PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Ulang tahun Re,


__ADS_3

Hari ini Riri tengah sibuk dengan persiapan Ulang tahun pertama, Baby Re, Berbagai persiapan Riri lakukan, Diantara nya dengan menyiapkan bingkisan special untuk 300 Pc, Penghuni Rumah singgah kurang lebih 100 orang, Anak Yatim Piatu, dan juga Lansia,


Seminggu lagi, Rencana nya Riri akan mengadakan Syukuran dan Doa bersama di Rumah singgah milik Mendiang Kakak nya, Bunda dari baby Re, Nisa,


Rencana itu memang sudah Riri Susun jauh-jauh hari, Walaupun mendapat penolak kan dari Arya, Yang ingin merayakan Hari lahir Putra nya itu di Hotel dengan Pesta yang meriah,


Namun hal itu langsung di tolak mentah-mentah, Oleh Riri, Menurut nya Re masih kecil melum mengerti apa-apa, Belum mengerti dengan yang namanya Pesta yang mewah,


Lagi pula Baby Re juga belum punya banyak Teman, saat ini, Dan Dengan merayakan nya bersama penghuni Rumah Singgah, Itu lebih baik menurut Riri, sekalian mengajarkan kepada baby Re untuk berbagi, Dengan sesama yang lebih membutuh kan,


.


Dan Arya lagi-lagi harus mengalah dengan keputusan Mami nya Re yang keras kepala itu,


.


" Mba Rina. Nanti yang Hias Cake nya, Mba Rina aja yah bikin yang gede mba,


Biar semua kebagian, Nanti di anter pake Mobil Delivery kesana nya, "


" Dan jangan lupa, Ingetin ke anak-anak SDA juga, Untuk ikut semua, Yang punya Ade, Atau keluarga yang mau ikut juga boleh di bawa, Ikut meramaikan lah,


lumayan Nanti dapet bingkisan Special dari Re, "


Riri berucap sambil Terkekeh-kekeh,


Dan di ikuti pula oleh Rina, mereka tertawa cekikikan, kala membayangkan Jika Nenek-nenek harus mendapat bingkisan Parsel yang di gemari Anak-anak Kecil,


Karena di Rumah singgah itu juga banyak Lansia yang Dulu nya terlantar, Tak memiliki sanak saudara, Atau mereka sengaja di tinggalkan di jalan oleh Keluarga nya yang merasa di repotkan, Dengan keadaan orang tua mereka yang sudah uzur,


" Mba Riri, Bagaimana jika Bingkisan nya di jadikan Dua macam, Ada yang untuk Anak-anak, dan Dewasa, " Usul Dewi, yang mendengar Pembicaraan Riri dan Rina,


Tentang Bingkisan Nanti,


"Kita kan pengen juga dapat bingkisan Special dari baby Re, " Lanjut Dewi sambil tertawa lebar,


" Betul juga tuh ide nya Mba Dewi, Kalau begitu mba Dewi ikut aku ke atas yuk kita diskusi di atas aja, Bagus nya apa yang cocok untuk bingkisan orang dewasa, " Ajak Riri sambil mengamit lengan Dewi dan Rina,


.


ke esokan harinya


.


"Bagaimana pendapat mba Riri?, " Dewi menyodorkan Kotak contoh bingkisan khusus untuk orang dewasa, Ke hadapan Riri,


Riri meraih dan meneliti sedetail mungkin apa saja isi dalam kotak tersebut,


Dua buah toples kecil, berisi Cookies, Dengan rasa yang berbeda, berukuran 250gr, masing-masing toples nya, satu Syal lokal dengan motif cantik, Dilipat sekecil mungkin, terlihat sangat cantik,


Satu buah Aksesoris berupa gelang manik-manik yang cantik dan unik, brand dari SDA, ( SariDewi Aksesories),


" Nah kotak ini kita letak kan di dalam sebuah paper bag, Diatas nya tinggal kita tambahkan Aneka Cake, Yang di kemas kecil atau Muffin gitu, Gimana? "


Dewi menjelaskan apa saja Isi dari Bingkisan itu, dan meminta pendapat Riri,


" Oke! Kita buat yang seperti ini saja, Simple dan praktis, " Riri menatap Dewi yang mengaguk, Setelah itu pamit, Undur diri untuk menyiapkan semua yang di perlu kan,

