PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 128


__ADS_3

"Jeng Siwi! Sini, Ada Jeng Ranti nih," Ibu-ibu yang mengejek kondisi Nyi nya Ranti itupun berteriak memanggil Teman lain nya, Yang masih berada di meja pojok, Seperti nya mereka baru saja selesai makan Siang,


"Ada apa Jeng Netty?," Tanya Ibu yang baru saja menghampiri meja mereka, 


Di mana Riri yang sudah menegak kan posisi duduk nya, Demi mengamati perlakuan teman-teman Mama mertuanya itu,


" Wah.. Nggak nyangka ya Jeng, setelah sekian bulan kita tidak bertemu, Akhirnya kita bertemu disini, Tapi Jeng Ranti, Apa Jeng nggak malu keluar di tempat Umum seperti ini dengan kondisi lumouh begini? Makan saja di bantu, Kasian sekali Jeng Ranti," 


Tukas Siwi,  sembari terkekeh bersama Netty  tanpa perasaan


 


Ternyata mulut Ibu-ibu bernama Siwi itu lebih tajam dari yang Riri Duga, Kuping nya sudah panas, kepala nya sudah berasap rasanya,


Nyonya Ranti yang biasanya selalu bisa membalas Ucapan Mereka kala ia sehat dulu, Kini tertunduk diam tak berkutik,


Dengan Kondisi yang seperti ini ia hanya bisa pasrah saat di bully oleh Geng Sosialita nya, Yang memang kurang menyukainya sejak dulu, Karena Dirinya yang terlalu sombong,


" Ehem.. Maaf Ibu-ibu yang terhormat, Yang merasa paling sempurna hidup di dunia ini, Apa kalian  berdua sudah selesai menghina dan mengejek Mama saya?," 


Tanya Riri dengan wajah datar nya, Memandang kedua Ibu-ibu yang seketika terdiam,


" Saya heran deh ngeliat Ibu-ibu jaman sekarang ini, Sangking gak ada kerjaan nya kalian menghina dan mengejek teman sendiri, Kalau nggak ada kerjaan sana Bu, Pungutin sampah di jalanan biar ada kegiatan,  Itu lebih bermanfaat daripada menghina orang,". 


Ucap Riri dengan suaranya yang nyaring, 


Sehingga membuat para pengunjung Restoran itu mengalihkan perhatian ke meja nya,


" Saya saran kan Bu daripada sibuk ngurusin keadaan Mama saya lebih baik Ibu  Ngurusin diri sendiri saja," Lanjut  Riri dengan berdiri di samping Ibu mertuanya, 

__ADS_1


"Sudah Ri biarkan saja mereka,"  Nyonya Ranti berusaha menenangkan Menantunya , Ia bisa melihat kekesalan di wajah Maminya Re itu,


Namun Riri ya Tetap Riri, Dirinya tidak akun tenang jika membiarkan kedua ibu-ibu kurang asam itu pergi begitu saja,


" Jangan sibuk ngurusin keadaan orang lain, Tapi lupa mengurusi diri sendiri, Apa yang kalian dapat setelah menghina dan mengejek Mama saya? Apa kalian mendapat bongkahan berlian? Tidak kan, Yang ada kalian malah dapat Dosa yang berlipat ganda, Jika melihat teman dalam keadaan seperti ini itu di beri semangat dan dukungan, Bukan malah membuat nya semakin drop," 


"Ehh Siapa kamu? Sok-sokan ikut Campur, Perasaan Jeng Ranti itu anaknya cuma satu, Kamu siapanya, Nggak ada sopan-sopan nya sama yang lebih Tua,  "   Tanya Bu Siwi, Yang di angguki pula oleh Bu Netty,


"Saya? Saya menantunya, Istri dari putra Nyonya Ranti,Ada yang salah jika saya bilang beliau ini Mama saya?,  Dan juga di mana nya kata-kata saya  yang tidak Sopan, Bisa di sebut kan?," Tantang Riri dengan wajah tak bersahabat nya, 


