PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bab 152


__ADS_3

🌼 SELAMAT MEMBACA 🌼


"Pih. sampai kapan kita seperti ini?,". Tanya Riri. Sembari mengikat dasi Arya dengan serius,


Arya dengan setia memeluk pinggang nya sambil sesekali mengecupi pipinya,


"Pih..serius ih," Riri memanyunkan bibir nya kesal,Dan hal itu tidak di lewatkan oleh Arya yang langsung ********** dengan intens,


membuat Riri yang tadinya menolak kini ikut terbawa suasana dan membalas setiap gerakan yang di lakukan suaminya itu,


"Bersabarlah sayang, Dimas dan orang-orang nya sedang menyelidiki nya, Aku yakin sebentar lagi kita akan mengetahui siapa orang nya hem,"


Arya meyakin kn istrinya, Sembari mengusap bibir basah istrinya dengan ibu jarinya,


"Aku kok rasanya kurang nyaman kalau terus menerus di kawal. Seperti kurang leluasa bergerak gitu nah Pih,"


Lanjutannya Riri sudah selesai memasngkan dasi suaminya.setelah terjeda sesaat tadi,


Tangan nya merapihkan kemeja Suaminya yang sedikit kusut akibat ulah nya tadi. sebagai sentuhan akhir, Suaminya terlihat sangat tampan dan berwibawa sekali jika sudah berpenampilan formal seperti ini,


"Samimu ini memang tampan sayang. nggak usah di pandangin terus, Mending di pegang seperti ini," Arya meraih tangan Riri dan meletak kan nya di inti tubuh nya yang sudah mulai menggeliat.


"Papi. ihhh... mesyuum nya..., " Tukas Riri meremas milik suaminya, dan berlarinkeluar kamar sebelum suaminya itu menagkap nya,


Bisa-bisa tidak jadi ke Kantor nanti,


Sedang Arya yang mendapatkan rematan yang membuatnya menahan nafas seketika itu pun, Harus mendesah kecewa saat tangan nya kalah cepat dengan gerakan lincah istrinya yang melarikan diri itu,


"Hem... kau semakin nakal rupanya," Gumam Arya sambil tersenyum miring. dan menyusul sang istri keluar kamar,


...............


"Bos. saya sudah mengetahui dan sudah mengantongi identitas siapa yang menemui Abang di sekolah waktu itu,"


Dimas berdiri di hadapan Arya. yang seketika menegak kn tubuh ny kala mendengar laporan Dimas barusan,


"Diman dia?," Arya bangkit dari kursinya dengan wajah menahan amarah,


"Dan siapa dia..apakah..."


"Bukan bos, tapi kemungkinan nya ini berhubungan dengan nya," Dimas menjeda kalimat nya, Dan memperhatikan raut wajah geram bos nya itu,


"Sebaik nya kita bicarakan hal ini bersama Tun Wiguna bos,"


"Papa lagi keluar kota Selma dua hari, beliau baru saja berngkat tadi pagi bersama ibu,"


Potong Arya seraya keluar dari balik meja kerjanya dan duduk di sofa, Di ikuti oleh Dimas yang duduk di hadapan nya,


"Ini bos," Dimas mengangsurkn Mav coklat ke atas meja dihadapan Arya. " Semua informasi detailnya ada di dalam situ,"


Lanjut ny lagi, sembari menyandarkan punggung nya ke sandaran sofa,

__ADS_1


Dengan tak sabar Arya meraih Mav tersebut kemudian mengeluarkan semua isinya, Hingga berserakan di atas meja,


Dimas ikut mencondongkan tubuh nya saat isi dari Mav itu kini sudah berserakan di hadapan nya.


keduanya saling bertukar pandang saat objek pandangan mereka bertumpu pada sesuatu yang tidak asing bagi keduanya,


" Kau bilang tadi...,"


"Betul bos, bukan dia, tapi semua nya berkaitan dengan nya," Jelas Dimas,


Arya meraih dan membaca informasi yang telah di dapat oleh orang-orang suruhan nya itu.


beragam expresi yang menghiasi wajah nya, " Jadi...dia sudah meninggal.?" Arya tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut nya saat ia membaca lembaran pertama kertas yang ada di tangan nya itu,


"Betul bos, begitu informasi yang di katakan oleh anak buah kita tadi.sesuai yang ada di laporan itu,


kemudian Arya kembali membuka lembaran berikut nya lagi. Seketika rahang nya kembali mengeras saat membaca nama yang yang tertera di kertas itu, di sertai dengan foto wajah yang masi ia kenal itu,


"Daniel Atmajaya..jadi dia yang telah mencoba menghasut Putraku..,Dengan mengatakan jika dia memiliki Ibu lain dan berbeda dengan adik-adik nya,"


Geram Arya dengan meremas kuat kertas yang ada di tangan nya.


