PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Re kangen Papi nya,


__ADS_3

Mohon maaf atas keterlambatan update nya ya, Bestie 🙏


karena kesibukan Othor di kehidupan nyata,


Selamat membaca semoga terhibur dengan yang Othor sajikan hehehe, 😅


.


" Danis! " Bu Siska menyapa Anak nya yang baru saja pulang, Dan melintasi nya begitu saja di ruang keluarga,


Danis yang mendengar suara Ibunya, Menghentikan langkah nya,


" Ada apa Bu? "


Danis menjawab sapaan Sang Ibu tanpa menoleh, Sore itu diri nya baru saja sampai rumah, Setelah keluar dari Mall tadi siang, Dirinya bertemu dengan teman nya, mereka nongkrong di Cafe hingga sore hari,


Bu Siska menaruh majalah yang ada di tangan nya, Dan memandang Putra sulung nya, Dengan menarik nafas pelan,


" Kamu masih berhubungan dengan perempuan itu?, "


Bu Siska berdiri dan menghampiri Anak nya,


" Kan Ibu sudah pernah bilang Dan sama kamu, Jauhi perempuan itu, Apa kata orang jika Anak Ibu pacaran sama perempuan yang sudah memiliki Anak di luar pernikahan!, Ibu... "


" Bu Riri bukan perempuan Seperti itu, Sudah berapa kali Danis bilang sama Ibu, Riri itu gadis baik-baik, "


" Kalau dia gadis baik-baik, Tidak mungkin dia memiliki Anak di luar pernikahan Danis, Buka mata kamu, Jangan mau kamu di bodohi oleh nya, "


Bu Siska mengeraskan rahangnya, Dengan kebandelan Anak sulung nya itu,


" Pokoknya Ibu tidak mau tahu, Kamu segera putuskan hubungan mu dengan nya, Ibu sudah sepakat sama Tante Ria kamu akan bertunangan dengan Kirana bulan depan, "


Danis mendelik saat mendengar ucapan Ibu nya itu, Bertunangan dengan Kirana, wanita itu pasti sudah mengatakan yang tidak-tidak tentang Riri kepada Ibu nya,


" Danis nggak mau Bu, Aku nggak cinta sama dia, Aku cintanya sama Riri, "


Danis berjalan meninggalkan Ibu nya yang menatap geram, Bu Siska hanya ingin Anak nya mendapatkan pasangan yang terbaik, Dan Kirana adalah calon istri yang pas untuk Danis,


Selain itu juga Kirana merupakan anak Teman nya semasa sekolah dulu, Sudah tahu bibit bebet bobot nya, Jadi menurut nya Kirana adalah yang terbaik,


" Jika kamu masih menggangap Ibu ini adalah Ibu kamu, Yang melahirkan kamu, maka Turuti, Perkataan Ibu Danis, Ini demi kebaikan mu!, "


Bu Siska meninggikan oktaf suara nya kala melihat Danis telah menaiki undakan tangga menuju kamar nya tanpa menoleh ,


" Astaga..Anak itu! " Geram bu Siska, dengan tangan terkepal.


Sesampainya di kamar Danis membanting pintunya sedikit keras, Demi melampiaskan rasa kesal di hati nya, " Kirana..! " Geram nya,

__ADS_1


.


Arya dan Riri kini tengah menuju ke kediaman Wiguna, Untuk menjemput baby Re, Setela Arya menelpon Papa nya, Dan mengatakan telah membawanya pulang, Bayi menggemaskan yang sudah mulai belajar melangkah itu sangat senang di ajak jalan-jalan oleh Sang Opa,


Sampai tertidur di pundak beliau sesaat setelah mereka membeli mainan mobil-mobilan di sebuah Mall, Dan mau tak mau Tuan Wiguna membawanya pulang, Setelah menelpon Arya berulang kali, Namun tak mendapat jawaban,


.


