
Acara Santap menyantap kini tengah berlangsung, setelah pak Ustadz yang di undang Oleh Ayah, telah menyelesaikan serangkaian Doa untuk Nisa dan juga kedua Orang Tua nya
Di selingi canda tawa oleh para Karyawan Nisa, yang kesemuanya itu masih berstatus bujang dan gadis,
Suasana Riuh kini kian heboh saja setelah Nisa mengadakan Game dengan Hadiah yang menggiurkan,
Dari di mulai nya Acara hingga kini Rumah itu sudah sepi dari keriuhan,sebab Orang-orang yang sudah pada kembali ke rumah nya masing-masing,
Namun belum ada tanda-tanda akan kemunculan Sang Suami, Setitik Air matanya jatuh dari Netra teduh nya,
"Jika kamu tidak bisa datang untuk ku, setidak nya datanglah untuk Anak mu," gumam Nisa,
dengan perasaan kecewa untuk yang kesekian kali nya,
Ingin rasanya ia tidak kembali ke rumah itu lagi,
Sakit.. ya terlalu dan selalu menyakit kan, bukan hanya sekali,Namun sudah berulang kali. di tambah lagi dengan sering nya Nyonya Ranti berkunjung ke rumah mereka, maka akan menambah luka Yang ada di hatinya,
sepanjang kehamilan nya Nisa selalu melakukan dan mencari sendiri apa yang di inginkan nya,
Jika kebanyakan Wanita hamil di luar sana yang bermanja kepada para Suami mereka, dengan menginginkan sesuatu ini dan itu, Ngidam atau sebagainya,
Namun hal itu tidak berlaku bagi Nisa,
Jika ia menginginkan sesuatu, Ngidam Nisa mencarinya sendiri,
Pernah suatu Malam Nisa menginginkan memakan Sate Ayam dengan bumbu kacang yang banyak,
Nisa yang tak bisa menahan keinginan nya itu, Terpaksa membangunkan Sang Suami,
Untuk meminta Tolong membelikan nya Sate,
Namun alih-alih mengiyakan dirinya malah di marahin habis-habisanOleh Arya,
Dengan berkata jika itu bukanlah ke inginan sang Jabang Bayi melainkan keinginan Nisa sendiri.dan lebih menyakitkan nya lagi, Arya menuduh Dirinya yang sengaja melakukan itu Hanya untuk balas dendam.
Menganggu waktu Tidur nya,dengan memanfaatkan kehamilan nya,
Dan Akhirnya Nisa pergi mencari Apa yang dia inginkan,
malam itu dengan merasa tidak Enak kepada bi Atun, karena di bangunkan di tengah malam, Nisa yang di temani bi Atun
pergi dengan mengendarai si gemoy keliling di tengah malam demi ingin Memakan Sate Ayam dengan bumbu kacang nya yang banyak,
Bila menggingat waktu itu, seharus nya Dirinya sudah bisa menebak Jika Arya memang tidak menginginkan Anak yang ada di dalam kandungan nya,
Air matanya kembali jatuh demi menyadari kenyataan, yang sesungguh nya,
__ADS_1
Dia pikir suatu Saat seiring dengan berjalan nya waktu, Suaminya itu akan menerimanya dan mencintainya,
Namun seperti nya hal itu tidak akan pernah Terjadi, Jika demikian sebaik nya dirinya mundur saja, Rasanya sangat tidak enak jika mencintai seorang diri, tanpa mendapatkan
balasan yang sama dari orang yang kita Cintai,
Entah sejak kapan Dirinya mencintai Arya,
ia pun tak mengerti.
