PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
R dan N


__ADS_3

"Bang.kita mampir dulu ya di Mall itu, Mami mau cari sesuatu," Riri membelok kan mobil nya masuk menuju Mall yang tidak jauh dari rumah mereka,


"Hem, Tumben Mami mau ngemall nggak bawa Echa?, " Tanya Re lagi sembari meletakkan Tas nya di jok belakang mobil,


"Echa lagi bobo tadi. Mami sengaja ggak mau ngajak dia, Suka ribet soalnya, " Riri terkekeh setelah mengatai outrinya cerewet,


Re pun ikut menahan senyum, Saat mendengar perkataan Mami nya, Memang benar jika adik bungsunya itu sangat cerewet dan tidak bisa diam, apalagi jika di ajak berbelanja, Mami nya sangat kerepotan menjaga dan melayani nya Echa yang cerewet,


"Abang mau ikut turun atau mau di mobil aja?,"


"Abang ikut Mih, " Ucap Re bersiap membuka pintu mobil,


"Abang nggak capek?. Kan baru pulang latihan, Entar lelah lagi ngintilin Mami di dalem, " Tukas Riri sembari memandang putra nya yang semakin kesini semakin terlihat tampan,


"Nggak kok Mih, Sekalian juga Abang mau cari minuman seger, Lagian mana Abang tega biarin Mami jalan sendiri ke Mall, Nanti Mami di godain cogan gimana?, Papi bisa galau berhari hari nanti" Tukas Re sembari terkekeh-kekeh,


"Hem.. Jadi pengawal nya Mami nih ceritanya, " Riri balas terkekeh, "Lagian mana ada yang mau godain Emak-emak begini Re," Lanjut Riri lagi,


Sore itu memang Riri sengaja menjemput sendiri putra nya dari sekolah, Yang sedang mengikuti latihan karate, Sekalian ingin mencari sesuatu yang di pesan Echa beberapa hari yang lalu,


"Ya udah yuk,. biar nggak kesorean, Entar Echa bangun nyariin Mami lagi, "


Ibu dan anak itu kini berjalan bersihkan menuju loby Mall, Re masih mengenakan kaos hitam dengan celana training yang pas di tubuh nya yang padat berisi, penampilan Re itu. terlihat sangat cocok dengan kulit putih nya,


Banyak gadis-gadis yang melirik nya dengan mencuri-curi pandang terhadap nya, Riri yang menyaksikan hal itu hanya menggelengkan,


kepalanya,


"Ini sih bukan Abang yang ngawal Mami, Tapi Mami yang ngawal Abang, Tuh lihat. Cewe-sewe pada liatin Abang, Luar biasa emang pesona bujang nya Mami ini, " Tukas Riri sembari memperhatikan para gadis abg yang mencuri pandang kepada Re, sambil menahan senyum,


" Biarkan saja Mih, Yang penting Abang nggak gitu, " Jawab nya sembari merangkul bahu Mami nya saat melihat ada beberapa pria yang memandang Mami nya dengan tatapan tak tertarik


Tinggi Re sudah melewati tinggi Mami nya, Tinggi Mami nya hanya sebatas leher nya saja, bahkan tingginya sudah hampir menyamai sangat Papi,


"Hem.. mereka cantik-cantik juga loh bang," Ucap Riri sengaja menggoda Putra nya itu,


"Mami nih, Abang masih kecil Mih masih kelas 9, belom mau ngelirik Cewek, Abang mau fokus belajar dan mengejar cita-cita Abang dulu, Bagi Abang wanita tercantik di dunia ini adalah Mami dan Echa, " Tukas Re dengan tegas,


Membuat Riri tak kuasa menahan haru di hatinya,

__ADS_1


" Hem Mami bangga sama Abang," Tukas Riri tersenyum kepada putra nya itu,


" Menurut Abang yang mana yang bagus?, " Riri memperlihatkan dua buah kalung yang sangat cantik kepada Re, Yang sejak tadi berdiri di samping nya,


Membuat Re mengkerut kan kening nya bingung,


" Memang nya Mami mau beli untuk siapa?, Untuk Echa?, "


"Bukan, Tapi untuk temen nya yang bernama Nuna itu, Beberapa hari yang lalu Echa di beri kenang-kenagan sama dia, Echa di beri gelang milik nya yang sangat cantik, Dan Echa juga ingin memberikan hal yang sama, Sebelum perpisahan nanti" Jelas Riri kepada putra nya itu,


