PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 110


__ADS_3

Tak terasa kini sebulan telah berlalu,


Hari ini adalah hari bahagia, Bagi Asisten Arya Itu, Dimas Anggara dengan Karina Devianti,


Acara Akad akan di gelar jam 8 pagi di Sebuh hotel berbintang, Di lanjutkan dengan acara Resepsi di tempat yang sama,


Pagi-pagi sekali Riri sudah sibuk kesana kemari dengan perut buncit nya,


" Sayang, pelan-pelan jalan nya, Kasian ini anak Mas di dalem entar pusing, Mami nya kalau jalan nggak bisa pelan,"


Arya menangkap pinggang Riri saat melintas di depan nya,


" Aduh, Istriku. Sini cium dulu, " Arya kininsudah memangku Riri di tepi Ranjang, seraya tangan nya mengelus perut istri nya yang sudah buncit itu,


Arya menyeruput sarapan pagi nya dengan mengabsen semua sudut bibir istri nya, tangan nya berpindah dari perut turun sampai ke pangkal paha Istri nya itu,


membuat lenguhan lolos dari bibir Sexy istrinya itu, Hal itu semakin membuat Arya terpantik gairah yang kian memuncak,


" Aduh sayang, Mas jadi pengen anu pagi-pagi," Suara Aray sudah terdengar berat di telinga Riri, Yang masih berada di pangkuan Suaminya itu,


" Mas ih, kita kan mau menghadiri Akad nya Mba Rina ini," Riri berusaha turun dari pangkuan Suaminya yang masih menciumi celuk leher nya,


" Sebentar aja sayang ya, Mas udah tegang nih," Arya merengek dengan membawa satu tangan Riri dan meletak kan nya di atas Aset berharga nya itu,


" Tuh. Dia udah tentang gitu, Masa Mami tega sih sama Papi, Bakal pusing nanti kepala Papi kalau nggak di tuntaskan," Rayunya,


Kemudian tangan nya bergerak menarik tali bathrobe yang di kenak kan istri nya itu, Matanya langsung berbinar kala pandangan nya di suguhi dua benda kesayangan nya itu,


" Mas ini sudah jam 7 loh, Entar telat.."


Riri memejamkan matanya saat merasakan hangat nya Mulut suaminya yang tengah menyeruput dada nya dengan bergantian,

__ADS_1


keadaan nya, yang belum mengenak kan apapun usai mandi tadi, Semakin memudah kan aktifitas sang Suami,


Riri tak dapat menahan suara lenguhan nya, kala tangan Arya sudah menyentuh **** ***** nya di bawah sana, Kedua tangan nyabyang bebas Kini telah ia kalungkan di leher Suaminya yang masih tekun menyesap dan mengigit kecil Puncak dada nya,


Pagi itu kedua suami istri itu kembali mendaki puncak kenikmatan Surga dunia, Kedua nya larut dalam kubangan gairah yang tengah memuncak,


Riri tak lagi memikirkan akan terlambat menghadiri Akad Asisten tersayang nya itu, Sejenak ia lupa, Terhanyut dengan kenikmatan yang Arya suguhkan untuk nya Di waktu yang masih sangat pagi itu,


" Ini semua gara-gara Papi nih, Telat kan kita jadi nya,"


Riri yang tengah duduk manis di sebelah Arya yang sedang mengemudikan mobil nya, Dengan wajah cemberut,


Mengomeli suaminya itu, Sebab karena ulah nya dia jadi ketinggalan Acara Akad, Dan kini ia tinggal menghadiri Resepsi saja,


" Ya mau gimana sayang, Habis nya kamu semakin enak dan gurih..," Ucap nya enteng, tanpa malu kepada Bu Nining yang duduk di jok tengah bersama Re,


" Mulut nya itu loh, Selalu aja slong gitu," Riri semakin menekuk wajah nya kesal,


" Mami nggak boleh gitu, nyalahin Papi, Yang enak kan Mami juga tadi, " Arya berbisik di telinga Riri, Seraya mengecup pipi yang semakin Chubby itu, karena kehamilan nya,


" Ihh Papi ini..! genit," Tukas Riri tangan nya terukur mencubit gemes pinggang Suaminya,


" Papi Denit?, " Sahut Re dari jok tengah, Membuat Riri Terbengong, Mendengar putra nya, Menggikuti perkataan nya,


" Tuh Mih, nggak boleh ngomong sembarangan di depan Baby, " Arya mencolek hidung Riri yang menatap nya horor,


"ini juga gara-gara Papi," Sungut nya,


"Baby nggak boleh ngomong yang kek tadi ya, nggak baik itu," Riri menasehati Putra nya, yang langsung di angguki oleh bayi yang sebentar lagi dua tahun itu.


" Anak Mami pintar ganteng lagi," Puji Riri kepada putra nya itu, Yang langsung menyugar rambut nya ke belakang saat mendengar pujian sang Mami barusan,

__ADS_1


Riri dan Arya saling pandang saat melihat kelakuan sok cool putra mereka itu, Astaga,


" Anak kamu itu pih," bisik Riri kepada Arya, Menghukum senyum geli,


Sedang Arya hanya terkekeh melihat tingkah Putra nya itu,


" Selamat menempuh hidup baru ya Mba Rina, Semoga cepat di beri momongan," Ucap Riri seraya memeluk Rina,


"Amin! Terima kasih Ri," Rina tersenyum penuh haru, Menggingat kebaikan Almarhum Nisa dan juga Riri,


" Selamat ya Bro! Semoga langgeng sampai kakek nenek, Sebagai rasa terima kasih saya karena kerja keras mu di Perusahaan selama ini, Saya dan istri saya, Memberikan libur selama satu Minggu dan paket Honeymoon ke Bali selam empat hari,"


Tukas Arya menyalami Dimas,sembari menyerahkan amplop tiket yang sudah ia siapkan untuk Asisten serba bisa nya itu,


" Wah.., Terima kasih banyak Bos, Teryata bos baik juga ya,". Pungkas nya dengan senyum semringah,


" Hem, Ingat, Satu Minggu, Masa libur mu, Jika telat sehari gaji melayang," Cetus nya dengan senyum devil nya,


" Ih Papi nih Nggak boleh kejam-kejam sama orang," Riri menegur suaminya itu, dan menyeret nya turun dari panggung pelaminan,


menuju stand makanan,


"Pih, Aku mau, Buras ," Riri menunjuk salah satu stand yang bertuliskan Buras, Arya mengikuti arah yang di tunjuk kan istrinya itu,


" Oke, Mami tunggu di meja saja ya, Biar papi yang ambilkan, Kasian ini Anak Papi didalam, Nanti kesenggol sama orang-orang yang ngantri untuk mengambil makanan,"


Ucap Arya, seraya menggiring Riri ke meja VIP, yang di sediakan untuk tamu-tamu petinggi Perusahaan,


di meja itu ternyata sudah ada Tuan Wiguna yang sedang tebar pesona kepada Bi Nining yang dudu bersebelahan dengan Re,


Dari jarak dekat Riri dan Arya terbengong saat melihat Opa nya Re itu yang sedang menyugar rambut nya yang telah dihiasi uban itu, Kebelakan dengan gaya Cool, Saat mendapat pujian dari Bi Nining, Persis seperti yang di lakukan Re tadi di mobil saat mendapat pujian dari Mami nya,

__ADS_1


bersambung,


Jangan lupa jejak-jejak nya ya bestie 🤗


__ADS_2