PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Serangan Restie


__ADS_3

Ke esokan hari nya.


"Apa kabar Tante!," Restie menyapa Nyonya Ranti, yang siang itu mereka janjian bertemu di salah satu Resto terkenal,


"Baik sayang! silahkan duduk,"


Dengan senyum tulus mempersilahkan Calon Menantu nya itu untuk duduk,


Ya Nyonya Ranti yang tak terima di tegur oleh Tuan Wiguna sang Suami, Bahkan beberapa Card nya telah di sita oleh Sang Suami, sebagai hukuman nya, karena kesalahan yang dia buat sendiri,


Kini beliau menemui Restie untuk meminta Bantuan nya dalam menyingkirkan Nisa, Dari kehidupan Arya,


Nyonya Ranti menyalahkan Nisa, Jika saja Nisa tidak menggadu yang tidak-tidak, kepada Suami nya, Tentu dia tidak akan bersusah-susah untuk menahan keinginan berbelanja nya, Dan berujung malu kepada teman-teman nya,


Nyonya Ranti tidak terima akan semua ini, maka dari itu kemarin ia nekad mendatangi menantu tak di akui nya itu dan memberi nya pelajaran, Namun hati nya belum Puas,


Hatinya masilah dongkol, di tambah lagi sang Suami tidak menegur nya selama beberapa Minggu ini, Dan menurut nya itu semua Salah Nisa, Wanita tak tahu diri itulah penyebab nya,


Dia tahu jika Nisa telah melahirkan, dia tak sengaja mendengar pembicaraan Sang Suami dengan Arya semalam,


Dirinya semakin benci manakala Suaminya itu langsung pergi untuk menengok Cucu nya itu Tanpa berucap apapun padanya,


Kebencian nya semakin merasuk sampai ketulang-tulang,


Sampai kapan pun dirinya tak rela jika Nisa hidup bahagia bergelimang harta, Sedang dirinya di batasi, Tidak dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi,


Benar-benar manusia kemaruk akan harta,


"Jadi Tante mau Aku melakukan apa?"


Restie melipat kedua tangannya di atas meja pandangan nya lurus menatap manik tua Nyonya Ranti,


Yang berkilat memancarkan keserakahan akan harta duniawi itu, "buat wanita itu meninggal kan Arya, Karena Tante lihat Arya mulai mencintai nya,"


"Apa kamu tidak sakit hati dengan wanita itu, Karenanya lah Arya meninggalkan mu" Ucap Nonya Ranti, mulai memanasi Restie,


Restie yang mendengar perkataan Nyonya Ranti mulai muncul keberanian nya dan melupakan peringatan Tuan Wiguna Terlebih Arya,


Ya Arya yang telah mengetahui kebobrokan dirinya, Telah memutuskan hubungan mereka, dan memperingati dirinya untuk tidak mengganggu Kehidupan nya lagi, Jika tidak ingin Adegan syur nya dengan rekan sesama model nya tersebar,


Dan agak nya Restie telah lupa akan hal itu terlalu berambisi untuk membalas dendam kepada orang Yang menjadi Rival nya itu,


"Kak, Nanti pulang kerumah kita aja ya! Jangan pulang ke rumah Neraka kakak tuh,"


Riri berucap dengan melirik Arya yang tengah menggendong Baby Re, Sudah di larang gak usah kesini malah kesinih terus, "Gak tau malu" Batin Riri jengkel,


Nisa hanya diam tak bersuara,


Sedang Arya tak ambil pusing dengan kata-kata sindiran Riri, Hatinya bahagia bisa menggendong Putra nya,


"Maaf kan Papa ya baby! tidak pernah memperhatikan mu selama kau masih di kandung Ibumu,"


Arya membatin, Mengucapkan kata Maaf nya dengan Tulus walaupun dia tidak tahu apakah Nisa mau memaafkan dirinya, Dan memulai semua dari awal, Entah lah,


Arya akan berusaha memenangkan hati Istri nya mulai sekarang,


"Halo.. ponakan Onty yang ganteng!!, Coba lihat Onty bawa apa..?, Yup Onty bawa mobil-mobilan untuk Baby Re,"