" Nah Mami bingung nih, Mau gelang apa kalung ya bang?, " Tanya Riri lagi,


Re pun ikut memperhatikan jejeran perhiasan yang ada di etalase tersebut,


"Siapa nama temen nya tadi Mih?, "


"Nama nya Nuna bang, Mami nggak tahu nama, lengkap nya, "


Re dengan teliti memperhatikan satu persatu perhiasan yang berjejer di dalam etalase tersebut, Dan tidak butuh waktu lama netra pekat nya tertuju pada satu buah kalung, Yang menurutnya sangat cantik dan cocok untuk anak seusia Kelas 6 SD, Re menunjuk kan nya kepada sang Mami,


"Mih yang ini saja bagus, cocok untuk seusia teman nya Echa itu,"


Pelayanan toko perhiasan itu pun mengeluarkan sebuah kalung emas putih dengan bandul huruf RN,


"Gimana Mih bagus nggak pilihan Abang?, "


" Wah cantik banget kalung nya, Ada inisial namanya, R dan N, Richcha dan Numa, Cocok nih. Abang pinter dah milihnya," Puji Riri sembari memperhatikan detail kalung tersebut,


"Yang ini saja Mba, tolong di bungkus dengan rapih ya, "


"Baik.Bu, mohon di tunggu sebentar ya, "


Setelah membayar tagihan nya, Ibu dan anak itu kini keluar dari toko perhiasan itu,


"Mau kanan lagi Mih?, "


"Nggak ada.langsung pulang aja yuk, Eh tadi katanya Abang mau beli minuman dulu!, "


"Iya beli Es Boba saja Mih, Tadi Abang liat ada di sana, " Tunjuk Re ke arah stand minuman kekinian itu,

__ADS_1


"Yuk, sebelum Echa bangun dan nyariin kita, Entar drama lagi dia, " Ucap Riri sembari terkekeh, Re pun tersenyum kecil saat mengingat kelakuan Adik bungsunya itu,


..........................


" Halo Dad, Kapan ke Indo? Nuna kangen, "


Nuna mengecilkan suara nya saat mengucapkan kalimat terakhir nya,


['............' ]


"Hem.. Jadi Daddy belum bisa ke Indo ya?, " Setitik cairan bening itu kini telah jatuh dari netral indah nya,


['................ ']


"Iya Dad, Nggak apa-apa. Nuna baik-baik saja, Salam buat Adik dan Mommy, " Nuna segera mengakhiri sambungan telpon kepada sang Daddy, Yang selalu membuat dada nya sesak dan sedih,


Nuna sangat merindukan dan mengharap kan pelukan hangat sang Daddy di hari ulang tahunya itu,


Daddy nya adalah satu-satunya orang yang memiliki ikatan darah dengan nya, Daddy yang datang di saat ia seorang diri menghadapi ketakutan nya kala sang Mommy pergieninghalkan nya dari dunia ini untuk selamanya,


Daddy nya datang dengan menjanjikan cinta kasih sayang dan perlindungan untuk nya, Namun seiring berjalan nya waktu, Semua itu kian memudar terkikis jarak dan waktu,


Apalagi sekarang Daddy nya sudah memiliki keluarga baru, Ya Daddy nya telah menikah lagi Dua tahun yang lalu, Dengan wanita pilihan wanita yang seharus nya ia panggil Oma,


Dan sejak saat itu Daddy nya sudah jarang menghubunginya, Dengan alasan sibuk berkerja, Daddy nya hanya rutin mengirimkan nya uang di setiap. bulan nya, Untuk memenuhi kebutuhan nya dan juga Gaji Mba Dian,


Nuna menangis sesegukan di atas tempat tidur nya setelah mengakhiri sambungan telpon nya dengan sang Daddy,


" Mommy... Nuna kangen. " Cicit nya sangat pelan, takut jika Dian mendengar nya, Nuna tidak ingin membuat Pengasuh yang sudah ia anggap sebagai saudaraa nya itu khawatir,


Nuna selalu berhasil menyembunyikan tangis dan kesedihan nya dari Dian, Walaupun mimik wajahnya nya terkadang tidak bisa berbohong, Setidak nya ia tidak memperlihatkan kan tangisan memilukan nya itu,


Bersambung....


Mohon maaf kan Othor ya Reader terlove,


karena up nya. selalu molor🙏


jangan lupa like nya ya beb,

__ADS_1


Terima kasih yang terlopelope pokonya ❤🙏


__ADS_2