PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Kritis


__ADS_3

Arya yang melihat kedatangan Riri sambil menggendong Baby Re, Dengan wajah layu bersimbah air mata, Segera menghampiri nya,


"Ri, Ada apa sebenar nya kenapa Nisa sampai masuk ICU?, " Tanya Arya dengan raut muram


"Bukan sebelum nya keadaan nya sudah membaik?, "


Riri hanya diam, mau menjelaskan nya pun rasa nya percuma saja, Saat ini tiada yang penting selain keadaan sang Kakak,


Riri melirik Baby Re yang menggeliat di gendongan nya, Seperti nya kurang nyaman dengan posisinya yang seperti di kekap itu


"Maaf kan Onty ya sayang, Harus membawamu ke sini, "


Riri mengeluarkan Phonsel nya dan menghubungi Rina Untuk ia mintai pertolongan menjaga Baby Re,


"Halo mba Rina.., Mba tolong ke rumah sakit ya, Kak Nisa masuk ICU, "


"Iya mba Aku tunggu ya, Terima kasih,"


Tak berselang lama Rina datang bersama Dewi, Mereka datang dengan raut cemas,


"Mba Rina.., hick!, Kak Nisa mba..!,Hu hu,


Rina dengan segera merengkuh Tubuh Riri,Mencoba memberi kekuatan lewat pelukan,


" Kamu yang sabar ya..,Gimana keadaan mba Nisa sekarang Ri? " Tanya nya kemudian,


"Masih di tanganin Mba, "


"Coba kamu ceritakan sama Mba, Kenapa Mba Nisa bisa Drop begitu?, "


Riri mencoba menghentikan Tangis nya dan menghela Nafas dalam,


"Awal mula nya tuh tadi siang mba, pas aku lagi ngantarin Mba Sheril ke loby, Habis jenguk Baby,"


Arya memasang telinganya dengan baik demi mendengar kronologis kejadian, Yang menimpa Istri nya itu,


Sebab Adik ipar nya yang keras kepala itu Engan bercerita dengan nya, Walau Arya sudah bertanya beberapa kali,


"Pas aku kembali, Mba Nisa tengah di jambak rambut nya oleh seorang wanita, Aku belum pernah bertemu dengan nya sebelum nya Mba, Setelah itu mba Nisa langsung sesak Nafas,"


Riri menceritakan kejadian yang menimpa Kakak nya Tadi siang,

__ADS_1


Sedang Arya mengerutkan kening nya, Berpikir siapa yang berani berbuat seperti itu,


Atau jangan-jangan Mama nya kah yang mendatangi Nisa tadi siang,


Arya mengepalkan kedua tangan nya geram,


"Terus kamu ngak tanya siapa wanita itu? "


"Aku ngak sempat tanya mba,"


"Dan tadi itu pas aku lagi di kamar mandi, Kak Nisa menerima telpon yang mengabarkan Jika Ayah dan Ibu Kami telah berpulang mba, Mereka telah meninggalkan kami Mba.., Hick! Kak Nisa langsung drop dan pingsan,"


Riri berucap dengan berurai air mata, ia menumpahkan segala kesedihan nya kepada Rina, Yang sudah ia anggap sebagai kakak keduan nya itu,


Rina semakin mempererat rengkuhannya di bahu Riri, Tak bisa di pungkiri jika dirinya juga begitu syok mendengar kabar duka ini,


Kedua orang tua Nisa adalah orang baik, Baik dengan siapa saja termasuk dengan keluarga nya,


Rina tak dapat menahan laju air mata nya, Ia begitu iba melihat kondisi Bos kesayangan Semua karyawan nya itu, Di tinggalkan ke dua orang tuanya di saat kondisi nya tidak memungkinkan seperti saat ini,


"Yang sabar ya Ri..," Semoga Mba Nisa baik-baik saja," Tukas nya dengan air mata yang sudah menganaksungai,


Sedang Arya yang mendengar hal itu sangat merasa bersalah, selama ini dirinya, tidak pernah mau berkunjung ke rumah mertua nya itu,


Bahkan selama pernikahan nya dengan Nisa


dirinya hanya dua kali bertemu dengan kedua mertua nya itu,


Dan sekarang mereka telah pergi menghadap sang pencipta, disaat dirinya belum sempat meminta maaf kepada kedua nya,


" Ya Tuhan!, maaf kan Aku Ayah,Ibu!,"


"Keluarga pasien.."


Suara Dokter membuyarkan suasana yang tengah mengharu biru itu, Arya berdiri dari duduk nya, Di susul pula dengan ketiga perempuan yang kompak menyusut sudut mata mereka itu,


"Saya Dok!,"


"Bagaimana keadaan Istri saya Dok?"


Suara Arya tercekat kala menanyakan keadaan Istri nya,

__ADS_1


"Kondisi pasien saat ini masih belum sadarkan diri, bisa di bilang pasien kritis, kita tunggu sampai besok jika pasien belum juga sadarkan diri, Maka kami


menyatakan jika pasien mengalami Koma,


Riri yang mendengar hal itu tak bisa menahan bobot tubuh nya, Lutut nya lemas bagai tak bertulang,Namun dekapan tangan nya tetap kuat Kala memeluk Tubuh Baby Re,


Rina yang sedari tadi merenhkuh bahu nya kini memapah Tubuh lemas Riri dan mendudukan nya di kursi tunggu pasien yang ada di depan ruang ICU tersebut,


Arya meraup wajah nya kasar dengan kedua siku bertumpu pada paha nya, Dia menduduk kan dirinya yang sedikit syok dengan keadaan, Sang istri


" Dokter Tolong lakukan yang terbaik untuk kesembuhan istri saya Dok! "


"Kami akan berusaha sebaik mungkin Pak! mari kita doakan Pasien semoga lekas melewati masa kritis nya,"


Dokter berlalu setelah memberi petunjuk penjelasan tentang kondisi Nisa,


Meninggal kan mereka yang Nampak muram dengan kenyataan yang mereka hadapi saat ini, Istri, Kakak juga Bos, Mereka saat ini sedang di ambang Maut,


mereka terdiam di bangku mereka, Masing-masing, menghaturkan doa kepada yang kuasa, Semoga Istri, Kakak Dan Bos, mereka segera di beri Keselamatan serta kesehatan, seperti sedia kala,


Setelah berdiskusi dengan dokter Akhir nya Baby Re di perbolehkan untuk pulang malam ini juga, dan Rina menawarkan diri jika malam ini dia yang akan merawat dan menemani Baby Re,


Riri sangat berterima kasih, Atas kesediaan Rina untuk merawat Baby Re malam ini,


Akhir nya Rina dan Dewi Pulang dengan menaiki Taxi online, mereka pulang menuju ke Rumah orang tua Nisa, Sebab di sana semua kebutuhan Baby Re sudah tersedia,


Riri yang menyiapkan itu semua kemarin dengan memesan nya secara online dan meminta tolong Dewi yang menyusun nya di kamar Nisa,


Sedang Arya tidak bisa protes dengan keputusan sepihak Riri, Akan baby Re,


saat ini fokus nya adalah kesembuhan Nisa


Biarlah untuk saat ini dia membiarkan dulu semuan nya di urus oleh Adik ipar nya itu


Setelah Nisa Sembuh dia akan membawa nya pulang ke rumah nya,dan memulai semua nya dari awal,


Bersambung.....


maaf baru up 🙏


othor lagi ngak enak body

__ADS_1


maaf jika banyak typo nya ya


jangan lupa like nya ya


__ADS_2