Sheril dengan heboh memperlihatkan hadiah yang dia bawa, dan semuanya adalah mobil-mobilan dengan berbagai jenis,

__ADS_1


"Ya ampun Sher anak ku masih bayi baru kemarin lahir belum bisa main itu," Kekeh Nisa dengan tingkah Sahabat ny itu,


Nisa masih butuh perawatan jadi belum bisa pulang, Kondisinya masih lemah Duduk saja belum boleh lama-lama,


"Terima kasih Banyak ya Onty cantik,Banyak banget itu hadiahnya, Nanti habis duit Onty loh," Seloroh Nisa,


"Tenang aja baby Re Onty masih banyak duit nya, kok" Sheril pun terkikik kala menyahuti perkataan Nisa,


"Bay baby Re Onty kerja dulu ya biar duit Onty makin banyak xixixi," Sheril meletak kan baby Re kembali ke dalam box nya, Ia harus segera kembali ke kantor sebab jam istirahat sebentar lagi berakhir,


"Makasih ya Sher!, Untuk semuanya dan maaf jika aku banyak salah sama kamu selama ini,"


Nisa berucap dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Membuat Sheril mengerinyitkan dahi nya,


"Apaan sih, Jangan ngomong yang aneh-aneh gitu ih, Kek mau berpisah aja," Kesal Sheril,


"Pokonya kamu harus cepat pulih dan sehat kembali Nanti kita ajak baby Re untuk Camping di taman," Ucap nya memberi semangat kepada Ibu yang baru saja melahirkan itu,


"Iya..,iya.., Siap Ibu Bos!" Canda Nisa,


"Ri., Anterin Mba Sheril gih, Takut nya, Ntar nyasar lagi dia," Nisa menutup mulut nya menahan tawa kala Sheril memonyongkan bibir nya,


"Siap.., Laksanakan!" Riri langsung berdiri dari duduk nyaman nya dan berjalan mendahului Sheril yang masih mengecupi pipi gembul baby Re,


Nisa menatap pintu yang telah tertutu itu dengan pandangan senduh, entah apa yang ia pikirkan,


Baru saja ia akan memejamkan matanya sebab rasa pusing yang tiba-tiba menyerang nya, Namun di kagetkan dengan suara pintu yang terbuka dengan menampilkan sosok cantik, Dengan pakaian ketat,


Wanita cantik nan sexy itu berjalan dengan gemulai menghampiri Nisa, yang heran sebab tidak mengenal Sosok wanita itu,


"Haii..!, Kenapa? kaget ya!, Perkenalkan Aku Restie Kekasih Arya Wiguna," Ucap nya dengan bangga,


"Ngak usah takut aku kesini bukan untuk bayi itu," Ucap Restie yang mengetahui arah pandangan Nisa,


Nisa kembali menoleh ke arah Restie, " Untuk apa kamu kesini?, Arya ngak ada disini jika kamu mencari nya,"


"Oho!, Begitulah.?, Tapi sayang yang kucari bukan Arya.. tapi kamu, Aku mencarimu ingin menyampaikan beberapa hal tentang aku dan Arya," Restie mendekat ke ranjang Nisa,


"Riri... cepat kembali..!, Batin Nisa berteriak memanggil Adik nya, bukan apa-apa, Saat ini kondisi Nisa masih sangat lemah, Dia khawatir jika Restie melakukan hal buruk pada nya dan juga bayi nya, Sedang dirinya tak bisa melawan,


"Kenapa, Takut..?," Restie menyeringai melihat wajah Nisa yang pias,


"Mau apa kamu!," Nisa panik ketika Tangan Restie hinggap di Rambut nya dan meremas nya kuat,


"Rambut yang indah, Tapi lebih indah lagi jika rambut ini di tarik hingga Rontok!" Ucap nya dengan melepas kan remasanya dengan sedikit kuat sehingga Kepala Nisa terhantup besi Tempat tidur tersebut,


Nisa meringis dengan kepala yang kian pusing,


"Aku beri kamu penawaran!, Tapi sebelum itu dengarkan dulu ini," Restie mengeluarkan Phonsel nya dari tas mahal nya,


