PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 144


__ADS_3

💞 HAPPY READING 💞


Tak terasa hari berganti minggu. Minggu berganti bulan, Dan bulan berganti Tahun,  


Tak terasa kini sudah satu tahun berlalu setela kelahiran putri bungsu nya,Riri sangat menikmati peran nya sebagai ibu dari ke empat anak nya, 


ATHAREXA DWIGUNA. Re  Si sulung yang selalu perhatian kepada Mami dan  adik-adik nya, Selalu bisa menjadi penengah jika adik-adik nya berebut mainan,


NARENZA DWIGUNA. Eza. Putra keduanya itu yang paling cerewet dan juga Paling kritik di antara saudara-saudaranya,


Tak jarang sifat nya yang suka mengkritik itu terkadang sering membuat Eza menangis, Yang pada akhir nya Re yang  akan menasehati kedua adik laki-lakinya itu.


RYANDRA DWIGUNA.  Andra putra ke tiga nya itu penurut tidak suka berdebat dengan kaka-kakanya, Hanya saja jika sudah di kritik oleh Eza Dia akan  merasa di olok-olok dan akhir ny menangis dan mengadu kepada Kakak Sulung nya Re,  Re yang selalu sabar mendengar keluh kesah nya, 


RICHCHA MUTIARADEWI. Dan si bungsu Echa  yang Paling cengeng dan manja, umur nya baru satu tahun tapi sudah keliatan sekali manja nya. Bayi perempuan satu-satunya di keluarga Arya itu sering sekali membuat Mami nya pening, 


Bagaimana tidak, semua yang di pegang kakak nya dia mau juga, Jika tidak di beribmaka akan menangis sambil gulung-gulung di lantai,


Dan jika sudah seperti itu hanya Re yang bisa membujuk nya, dengan lemah lembut, 


Tapi jika Riri yang bersuara maka Echa akan segera mencari perlindungan kepada Abang nya atau Oma nya, 


Ke empat Anak-anak Riri semuanya tidak ada yang berani melawan nya atau membantah nya, Riri jarang memarahi anak-anak nya ia selalu halus dan lembut kepada mereka,, Tapi jika sudah menegur dengan suara tegas semuanya akan menurut dn tidak berani membantah,


  


Kehidupan Riri dan Arya selama beberapa tahun ini pun sangat harmonis dan jauh dari segala masalah,  


Nyonya Ranti juga sekarang sudah sangat baik. Padanya, Wanita tua itu kini sudah banyak berubah, Sedikit-sedikit beliau memperbaiki diri,


 Prlahan-lahan sikap sombong nya ia runtuhkan, Walaupun kini sudah sehat kembali walupun tidak sesempurna sebelum nya, Nyinya Ranti  tidak pernah lagi berkumpul bersama Geng Sosialitanya dulu,


Kini wanita tua itu lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain bersama Cucunya, apalagi Cucu bungsunya itu  selalu nya bermanja-manja dengan nya, Membuatnya sngat senang kal menguncir yang rambut tebal sang Cucu,


Malam ini Riri kembali terbangun saat Mimpi aneh itu kembali menghampirinya,


Di kesunyian Malam Riri duduk di balkon kamar nya, Termenung memandang pekat nya langit yang dihiasi kelap-kelip  ribuan bintang,


Riri terjaga dari tidurnya, Pada pukul 1 dini hari, Dirinya bermimpi dan mimpi itu terasa begitu nyata, Dan hal itu membuat nya gelisah dan tidak dapat memejamkan mata nya kembali, 


"Apa arti mimpi ku tadi ya Tuhan, Aku Merasa seperti sedang berada di tengah-tengah kasedihan keluargaku," Gumam Riri, 


Riri bermimpi dirinya tengah serbuk menenagkan anak-anak dan Suaminya, Yang histeris   entah karena apa, Di dalam Mimpi nya Ia merasa seperti hanya dirinya yang mampu berdiri dengan kedua kaki nya,


 Sedang Suami dan ke empat Anaknya  terlihat tidak berdaya  hanya suara tangisan kasedihan saja yang ia dengar dari  mulut Mereka, 


Dan Aneh nya di antara anak-anak dan juga suaminya, Riri tidak melihat keberadaan keberadaan Papa mertuanya dan juga Bu Nining, 


Sedang Nyonya Ranti terlihat sangat sedih dan berwajah muram, 


" Ya Tuhan.. Semoga keluargaku selalu dalam lindungan mu,"  Doa Riri dengan suara pelan, 


******


"Mami… Abang sudah ganteng belum?,Apa ad yang kurang Mih?,"

__ADS_1


Pagi-pagi sekalu Re sudah bangun dari tidur nya, Mandi serta bersiap-siap mengenakkan seragam Putih merah nya, 


Ya Hari ini Putra sulung Arya dan Riri itu akan memasuki Sekolah Dasar, Hari ini adalah hari pertaman nya ia menjadi Siswa SD, Semangat sngat Tinggi anak itu bahkan bangun sendiri dan langsung Mandi tanpa di bangun kan oleh Maminya,


" Abang udah ganteng banget ih.. Dah  Perfect pokonya, "  Riri menilik putra sulung nya itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Putra nya itu memang terlihat sangat tampan.  


