sakit.
Riri yang baru saja mendengar penjelasan sang Dokter,Tentang kondisi kakak nya kini tak bisa lagi menahan tangis nya,
__ADS_1
Dokter mengatakan jika Sang kakak mengalami pendarahan, Akibat bobot bayi yang di lahirkan nya mencapai 4,5 kg dan hal itu membuat luka robek di jalan lahir membuat nya pendarahan, Yang cukup serius dan menyebab kan pendarahan, tak kunjung berhenti
Selain itu juga Dokter menjelaskan jika pasien kemungkinan mengalami stres dan tekanan batin Selama masa kehamilan nya,
Dan hal itu membuat Riri semakin merasa bersalah, dia sibuk dengan kuliah nya sehingga ia melupakan sang Kakak yang sedang hamil dan membutuhkan dukungan dari keluarganya,
Apa kakak nya selama ini sangat menderita menjalani pernikahan dengan Suaminya itu,
Apa Suami nya tidak menyayangi nya,
Begitulah?
"Dokter pasien kehilangan kesadaran!" teriak salah seorang Suster yang mengawasi perkembangan Nisa,
Dokter Dina yang tengah berjalan bersisian dengan Riri, setelah memberikan keterangan tentang kondisi Nisa, kini berlari menuju ruangan di mana Nisa tengah di tangani,
Riri yang semakin di Landa kepanikan sebab sang kakak tak sadarkan Diri, berjalan dengan terseok-seok, Menghampiri Rina,
"Ada apa Ri, kenapa Dokter tadi berlari seperti itu? Apa terjadi sesuatu dengan mba Nisa?"
Rina semakin merasa khwatir manakala melihat Dokter yang menagani persalinan Nisa itu berlari dengan wajah panik,
di tambah dengan Riri yang terlihat muram dengan derai air mata,
Usai dari Ruang Dokter tersebut,
"Kak Nisa mba..hick!,Kak Nisa pendarahan dan sekarang kondisinya tidak sadarkan diri,"
Ucap Riri di iringi dengan tangis,
Rina segera merengkuh tubuh bergetar Adik dari Bos nya itu,
Kini mereka berdua tengah menduduk kan diri di kursi tunggu, sambil berdoa untuk keselamatan Nisa, Sedang Dewi sudah di suruh pulang oleh Rina,
"Gimana mba Rina, Apa di antara Karyawan kak Nisa ada yang berdarah sama dengan Kak Nisa?" tanya nya sambil menyusut air matanya,
"Alhamdulillah! ada Ri Mas Fikri sedang dalam perjalanan kemari semoga bisa tepat waktu ya!" Jawab nya tak kalah panik nya dengan Riri,
bersambung...
jangan lupa like nya ya
biar Othor makin semangat up nya😁
maaf bila banyak typo nya🙏
Love you All 😘😘
__ADS_1