PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 117


__ADS_3

Setelah acara Akad selesai, dan mengucap kan terimakasih  kepada pengurus masjid setempat,


Setelah itu  semua rombongan pengantin itupun kini telah menuju sebuh Resto yang sudah di booking oleh Tuan Wiguna, 


Karena Bi Nining, Menolak di adakan resepsi atau semacam nya, maka Tuan Wiguna hanya mengadakan makan bersama, 


"  Selamat atas pernikahan nya Tuan, semoga bahagia selalu,"  Ucap Dimas, 


"Terima kasih, Sudah mana istrimu? Kenapa nggak  ikut?," 


" Maaf Tuan, Rina lagi mabok,Bawaan nya mual  terus kalau di ajak keluar, Jadi ya dia nggak ikut, "  Tukas Dimas,


"Wah, Calon Papa sekarang ya, Selamat atas kehamilan Istri mu,"  Tuan Wiguna menepuk pelan Bahu Dimas, 


" terima kasih Tuan," Ucap Dimas,


Sesaat ia merasakan getaran di saku nya, 


Menandakan jika ada panggilan masuk di phonsel nya,


Setelah permisi untuk menerima telpon Dimas segera menepi dari hiruk pikuk Orang-orang yang tengah berbagi cerita dan saling mengobrol satu sama lain,


Setelah bener apa Menit, Dimas kembali mendekati bos nya yang sedang menyuapi Putra dan juga Istrinya makan, 


" Bos?," Dimas berbisik di telinga Arya dengn raut serius, Membuat geeakn Tangan Arya yang ingin menyuapi Riri, Terhenti sejenak, Dengan Raut wajah yang kaget bercampur khawatir, 


" Ada apa Pih?" Tanya Riri dengan dahi mengkerut, Menyadari raut khawatir dari suaminya itu,


" Sayang, Mama pingsan, Dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit,"  Arya terdiam sebentar, Menelisik raut wajah istrinya itu,


" Ya udah, Papi buruan nyusul, Nanti aku pulang nyetir sendiri, Gak apa-apa,Papi Bareng Mas Dimas aja," 

__ADS_1


Seakan tahu apa yang sedang di pikirkan Suaminya, Riri dengan cepat mengatakan hal itu,


Ia tidak ingin menahan-nahan suaminya jika itu menyangkut kesehatan ibu nya,Biar bagaimana pun juga kan, Arya tetap harus berbakti kepada Ibu nya,


Riri tidak pernah melarang, Atau mempermasalahkan hal itu,Baginya, Yang terpenting dirinya dan anaknya tidak di ganggu, 


" Tapi sayang, Mas nggak tega ninggalin kamu, Apalagi nyetir sendiri," Arya masih belum bisa meninggalkan istri nya, Dan membiarkan menyetir dengan perut buncit nya,


" Ya udah, aku telpon Bang Fikri aja ya minta tolong buat jemput aku sama Abang," Usul Riri, Dan langsung di setujui oleh Arya,


" Mas Tungguin Si Fikri nya datang, Baru Mas ke Rumah sakit, " Putus Arya,


Riri hanya mengganguk menuruti perkataan sang Suami, Setelah ia menelpon Fikri dan meminta tolong pada nya untuk di jemput, Pemuda yang kini di ketua tengah dekat dengan salah satu bawahan nya di SDA itupun menyanggupi nya, 


" Pah, Ibu, Riri balik duluan ya, Mas Arya ada Urusan yang Urgent, Nggak bisa di tunda katanya, ". Berpamitan kepada Kedua mertua nya itu,


 Agak aneh sih sebenar nya, jika menyebut Bi Nining, sebagai Ibu mertua nya, Karena sebelum nya kan ia sudah mengganggap  beliau seperti  Ibu kandung nya, Namun kini telah berubah menjadi Ibu mertuanya,


" Iya Nak, Maaf ya nggak bisa nganter, Masih banyak temen Papa itu,Ada juga yang masih Otw,"  Tukas Tuan Wiguna, Memandang Menantunya yang bernafas saja sudah sangat berat karena sesak  dengan perut nya yang membuncit mengandung Cucu kedua nya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia ini, 


" Em.. Nanti. Ibu akan langsung ikut Papa ya?"  Tanya nya kemudian,  Sebenar nya tidak  perlu di  tanya lagi soal itu,


Bi Nining, Sudah pasti akan mengikuti Kemana suaminya akan membawa nya, Seperti hal nya dirinya saat menikah dengan Arya, 


" Iya sayang, Ibu akan langsung ikut Papa," Bi Nining, memeluk dan mencium kening Riri, wanita muda yang sangat baik hati, Yang sebentar lagi akn menjadi Seorang Ibu seutuh nya,


Tanpa kebaikan Riri, Yang merawat nya dengan kasih sayang, Bi Nining tidak akan sampai di tempat ini, Seperti sekarang ini,


"Sayang, Ayo itu Fikri nya sudah sampai," Arya segera merangkul erat pinggang Riri dan menuntun nya menuju mobil yang sudah Ada Fikri yang duduk  di depan kemudi,


Setelah menaik kan Re terlebih dahulu do depan bersama Fikri, Kemudian Arya membantu Riri masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Hai big Bos, yang semkin ganteng, " Fikri menyapa Re yang baru saja di duduk kan oleh Papi nya. Di samping nya,  Sembari menyodorkan kepalan tangan nya dan di sambut dengan hal yang sama oleh bocah itu,


" Hai juga Om Fiki,"  Kemudian tangan nya  reflek menyisir  rambut nya kebelakang, dengan Gaya Cool nya, 


"Ya Ampun sempat-sempat nya," Gumam Riri terkekeh kecil, setiap kali melihat Kelakuan Putra nya itu, dirinya selalu geli,


" jangan capek-capek di rumah ya sayang, istirahat yang cukup, Kasian Istri Mas, dan juga Anak Mas di dalam sini, Pasti kecapekan banget,"   Arya mencium perut buncit istrinya, Setelah itu ia mengecup singkat bibir nya,  membuat Ririn mendelik mata,nya malu jika di lihat Fikri, 


" Papi. Kok Papi nggak ikut pulang,". Tanya Re berdiri dari Duduk nya dan menegoko kedua orang Tua nya di jok tengah,


" Papi ada Urusan sayang, Abang pulang sama Mami aja dulu ya, Abang bantuin Papi jaga Mami dan Adik ya, Papi nggak akan lama ok!," 


  


Arya mengecup puncak kepala Putra nya, Setelah menjawab dengan anggukan 


" Fik, tolong anterkan Istri dan anak  saya sampai ke rumah dengan selamat ya, Jangan ngebut bawa mobil nya," 


 Pesan Arya kepada Fikri, yang langsung mengganguk kan kepala kepada Suami Bos nya itu, 


 


Setelah mobil CRV yang membawa istri dan Anak nya, Sudah tak terlihat lagi, Arya berbalik dan mendatangi Mobil Dimas yang sudah stanbay  sedari tadi, 


" Ayo Dim,"


 Ucap Arya setelah duduk manis di jok tengah,  Pikiran nya tengah menerka-nerka apa yang terjadi kepada Mama nya, Sampai membuat nya pingsan, Semoga tidak terjadi hal-hal buruk kepada sang Mama,


.


Bersambung….

__ADS_1


Jangan lupa jejak-jejak nya ya guys,  🤗


__ADS_2