PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 109


__ADS_3

Arya menginjak kan kaki nya di rumah, saat jam sudah menunjuk kan pukul 10 malam, Setelah mengurus Maslah yang di buat Mama nya itu, Bukan Maslaah berapa nominal yang ia keluarkan,


Tetapi yang membuat nya sedikit kesal adalah, Kenapa Mama nya itu harus bermain judi, sehingga membuatnya terlilit hutang,Akibat kalah judi,. Astaga.. Kepalanya terasa pening,


Arya masuk kedalam Rumah dengan kunci yang selalu ia bawa, Rumah sudah sepi, Langkah nya perlahan menuju Dapur,


Arya menduduk kan dirinya di kursi dengan segelas air putih di tangan nya, Pikiran nya terus melayang kebeberpa menit yang lalu,


"Mama melakukan itu karena Mama kesepian Arya, Papa kamu udah ngebuang Mama begitu aja, Bahkan Mama minta kesempatan sekali saja, Papa kamu nggak mau, Dan tetap menceraikan Mama, Kamu juga nggak perduli sama Mama, kamu sibuk dengan keluarga baru kamu, Kalian nggak pernah mikirin perasaan Mama,"


Panjang lebar Ranti mengeluarkan uneg-uneg nya kepada Arya, sepanjang perjalanan menuju Rumah tempat tinggal Ranti yang di berikan oleh Tuan Wiguna beserta Art nya,


Arya masih melamun dengan gelas kosong di tangan nya, sedikit terkejut Ketika sepasang tangan halus yang melingkari pinggang nya,


" Mas Arya baru pulang?,Udah makan malam?,"


Arya tersenyum mendengar serentetan pertanyaan dari Istri nya itu, Yang selalu membuat nya Rindu, ingin cepat-cepat pulang,


" Belum tidur hem, " Arya membalik kan tubuh nya dan merengkuh tubuh hangat istri nya kedalam pelukan nya,


" Mas belum makan sayang, tadi Mas mampir kerumah Papa dulu, Kamu kenapa jam segini belum tidur? Apa anak mas yang disini rewel," Sebelah tangan Arya turun mengelus perut Riri yang sedikit menonjol,


" Nggak bisa tidur, Adek nggak rewel kok, Abang juga nggak rewel," Tukas Riri, sembari melepaskan pelukan nya, Kemudian berjalan menukan Lemari tempat menyimpan lauk pauk dan sayur,


" Mas mau makan? Tadi ibu bikin pepes Patin, enak banget, Mas udah pernah makan pepes patin?" Tanya Riri dengan membawa piring pepes patin buatan Bi Nining,berjalan ke meja yang berada di dapur itu, yang hanya memiliki 4 buah kursi, biasanya tempat makan Art nya,


" Belum pernah sih, Tapi mencium aroma ny saja, Sepertinya enak ini, Mas mau coba," Arya berdiri dan menuju wastafel untuk mencuci kedua tangan nya,

__ADS_1


Sedang Riri telah mengalahkan Dua centong masih panas di piring untuk Suaminya itu,


" Silahkan di makan, Enak banget itu pepes nya, " Ucap Riri sembari menyorongkan Nasi dan juga Pepes patin yang sudah ia buka di hadapan Arya,


" Makasih sayang, " Arya menyuapkan sesuai Nasih hanget dan juga Pepes nya,


" Hem.. enak sayang, daging ikan nya ini lembut banget, Enak, " Ucap nya yang kemudian Arya sudah tak bersuara lagi karena fokus dengan makanan yang ada di depan nya,


Setelah menandaskan sepiring Nasi dan satu bungkus Pepes patin nya kini Arya sudah kenyang, dan tengah menunggu Istri nya mencuci piring bekas nya makin tadi,


Dengan terus memperhatikan penampilan Istri nya yang terliha semakin Sexy dari hari kehari,


" Yuk, Kita kekamar, " Riri telah selesai dengan kegiatan nya, dirinya memang tidak suka merepotkan Art nya, selagi ia bisa, maka ia akan mengerjakan nya sendiri,


" Yuk, Saat nya Mas memanjakan Istri cantik dan Sexy nya Mas ini, " Arya merangkul pundak Riri sambil berjalan menuju kamar mereka,


" Tunggu Mas ya sayang, jangan tidur dulu, Mas kangen kamu," Tukas Arya sambil mendudukan Riri ditepi ranjang,


" Iya Mas, " Jawab Riri dengan lembut


.


...****...


" Mas. kenapa malam terus pulang nya," Kiran bertanya seraya turun dari ranjang dengan memegang perut nya yang semakin membuncit itu,


Sedang yang di tanya hanya diam tak menanggapi pertanyaan dari Wanita yang berstatus sebagai istri nya itu,

__ADS_1


Perlahan Kiran berjalan menghampiri Danis, yang baru meletak kan dompet dan juga Phonsel nya di atas Nakas,


" Sudah makan?, " Tanya nya lagi, dengan tangan terulur hendak menyentuh lengan suaminya, Namun dengan cepat Danis berlalu dari hadapan nya,


" Mas.."


" Aku capek, Gerah mau mandi," Potong nya cepat, Berlalu dari hadapan istrinya, Menyambar handuk nya dan berlalu kekamar mandi,


Kiran terdiam berdiri di tempat nya, dengan Hati nyeri, Sebulir air mata jatuh membasahi Pipi chubby nya, Perlahan tangan nya mengusap Perut nya, Anak nya di dalam perut ikut bergerak selaras dengan usapan tangan Ibu nya, Seakan mengerti dengan Suasana hati ibu nya,


Dengan dadanya yang kian sesak. Kiran kembali berjalan dengan masih mengusap perut nya, Perlahan Kiran menaiki ranjang luas namun terasa dingin dan hampa,


Suaminya itu berubah dingin sejak mengetahui persekongkolan nya dengan Ibu mertuanya itu,


Dengan menumpuk dua bantal Kiran kini telah membaringkan dirinya, rasa kantuk kini telah menghampirinya, Sebelum menutup matanya Kiran sembari menoleh pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat,


" Aku kangen kamu Mas," Gumam nya sebelum terlelap dengan posisi tidur telentang, setengah duduk,


Bersambung...


Maaf ya readerku sayang, Up nya telat🙏


tadi itu udah ngetik panjang kali lebar


dan, karena Othor nggak sengaja tinggal bentar, pas balik lagi layar Hp nya udah mati, Trus pas mau lanjut ngetik, tiba-tiba udah nggak ada draft nya, ilang gitu aja, Jadi Other ngetik dari awal lagi,


Maaf ya kalau dikit🙏

__ADS_1


__ADS_2