Restie memutar audio yang ada di Phonsel nya tersebut, Sebuh rekaman Suara percakapan Arya dengan dirinya, Beberapa bulan yang lalu,


("*Tenang aja sayang aku tidak akan pernah mencintai wanita Miskin itu!,


Setelah Anak itu lahir, Saat itu juga Papa akan menyerahkan jabatan CEO padaku,


Dan saat itu juga Aku akan membuang nya seperti sambah yang tak berguna, Dan kamu akan menjadi ratuku satu-satunya*,")


Nisa meneteskan air matanya mendengar Suara lantang Arya saat mengucapkan

__ADS_1


Akan membuang nya seperti sampah,


"Uluh-uluh! Jangan buang-buang air matamu yang berharga itu!," Lanjut Restie dengan senyum mengejek,


"Dan ini Adalah bukti cinta kami berdua," Restie mengelus perut nya yang sedikit buncit itu,


Nisa membuang muka, Engan menanggapi Perkataan Restie, Kecewa..? Tentu Nisa sangat kecewa kepada Arya,


"Jadi aku minta Tinggalkan Arya! Arya itu ngak pantas bersanding dengan wanita Miskin sepertimu, Di hanya pantas untuk ku,"


Restie mengucapkan kata-kata itu dengan intonasi yang tinggi tepat di depan wajah Nisa, sehingga membuat rengekan kecil terdengar dari arah box bayi yang ada di samping ranjang Nisa,


"Tinggalkan Arya jika tidak ingin terjadi sesuatu dengan Anak mu itu!," Dengan menjambak Rambut Nisa dengan kuat,


"Riri.., tolong kakak!" Nisa hanya mampu berteriak dalam hati, Berharap Sang adik segera kembali, kondisi nya yang lemah tidak bisa melindungi dirinya dan juga bayi nya,


Sedang Riri setelah mengantar Sheril, Berniat akan membeli makan siang untuk nya, dia pun menuju Kantin Rumah sakit untuk membeli apa yang dia butuhkan dan sang kakak,


Ketika sampai di kantin Ternyat sangat ramai


Riri merogoh saku celananya ternyata dia lupa membawa Uang dan hanya ada 10 Ribu,


"Astaga.., Kenapa juga lupa bawa uang, Jadi bolak-balik jadinya ini,


Riri dengan segera memutar badan nya dan kembali ke ruangan Nisa,


Langkah nya ia percepat bahkan sedikit berlari, Entah mengapa perasaan nya kembali tidak enak,


Sesampainya di depan pintu Ruangan Sang Kakak, tanpa menunggu Riri segera membuka pintu dengan sedikit keras,


Dan betapa kagetnya dia melihat Sang kakak tengah meringgis karena jambakan Restie,


"Siapa kamu..!" Pekik Riri berlari dan segera menarik tangan Restie dari rambut sang kakak, Hingga terlepas,


Restie yang kaget oleh kedatangan Riri yang tiba-tiba, Tidak sempat menghindar Saat tangan lincah Riri menarik Rambut pirang nya


dengan kuat,


"Berani nya kamu menyakiti kakak ku hah!"


Riri berucap sambil menarik Rambut Restie menuju pintu keluar, sesampainya di luar dengan kencang Riri mendorong Restie dengan kuat,


Sehingga bo Kong indah Reste mendarat dengan mulus di atas lantai keramik Rumah sakit itu,


Bahkan Tangan Riri penuh dengan Rontokan ranbut Restie,


"Pergi kamu dari sini sebelum aku mencabut semua rambut yang ada di kepala mu itu!," Ucap Riri dengan dada kempang-kempis,


Menahan geram,


kemudian masuk kembali kedalam untuk melihat keadaan Sang Kakak,


Bersambung ....


panjang banget ini tuh ya 1500,kata


jangan lupa like nya ya bestie


bagi mawar ๐ŸŒน berdurinya juga boleh๐Ÿ˜‚

__ADS_1


mohon maaf bila banyak typo nya ya ๐Ÿ™


__ADS_2