PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 104


__ADS_3

"Papi, Ini sate yang semalam?," Tanya Riri saat mereka sudah duduk di meja makan,  Usai membersihkan diri karena kegiatan pagi yang berlangsung lama itu, Dengan  sepiring sate yang sudah di hangat kan di microwave, serta lontong nya yang masih utuh, 


" Iya,kan Mami tidur pas Papi pulang bawa sate nya," Jawab Arya dengan mengambil satu tusuk sate dan menyuapi Putra nya yang sudah menunggu suapan dari Papi nya itu sejak tadi,


" Ooh, Tapi aku udah nggak mau makan sate itu lagi Pih.Aku pengen makan lontong sayur yang ada telor puyuh nya, terus pake kerupuk udang, Em.. enak banget keknya," Tutur Riri dengan air liur yang hampir mentes, karena membayangkan makanan lontong sayur itu, 


Arya yang mendengar penuturan istri nya, langsung melongo, pagi-pagi begini mau cari dimana lagi itu lonsay dengan campuran telur puyuh dengan kerupuk udang, 


" Papi mau kan beliin Lonsay nya buat Mami, pengen banget nih, Pih Mami udah laper banget ini,  Ini juga  karena ulah papi juga kan!,"  Riri mendelik kan matanya saat berucap kepada Suaminya itu, 


" Mau lah sayang, mau di beliin sekarang?" Arya kembali bertanya demi meyakinkan dirinya jika harus saat itu juga di beliin nya, 


" Apa Mami nggak pengen rasain sate nya?,Satenya enak loh ini," Rayunya dengan menyodorkan setuduk sate ke hadapan Riri, kali aja berubah pikiran kan,


"Iya mau sekarang,kan aku laper nya sekarang Pih, Nggak mau sate" Riri  berkata  seraya  menggeleng menolak sate yang di tawarkan Arya kepadanya  Dengan memonyongkan bibir nya, 


" Iya.iya Papi cari sekarang, Anak Papi makan sama Mami dulu ya, Papi keluar sebentar," Arya membelai kepal Re yang tengah asik mengunyah sate, 


Sementara itu, 


" Kita sarapan di mana?" Dimas baru saja menyalakan mesin mobil nya, Setelah memastikan Rina telah duduk manis di samping nya, 


" Gimana kalau kita sarapan Nasi uduk aja, Lagi pengen makan nasi uduk nih, Udah lama nggak makan itu," Rina terkekeh kecil setelah mengatakan ke inginan nya, 


" Oke!  Sesuai keinginan mu,"Tukas Dimas sambil tersenyum kecil, Sembari mencolek hidung mungil Rina, kemudian tangan nya menggenggam tangan Rina dan meremas nya lembut,


" Aku sayang kamu Rin, Aku nggak suka ngeliat kamu bareng pria lain," Dimas berkata seraya mencium tangan Rina, 

__ADS_1


"Aku…" 


Drrrttt….!Drrrttt…..!Drrrtttt…!


Dimas tidak dapat melanjutkan kata-katanya Saat Phonsel di sakunya berdering, Dengan hati menggerutu Dimas mengeluarkan Phonsel nya dan sederet nama yang selalu merecokinya saat berkencan itupun sontak membuat nya mengumpat dalam hatinya, 


" Ya Bos?"


……


" Hah.. cari di mana yang modelan gitu?, Tapi Bos…"  Dimas memandang kesal layar Phonsel nya yang sudah menghitam, 


Bos kurang ajar nya itu selalu saja merecokinya saat ia hendak mengatakan sesuatu kepada Rina, 


" Kenapa mas?," Tanya Rina, Saat melihat raut muka Dimas yang masam, 


" Ini Bos Arya, Nyuruh nyari lontong sayur yang isi nya ada telor puyuh nya dan juga kerupuk udang," tukas Dimas,masih menampilkan muka masam nya, 


" Serius?," Tanya Dimas, Dengan menepikan mobil nya di bahu jalan yang masih lenggang itu, 


" Iya, Aku serius, penjual Lonsay yang di dekat kontrakan lama Aku yang jual, Enak banget itu, seporsi 35rb bisa requess isian nya, Laris banget loh itu, ready setiap hari, dia jualan di Rumah aja tapi buka lapak di marketplace gitu,"  Tutur Rina panjang lebar, 


 


Dimas hanya terbengong mendengar serentetan yang di ucapkan Rina, promosi yang sangat bagus,


"Gimana kalau kita sarapan itu aja sekalian,?” Ajak Rina menoleh Dimas yang masih menatap nya dengan intens,

__ADS_1


"Ok yuk kita kesana sebelum si Bos nelpon lagi," ucap Dimas seraya mengelus Pipi Rina dengan buku jarinya, 


" Gemes!!,"  Bisik nya  tepat di telinga Rina, Membuat kuduk Rina berinding, Sebab terpaan Nafas hangat Dimas menerpa daun telinganya, Dengan kedua Pipinya yang Merona, Saat mendengar bisik kan  Dimas, 


" Dim, sudah di mana? Buruan istri saya sudah laper ini," Suara Arya yang nyaring mengagetkan beberapa Ibu-ibu yang melintas di samping mobil nya, 


" Astaga.. hampir copot jantung Nenek nak, kenapa itu orang ngomong nya teriak-teriak gitu, apa jangan-jangan setres kali ya," 


Ujar seorang nenek yang baru saja melintasi mobil Arya yang kebetulan Arya sedang menelpon Asistennya itu dengan suara menggelegar, dengan kaca mobil yang di turunkan, ia juga tak tahu jika di luar mobil nya itu akan ada yang lewat saat itu,


Arya hanya melongo saat mendengar perkataan seorang Nenek-nenek yang langsung di tuntun oleh salah satu Ibu-ibu itu, Yang mengatai nya setres, Ya Ampun, 


Pagi itu Arya yang tak tahu harus cari di mana lontong sayur yang seperti keinginan Riri, sebab istri nya itu di tawari lontong sayur di tempat yang biasa nya  tidak mau, katanya nggak enak, 


Dalam kebingungan nya Arya teringat dengan Dimas, Asistennya itu biasanya selalu dapat di andalkan, 


Setelah menelpon Dimas untuk mencarikan pesanan istri nya itu, kini Arya memarkirkan mobil nya di samping gapura perumahan elite itu, 


Setelah menunggu beberapa menit Arya kembali menelpon Asistennya itu dengan suara nyaring, Sebab dirinya sudah menunggu sangat lama menurut nya dan  Khawatir  jika istri nya itu. Beruba pikiran, 


Dan meminta makanan yang lain lagi 


Sejenak pikiran nya teringat perkataan Bi Atun semalam Yang mengatakan jika mungkin Riri sedang hamil, jadi ngidam nya macam-macam,


Apa iya begitu, jika iya maka dirinya kan sangat bahagia sekali, Ahh sepertinya dirinya harus membawa Riri ke dokter kandungan untuk memastikan hal itu,


.Bersambung...

__ADS_1


jejak-jejak nya ya Bestie 🤗🌹


 


__ADS_2