PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 88


__ADS_3

" Sayang, Udah dong jangan melamun terus, Kamu mikirin apa sih?," Kiran merasa jengkel sejak kejadian tadi siang Danis terus saja mendiamkan nya,


" Kamu masih mikirin dia? Ya Ampun Danis! Kamukan udah liat bagaimana bar-bar nya wanita itu, Tante aja sampe di bentak-bentak loh, Kamu rela Ibu kamu di bentak-bentak di depan umum begitu?,"


" Ya nggak lah, Aku cuma nggak nyangka aja kalau Riri kek gitu ke Ibuku, " Danis meraup wajah nya dengan kalut, Menggingat raut wajah kecewa Riri tadi siang, saat dirinya tidak mau mendengarkan penjelasan nya,


Namun Dirinya memang tak suka jika Ibunya di perlakukan seperti itu, Tidak bisa di pungkiri jika dirinya sangat merindukan Riri setelah mendiamkan nya selama ini, Dan tadi siang dirinya dengan emosi memutuskan hubungan mereka begitu saja,


Dulu ia yang mengejar-ngejar Riri, Siang malam mengiriminya pesan, dan mendatanginya di Ruko tempat nya berkerja,


Beberapa kali di tolak, Namun dirinya tidak pernah menyerah, Hingga akhirnya Riri menerima Cinta nya, Saat itu dirinya sangat bahagia, bisa memiliki Gadis pujaan nya,


Namun kini hubungan mereka harus kandas di tegah jalan, Karena Riri yang dia cintai menghianati nya, Dan Dirinya sendiri saat ini tidak bisa lagi memperbaikinya, Setelah apa yang dia lakukan bersama Kiran, beberapa waktu lalu, Dan mengakhiri hubungan mereka adalah keputusan yang tepat, Mungkin dirinya memang tidak berjodoh dengan Riri, Walau pun di hatinya masih tersimpn rapi perasaan nya untuk Riri,


" Udahlah nggak usah terlalu di pikirin, Dia yang ngehianatin kamu duluan kok, Bukan salah kamu, Kamu hanya membela Ibu kamu,"


Kiran berkata seraya bangkit dari duduk nya dan menghampiri Danis yang berdiri di dekat jendela kamar nya, memandang kolam renang yang berkilau karena pantulan lampu-lampu di sekeliling nya,


Kiran melingkarkan tangan nya memeluk Danis dari belakang, " Yang kamu pikirkan sekarang itu, Adalah pertunangan kita, Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah, " ucap Kiran dengan menyandarkan pipinya di punggung Danis,


Danis yang mendengar perkataan Kiran barusan sontak terkaget, Dan memutar tubuh nya menghadap Kiran, " Apa yang kamu katakan barusan?" Tanya Danis, memandang Kiran yang malah makin merapatkan Tubuh nya,


" Iya kamu akan menjadi seorang Papa, Aku hamil, " Kiran mendongak tersenyum manis menatap Danis yang mengerinyitkan dahinya,


" Secepat itu?," Tanya Danis, masih Syok mendegar kehamilan Kiran,


...*****...


.


Dengan dua porsi batagor dengan bumbu kacang berlimpah kini keduanya sudah duduk berhadapan tanpa meja yang menghalangi, di kursi plastik tanpa sandaran, masing-masing memegang piring nya,

__ADS_1


" Em.. Papi nya Re. udah sering makan disini?" Riri menyuapkan makanan kemulut nya dengan memperhatikan sekitar, lalulalang kendaraan yang hilir mudik,


" Belum lama juga sih, Baru beberapa bulan yang lalu, Aku tahu tempat ini juga dari seseorang," Kata Arya, kepalanya menoleh ke arah tiga orang pria yang baru saja datang dan memesan 3 porsi batagor,


Pandangan nya kembali menelisik kaki Riri yang putih mulus terbalut sendal kelinci,


Arya Menggeser kursinya lebih dekat kepada Riri, Dengan kedua kaki nya yang dia buka Arya memgapit Kaki Riri yang duduk menghadap nya dengan kedua kaki nya yang rapat,


" Kok gini duduk nya? Nggak enak diliatin orang nanti," Riri memprotes cara duduk Ari yang mengapit kedua kaki nya,