__ADS_1


" Mba Rina jangan lupa itu yang untuk Anak-anak, Tambahin dengan Mainan yang lagi Boming saat ini, Minta tolong Bang Fikri aja yang beliin, "


" Ok!, Udah beres kan semua nya?, Kamu nggak minta bantuan ke Papi nya Re?, Atau sekedar melibatkan nya dalam memilih atau menyiapkan parsel nya, Kali aja Dia mau ikutan!, "


Riri terdiam sejenak, Sebelum menjawab pertanyaan Rina, Dengan gelengan kepala,


Rina hanya menghela nafas, Demi jawaban Riri itu,


" Coba kamu hubungi Papi nya Re, Tanya apa Pendapatnya tentang Parsel, Atau yang lain mungkin, " Usul Rina,


Dan akhirnya Riri menelpon Arya untuk menjelaskan semua nya dan juga bertnya apa Papi nya Re itu akan mengusulkan sesuatu atau tidak,


Dan hasil nya adalah, Arya Menambahkan Amplop di setiap parcel nya, Dan itu di setujui oleh Riri,


Tak terasa hari yang di tunggu-tunggu pun kini telah tiba, Kedua Toko, Ya itu SDA dan juga SDB, Hari ini libur karena semua Karyawan di undang untuk meramaikan hari jadi Big bos mereka, yang ke 1 Tahun,


Dan yang membuat para Karyawan itu senang adalah, mereka boleh mengajak sanak saudara mereka, Tanpa terkecuali,


Denga fasilitas transportasi di tanggung oleh Papi nya Re, Acaranya jam 1 Siang sekalian makan bersama, Catering sudah di urus oleh Rina,


[ " Ingat tidak usah membawa kado, Cukup kehadiran nya dan doa saja, Itu sudah lebih dari cukup buat Re, " ]


Begitu pesan Riri Di grup chatt Karyawan,


Bukan nya Sombong atau bagaimana, Riri hanya tidak ingin membebani para Karyawan kedua Toko nya itu, Dengan macam-macam, Kado, Dan hal itu bisa membuat Mereka menguras tabungan. hanya untuk sebuah Kado,


Lagipula Re masih kecil belum terlalu mengerti dengan hal itu,


Pagi itu Re bangun lebih awal, Dari Mami nya, Bayi montok itu merangkak dan menepuk-nepuk pipi Riri, Meminta Susu,


Riri yang terbangun dengan Tepukan tangan Re, Yang semakin keras itupun membuka matanya, " Ada apa sayang?, " Denga. suara serak nya Riri bertanya,


" Cuu cuu.. Maa.mii, " Re kembali berkata di sertai rengekan khas bayi yang merajuk,


Sambil mendusel-duselkan wajahnnya ke tubuh Riri,


" Oke. Sayang tunggu sebentar ya, " Riri bangun dan melirik jam yang tergantung di dinding kamar nya,


"Hem baru jam 5 ternyata, Baby sudah bangun," Gumam nya sambil mengikat Asal rambut nya dan membuatkan Susu untuk bayi montok nya, Yang sekarang sedang bergulingan di atas tempat tidur yang luas itu,


Setelah menyerahkan Sebotol Susu kepada Re, Riri meraih Phonsel nya yang berada di atas Nakas, di samping Tempat tidurnya,


Yang ternyata ada Notif pesan dari Papi nya Re, Yang mengatakan akan menjemput mereka, jam 10 nanti,


" Jam 10 Aku jemput kamu sama Re, kita berangkat bareng, Ingat jangan nekat bawa mobil sendiri, Jauh soal nya, Kasian Re!, "


"Huh dasar orang ini, " Rutuk Riri sambil kembali merebahkan dirinya di samping Re, Yang tengah Asik mengenyot Dodot nya dengan tekun,


" Aku berangkat bareng Kak Danis, pake mobil aku, Kita ketemu di sana aja nanti, "


Riri membalas pesan Arya dengan Santai, Mengatakan jika dirinya akan berangkat dengan Danis kekasih nya, Tanpa dia ketahui. jika seseorang yang membaca Pesan nya di sebrang sana, Kini tengah terbakar api cemburu,


.