'Kak Nisa Putra kita sudah besar sekarang, Dia ganteng banget Mirip dengan kakak, Kakak doakan dari sana ya semoga Abang lancar di hari pertama nya masuk sekolah'


"  Kalau  Rambut Abang  Mih udah ok juga? "  Re berdiri di depan Riri dengan memperbaiki tatanan Rambut nya, Menunggu jawaban sang Mami, 


Baginya jika Maminya sudah bilang ok maka itu tandanya dirinya benar-benar sudah Sempurna,


"Sudah Sayang, Abang udah ganteng banget ini..fix dah Sempurna.."  Tukas Riri sungguh-sungguh.


"Yuk ahh Papi sama  adik-adik  udah nunggu di meja makan, " Riri merangkul Putra nya keluar dari kamar nya, Dengan sebelah tangan nya menenteng Tas Sekolah Putranya itu,


"Adik-adik mau ikut nganter Abang katanya mereka  nggak kalah semangat dari Abang, " Lanjut Riri sembari terkekeh, 


"Nah itu Abang sama Mami nya udh nongol, Dari tadi nggak sabaran banget deh,"  Tukas Arya menoleh kedua putra nya yang seketika terdiam itu,


"Kenapa Abang sama Mami?... Dan kenapa juga ini muka nya kok seperti kain yang belum di setrika selama berbulan-bulan..?," Tanya Riri heran melihat wajah kedua putranya di tekuk, 


Tumben-tumbenn juga begitu,


Arya hanya mengangkat bahu nya saja sembari menyuapi putrinya dengan Bubur Tim yang telah di buat kan oleh Sumi,


" Mereka berdua udah nggak sabar Mau nganter Abang nya sekolah, Sampe mau nyusul ke kamar tadi karna Abang nya nggak keluar-keluar, Tapi di larang sama Papinya,  Takut Abang nya nggak jadi sekolah  katanya, " Jawab nyonya Ranti, sembari menghela nafas nya dengan berat,


" Mas Eza..Kak Andra.. Nggak begitubya lain kali, Harus belajar sabar, semua-semua itu nggak boleh buru-buru,  


" Iya Mami..,"  Kor keduanya dengan kepala menunduk, 


"Ya sudah cepat selesaikan sarapan nya, Nanti Abang terlambat  ke sekolahnya, " Lanjut Riri kemudian ikut duduk di smoking Putrinya yang sudah selesai di suapi makan oleh Arya, 


Bayi perempuan itu memang sangat manja, Jika Ada Papi nya di Rumah dia kan meminta di suapi Oleh Papinya dan tidak mau jika Lili atau Tita yang menyuapinya, 


Dan kalau Papi nya belum pulang maka gadis kecil itu akan meminta di suapi oleh Oma nya, Hanya kepada Maminya saja dia tidak berani berulah Echa paling takut jika melihat Mata Maminya yang tajam itu, 


" Wahh…Bagus sekali sekolah Abang. Mami.. Nanti Kakak mau sekolah disini juga ya," Andra merasa kagum dengan gedung sekolah Re yang terdiri dua tingkat itu, 


Sekolah Dasar Negri no 1 di kota itu, Yang mana anak murid nya kebanyak dari   orang-orang berduit, 


"Iya kak nanti sekolah di sini juga, " Jawab Riri.Sembari memperbaiki posisi gendongan Echa,


"Besok sudah bisa sekolah disini sama Abang kah Mih?,"  Lanjut Andra.lagi, 


"Kita aja belum masuk TK kok udah mau masuk SD aja, Sabar… Nanti Kakak TK dulu. Mas juga TK dulu baru masuk SD iyakan Mih?,"  Eza menasehati Adik nya yang sudah tidak  sabar ingin sekolah SD dengan meminta dukugan dari Maminya, 


"Betul sayang, Tahun depan Kakak masuk TK nya, Sahut Riri, 


" Ayo bang, kita turun, Yang lain mau ikut atau mau nunggu di mobil saja? Tanya Riri menoleh ke jok belakang, di mana ke tiga Putra nya berada, 


"Mau ikut…!!," Kor Eza dan Andra, 


"Pih.. Tunggu di mobil aja ya, Biar aku aja yang anter Abang ke kelas nya,"  

__ADS_1


"Iya  sayang nanti Papi nyusul,Mau nerima telpon dulu dari Andra kek nya  penting ini," Ucap Arya sembari menunjuk kan Ponsel nya yang menunjuk kan nama Dimas di layar nya.  kepada Riri, 


"Iya.., Yuk semua nya turun pelan-pelan ya satu-satu. di bantu sama Mba Lili," Riri turun dengan menggendong Echa, Putri bungsu nya. 


