PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
kedatangan Arya.


__ADS_3

.


"Mau kemana kamu.? " Tuan Wiguna bertanya sesaat setelah memasuki ruang rawat Arya. dan melihat Putra nya itu sudah rapih dengan pakaian santai nya, Tidak lagi menggunakan baju pasien,


" Arya mau ke temu baby Re Pah! " Arya berucap sambil duduk di Sofa dan memakai sepatu nya,


Setelah pertemuan nya dengan Anak nya seminggu yang lalu, Kini banyak perubahan dengan keadaan nya, yang menunjukan dirinya lebih baik, walau raut muram di wajah nya masih ada,


Setidak nya Aray mau berusaha bangkit dari keterpurukan nya dan menjalankan kewajiban nya terhadap anak nya, baby Re,


"Kata dokter Arya sudah jauh lebih baik, dan sudah di perbolehkan untuk pulang!, "


Arya berdiri dan memandang Papa nya dengan sendu, menyiratkan penyesalan karena telah membangkang terhadap nya,


Tidak mau mendengar nasehat sang Papa, dan sekarang dirinya telah menuai apa yang dia tanam dahulu,


"Arya pergi dulu Pah Dimas sudah menunggu di loby," setelah pamit kepada Papa nya dan memeluk nya sesaat, Ary segera keluar dan menyusuri lorong rumah sakit yang siang itu sangat ramai,


Sepanjang jalan menuju loby Arya terbayang kala pertama kali mendampingi Nisa memeriksakan Kandungan nya, diri nya yang tak perduli akan hal itu, Dan berujung dengan dirinya yang tega menurunkan Nisa di tengah jalan,


Mengingat hal itu setitik Air mata jatuh di kedua sudut mata Arya, dan dengan segera menghapus nya, Sebelum sampi ke depan loby, Dimana Dimas telah menunggu nya,


"Siang bos bagaimana kabar anda hari ini?, "


Dimas menyapa seraya membukakan pintu untuk Arya, Dimas senang. akan perubahan drastis sang bos, walau wajah nya masih sedikit pucat dan badan agak kurus, Tapi tak apa semoga kedepan nya semakin baik,


" Seperti yang kau lihat!, kita kepemakaman Istriku dulu baru kita temuin Putra ku, "


Arya berucap setelah masuk dan duduk di samping Dimas, yang langsung menjalankan mobil nya keluar dari halaman Rumah sakit,


"Baby... jangan kesana.!, " Riri memanggil baby Re yang menjalan kan keretanya dengan menggerak kan kaki nya, yang sudah hampir mencapai pintu keluar,


"wawawawa uuh uuh.." Bayi montok itu menunjuk-nunjuk ke arah pintu, Minta di buka kan,


" Ngak boleh baby sayang, itu bahaya! Entar kamu terjun bebas dari sini ke bawa, plus keretamu, " Riri mendorong kereta bayi itu untuk menjauhi pintu dan hal itu membuat Re menangis meronta-ronta, Ingin keluar dari kereta nya,


"Wawawawa,Huaa....wawawawaw.,"


" Oke..oke baby kita turun! hum, " Dan baby Re langsung berhenti meronta, berganti senyum yang menpak kan 4 buah gigi nya,


Riri hanya menghela Nafasnya dengan berat, bayi gembul nya ini jika sudah menginginkan sesuatu, tidak bisa di cegah,


Riri meraih baby Re dari kereta bundar nya, dan menggendong nya untuk turun ke lantai bawah,

__ADS_1


Pryangg...., suara bendah pecah menggema di sebuah kontrakan sederhan itu, seorang gadis cantik dengan perut membuncit tengah memecahkan vas bunga yang berada di atas meja yang ada di samping nya,


Tiada lagi tubuh sexy tiada lagi kehidupan Glamor, semua sirna seiring dengan kepergian Nisa beberapa bulan lalu,


" Ini semua gara-gara wanita itu.! Jika saja wanita itu ngak masuk kedalam kehidupan Arya, Aku sudah pasti menjadi menantu keluarga Wiguna saat ini, "


Restie kembali meraih remote TV dan melemparkan ke cermin yang tak jauh dari tempat nya duduk, Karir nya hancur kekasih gelap nya meninggalkan nya begitu saja, Setelah beredar adegan panas mereka di medsos,


Sang kekasih lenyap bagai di telan bumi,


Sedang dirinya kini semakin hancur dengan ada nya bayi dalam kandungan nya hasil dari perselingkuhan nya, Uang sudah menipis sanak saudara pun tak ada, Dia hanya seorang Yatim piatu yang besar di sebuah panti,