" Sepertinya dia sakit hati dan iri melihat kebahagiaan bos dan keluarga, Sedang dirinya belum juga memulai tapi wanita itu sudah pergi meninggalkan nya untuk selamanya, "


Ucap Dimas menebak alasan mengapa Daniel melakukan hal itu kepada keluarga Arya,


"Ayo Dim. Saya udah nggak sabar ingin mencekik bajingan itu,"


Dimas dengan sigap mengikuti langkah lebar bos nya itu,


..........................


"Lakukan sekarang Jack, Aku yakin sebentar lagi si brengsek itu akan menemui ku, Aku ingin memberikan nya hadiah yang tak terlupakan Seumur hidup nya, "


Daniel tertawa dengan keras. membayangkan kehancuran Arya,


" Baik Tuan, saya permisi,"


Jack melangkah keluar ruang kerja Tuan nya itu dan menutup kembali pintunya,


......................


"Mami.. Mas pengen makan Cumi crispy,"


Eza menggelayut manja di lengan Riri yang sedang duduk di sofa sembari memainkan hp nya,


"Tumben pengen makan itu? biasanya juga kalau Mami bikin Mas suka nggak mau,"


Riri menaruh hp nya di atas meja yang ada di depan nya, Kemudian memiring kan tubuh nya kepada putra keduanya itu,


yang kini tengah memasang wajah imut dengan mata mengedip-ngedip. Eza terlihat sangat imut, saat merayu sang Mami,

__ADS_1


"Em.. itukan pas lagi nggak pengen Mih, Sekarang Mas lagi pengen itu, Boleh ya..hum.."


Eza kembali mengedip-ngedipkan matanya dengan lucu,


Nyonya Ranti yang duduk di sebrang mereka ikut terkekeh melihat tingkah cucu nya itu,


"Kakak Andra nggak sekalian request mau makan apa?,


Riri beralih menanyai Andra yang tengah adik mewarnai buku gambar nya dengan crayon pemberian dari Opa nya beberapa waktu lalu


" Kakak mau cumi juga Mih. Samaan dengan Mas, "


Jawab Andra menoleh sekilas kepada Mami nya.kemuduan kembali asik dengan buku mewarnai nya,


"Oke..otw buat ,". Riri berdiri kemudian mengmpiri anak bungsunya.


"Kalau gadis Manis ini mau makan apa?, " Riri mencolek pipi bulat anak bungsunya yang tengah rebahan di pangkuan Oma nya,


" Mau cucu..!!" Jawab nya dengan riang,


"Bukan Cucu dek tapi susu. Kalau cucu itu seperti Oma manggil kita Cucu," Ralat Eza. mengoreksi perkataan Adik nya,


"Adek kan masih kecil Mas. belum bisa berkata dengan benar,Masih cadel dia,". Bela Andra,


Ternyata walaupun sedang fokus pada buku mewarnain nya Andra tetap menyimak pembicaraan orang-orang di sekitar nya,


Eza pun diam. Membenarkan perkataan Adik nya itu,


Riri dan Nyonya Ranti hanya bertukar pandang. menyaksikan kedua bocah itu,


"Ya sudah. Mami mau ke dapur dulu. Sepertinya Cumi nya habis,"


Gumam Riri sembari berjalan menuju dapur,


Dan setelah memeriksa isi kulkas nya. Ternyata dugaan Riri benar Cumi nya sudah habis,


berarti ia harus ke pasar untuk membeli cumi yang segar,


"Bi Marni aku kepasar dulu ya mumpung masih pagi, Masih ada cumi atau ikan yang seger, Bibi siangin sayuran nya aja sama bumbu ya,"


"Baik Non," Jawab Marni,


"Non Riri.biar saya saja yang kepasar. Non Riri tunggu di rumah saja,"


Sumi menawarkan diri untuk pergi ke pasar,


Riri berpikir sejenak. sebelum menjawab. Antara mengiyakan atau menolak,


Bersambung..


Jangan lupa like dan komen nya ya sayang-sayangku 🤗😍

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2