
"Mas..!" Pekik Riri dari arah dapur,
Membuat Arya yang lagi merenggangkan otot-otot nya di halaman belakang terlonjak kaget, Hampir saja terpleset karena sangking kaget nya, Istrinya itu memang luar biasa,
"Maasss…!!," Pekik Riri lagi, Memanggil Suaminya,
"Iya Sayang..!Ada ap…,Loh..loh kamu kenapa?," Panik Arya saat mendapat istrinya sudah duduk jongkok di lantai dengan tangan menggenggam spatula dengan kencang,
"Perut aku sakit Mass… Aduh.. Sakit sekali.., Mas Arya jangan bengong aja dong.. Tolong matikan kompor nya Mas, Nanti gosong itu nasi gorengku," Ucap Riri dengan meringis mentahan sakit yang kuar biasa, Namun masih bisa juga marah-marah,
Arya pun segera mematikan kompor tersebut,Kemudian kembali berjongkok di depan istrinya yang masih meringis menahan sakit,
"Ya Ampun.. Sayang ayo kita ke rumah sakit mungkin kamu mau melahirkan ini, Arya sudah membantu memapah Tubuh Riri yang berjalan dengan meringis mentahan sakit,
" Mas.. Nasi gorengku.., aku mau makan Nasi goreng dulu, Aku pengen banget makan itu dari kemarin-kemarin tapi baru sempat bikin sekarang," Ucap Riri sembari meremas lengan Arya dengan kuat saat gelombang rasa sakit itu datang menghampirinya,
"Astaga sayang, Kamu udah sakit begini masih juga mikirin nasi goreng itu, Nanti kalau udah lahiran baru Mas beli kan yng paling enak," Ucap Arya tak habis pikir dengan istrinya ini,
"Beda Mas..nanti kalau udah lahiran rasanya nggak se'enak sekarang."
" Tapi sayang kamu lagi sakit begini loh..., Mah..Mama..!!," Teriak Arya memanggil Mama nya,
"Ada apa Ar. Kenapa teriak-teriak.. Riri kenapa Ar?" Sahut Nyonya Ranti yang baru muncul dari ruang keluarga, sekaligus panik saat melihat Riri yang di papah Arya sambil meringis.
"Sepertinya mau melahirkan Mah, Ayo sayang, langsung ke mobil aja, semua perlengkapan nya sudah ada di bagasi kan?,"
"Sudah semua Mas…tapi itu nasi gorengku, Bi Marni..," Riri menjawab pertanyaan Arya sambil memanggil Bi Marni yang berjalan di belakang nya,
"Iya Non..? Saya di sini." Sehutnya tepat Di belakang punggung Riri dan Arya,
"Tolong bawakan nasi gorengku ke mobil Bi, jangan lupa sambel petenya kasih banyak ya, Buruan Bi..Aduhh..sakit sekali Mas..!," Rintih nya meremas lengan Arya dengan kencang,
"Iya Sayang sabar yaa.., Lagian. nggak usah dulu ngurusi Nasi goreng nya.. Ya ampun..,Istriku.." Keluh Arya frutasi
"Biarkan saja Ar. Kasian Riri mungkin dia lapar sekali, Cepat Bi.siapkan yang di minta Mami nya Re," Tukas Nyonya Ranti
"Siap Nyonya," Bi Marni pun dengan cepatemasuk kan Nasi goreng itu kedalam kotak makan, Sesuai permintaan majikan nya itu,
"Sumi...kamu bantu Lili dan Tita untuk mengurus semua cucuku ya, Pastikan mereka semua sudah makan dan mandi saat Di jemput Opa nya nanti,"
"Iya Nyonya," Jawab Sumi,
"Mama ikut Ar, Anak-anak belum bangun. Biar nanti mereka menyusul sama Lili dan Tita. Sebentar Mama kabarin Papa kamu dulu". Ucap nya sambil mengabari Mantan suaminya itu,
Nyonya Ranti sudah naik lebih dulu di jok penumpang mobil Arya,
__ADS_1
" Aku mau duduk sama Mama ajah di belakang, " Ucap nya Arya membantunya naik dan duduk di samping Mertuanya itu,
"Mass..Mana Nasi gorengku?....,"
"Ini Non.." Bi Marni menyodorkan kotak makan yang berisi Nasi goreng ikan Asin dengan sambel pete yang menggugh selera itu,
Membuat Riri meneteskan air liurnya saat mencium aroma nasi goreng nya itu
Dengan tergesah,Riri menyuapkan sesuap nasi goreng itu ke dalam mulut nya sembari menghirup aroma nya,
"Hemm…..enak banget bau nya,"
Ucap nya dan tanpa menawari nya kepada Mama mertuanya dan suaminya Riri dengan semangat melahab nasi goreng nya saat rasa sakit di perut nya menghilang, Namun akan kembali merintah dan menghentikan makan nya saat rasa sakit itu kembali menghampirinya,
