
waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, masih sangat Sore memang, Bagi sebagian orang, Tapi tidak bagi Pasangan pengantin Yang sudah tidak muda lagi itu,
Keduanya kini tengah menikmati malam pertama mereka, Walaupun bukan untuk yang pertama bagi keduanya,
Bu Nining dengan malu-malu, Saat Tuan Wuguna mendekatinya dan mencium pipi nya, Yang Sudah mulai mengendur, karena usia,
"Pak, "
"Iya Sayang, Kalau sedang berdua begini, panggil nya Mas ya, Apalagi dalam situasi yang.. Ehem, yang Romantis begini,"
Bu Nining yang baru pertama kali di panggil sayang oleh Tuan Wiguna, yang telah sah, Menjadi Suaminya itupun tersipu mulu,
Dengan kepala tertunduk, Tak berani melihat Wajah pria yang sudah menjadi suami nya itu,
" Tapi.. saya sudah terbiasa dengan sebutan Bapak, Bagaimana, Kalau.."
Bu Nining tidak bisa melanjutkan perkataan nya, Saat bibir hangat dan kenyal itu menempel dengan Bibir nya,
Sesaat ia terdiam, Terpaku, karena serangan mendadak Suaminya itu,
"Bisa sekarang kan?" Tanya Tuan Wiguna sesaat setelah melepaskan tautan bibir mereka,
" Tapi.. ini masih terlalu Sore Pak,". Dengan kedua pipi yang memerah Bu Nining berkata pelan, jantung nya sudah dag dig dug ser sejak tadi,
"Nggak ada larangan untuk anu, Harus nunggu larut malem dulu kan? Yuk,"
Tuan Wiguna sudah kembali melayangkan ciuman nya, di bibir manis Istrinya itu, dengan cekatan ia mempreteli pakaian Istri nya, dan meloloskan dari tubuh berisi istrinyaz
__ADS_1
(Selanjut nya, Silahkan di bayangkan sendiri ya, Reader Otor kan masih volos 😆)
" Bagaimana Mas, keadaan Mama?, " Riri menyodorkan segelas air putih kepada Arya, Yang baru saja pulang dari Rumah sakit,
" Makasih sayang," Arya meminun air yang di sodorkan Riri hingga tandas,
" Mas mandi dulu ya, Setelah itu kita cerita, Badan Mas lengket banget,"
Arya mengelus kepala Riri dan berlalu ke kamar mandi, Untuk membersihkan tubuh nya yang lengket,
Riri menengok jam yang tergantung di dinding kamar nya, yang sudah menunjuk kan Angka 10,
Wajah lelah suaminya begitu kentara, Apakah sakit Mama mertuanya itu parah,
Riri telah menyiapkan piyama untuk sang suami,
Kini ia menduduk kan Tubuh nya di tepi ranjang, Menunggu Suaminya selesai mandi,
Tidurnya pun sudah semakin susah, miring salah, telentang salah, duduk juga salah,
Tak jarang Arya juga sering menemaninya,Jika ia tak bisa tidur. Di waktu tengah malam,
" Kenapa belum tidur?, Nggak bisa tidur ya?," Arya mengelus perut Buncit Riri yang langsung di sambut dengan tendangan oleh bayi yang masih di dalam perut Ibunya itu,
" Dia nendang Mas," Ucap Riri, sembari tersenyum, " Aku nggak bisa tidur, Semua serba nggak enak, " Rengek Riri, Dengan tangan yang memeluk pinggang Arya,
" kangen Papi ya?, Papinya lama ya pulang nya sayang, Maafin Papi ya sayang," Arya nengecup perut Riri dengan sayang,
__ADS_1
" Maminya kangen Papi nya juga nggak?" Goda Arya sembari mencubit gemes pipi Riri yang tembem,
"Kangen juga Mas," Riri mendongak menatap Suaminya, Dan langsung di hadiahi Kecupan di bibir nya,
" Jadi Mama Stroke? Kok bisa Mas? Terus kek apa sekarang, Siapa yang jagain di rumah sakit?".
Tanya Riri setelah memdemgar Cerita dari Arya, Tentang kondisi Mama nya,
" Kata dokter Mama terlalu banyak pikiran, jadi membuat Tensi nya naik, Dan ya begitu, Stroke, ". Ucap Arya, Sambil mengelus punggung istri nya,
" Dirumah sakit ada Art nya Mama dua orang, Jadi Mas bisa pulang istirahat,"
Arya mengerat kan pelukan nya dan menghirup aroma tubuh istrinya yang selalu menenangkan,
" Tidur yuk sayang, kamu pasti sudah ngantuk kan, Abang gimana, Rewel nggak?,".
" Nggak, Abang makin pinter, Nggak rewel sama sekali, " Jawab Riri, Dengan menyusupkan Wajah nya di dada Arya,
Sembari menikmati Usapan menenangkan di punggung nya, Arya selalu melakukan hal itu, Saat menjelang tidur,
Dan Riri akan langsung terlelap saat Arya mengusap-usap Punggung nya,
Bersambung..
Mohon maaf ya reader tersayang Up nya dikit,
Anak Other lagi pada sakit.. Semoga besok bisa up lagi ya,
__ADS_1
jangan lupa like nya terima kasih 🙏