Kehidupan Restie berubah dratis, setelah di depak dari dunia hiburan karena kasus menyebar nya adegan tak senonoh milik nya bersama selingkuhan nya,


selama ini Arya lah yang membiayai kehidupan nya, Namun setelah penyerangan yang dia lakukan kepada Nisa, Arya langsung menyebarkan Adegan siur nya ke media,


bahkan Aprtemen pemberian Arya pun tak luput dari sitaan orang-orang Tuan Wiguna,


Ditambah lagi dirinya di tipu oleh teman nya sendiri uang yang dia investasikan dalam bisnis Berlian di bawa kabur oleh Tante Gina,


Hidup sebatang kara dengan berbagai macam hinaan orang-orang terhadap nya yang hamil tanpa suami, dirinya harus tinggal di kontrakan murah agar bisa melindungi diri nya dari panas dan hujan di luar sana, Makan dengan makanan sederhana,


Bahkan untuk membeli susu hamil saja dirinya tak sanggup,


Nasib tidak ada yang tahu, Yang jelas apa yang kau tanam sekarang. itupula yang akan kau tuai di kemudian hari,


Susi yang tengah mengantikan Dewi di meja kasir itupun mengerinyitkan dahi nya,


" Maaf Bapak mau bertemu dengan siapa?, "


"Saya mau bertemu dengan Re Putraku, Apa kau tidak dengar.? " Arya mengulang pertanyaa nya dengan kesal. akan kelemoran Karyawan wanita itu,


" A..ada.. se..sebentar silahkan...."


" Jika kamu datang hanya untuk mebentak-bentak Karyawan ku lebih baik kamu pergi.!,


Aku tidak Suka dengan sifat mu yang Songong itu, "


Riri langsung memotong Kata-kata Susi yang terbata-bata saat mendengar Suara Arya yang meninggi saat menanyakan keberadaan baby Re,


Arya menoleh ke arah Suara dilihat nya Riri yang baru saja turun dari lantai atas dengan Re di gendongan nya,


" Bu..bukan begitu maksud ku Ri.," Giliran Arya yang gelabakan saat Riri menatap nya dengan tatapan tajam, bisa bahaya kalau berurusan dengan Mami nya Re itu, bisa-bisa diri nya tak di izinkan untuk bertemu dengan Putra nya,

__ADS_1


Arya masih ingat saat melihat rekaman CCTV


di depan ruang rawat inap Nisa, Saat Riri dengan bringas nya menjambak rambut Restie dan mendorong nya dengan kuat,


Arya bergidik ngeri saat mengingat hal itu,


Mami ny Re ini sangat galak berbeda sekali dengan Nisa yang lemah lembut,


" Jadi mau apa..?, Niat kesini untuk bertemu baby. atau hanya ingin membentak-bentak Karyawan ku?,. " Riri masih melotok ke arah Arya yang mati kutu di buat nya, Kini Arya menyalahkan diri nya kenapa selalu nya tidak bisa sabar dan mengontrol diri,


" Mau ketemu baby lah Ri. galak amat sih, "


Sedang Dimas yang berada di belakan Arya hanya bengong melihat Bos nya yang sombong dan suka seenak nya itu,Tak berkutik di depan Mami nya Re,


Mendengar Arya mengatai nya galak semakin membuat Riri melototkan mata nya,


" Wawawawawa.." Re merentang kan kedua tangan mungil nya ke arah Arya, membuat Papi dari Re itu senang bukan main, dan segera menyambut uluran tangan sang bayi dan mengendong nya, Seperti nya Re mengerti akan keadaan yang terjadi


Dan hal ituembuat Riri mendengus jengkel,


Sedang Dimas terus memperhatikan Wajah galak Riri, " Cantik.." Batinya dan tanpa sadar sudah menyunggingkan senyum,


" Apa senyum-senyum." Suara Riri yang mengelegar membuat Dimas terlonjak kaget dari lamunan nya, "Ya ampun benar-benar galak hihh, "


Dimas dengan segera melipir mendatang bos nya yang tengah bermain dengan baby Re, di meja paling pojok Ruangan itu,


" Ya ampun mba Riri jangan. galak-galak mba kasian tuh mas nya pucat gitu muka nya"


Susi berkata sambil menahan senyum,


" Biarin aja Sus kebiasaan nanti kek gitu, "


Ucap Riri sambil berlalu ke meja pantry untuk membuat minuman untuk Papi nya Re,


Bersambung...


Jangan lupa like nya ya bestie 🤗


mohon maaf bila banyak Typo nya 🙏


Love you all 😘😘😘


__ADS_1


Oya ramaikan juga karya Othor yang satu ini ya bestie 🤗


Terima kasih 🙏🤗


__ADS_2