
Nisa yang melihat Cs ramah tersebut langsung tersenyum, Namun belum sempat ia berucap sudah di dahului oleh Cs judes yang bernama Titis itu.
"Lia!, kamu urus mereka aku malas ngurusin yang modelan begini, buang-buang waktu aja! ngak Punya duit tapi sok-soakan mau beli Mobil huh!" ketus nya sambil berlalu dengan langkah Angkuh.
Riri yang mendengar hal itu ingin rasanya menjambak rambut dengan cepolan rapih itu, jika saja Nisa tidak menahan Tangan nya,
"ihh Songong banget sih itu orang!" dengus Riri sambil melipat tangan nya di dada,
sedang Yulia hanya tersenyum dengan memint maaf atas sikap rekan nya itu,
"Mari mba mau beli mobil yang mana? atau mau melihat-lihat dulu!,"
Yulia dengan sabar dan lemah lembut melayani mereka. bahkan penjelasan tentang kualitas.kapasitas dan keunggulan di setiap Unit dan jenis nya pun sangat memuaskan dan juga keramahan nya membuat Nisa Riri dan Rina sangat senang
"Saya ambil yang CRV ini mba untuk warna..," Nisa menjeda ucapan nya dengan menoleh ke arah Riri yang tengah mengelus Body mobil incaran nya tersebut,
"Ri kamu mau warna apa?" tanya Nisa kepada Adik nya itu membuat kegiatan elus mengelus nya itu terhenti. Riri menghampiri Sang Kakak.
"em.., kalau warna terserah Kak Nisa aja, yang penting Riri Udah milih merk nya," Tukas nya sambil tersenyum bahagia.
"bener nih ngak mau pilih warna juga?" Tanya Nisa lagi meyakinkan sang Adik, dan di jawab dengan Anggukan kepala Oleh Riri, Dan kembali mengitari Mobil idaman nya itu.dan kali ini di ikuti pula oleh Rina, sambil berucap
"Semoga suatu saat nanti aku juga bisa meminang mu ya!," Tukas Rina sambil menempelkan pipinya ke pintu mobil tersebut,
membuat Nisa dan Yulia terkeke dan mengaminkan Ucapan Rina tersebut, Tidak ada yang mustahil bagi nya, jika kita gigih berusaha dan berdoa.
Sedang dari kejauhan Titis memandang mereka dengan sinis, baginya tingkah mereka itu sangat kampungan dan katrok, dia yakin jika Nisa dan Adik-adik nya itu hanya iseng bertanya-tanya sajab tanpa Niat membeli, membuang-buang waktu saja.
"Ok! saya mau model terbaru ya, yang warna merah mba, apa bisa langsung di bawa sekarag?"
Tanya Nisa. membuat Yulia sangat senang, bayangan bonus sudah menanti diri nya,kebetulan Adik-adik nya tengah membutuhkan biaya untuk membeli perlengkapan sekolah yang sudah tertunda selama seminggu ini,
Rezeki Anak Sholeha ngak akan kemana,
"Bisa mba mari silahkan kita urus kelengkapan nya di sebelah sana, Ucap nya ramah,
Kini Nisa dan Yulia tengah menyelesaikan Urusan transaksi nya dengan membayar Cas menggunakan sistem Transfer,
dan hal itu membuat Titis melongo, tidak percaya jika Nisa yang hanya berpenampilan sederhana itu mampu membeli Mobil dengan harga lebih dari setengah miliar itu,
__ADS_1
Cas pula membuat nya gigit jari Bonus yang lumayan itu lenyap sudah akibat Sikap nya yang buruk, hanya karena melihat seseorang dari penampilan nya saja,
"Terima kasih ya mba Yulia atas keramahan nya saat melayani kami yang cerewet ini"
Nisa mengucapkan hal itu dengan sungguh-sungguh, sebab di sadar memang dirinya sangat teliti dan cerewet dalam memilih dan memilah sesuatu yang akan di beli nya.
Definisi dari tidak ingin kecewa di kemudian hari.
"Sama-sama mba! terima kasih telah percaya dan membeli Produk kami," Tukas Yulia dengan mengatupkan kedua tangan nya.
Nisa mengambil beberapa lembar uang berwarna merah,dari dalam Tas tangan nya
dan menyelipkan nya kepada Yulia sambil menyalaminya sebagai ucapan terima kasih
karena sudah sabar dalam menjawab setiap pertanyaan nya.
