
" Bagaimana keadaan Mama saya?," Tanya Arya kepada kedua Art Nyonya Ranti yang duduk di kursi tunggu di depan Ruang UGD tersebut,
Ary dan Dimas Baru saja sampi dann langsung menuju Ruang UGD sesuai informasi dari Art Nyonya Ranti berikan melalui pesan singkat ke pada Dimas,
" Nyonya masih di tangani oleh Dokter Tuan," Jawab salah satu Art yang bernama Sumi itu,
" Tolong di jelas kan Bagaimana Mama saya bisa pingsan?, Apa penyebab nya, beliau seperti itu?, "
Ary Memandang tajam kepada kedua Art Mama nya itu, Yang seketika membuat kedua perempuan kisaran 30 tahunan itu
Menunduk takut, Dengan tatapan Anak majikan mereka itu,
" Anu Tuan, Tadi siang kami dengar Nyonya ngamuk di kamar nya, Dan membanting semua benda yang ada di.dalam kamar nya, Sambil berteriak-teriak, Kami nggak berani mendatanginya, Takut kalau hal itu akan membuat Nyonya semakin marah, Terus nggak berapa lama, Kami mendengar suara benda jatuh yang lumayan keras, Ketika kita buka kamar Nyonya ternyata Nyonya sudah tak sadarkan Diri,"
Jelas Sumi, Panjang Lebar, Dan di angguki pula oleh Temen nya membenarkan, Jika apa yang di katakan teman kerja nya itu adalah benar,
"Keluarga Pasien,". Suara seotng dokter wanita, yang baru saja keluar dari ruang UGD itupun , Sukses membuat keempat orang yang tengah berbincang serius itu menoleh ke sumber suara,
" Ya, Saya anak nya Dok, Apa yang terjadi kepada Mama saya?, Bagaimana keadaan nya sekarang,?,"
Arya membrondong sang Dokter dengan pertanyaan bertubi-tubi, Tak sabar mendengar kabar Mama nya, Jujur ia sangat mengkhawatirkan wanita yang telah melahirkan nya ke dunia itu,
Terlepas seperti apa Sikap sang Mama kepdanya dan keluarga.kecil nya, Beliau tetap lah Ibunya,
" Sabar Pak, Tenang dulu, Mari Bapak ikut saya ke rungan saya sebentar?, Saya ingin menjelaskan kondisi Ibu Anda, Mari Pak silahkan,". Ucap sang Dokter tenang,
" Jadi. Kondisi Ibu anda saat ini, Beliau belum sadar, Tekanan darah nya naik, Itu yang menyebab kan beliau jatuh pingsan,Dan kemungkinan besar beliau akan mengalami Stroke, Dan separah apa Stroke nya kita Tunggu beliau sadar, Semoga Beliau segera sadar dalam Dua jam ini, Kita doakan Ibu anda tidak terlalu parah ya, Dan setelah beliau sadar nanti, usahakan jangan membuat nya stres, Hibur beliau dengan hal-hal yang menyenangkan, jangan membuat nya banyak pikiran,"
.