"Kalau saya tidak menghormati kalian yang lebih tua dari saya, Sudah saya  cocolin sambel mulut Ibu-ibu berdua ini, Mau? Kebetulan saya pesan sambel super pedas nya lumayan banyak nih, (Riri menunjuk mangkuk sambal yang penuh,) Kek nya mantul nih kalau di kasih ke mulut kalian yang pedas itu, di jamin bakal jontor, Seminggu belum tentu kembali bentuk bibir kalian dengan normal, Mau coba?" Riri mengangkat mangkuk tersebut, 


Membuat Kedua ibu-ibu itu mundur beberapa langkah, melihat Riri memegang mangkuk sambal di tangan nya, 


" Gila.. Mertua sama menantu sama saja, " Ucap Siwi, dongkol, 


" Sebaik nya kalian pergi dari sini,Sebelum saya meng creambath  kalian dengan sambel ini,"  Tukas Riri masih dengan memegang mangkuk sambel nya, 


Niat hati ingin membalas  Ranti Dengan mengejek nya, malah sebalik nya, Mereka di permalukan oleh Anak kecil Seperti Riri,


Mereka keluar Resto di iringi dengan tatapan mencibir orang-orang yang ada di sana, 


" Kurang ajar itu si Ranti, Sudah sakit saja masih bisa membuat kita seperti ini,"  Umpat Netty, 


" Benar sekali Jeng, Rasanya pen tak pelintir  itu mulut menantu nya yang kasar itu, ". Sambung Siwi tak kalah dongkol dari Netty,


.


.

__ADS_1


" Heran deh sama tuh Ibu-ibu, Udah tua juga kok hobinya mengejek orang, Kek nggak ada kerjaan lain yang lebih bermanfaat aja," Dumel Riri sembari melanjutkan makan nya, 


Dengan mencocol daging ikan bakar dengan sambel yang super pedas itu,


" Huh, Hampir saja sambel seenak ini menjadi shampo kedua ibu-ibu julid tadi,". Gumam Riri tanpa menoleh wajah Nyonya Ranti, 


Yang sejak tadi terdiam, Dirinya merasa tertampar oleh Perkarkataan Menantu nya itu, 


Dulu sebelum dirinya duduk di kursi Roda juga seperti itu, Sering memandang orang dengan sebelah mata, Bahkan cenderung menghina,


Sekelebat bayangan masa lalu datang menghampiri nya, Saat  dengan sadis nya ia menganiaya wanita hamil, Yang tak lain adalah menantunya sendiri,


Ranti merasakan nyeri di hatinya, saat mengingat perlakuan buruk nya dulu kepada Nisa, Tak terasa air matanya telah jatuh membasahi wajah tua nya, 


"Mama kenapa? Apa ada yang sakit, "Tanya Riri sedikit panik, Saatenlihat Mama mertuanya itu menangis,, 


" Nggak, Mama minta Maaf sama kamu Nak, Mama minta maaf atas perlakuan buruk Mama dahulu, Mama menyesal telah menyakiti Kakak Kamu," 


Membuat Riri terdiam membeku, Kala Nyonya Ranti menyebut Almarhum Kakak kesayangan nya,


"Maaf kan Mama, Mama tahu saat ini maaf Mama nggak ada artinya, Tapi Mama tetap meminta Maaf padamu," Ucap Nyonya Ranti dengan tangis tergugu di kursinya,


"Udah Mah, Riri udah lama memaafkan Mama,  Jangan mengungkit luka yang sudah mulai mengering, Tidak baik untuk kesehatan, Jika memang telah menyesal, Mari kita perbaiki diri bersama-sama, Tidak baik terus menyalahkan, Toh Yang lalu tidak akan perna kembali, Cukup itu menjadi pengajaran buat kita, Buat aku kedepannya nya jika nanti tiba saat nya menjadi mertua bagi para menantuku," 


Ucap Riri tanpa expresi, Membuat Nyonya Ranti kikuk, Menantunya ini memang luar biasa, Dan tidak suka berasa basi,


,


bersambung…

__ADS_1


Jangan lupa jejak-jejak nya ya bestie 🤗


__ADS_2