Rasa sakit nya hilang sekitar lima menit, setelah itu akan kembali sakit lagi,
4 Jam kemudian..
" Selamat atas kelahiran Putri cantiknya Bapak Ibu, Sebentar lagi Ibu dan bayi nya akan di pindah ke ruang rawat ya," Tukas Sang Dokter yang membantu persalinan Riri sejak awal,
"Terima kasih Dok, " Ucap keduanya, dan di angguki oleh sang Dokter sebelum berlalu menangani pasien lain,
Dokter dan perawat segera berlalu setelah selesai dengan tugas mereka, Tinggal menunggu Ruangan selesai di siapkan,
"Iya sayang,Terima kasih istriku, kamu sudah melengkapi hidup Mas, Telah melahirkan anak-anak Mas yang tampan-tampan dan juga cantik, " Ucap Arya sembari mengecup puncak kepala Riri,
"Sama-sama Mas, Aku juga makasih sama Mas, Sudah sabar menghadapi ku yang kadang kekanakan," Tukas Riri dengan haru,
"Oya Mas..Mama mana? Mama masih di luar itu pendirian," Riri baru mengingat Mama mertuanya itu,
"Eh iya.., Mas llupa kalau ada Mama di luar, Bentar ya..," Arya bergegas ke luar mendatangi sang Mama,
Riri hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Suaminya itu, Bisa-bisanya Mama nya di lupain,
"Selamat ya Nak. Terima kasih kamu sudah memberi Mama banyak sekali Cucu,Mama nggak akan kesepian di hari tua ini karena banyak cucu yang akan menghibur Mama," Nyonya Ranti memeluk Riri dan meneteskan air mata haru nya,
"Sama-sama Mah, Makasih juga sudah betah tinggal bersma ku yang cerewet ini" balas nya tak kalah haru nya, mendapat pelukan dari mertuanya itu,
"Anak-anak sudah di jalan, menuju kesini Papamu yang menjemput mereka," Tukas Nyonya Ranti seraya memandang wajah Cucu nya yang terlelap,
"Cantik sekali Cucu Oma ini..Sudah ada namanya Ri?,"
"Belum Mah..Mama aja yang kasih nama ya?,"
"Hem..Nanti tunggu Papa dan Arya Dulu siapa tahu mereka juga ingin memberinya Nama," Jawab Nyonya Ranti,
__ADS_1
Dan di angguki Riri setuju dengan pendapat Mama mertuanya itu
"Ngomong-ngomong,Apa masih ada rencana menambah anak lagi?," Tanya Nyonya Ranti menatap menantunya yang sedang menyusui Putrinya,
"Nggak Mah, sudah cukup,Anak-anakku sudah banyak sudah lengkap juga, Tinggal merawat dan mendidik mereka dengan baik,Serta memberikan pendidikan yang layak untuk semuanya," Jawab Riri tegas,
"Oma…mana adek nya? Mas mau lihat," Suara Eza sedikit membuat bayi yang baru saja lahir itu sedikit menggeliat karena kaget,
" Santai Mas Eza..Jangan berisik gitu nanti adek nya kaget,"Nasehat Arya kepada Putra kedua nya itu,
"Udah kaget ini,Padahal baru saja di pindahkan ke box nya sama Mama," Ucap Riri.Sembari menghela nafas pasrah, Namnya juga banyak anak ya gitu, Harus di nikmati nggak boleh ngeluh,
"Pelan suaranya Mas, Adek baru aja bobo, Itu Adek nya di box," Ucap Nyonya Ranti
"Mih Adek Abang Cewe kan?, " Tanya Re,
Mendekati box Bayi yang berada di samping bed Maminya,
"Iya sayang,Adik nya cewek, Abang harus jagain adik nya ya nanti, Jadi pelindung untuk semua adik-adiknya ya bang,Abang adalah pemimpin pengayom untuk adik-adik nya," Ucap Riri mengelus kepala putra nya, Re mengangguk dengan kuat mendengar nasehat Mami nya itu,
"Abang… Kakak nggak bisa lihat ini," Andra menarik-narik lengan Re yang masih memperhatikan wajah Adik perempuan nya itu,
"Ehh iya,Sini Abang gendong," Re meraih tubuh adik nya itu kemudian mendekat kan nya ke box bayi itu,
"Eza bisa liat?," menoleh Eza yang sedikit berjinjit untuk melihat isi dalam box tersebut,
"Bisa bang, " jawab Eza, masih menprhatikan adik nya yang kini menggeliat kan tubuh nya,
" Adek nya udah bisa jalan kah Mih? Kok kecil sekali kayaknya, " Eza kini mulai bersuara, Saat melihat penampakan adik nya yang mungil, Sangat jauh dati expetasinya,
Kesemua orang dewasa di rungan itu saling pandang dan mengukum senyum saat mendengar pertanyaan Eza, si paling kritis dan cerewet di antara saudara nya,
"Adek kan baru lahir Mas,Jadi ya masih kecil.sama seperti Mas.dan kakak juga dulu gitu,Abang juga dulu kek gini..., Iya kan Mih?," Re yang sudah berusia 6 tahun itu sudah lebih mengerti dari kedua adik nya itu, maka dia mewakili Mami nya menjawab pertanyaan sang Adik ,
"Iya sayang, kalian semua dulu sama seperti Adik, kecil dan mungil, Tapi sekarang kalian tampan-tampan dan cerdas, " Jawab Riri sekaligus memuji ketiga putra ny itu,
bersambung....
mohon dukungan nya ya bestie 🤗🙏
jangan lupa like dan komen nya,🙏
terima kasih.🙏
__ADS_1