PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bab 153


__ADS_3

🌼 SELAMAT MEMBACA 🌼


"Bu. Ibu sayang nggak sama Bapak?," Tuan Wiguna bertanya sembari menggenggam satu tangan istrinya dengan tangan kirinya,


sedang tangan kanan nya memegang setir,


Bu Nining terdiam memperhatikan wajah suaminya yang masih terlihat gagah di usia tua nya, tidak langsung menjawab pertanyaan yang terkesan aneh itu,


Tangan kirinya nya terangkat dan membelai sebelah wajah Tuan Wiguna.


"Ibu sayang.cinta dan sangat menyayangi Bapak. Ibu ingin kita bersama selamnya, Jika pun nanti ibu pergi dulun dari dunia ini, Ibu akan setia menunggu Bapak datang.dan kembali bersama,"


Tuan Wiguna tersenyum saat mendengar jawaban istrinya itu. Kemudian membawa tangan istrinya dan mengecup nya penuh sayang.


"Bagaimana jika Bapak pergi duluan Bu?,"


Tanya nya lagi. dengan tatapan fokus ke arah depan.


"Jika Bapak pergi duluan. Ibu akan ikut, Ibu akan memohon kepada yang kuasa agar ibu ikut bersama Bapak, Ibu nggak mau di tinggal sama Bapak," Jawab nya sembari menitihkan air matanya,


"Bapak jangan ngomong yang aneh-aneh Pak, Ibu nggak mau ditinggal Bapak duluan," Lanjut nya lagi dengan suara bergetar,


Tuan Wigunapun tersenyum hati dengan perktan istrinya itu, dirinyapun rasanya tidak akan sanggup jika harus melihat istrinya pergi duluan,


" Maafin Bapak ya Bu. udah bikin Ibu sedih, " Ucap nya sembari menoleh sekilas kepada Bu Nining yang kini tengah menghapus air matanya menggunakan lengan bajunya,


"Ya sudah.jangan nangis lagi ya, di depan sana ada rumah makan lesehan, Yang menyajikan aneka ikan bakar, Rasanya sangat enak.Ibu pasti suka,"


Tuan Wiguna membelok kan Mobil nya ke arah rumah makan lesehan yang tidak terlalu besar itu, Namun terlihat sangat ramai pengunjung,


"Hem.. kata orang-orang yang suka bepergian keluar kota begini, Makanan yang di jual di tempat-tempat seperti ini pasti memiliki harga fantastik Pak,"


Ucap Bu Nining. sembari memperhatikan sekeliling area rumah makan tersebut. setelah menutup pintu mobil nya,


"Santai saja Bu.biar Bapak udah tua tapi uang nya masih banyak kok, Masih sanggup membelikan Ibu Makanan disini."


Ucap nya sembari menggandeng tangan Bu Nining dan memasuki rumah makan yang sedang ramai itu,


........................


"Target sudah terlihat. semuanya stay di posisi masing-masing," Ucap seorang Pria saat melihat Mobil target nya telah meninggalkan rumah makan itu. Dan segera memutuskan sambungan telpon nya,


kemudian menyuruh rekan nya untuk menjalankan mobil nya,


"cepat jalankan mobilnya! Jangan smoi tertinggal jauh,"


"Siap,"


Setelah target mereka keluar dari perbatasan antara Kota B dan kota S yang kiri kanan jalan nya adalah jurang. mobil itu melaju dengan kecepatan di atas rata-rata,


....................


Brak!!!


Arya menendang pintu kokoh ruangan Daniel itu hingga pintu tersebut terjungkal nyaris lepas dari engsel nya,


"Oh..rupanya Tuan Arya Wiguna berani juga datang kemari," Ucap Daniel tertawa miring dengan seorang wanita muda yang berada di pangkuan nya dengan keadaan yang nyaris bugil itu,

__ADS_1


"Heh, Menjijikan sekali kau rupanya, " Arya berjalan mendekati meja Daniel kemudian menggebrak meja tersebut hingga membuat barang-barang yang berada di atas meja itupun berjatuhan,


Membuat wanita yang berada di pangkuan Daniel itu seketika terjengkit dengan tubuh gemetar,


"Honey kau keluar sebentar ya," Tukas Daniel sembari mengecup singkat bibir wanita muda itu,


Dan tanpa di suruh dia kali wanita itu dengan cepat turun dari pangkuan Daniel. dan berlari ke arah pintu yang terbuka lebar itu,


Tak memperdulikan penampilan nya yang berantakan,Akibat ulah Daniel tadi,


"Heh, tak kusangka seorang Daniel Atmajaya adalah seorang pengecut, Yang hanya berani menghasut Seorang anak kecil,"


Sindir Arya dengan tersenyum sinis.memandang Daniel yang kini telah memasang wajah geram, Akibat ejekan nya,


"Brengsek!!,"


Bug!!