Arya yang pagi itu bangun lebih awal dari biasanya. Kini tengah Duduk di meja makan dengan secangkir kopi di hadapan nya, Terlihat sedang mengotak-atik, Phonsel nya, Dirinya mengirimkan pesan kepada Riri,


Jika ia . akan menjemput mereka nanti, Untuk berangkat sama-sama, ke Rumah singgah, yang berjarak agak jauh dari kota,

__ADS_1


Perjalanan ke sana butuh waktu satu jam baru sampe, Di rumah singgah tersebut,


Namun balasan Riri membuat Rahang nya mengetat, Arya meraup wajah nya dengan kedua Tangan nya, Yang bertumpu pada meja,


" Kenapa?, Mukanya kok kusut gitu,? Hari ini kan acara ulang tahun Re!, "


Papa Wiguna yang baru saja bergabung dengan nya dengan Cangkir kopi nya pula, Yang baru di buatkan bi Atun, Yang sekarang kembali lagi ke rumah utama, Memandang raut muka Putra nya yang terlihat putus asa,


Arya memandang muram, Wajah Papa nya


Tanpa menjawab pun pasti Papa nya itu tahu, Apa yang menyebab kan nya seperti itu,


" Jika kamu berdiam diri saja menunggu Riri jatuh cinta sama kamu, Percaya saja, Hal itu tidak akan pernah terjadi!, "


Papa Wiguna menyesap kopi nya sesaat, Setelah mengatakan hal itu, Kemudian memandang Sang Putra yang duduk di depan nya,


" Kamu tahu sendiri bagaimana imez kamu di mata nya, Dimata nya, Kamu adalah pria, Brengsek dan sombong, yang tega menelantarkan Kakak kesayangan nya selama kalian menikah, Hingga Akhir nya berpulang ke panggkuan yang kuasa, "


Lanjut nya lagi, dengan menatap serius mata Anak nya, Yang kini semakin muram, Kala mengingat perlakuannya dahulu, Kepada Nisa, Mendiang Istri nya,


" Riri itu Susah di bujuk, Keras kepala, Jika dia tidak suka, Maka dia akan membantah,


Berusahalah dengan giat jika kamu menginginkan mereka berdua, Tunjukan keseriusan dan kesungguhan mu, Dan jangan terlalu lama mengulur waktu, Bisa-bisa Riri dilamar duluan sama orang lain, "


Usai mengatkn itu Tuan Wiguna berdiri membawa serta kopinya menuju Halaman belakan Rumah, Untuk berolahraga Ringan di sana menghirup udara segar di pagi hari, Jam sudah menunjukan pukul 6 pagi itu,


Sepeninggal sang Papa, Arya termenung mencerna setiap kata yang di ucapkan, Papa nya itu, Dan detik berikut nya Tangan nya meraih Phonsel nya dan menelpon Riri,


Beberapa saat menunggu, Sampai akhirnya terdengar suara serak Riri, di sebrang sana,


Yang menjawab,


[" Halo.. Ada apa sih telpon jam segini, Aku masih ngantuk nih, Baru juga jam 6, Masih lama berangkat nya, ". ] Cerocos Riri, Bahkan Arya pun baru hendak membuka mulut nya bersiap untuk menyapa, Namun sudah kedualu oleh Cerocosan Riri,


Arya yang mendengar Suara serak Khas Riri itupun, Hanya bisa mengigit bibir nya,


Dengan inti tubuh nya yang kian berdenyut,.


"Astaga Riri..," Erang Arya dalam hati.


"Pokonya kita berangkat bareng, Jam 10 Aku jemput. Ngak ada penolakan, "


Arya langsung memati kan sambungan telpon nya sepihak, Dirinya tidak ingin mendengar penolakan dari Mami nya Re itu, Apa lagi sampai mendegar Nama pria lain di sebut, Ogah,


.


.


Bersambung..


Mohon maaf bila telat up nya ya ๐Ÿค—


Jangan lupa jempol nya ya reader


semoga suka dengan part ini๐Ÿ˜‰


gimana udah pnjng loh ini part nya๐Ÿ˜‚

__ADS_1


__ADS_2