
Tepat pukul 4 kurang 15 menit, Sore itu Nisa beriringan memasuki halaman Rumah kedua Orang Tua nya, para Karyawan nya sudah ada da datang semua, baik yang dari SDB maupun yang dari SDA, semua telah berkumpul penuh Canda Tawa,
Salah seorang Karyawan nya yang dari SDA yang bernama Fikri kini berjalan menyongsong kedatangan Nisa,
Fikri mengambil Alih si Gemoy untuk ia parkirkan dengan Rapih berjejer dengan para kendaraan mereka, yang sudah Berbaris dengan tertip,
" Terima kasih Fikri..!, Nanti di kosongin yang sebelah sini ya
Buat kejutan Ibu sama Ayah,"
Tukas Nisa dengan ramah, sambil berlalu dengan sesekali menyapa para Karyawan nya yang duduk sambil mengobrol di teras Rumah.
Dan para wanita juga tengah membantu Ibu, menyiapkan Makanan yang sudah dipesan Nisa sebelum nya dan baru datang pukul 3 sore tadi,
Sedang Sang Ayah tengah memberi makan Ikan Nila peliharaan nya, sambil menggobrol
dengan Pak Jono tetangga depan rumah nya yang berkerja sebagai Security di komplek sebelah,
Entah apa yang mereka bincangkan sehingga Ayah terlihat tertawa terbahak-bahak,
Ibu pun demikian.
tengah menertawakan kekonyolan Rina yang mengira Santan adalah susu, sebab warna nya yang sama-sama putih hampir saja dia Meminum nya, beruntung Ibu melihat nya,
Seketika Rumah Sederhana dengan halaman luas itu, riuh dengan suara-suara Tawa para lelaki yang saling melempar Canda, Nisa sangat bahagia melihat itu semua,
Terutama Melihat Seraut wajah gembira yang tersirat Dari kedua Orang Terkasih nya itu,
Ya Nisa sengaja merayakan Aniv ke dua orang tuanya yang ke 35 tahun ini, padahal Ibu sudah menolak,
baginya melihat Anak-anak nya dalam keadaan sehat dan bahagia tanpa kekurangan suatu apapun, Itu sudah membuatnya bahagia luar biasa,
Namun Nisa bersikukuh ingin meraykn nya bersama para Tetangga dan juga Karyawanya yang sudah ia anggap sebagai keluarga itu,
Nisa yang menyaksikan itu semua sangat Bahagia, ya kapan lagi ia bisa melihat wajah-wajah ceria orang-orang terdekat nya itu,
Kapan lagi ia bisa menyenangkan Kedua Orang Tua nya itu jika bukan sekarang,
itulah yang ada dipikiran nya saat ini,
Nisa mengambil Phonsel nya lalu menghidupkan kamera nya, Nisa berjalan kesana kemari, merekam semua Tingkah dan polah para Anak buah nya itu,
__ADS_1
Tanpa mereka sadari sehingga membuatnya Terkiki-kikik sendiri, berjalan mengitari Rumah nya sambil sesekali mengelus perut nya yang membuncit itu,
Tak lupa ia juga mengarahkan kamera Phonsel nya ke arah perut nya yang kebetulan Tengah menendang dengan kuat, membuatnya meringgis terasa nyeri sekali.
"Sayang!, Ade tahu ya kalau Bunda tengah merekam mu yang masih di dalam sana?"
Nisa berbicara dengan Tangan yang mengelus lembut perut buncit nya, seakan bayi dalam perut nya itu mengerti, perut nya kembali di tendang dengan kuat
Nisa kembali meringis Ngilu, Ibu yang melihat Nisa meringis, segera mendatanginya.
"Kenapa Nak?, ada yang sakit?" tanya Ibu khawatir.
"Ngak Bu, dia nendang nya kuat banget, ngilu" Ucap Nisa, Tangan nya masih setia mengelus perut nya lembut penuh kasih sayang,
Ibu tersenyum dan ikut mengelus perut Anak Sulung nya itu, "Yang anteng ya Cucu Nenek!, ngak boleh rewel kasian Bunda," Ucap Ibu.
"Nis.., Apa Suami mu tidak datang lagi?" Tanya nya kemudian, membuat raut wajah Nisa berubah murung,
Nisa telah memberitahu kan nya beberapa hari lalu kepada Arya, bahwa akan di adakan Syukuran 7 bulanan kandungan nya, berbarengan dengan Ultah pernikahan Kedua orang Tua nya, hanya Syukuran Sederhana saja bukan yang mewah-mewah.