"Ih kita aja kek nya yang paling rame Li, Padahal yang sekolah cuma satu," Tukas Riri kepada Lili yang berjalan di samping nya, Sambil menenteng tas keperluan Echa,


Riri mengenakkan pakaian simple hari itu, Sebuah Dress sepanjang betis warna kuning pucat dengan motif bunga-bunga kecil yang membuat nya terlihat manis,


Diusianya yang sebentar lagi akan menginjak 27 tahun itu Riri terlihat semakin cantik dn dewasa, Tubuh nya Tidak banyak berubah walaupun ia sudah melahirkan tiga orang anak, Namun ia tetap terlihat ramping, Dengan beberapa bagian tubuh nya yang semakin menonjol sexy,


Orang-orang yang baru mengenalnya tidak akan menyangka jika Riri adalah ibu dari empat orang anak, Mereka akan mengira jika Riri adalah mamah muda yang baru mempunyai anak satu,


Riri dan Lili duduk di bangku panjang menghadap lapangan luas yang di penuhi oleh Anak-anak murid baru di sekolah itu,


Re sudah berbaris dengan teman-teman baru nya, Secara berkelompok,


" Maaf Dek.. Lagi nungguin adik nya sekolah juga ya?," Tanya seorang Ibu-ibu yng terlihat lebih tua dar Riri itu,


"Riri sedikit bengong saat di tanya lagi nungguin Adik nya,... Yang benar saja..


" Anu Bu. Saya..."


" Emang Ibunya kemana Dek kok nggak di anter anak nya sekolah, Biasnya kan kalau pertama Masuk sekolah itu pasti minta di temenin sama Ibunya, Kek saya gini.." lanjut Ibu-ibu itu lagi memotong perkataan Riri


Tak lama Eza Dan Andra datang menghampirinya,


"Mami...Mami...,Liat Abang.. Mih..Abang baris nya paling depan," Heboh Eza dan Andra, Mereka sejak tadi terus saja memperhatikan Kakak mereka itu,


Ibu. yang menanyai Riri tadi langsung bungkam seketika saat mendengar dua balita memanggil Riri Mami,


" Oh iya.. Abang memang hebat, Sama kayak kalian berdua, Kalianng Jagoan Mami," Jawab Riri dengan senyum manis nya,


"Oh iya Bu, Saya nganter Anak saya bu. Bukan Adik, Anak saya ada empat, " Riri menaikan empat jari tangan nya, "Dan yang saya anter itu Putra sulung saya," Jelas Riri membuat Ibu-ibu tadi semakin tak enak hati,


Diriny tak menyangka jika salah menebak, Sebab Riri memang masih terlihat sangat cantik, Wajah nya memang tidak dia macam-macamin, Hanya skincare siang dan malam saja yng ia gunakan, Tanpa makeup tebal seperti kebanyakan wanita di luar sana,


******


"Jack..kita mulai dengan yang ringan-ringan saja Dulu, kita buat kebahagiaan mereka sedikit goyah, Setelah itu kita akan membuat kejutan-kejutan menyenangkan untuk keluarga Wiguna itu,." Daniel mengeraskan Rahang nya saat mengingat wajah bahagia Arya dan keluarganya Tadi pagi, saat mereka mengantar Anak mereka ke sekolah nya,


"Siap Tuan." Sahut Jack, yang berdiri di belakang Tuan nya itu,


Daniel yang tidak terima atas kematian Restie akibat kanker serviks yang mengrogoti Tubuh nya hingga akhirnya menghembuskan Nafas terakhirn nya itu, Dan membuat Putri kecilnya kehilangan sosok Mommy nya di usianya yang masih sangat kecil,


Membuat nya nyaris stres, Kehilngan wanita yang di cintai nya, Yang telah melahirkan seorang putri untuk nya, Andai saja dirinya tidak meninggalkan Restie saat kasus mereka viral di medsos dulu, Mungkin wanita yang ia cintai itu masih hidup hingga saat ini,


Hidup bersama membesarkan buah hati mereka,


Dan semua itu adalah salah Arya, Ya Arya Wiguna adalah penyebab semua penderitaan Restie. Jika saja Arya tidak menghancurkan karir Restie, Restie tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini,


Bersambung...


jangan lupa like komen dan sedekah nya ya bestie bila mampu 😄😄


mohon maaf bila masih banyak Typo nya 🙏

__ADS_1


__ADS_2