Riri masih memasang wajah judes, dan diam saja sejak tadi, Pandangan nya hanya fokus ke luar kaca mobil


Sedikit tersentak kala tangan nya di genggam oleh tangan besar Arya, Riri menarik pelan tangan nya, Namun Arya malah semakin erat menautkan jemarinya,


Riri menghembuskan nafasnya dengan kasar, Bingung mau ngomong bagaimana lagi, Lelaki di samping nya ini ternyata kepala batu,


" Aku sayang kamu Ri, " Arya membawa tangan Riri ke bibir nya dan mencium nya dengan sayang,


" Tapi Aku nggak!, " Sahut Riri dengan membuang muka,


" Jangan seperti ini, Aku itu punya pacar, tolong ingat itu!, Dan Aku sangat mencintai pacar Aku,. " Riri berkata seraya menghentak tangan nya dengan kesal,


Sesaat Susana di dalam mobil itu hening, Arya meremas stir dengan kencang, hingga buku-buku jarinya memerah,


" Aku Akan menunggumu sampai kamu melihat ku, Dan mencintaiku, "


" Tapi itu tidak mungkin terjadi! " Riri berkata seraya menatap Arya dengan sengit,


" Tolong Ri, Pikirkan Nasib Re kedepan nya, Bagaimana jika dia sudah mengerti nanti, Dia akan bertanya-tanya, Kenapa Mami Papi nya tidak tinggal bersama, "


Arya menoleh Riri yang masih membuang muka nya ke arah lain,


" Jawaban apa yang akan kau berikan kepada Re, Jika ada yang menanyakan kemana Papinya, Kenapa Mami dan Papi nya berpisah? "


Riri hanya diam, Arya menghela nafas nya dengan pelan, Dan kembali menggenggam tangan Riri, Dan hal itu membuat Riri lagi-lagi menarik tangan nya dengan kuat,


" Oke.., kamu pikir kan itu baik" Aku akan menunggumu, sampai kapan pun Ri, "


Tak terasa kini mereka telah sampai di Kediaman Wiguna, Riri dengan cepat membuka pintu mobil dan keluar tanpa menunggu Arya,


Sedang Arya hanya terdiam memperhatikan nya, dari dalam mobil, " Susah banget membuatmu luluh sayang, "


Arya membuka pintu mobil nya dan menyusul Riri yang sudah berlalu kedalam Rumah, Dengan langkah lunglai tak bersemangat,


.*******


Hari ini Riri Akan pergi ke SDA bersama Re, seperti biasa Re sudah bangun pagi-pagi sekali,


" Mami... Cucu.." Re merengek dengan mendusel-duselkan muka nya ke badan Riri yang masih lelap,

__ADS_1


" Mami... Cu_cu! " Riri yang kaget oleh Rengekan Re yang lumayan nyaring, itupun terbangun dan membuka mata, Dan pemandangan yang pertama kali tersaji adalah Bibir monyong Re tepat di depan wajah nya,


" Cu.cu Mami.." Re kembali merengek, Ketika melihat Mami nya membuka mata,


" Iya sayang maafkan Mami ya, Ayo ayo, kita buat susu nya Re, " Riri bangkit dari tempat tidur dan meraih Re dalam gendongan nya, dan membuatkan nya susu,


" Mami.. Papi anaa? " Re bertanya di sela mengenyot Dodot nya, Riri yang tadinya kembali akan terlelap sebab jam masih pukul 7 pagi itupun masih mengantuk, Seketika membuka matanya,


" Apa baby? " Riri menegak kan kepala nya memandang Bayi nya yang masih teku. mengenyot Dodot nya,


" Papi..! Papi anaa? " Re semakin merengek,


membuat Riri bingung harus menjawab apa,


" Papi... Papi... huaa....' "


" Ya ampun sayang Re kenapa? Sini sama Mami, Nanti kita ketemu Sama Om Fikri ya! Re mau kan?, " Riri mengendong Re dan menimang-nimang nya,


Namun alih-alih terdiam Re malah semakin kencang Nagis nya, mencari Papi nya,


Membuat Riri kualahan,


Tok! tok! tok!


" Nak! Re kenapa? " Bi Nining mengetuk kamar Riri, Saat mendegar suara Re menangis.


" Nggak tahu Bu,! " Riri menjawab sembari membuka pintu kamar nya dan membawa Re keluar,


" Papi..huaa Papi..! " Re kembali menangis dengan memanggil Papi nya,


bi Nining dan Riri saling tatap, " Nak, Mungkin Den Re kangen sama Papi nya! kan sudah lama tidak bertemu, "


Riri terdiam benarkah begitu, mengingat sudah hampir sebulan ini Riri menghindari Arya,


.


.


.


Bersambung...


jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🤗


sayang kalian Semua 🤗


Terima kasih banyak atas dukungan kalian 🙏

__ADS_1


__ADS_2