Namun perasaan cinta nya yang tulus, kepada Arya tidak sekalipun mendapat sambutan dari Sang Suami, yang selalu bersikap dingin
dirinya tak ubah nya hanya seorang pemuas Ranjang nya saja, tidak ada kata-manis atau perlakuan Romantis.setiap kali Arya meminta hak nya, dia akan menyerang nya tanpa kata-kata
dirinya memang bodoh mengharapkan sesuatu yang mustahil baginya,
"Kak Nisa.,Kakak menangis..?, Ada apa Kak," Tanya Riri saat mendapati Sang Kakak tengah menitihkan Air matanya sambil melamun,
Di teras Rumah nya malam itu Riri yang berniat menanyakan apakah Sang Kakak akan menginap atau pulang.malah mendapati Sang kakak tengah menangis dengan pandangan Kosong,
Sedang Nisa yang kaget sebab kedatangan Adik nya itu dengan segera menghapus Air mata nya, jangan sampai Ayah dan Ibu melihat nya seperti ini,
"Ngak ada Apa-apa RI, Kakak cuma kelilipan Aja tadi" Bohong nya sambil memalingkan wajah nya, manakal Sang Adik masih tekun memandang nya dengan dahi mengkerut,
"Oke kalau Kak Nisa belum mau berbagi dengan ku, Tapi.. bukan berarti Riri percaya jika Kak Nisa Baik-baik saja, Disini emang bukan tempat Yang pas untuk Curhat!" Ucap nya dengan memandang Sang Kakak,
"Kak Nisa mau nginap atau pulang nih?,
ini sudah malam Kak, Lebih baik menginap saja kasian Ponakan Onty nih, jika di bawa Motoran Malam-malam begini,"
Ucap Riri sembari mengelus perut Sang Kakak, dan di sambut dengan tendangan oleh mahluk mungil yang bersembunyi di perut Sang bunda itu,
"Wahh dia menendang Kak..!" Pekik Riri dengan girang,
Sedang di Tempat Lain
Arya yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah berendam air hangat itu Terasa segar dan sedikit meringankan rasa penat yang ada di kepala nya,
Masih dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah nya saja,
Arya meraih Phonsel nya yang berkedip tanda pesan Masuk, di usap nya layar Pipih itu,
Sebuah pesan dari Sang Papa.
"Ar Kamu tidak Lupa kan hari ini Syukuran 7 bulanan kandungan Nisa?, Papa tadi tidak sempat kesana, Tapi Papa sudah menelpon Ayah mertua kamu,"
Dan Arya baru ingat jika beberapa hari yang lalu Nisa memberitahu nya tentang hal ini,
__ADS_1
Namun dirinya Sama sekali tidak ingat, jika hari ini Acara nya,
Entahlah agak nya Dia harus memikirkan nya kembali keputusan nya untuk bersama dengan Nisa, Jika niat wanita itu hanya untuk mengeruk harta nya, seperti yang sering Mama nya katakan,
"hah ternyata dirimu memang wanita yang mudah silau akan harta tidak ada bedanya dengan Wanita-wanita yang ada di luar sana," batinya.
Bukan tanpa alasan dirinya menyimpulkan hal demikian, Terhitung sejak mereka pindah dari Kediaman Wiguna, seminggu setelah nya
Notif Tentang riwayat Transaksi Atas Nama Dirinya terus saja berbunyi,
Arya Tahu jika Salah satu kartu milik nya yang pernah Papa nya sita darinya, telah di berikan kepada Nisa,
Arya menghela nafas nya dengan kasar, menaruh kembali Phonsel nya di Atas Nakas, kemudian berlalu ke Ruang Ganti,
Pagi menjelang
Arya Terbangun seorang Diri tanpa keberadaan Nisa, Rasa hampa menyergap relung hati nya, dirinya yang sudah terbiasa melihat Nisa di setiap paginya,
yang dengan susah payah Bagun dari tempat tidur dengan perut buncit nya, berjalan dengan pelan menuju kamar Mandi,
Sangat Sexy dan Menggemaskan,
Arya menggelengkan kepalanya, demi menghilangkan pemikiran tidak waras nya itu,
dilirik nya lagi bagian tempat tidur yang biasa Nisa tempati, Kosong. tanda sang empunya tak pulang kerumah,
Arya segera beranjak dari atas tempat tidur nya dan segera masuk ke dalam kamar mandi .guna membersihkan dirinya,
hari ini adalah hari Minggu jadi dia bisa Seharian berada di Rumah, dirinya akan menunggu Istri nya itu pulang,
......................
Belom tahu aja si Arya kalo yang pake ATM nya itu Mama nya,
bersambung.....
dua bab ya bestie kita lanjut besok lagi
sebab Othor itu ngak kuat begadang hehehe😅
jangan lupa like dan komen nya ya bestie
makasih🙏
maafkan bila banyak typo ya🙏
Lope you all😘
__ADS_1