Beberapa Jam kemudian Nyonya Ranti telah di pindahkan ke ruang rawat kelas Satu,
Arya Yang duduk di samping Bed Mama nya itu, Sedang merenungi semua perkataan Dokter tadi padanya, Mama nya terkena Stroke, Dengan perangai sang Mama yang. Selalu ingin sempurna itu, Apakah beliau akan menerima keadaan nya yang lumpuh,
Satu jam yang lalu Arya telah menyuruh Dimas pulang, Setelah menyelesaikan Adminitrasi Mama nya, Dia tak setega itu menahan Dimas, Karena Istri Asistenya itu tengah mabok, di awal-awal kehamilan nya, Yang baru dua bulan itu,
__ADS_1
Arya. Madih tenggelam dengan pikiran nya tentang hal apakah yang membuat Mama nya sampai jatuh pingsan, Dan mengakibatkan nya terkena Stroke,
Apakah ia perlu mengabarkan hal ini pada Papa nya, Papa ny baru saja meraih kembali kebahagiaan nya, setelah menyandang status Duda satu tahun belakangan ini,
Arya tidak tega jika harus membebani pikiran Papa nya soal kondisi Mama nya saat ini,
Semoga Mama nya bisa sabar menerima keadaan nya sekarang,
Yang. tidak bisa lagi bergerak sebebas dulu,
" Mah, bangun Mah, Apa yang membuat Mama seperti ini?,"
Arya menggenggam tangan Lemas Mama nya, Pandangannya senduh, Menatap wajah Mama nya yang pucat,
Tak berapa lama, Nyonya Ranti telah membuka matanya, Rasa pening di kepalanya membuat nya mengernyit,
Menoleh ke samping dilihat nya Arya yang dukuk sambil memijat dahinya, dengan mata terpejam,
"Ar.." Dengan susah payah Nyonya Ranti mengeluarkan suara nya, Yang hanya menyerupai bisikan itu,
Membuat Arya tersentak karena kaget,
" Mama sudah sadar, Ah syukurlah, Sebentar, Arya panggil dokter dulu,
Arya berlalu keluar Rungan, Dengan sedikit tergesah, Untuk memanggil dokter,
Sedang Nyonya Ranti Mencoba mrnggangkat tangan kanan nya, hendak memijat kening nya yang mendadak pusing,
Namun tangan itu tak bergerak sama sekali, Mencoba sampai beberapa kali pun tetap sama, Tangan kanan nya tidak bisa ia hgerakan,
Lelah dengan usahanya, kini Tangan kirinya yang terpasang selang infus ia coba gerakan, Dan ternyata bisa, walaupun dengan perlahan,
" Jadi bagaimana kondisi Mama Saya Dok, Apa.."
" Ya, Nyonya Ranti mengalami stroke, Sebelah Tubuh nya mati rasa, bahkan untuk berbicara saja, Seperti nya akan sulit,"
__ADS_1
Tutur sang Dokter, " Beliau bisa menjalani terapi, Jika mau, Nanti saya buatkan jadwal,"
" Baik Dok, Terima kasih," Tukas Arya, semabari mengelus tangan sang Mama
Yang hanya terdiam pasrah dengan kondisi nya saat ini,
Dirinya semakin merasa tak berguna lagi bagi siapapun, Mereka kan semakin merendahkan nya,
" Saya tinggal dulu ya Nyonya, Jangan banyak pikiran, Rilex saja, "
Dokter itupun berlalu dari Ruang rawat Nyonya Ranti, Dengan Arya yang ikut mengantar nya sampai keluar,
Di luar Rungan itu masih ada kedua Art Mama nya, Arya sudah menyuruh mereka pulang Namun keduanya menolak dan ingin menunggu Majikan nya siuman,
" Silahkan masuk Bu," Tuan Wiguna mempersilahkan Bi Nining, masuk kedalam Rumah nya, Mereka baru sampai Rumah pukul 5 sore,
Tuan Wiguna menuntun Bi Nining, Yang sudah sah menjadi Istri nya, Menuju kamar Utama, Kamar yang baru ia renovasi,
Kamar utama yang dulu ia tempati dengn Ranti sudah berubah menjadi Ruang kerja nya, Tuan Wiguna tidak ingin menempati kamar yang sama,
Menurut nya Tidak.baik membawa istri baru nya ke kamar yang sama,
Begitu pintu kamar di buka, Pemandangan yang tersuguh adalah ranjang lebar Dengam taburan bunga-bunga segar di atas nya,
Wangi dari kelopak bunga yang bertaburan di atas tempat tidur itu seketika memanjakan indera penciuman Kedua pasangan yang baru saja resmi menjadi sepasang Suami istri beberapa jam yang lalu,
Keduanya tampak malu-malu,
Malam panjang bagi sepasang pengantin baru, Yang sudah tidak muda lagi itupun tampak nya akan segera di mulai,
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa jejak-jejak nya ya reader sayang,🤗