Namun seperti biasa Responya hanya deheman, setelah itu tidak ada tanggapan lain, begitupun dengan Nyonya Ranti yang Acuh Tak acuh dengan apa yang Nisa sampaikan beberapa hari yang lalu.
"Nisa sudah bilang kok Bu, tapi mungkin Mas Arya lagi sibuk," Ucap nya dengan tertunduk sedih
Nisa Sudah menebak bahwa tidak ada yang Antusias atas kehamilan nya selain Dirinya dan kedua Orang Tua nya dan juga Tuan Wiguna, Yang selalu perduli kepada nya.
Suara Phonsel yang ada di genggaman nya, memutus obrolan nya dengan Sang Ibu.
"Nisa Angkat telpon dulu ya Bu," Tukas nya.
Dan di jawab dengan Angguk kan oleh sang Ibu sambil berlalu ke meja Prasmanan, guna memeriksa apakah semua sudah lengkap dan tertata rapih,
Setelah menerima panggilan yang ternyata dari sang Adik yang mengabar kan jika dirinya sebentar lagi akan sampai, dan menyuruh sang Kakak untuk bersiap-siap,
Kini Nisa mendatangi Sang Ayah yang masih setia memperhatikan Para Ikan Nila nya berenang kesan kemari,
"Ayah sini dulu" Nisa sudah mengamit Tanngan Sang Ayah dan membawa nya masuk kedalam Rumah,
"Ada apa ini Nak?, kok Ayah di geret-geret gini," tukas Ayah Faisal sambil terkekeh.
Nisa tak menjawab ia malah menggamit lengan Sang Ibu di sebelah kanan nya sedang
__ADS_1
Sang Ayah di sebelah kiri nya,
"Rin tolong tutup mata Ayah dan Ibu," Ucap Nisa sembari mengulurkan dua buah Syal Tipis ke arah nya, dan di sambut Riang oleh Rina,
"Oke Mba," Jawab nya sambil melakukan apa yang di perintahkan Bumil cantik itu
"Loh ada apa ini, kok Mata Ibu di tutup Nak?
Tanya Ibu tak mengerti dengan apa yang akan Anak-anak itu lakukan,
"Tenang Aja Bu Nisa mau kasih kejutan buat Ibu dan Ayah," tukas nya tenang.
Tak lama Mobil CRV warnah merah Nan gagah itu, telah memasuki halaman rumah yang sudah di kosongkan Oleh Fikri tadi, yang sebelum nya penuh motor milik sesama Karyawan kini telah terparkir rapih di samping kanan pekarangan
Pun dengan Pot-Pot bunga kesayangan Ibu untuk sementara telah di susun di sebelah kiri, Dan kini Mobil yang di kendarai Riri itu telah bertengger dengan gagah di tengah-tengah pekarangan,
Nisa dan juga Ayah Ibu nya kini telah berdiri di depan Mobil merah itu dan bersiap membuka Penutup mata Mereka, Dalam hitungan ke 3
Para Anak-anak Buah Nisa kini telah berdiri berjejer, kiri kanan, dengan Nisa Riri dan kedua orang Tuanya yang berada di tengah
Nisa mengangkat tangan dan mulai berhitung dengan di ikuti semua yang ada di sana
" Satuuu....! duaaaa....! tigaaaa...! dengan sigap Riri dan Nisa membuka penutup mata, Ayah dan Ibu nya dan.. "Taraaaa..!" Kor Nisa dan Riri kompak,
Membuat Mata Ayah dan Ibu sukses membola, dengan apa yang mereka lihat saat ini, sebuah mobil warna merah dengan pita besar bertuliskan Happy Wedding Anniversary Ayah-Ibu yang ke 35th,
mereka segera menoleh ke Arah Putri Sulung nya Itu.dengan sorot mata meminta penjelasan
Nisa yang paham dengan Tatapan bertanya ke dua Orang Tuanya itupun kini berucap,
"Ini Hadiah buat Ayah dan Ibu. di Ulang tahun, Pernikahan Yang ke 35 tahun. Dari Nisa dan Riri, kami Sayang Ayah dan Ibu,
Semoga Ayah dan Ibu selalu dalam keadaan sehat, Nisa sayang Ayah dan Ibu!"
Ucap Nisa sambil memeluk kedua orang Tua nya,dengan Air mata yang bercucuran,
Semua larut dalam suasana haru dan membahagiakan itu,
bersambung..
mohon maaf bila banyak Typo, 🙏
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya
Trima kasih 😍