
" Bagaimana Dok? Anak saya nggak sakit parah kan? Dia nggak kenapa-napa kan Dok'
Anak saya.."
" Riri sayang, Tenang dulu biar dokter menjelaskan, "
Arya merangkum pundak Riri yang terlihat cemas dan panik, Riri pun mengatupkan bibir nya,
" Anak Ibu tidak apa-apa, Hanya demam biasa, tapi saya sarankan di rawat inap sehari ya, biar kita pantau juga, apabila Beberapa jam kedepan masih belum turun panas nya, kita periksa darah untuk memastika lebih lanjut, "
Setelah mengatakan hal itu dokter itupun berlalu,
" Dede nya kita pindahkan ke ruang rawat ya, Tuan, Nyonya! "
seorang perawat berkata kepada Riri dan Arya,
" Baik sus, Saya mau kamar VIP ya!, "
perawat tersebut mengangguk dengan sopan,
Sedang Riri hanya diam, dia menyerahkan semuanya ke pada Arya,
Setelah perawat itu berlalu untuk menyiapkan ruangan, Arya menoleh Riri yang masih menunduk di atas bed dan menciumi wajah Anak nya dengan sayang,
" Maafin Mami ya baby, Mami sayang banget sama kamu, "
Riri terus saja berbicara, sambil mengelus lembut kepala Re yang kini tertidur lelap setelah tadi dokter menyuntik nya dengan obat demam, penurun panas,
.
" Bu, Kenapa jadi gini sih, Kenapa Ibu nekat berbuat seperti ini? "
Danis menatap Ibu nya yang tengah duduk bersandar di kepala bed, Dengan tangan terbalut perban, sebelah tangan nya lagi di pasang selang infus,
Ibu dari Danis itu sudah di pindahkan di ruang rawat, bersebelahan dengan Ruang UGD,
" Kalau sampai Ibu kenapa-napa gimana Bu, Ak.."
" Biarkan aja Ibu mati! Itukan yang kamu mau? " Bu siska memotong perkataan Anak nya dengan emosi,
" Kamu nggak usah perduliin Ibu, Kamu urusin aja perempuan yang kamu cintai itu, "
Bu Siska menangis saat mengatakan hal itu,
Dirinya malu bercampur kesal dengan kelakuan putra nya itu,
__ADS_1
" Ya ampun Bu, Kok ngomong nya begitu sih! Aku nggak mau ibu kenapa-napa! "
" Kalau begitu kamu harus mau tunangan sama Kiran, Ibu nggak mau tahu, kalau kamu menolak Ibu lebih baik mati saja biar kamu puas! "
Danis meremas rambutnya dengan kedua tangan nya, Dirinya sangat mencintai Riri, Juga menyayangi Ibu nya sangat,
" Baik Bu, Tapi Danis minta waktu, " Danis menatap lekat mata Ibu nya,
" Ok. Ibu minta kamu segera putuskan hubungan mu dengan wanita tidak jelas itu, "
Bu Siska berkata seraya menatap tajam Danis,
" Bu, Riri itu bukan wanita tidak jelas, Ibu tidak tahu cerita yang sebenar nya! Anak yang bersama nya itu bukan anak kandung nya, tetapi anak Kakaknya yang meninggal saat melahirkan, "
Danis menatap Ibu nya yang malah membuang pandagan nya, ke arah lain,
" Dan juga Danis belum bisa menutus kan Riri begitu saja Bu, Danis sayang sama dia, Danis waktu, "
Mendegr ucapan Danis barusan, Membuat Bu Siska menoleh Anak nya yang kini tengah menunduk dengan wajah muram,
Kurang ajar sekali wanita itu, apa sih yang di berikan nya kepada Danis, Sehingga Anak nya yang penurut itu mampu membantah nya,
Walaupun dirinya sudah dalam keadaan sekarat, Danis masih bersikukuh mempertahankan Dirinya,
Siska hanya membuang nafas nya dengan kasar, Sepertinya Dirinya harus menemui wanita yang bernama Riri itu,
" Bagus! Demam nya sudah turun dan kondisinya semakin membaik, Besok pagi kalau tidak ada keluhan sudah boleh pulang yah! "
Dokter berkata setelah memeriksa kembali kondisi Re, Dan mendegar penuturan Dokter Tentang keadaan Anak nya Membuat Riri berucap Syukur, Anak ya tidak kenapa-kenapa, "
Riri takut, Takut bila Re akan meninggalkan nya seperti kedua orang tua nya dan juga Kakak kesayangan nya,
Sedikit tersentak kala tangan hangat Arya menggenggam tangan nya, Menoleh Arya yang sedang menatap nya dengan tanda tanya,
" Lagi mikirin apa? " Arya bertanya Dengan menyentuh Pipi nya,
Riri menengok kiri kanan, ternyata dokter dan perawat sudah pergi, dirinya sampai tak sadar, Karena sedari tadi dirinya tengah melamun,
" Nggak mikirin apa-apa, " Jawab nya pelan,
Arya menuntun Riri menuju Sofa yang berada di sisi kanan bed tersebut. Mengajak nya duduk,
" Kamu makan dulu ya sejak siang tadi kamu belum ada makan! "
Arya mengangsurkan kotak yang berisi makanan, Tadi dirinya menyuruh Dimas untuk membeli nya,
__ADS_1
" Aku nggak lapar, " Riri menolak dengan memalingkan pandagan nya yang sudah berkaca-kaca, Mengingat Re yang demam sebab dirinya yang egois,
" Hey.., Jangan menangis dong! Kan baby udah nggak kenapa-napa! " Arya mengelus kepala Riri dengan sayang, Dan menghapus air matanya,
" Aku takut baby kenapa-napa! Aku takut baby ninggalin aku, Seperti Kak.."
" Sstt! Udah jangan di pikirin kek gitu, Nanti kamu yang sakit, Baby kan udah sembuh, besok udah boleh pulang hem! "
Arya berkata dengan suara lembut. sembari menyodorkan sesendok makanan ke mulut Riri,
Riri mengganguk lemah, menyadari jika Arya menyodorkan sendok ke arah nya Riri pun meraih nya,
" Biar aku makan sendiri saja, Terima kasih, "
kemudian Riri memakan makanan nya sendiri, dengan tatapan mengarah ke arah bed Tempat Re tertidur,
Setelah sore tadi terbagun dan langsung mencari Papi nya, Riri semakin merasa bersalah pada bayi montok nya itu,
......................
" Tante yakin ingin menemui perempuan itu? "
Kirana kembali menyakinkan Ibu dari Danis itu, Yang ingin menemui Riri kekasih Danis yang menurut mereka telah membawa pengaruh buruk kepada Putranya,
" Tante sangat yakin sayang, Kamu tenang saja! Makanya Tante mengajak kamu, biar dia tahu kalau Danis itu sudah mempunyai Tunagan yang sangat cantik dan berpendidikan, "
Bu Siska tersenyum dengan lebar kala mengatakan kalimat terakhirnya itu, Sebuah pujian yang semakin membuat Kirana merasa di awang-awang,
" Kamu tahu kan di mana tempat kerja perempuan itu? "
Siska menatap calon menantunya yang sempurna di matanya itu,
" Tahu Tante! dengan senang hati Aku bakal nganter Tante! kesana "
Kirana bersorak dalam hati, " Yess akhirnya aku punya kesempatan buat beri perhitungan pada perempuan itu, " Kirana menyeringai tanpa terlihat oleh Bu Siska,
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen nya ya reader sayang 😘
maaf bila banyak Typo nya, 🙏
__ADS_1
love you all 😘😘