Membuat Yulia Berkaca-kaca atas kebaikan Wanita hamil itu.dengan berucap Terima kasih,
Nisa berdiri dan melangkah menuju pintu keluar yang sigap di bukakan oleh Pegawai pria itu.dengan tersenyum ramah sambil menunduk tanda kesopanan,
Yulia ikut mengantar nya sampai di halaman gedung Showroom itu di mana Mobil CRV itu telah terparkir dengan gagah nya,
Tak sabar rasanya ingin segera membawanya pulang.Ayah dan Ibu pasti akan senang melihat nya,
"Ri!, Hati-hati ya nyetir nya!, Pelan-pelan aja bawanya jangan ngebut, ingat belum di bacain doa ini, Tukas Nisa sambil terkekeh,
melihat Riri yang manyun, mendengar ujung kalimat nya.
"Mas makasih ya atas bantuannya," Ucap Nisa dengan menyelipkan 2 lembar berwarna merah "buat beli rokok" lanjut nya ramah
" terima kasih banyak mba! semoga makin lancar Rezekinya'"
Tutur sang Pria senang, pria yang membantu mengeluarkan Mobil dari Gudang penyimpanan, dan juga mengajari Riri ini itu dan lain sebagai nya
Nisa mengendarai Motor gemoy nya seorang diri, di susul Rina yang mengendarai Motor milik Riri, sedang Riri akan membawa si Gagah merah itu sebagai kejutan untuk Kedua Orang tua mereka,
"Wahh bagus sekali Belian nya Res!, Kamu memang Calon menantu yang baik," Tutur Nyonya Ranti dengan mata berbinar memandang beberapa set Berlian yang ada di hadapan nya,
Sedang Restie hanya saling pandang dengan Tante Gina yang dia akui sebagai teman nya itu, dengan senyum di kulum.
__ADS_1
"Iya dong Tante..! Aku kan Sayang sama Tante, Aku ngak mau kalau Tante kalah sama Teman-teman Tante yang lain." Ucap Restie dengan tersenyum manis.
"jadi gimana Jeng mau ambil yang mana?" Tanya Tante Gina tak sabar,
Nyonya Ranti kembali mengamati kotak Berlian tersebut, " Aduh semuanya bagus dan mewah, jadi bingung mau pilih yang mana!"
Ucap nya lagi dengan masih memilih-milih
"Kalau saya Ambil 2 set dapat Diskon ngak?" Tanya nya lagi mencoba Nego sebab ingin nya membeli lebih dari satu, kapan lagi pikir nya bisa beli Berlian lagi. mumpung tanpa drama kepada Sang Suami.
Sebab Tuan Wiguna membatasi pengeluaran sang Istri, karena Nyonya Ranti itu lapar mata semua yang dilihat nya menarik pasti di beli, tak perduli berapapun harganya, seolah tak pernah puas.
Padahal di rumah Perhiasan nya sudah sangat banyak, dan kebanyakan dari koleksi nya itu adalah Berlian, yang dia beli sendiri dan juga Hadiah dari Sang Suami Tuan Wiguna.
Namun begitulah Sifat orang serakah dan tidak pandai bersyukur, tidak akan puas dengan apa yang dia miliki.selalu merasa kurang
"Baiklah Jeng, khusus buat Jeng Ranti saya kasih Discon 20 persen deh jika mengambil 2 set," Ucap Tante Gina dengan senyum ramah nya.
Sementara itu..
Arya yang sedang berjibaku dengan berkas-berkas, yang ada di hadapan nya, sejenak menghentikan gerakan tangan nya kala mendengar suara Notif dari Phonsel nya,
Tangan nya terulur meraih bendah pipih persegi panjang itu, Dan membuka pesan Notif dari sebuah Bank No 1 se-Indonesia itu,
menampilkan sebuah Riwayat Transaksi sebesar 700 juta, Arya menghela Nafas nya dengan kasar, Uang sebesar itu Nisa gunakan untuk apa?,
"Untuk inikah dirimu menikahiku, demi harta?," batin nya.Rahang nya mengeras menahan emosi,
bersambung..
mohon maaf jika banyak typo🙏
jangan lupa like dan komen nya ya
yang mau sedekah kopi dan bunga boleh ya
biar Othor tambah semangat up nya😂
lope you sekebon,😘😘
__ADS_1