
Kini Nisa telah berada satu Mobil dengan Arya dan Duduk di samping nya
Mereka baru saja dari Rumah sakit dan memeriksa kandungan Nisa.
Tidak ada yang Istimewa Dari reaksi Arya. Suaminya itu biasa saja. Bahkan tidak bertanya apapun kepada Dokter.yang memeriksa istri nya itu.
Tentang keadaan sang jabang Bayi atau ibu nya.
Tidak ada raut Antusias atau mengharu biru
Ketika sang Dokter memperlihatkan Gambar janin yang tengah bersemayam di Rahim Nisa tersebut. Yang kini sudah berusia 10 Minggu itu
Sepanjang perjalanan mereka hanya Diam membisu. Tidak ada yang bersuara.
Nisa yang bertanya-tanya dalam benak nya.
Apakah Suami nya itu Tidak senang dengan kehamilan nya.
Atau kah sang Suami tengah memikirkan bagaimana. Menyingkirkan Dirinya setelah ia Melahirkan kelak.
Dan dari Pemikiran Buruk nya itu Semakin membuat Nisa sedih. Dirinya akan di buang begitu saja Oleh Suaminya sendiri. Bagaimana perasaan kedua Orang Tuanya nanti.
Teringat kedua Orang Tua nya Nisa jadi ingin Memakan Masakan ibu nya.Masakan Rumahan yang selalu membuat nya Nambah Beberapa kali.
Nisa melirik Jam yang melingkar. di pergelangan Tangan nya. kemudian melirik ke arah Sang Suami yang berwajah datar Cenderung acuh terhadap nya.
"Em..Mas, kita mampir ke rumah Orang Tua ku dulu ya!" Serunya dengan Hati-hati takut bila Suaminya itu akan marah.
Sedetik dua detik bahkan menit telah Terlewati. Namun Belum ada jawaban dari Suaminya itu.
Nisa menarik Dalam Nafas nya kemudian dia hembuskan perlahan.
" Mas, Aku mau ke Rumah ibu, Aku.."
"Turun.!!" Suara bariton Arya membuat Nisa tak dapat Melanjutkan perkataan nya.
Nisa yang bingung.Kenapa Suaminya itu menyuruh nya untuk Turun.
__ADS_1
Nisa menoleh ke Arah luar Mobil yang ternyata Sudah berhenti di bahu Jalan.
"Mas, Kok berhenti di sini? Apa Mas Arya mau beli sesuatu?" Tanya nya Kemudian.
Sedang yang di Tanya hanya memasang wajah datar. " Turun!! Jangan membuang waktuku percuma dengan Urusan yang tak Bermanfaat, Aku Sibuk!" Lanjut nya Tanpa menoleh sedikit pun.
Nisa terkesiap.Apakah dirinya kembali akan di Turunkan di Tengah Jalan.Seperti dulu
Rumah Orang Tuanya Masih lah Jauh. Begitupun Dengan Rumah nya dengan Arya.
" Mas., Aku minta Tolong sama Kamu, Tolong anter Aku ke rumah ibu,Dan kalau Mas Arya ngak mau mampir juga Ngak Apa-apa!" Ucap Nisa kemudian.Setelah Paham Menggapa ia di Turunkan di Tengah perjalanan seperti waktu itu.
" Kamu kalau mau kerumah Ibumu Silahkan, Kamu bisa Pergi Sendiri kan, Ngak harus Nyusahin Orang," Jawab nya ketus.
Nisa Tak Habis pikir dengan Sikap Suaminya yang masih tidak berubah itu. setelah apa yang Dia lakukan Terhadap nya Hampir semalaman. Apa hal itu Tidak berarti baginya
Apa lagi Sudah ada Calon Anak nya yang dia Kandung.
" Cepat Turun, Aku masih ada Urusan yang Lebih Penting," Ulang Arya Dingin.
Meninggalkan Istri nya yang sedang Hamil di Tengah Jalan. Nisa menghapus Air matanya yang menetes. Tanpa bisa ia cegah.
Kemudian melambaikan Tangan pada Taxi yang kebetulan Lewat. "Jalan Serindit 3 Pak," Ucap nya kepada Sang Supir Taxi.