" Nggak apa-apa, Diliatin karena posisi duduk kita begini, Aku lebih nggak rela kalau kaki kamu jadi perhatian mereka, " Tukas Arya sambil melanjutkan makan nya,


Sedang Riri langsung memperhatikan kaki nya dan menoleh ke samping nya yang berada satu meter darinya Tiga pria yang tengah menikmati Kelezatan batagor dengan Bumbu berlimpah,


" Udah nggak usah diliatin gitu, fokus makan aja," Arya berkata pelan, Dan Riri langsung kembali menyelesaikan makan nya,


" Emm ini enak banget batagor nya, bumbunya nggak pelit, " tukas Riri,


" Dulu mungkin aku akan malu, Tapi sekarang nggak, Apalagi makan nya di temani gadis cantik dan imut ini,". Arya mencubit pelan Pipi Riri yang mengembang karena suapan terakhir batagor yang memenuhi mulutnya,


" Uhh gombal, " Riri berdiri dan menyimpan piring nya di bangku bekas duduk nya setelah meminum air mineral nya, " Yuk pulang nanti baby kebangun kalau aku ngga ada,"


Arya segera membayar makanan mereka, Setelah itu, Menggandeng tangan Riri menuju mobil nya dan membukakan pintu penumpang untuk Riri masuk, Dengan tangan yang ia letakan di atas kepala Riri untuk melindungi agar terhantup di pintu mobil,


" Langsung pulang?," Arya menoleh Riri yang duduk manis di samping nya, Dengan satu tangan nya menggenggam Tangan Riri dengan lembut,


" Iya, Langsung pulang aja, Aku khawatir baby rewel, " Kata Riri sambil melirik tangan nya yang di genggam Arya, Tangan nya terlihat sangat kecil di tangan Arya yang besar dan lebar,


" Papi nya Re langsung pulang kan?" Riri menoleh Arya setelah melepaskan Seatbelt nya dan bersiap membuka pintu mobil,


" Iya Udah malam, Aku langsung pulang aja,

__ADS_1


Arya meraih kedua tangan Riri dan mengecup nya dengan lembut,


" Ayo kita Menikah," Arya berkata seraya menatap lekat manik Riri yang hitam legam,


" Aku bersungguh-sungguh, Ingin menikahimu, Menjadikan mu Ibu untuk Re seutuh nya, Dan juga Adik-adiknya kelak, "


Riri yang tidak tahu harus menjawab apa hanya terdiam menatap Arya yang juga menatap nya,


" Aku..."


"Nggak harus jawab sekarang, kamu bisa mempertimbangkan nya, jangan terburu-buru, Aku akan menunggumu, Mari kita berikan kelurga yang utuh buat Baby, Aku sayang kalian berdua, Sangat sayang, " Arya mengelus Rambut Riri dan merapikan nya kebelakang telinga


" Aku benar-benar Cinta dan sayang sama kamu Ri, Aku memang tidak sempurna, Aku telah banyak melakukan kesalahan di masa lalu, Dan sekarang aku ingin memperbaiki semua nya, Bersamamu dan juga Re,"


Setelah mengatakan itu Arya menarik Riri kedalam dekapan nya dan memeluk nya degan erat, " Aku mencintaimu sayang, Aku ingin menjadi bagian dari hidupmu, menjadi sandaran mu di kala sedih, Dan menjadi tempat mu berbagi di kala bahagia,"


Riri yang mendengar semua perkataan Arya pun membuat matanya kembali Berkaca-kaca, Perasaan hari kembali menteruk di hatinya, memberikan Keluarga yang utuh untuk Baby, bayi kesayangan nya, pengganti Kakak nya satu-satunya keluarganya di dunia ini,


" Masuk gih, Istirahat besok aku jemput pergi ke Ruko.Jangan nyetir sendiri ya, "


Arya berkata dengan kembali mengecup kening Riri dengan sayang, Sebelum turun membuka pintu mobil, Arya memasukkan sebuah Cincin berlian Kejari manis Riri, dan kembali mengecup nya,


" Aku sayang kamu, jangan di lepas ya sayang,"


bersambung...


mohon maaf terlambat up nya🙏


jangan lupa like dan komen nya ya reader tersayang,


Terima kasih 🤗 semuanya.

__ADS_1


__ADS_2