Setelah Nisa masuk dan Duduk di bangku belakang.Taxi tersebut
Nisa turun dari Taxi dengan senyum lebar Manakala melihat sang ibu yang tengah menyirami Tanaman Kembang yang menjadi kegemaran Kaum Ibu-ibu itu.
Dengan langkah riang dan Hati-hati ia mendatangi sang Ibu yang tidak mengetahui akan kedatangan nya sebab Posisi berdiri Ibu tengah membelakanginya.
"Ibu!!! Nisa kangen!!!" Pekik Nisa sambil memeluk Sang Ibu dari belakang.
Membuat selang yang berada di Tangan Bu Tuti Terlepas Karena kaget.
"Ya Allah!! ini anak satu ya, senang sekali bikin Ibunya jantungan, Omel Bu Tuti Manakala Kegiatan siram menyiram nya buyar akibat Ulah sang Putri Sulung yang Mengagetkan nya itu.
"kamu sendirian kesini nya Nak?" Tanya Ibu.sambil melirik ke arah belakang sang Putri barangkali ada wujud Sang menantu Yang Jarang di jumpai nya itu. Bahkan dari Pernikahan itu Pertemuan nya dengan Sang Menantu. bisa di hitung dengan Jari.
__ADS_1
"Nisa sendiri Bu Mas Arya Tidak bisa ikut, banyak Kerjaan di Kantor" Ucap nya Menjawab Pertanyaan Ibu tercintanya itu.
"Ayah mana Bu?" Tanya Nisa kemudian demi mengalihkan pembicaraan tentang Suaminya yang saat ini Engan untuk ia ingat. Nisa ingin bermanja dengan Ayah Ibunya. Tanpa memikirkan Suaminya yang mungkin juga tidak akan pernah memikirkan nya.
" Ada tuh di belakang, lagi memberi makan ikan Nila peliharaan nya" Tutur Ibu sambil mematikan keran Air yang ia gunakan untuk menyiram Tanaman tadi.
"Wah Ayah pelihara Ikan?" Tanya Nisa sambil menggandeng lengan Ibunya masuk kedalam Rumah sederhana Namun cukup menenangkan hati dan Jiwa itu.
"Iya, demi membunuh rasa bosan katanya, karena tidak lagi di izinkan bekerja oleh Putri kesayangan nya ini" Tukas Ibu sambil mencubit pucuk hidung Nisa.yang kini tersenyum Lebar ke padanya.
Ya Ayah Faisal telah berhenti bekerja.Atas permintaan Putri Sulung nya itu.
Nisa kasihan melihat Sang Ayah yang sudah Tua itu masih bekerja sebagai Security
Penghasilan dari Dua Toko nya. Lebih dari Cukup untuk memenuhi kebutuhan Keluarga nya. bahkan bisa mengguliahkan Sang Adik.
Tanpa memakai Uang dari Suaminya Secuilpun.
Dan untuk. mengisi waktu luang nya Sehari-hari. Ayah Faisal membuat kolam di halaman belakang Rumah nya. dan mengisinya dengan Ikan Nila.Agar tidak bosan berada di Rumah yang Hanya makan Tidur. begitu katanya. ke pada Sang Istri.
Syukur lah kalau Gitu Bu, Kasian Ayah udah gak bisa bergadang terus.gampang Masuk angin Jadinya makanya Nisa Suruh berhenti kerja" Ucap nya sambil menarik Kursi. yang satu set dengan meja makan yang berada di Ruang makan dekat Dapur. dan duduk sambil mencomot Risoll buatan Ibu. yang Enak nya Tiada banding itu
"Emm Enyakk banget Bu!" Ucap Nisa dengan mulut Penuh. Membuat Bu Tuti Terkekeh sambil mengambil Remahan Roisoll di sudut Bibir Nisa.
" Pelan-pelan aja Makan nya Nak, Tidak akan ada yang ambil kok Adik mu sudah berangkat Kuliah sejam yang lalu" Seloroh Ibu. Demi melihat Nisa makan dengan Lahap seakan takut Jika ada yang mengambil Risoll nya.
Bersambung....
maaf ya Reader tercinta
segitu dulu ya. jangan lupa like dan komen nya yak!
kasih semangat Othor biar up lagi heheh.
Lope you All 🌹🌹
maaf kan bila banyak typo ya 🙏
__ADS_1