Daniel yang memang memendam kebencian kepada Arya. berhasil memasukan satu pukulan ke rahang kokoh Arya, Dengan nafas memburu,


"Sialan!!


Bug!!


Arya tidak memperdulikan rasa kebas yang mendera nya,


dengan gerakan cepat ia membalas pukuln Daniel dengan telak,


Daniel tersungkur kebelakang saat Arya memasukan tendangan nya tepat mengenai perut nya,


"Bangun sialan!!," Arya mencengkram kedua sisi kearah kemaja yang di gunakan Daniel dan menarik nya bangun,


" Apa yang kau katakan kepada Putraku hah?. Kau berani mengusik keluargaku brengsek!!,"


Arya kembali mengarahkan pukulan nya kepada Daniel. Namun meleset Daniel berhasil menghindar dan berbalik menendang perut Arya hingga termundur beberapa langkah kebelakang,


"Bos," Dimas yang sedari tadi berdiri tak jauh dari Arya. Kini maju selangkah ingin membantu nya,


Namun Ary menaikan tangan nya, Memberi isyarat agar Dimas diam di tempat,


"Apa segitu saja kekuatanmu Tuan Arya." Ucap Daniel santai, Sembari menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku,


"Apa yang aku lakukan itu belum seberapa, Dibndingkan dengan apa yang telah kamu lakukan kepada Restie!!, Bajingan kau Arya!!


Daniel kembali menerjang Arya dan mengarahkan pukulan nya kepada Arya,


"Brengsek!!," Maki Arya setelah itu bakuhantam antara satu lawan satu itu tak terelak kan lagi,


Dimas yang berdiri tak jauh dari keduborangbyng sedang bergelut itupun sudah gatal ingin ikut memukul Pria kurang ajar itu,


Namun lagi-lagi Arya menahan nya,


"Biarkan ku menyelesaikan ini sendiri Dim. Kamu hanya perlu berjaga apabila anak buah Si brengsek ini datang,"


Begitu katanya,


Bug!!

__ADS_1


Bug!!


Brak!!


Bruk!!


Arya menerjang Daniel dengan tendangan bertubi-tubi. Membuat tubuh Daniel terlempar dan membentur meja kerjanya,


Ruangan yang tadinya tertata dengan rapi itu kini telah kacau, Tak ubahnya seperti tempat pembuangan barang rongsok kan,


"Hem..Aku hanya kasihan kepada Putrimu karena memiliki Ayah seperti dirimu, Ayah yang tega meninggalkan nya sewaktu dia dalam kandungan, Sehingga membuat Ibunya putus asa dan memilih pekerjaan kotor. Yang pada akhirnya malah mengantarkan nya pada gerbang kematian,"


Tukas Arya denga menghapus cairan merah dari sudut Bibir nya,


" Seharus nya kamu berkaca terlebih dahulu sebelum mengatkan hal itu padaku sialan!" Tukas Daniel tidak terima saat Arya menggatakn hal itu,


Bug!!


Daniel berhasil menonjok kembali rahang Arya yang sudah berhiaskan lebam itu,


penampilan keduanya tak jauh berbeda, sama-sama kacau,


Arya pun berhasil membalas pukulan Daniel dengan memasukan tendangan tepat mengenai perut nya,


Membuat Daniel tersungkur beberapa langkah kebelakang.


"Argh!!!,"


Daniel mengerang keras saat Arya menginjak punggung nya dengan keras,


"Seharusnya kamu intofeksi diri, Karena siapa dia seperti ini, karena apa dia rela bekerja kotor. Hingga membuat nya kehilangan nyawan nya, ". Ucap Arya dengan geram,


"Jika aku tidak memikirkan Putrimu yang sudah kehilangan Ibu nya itu, mungkin aku sudah menghabisi mu saat ini juga, "


"hahaha, Lakukan saja sialan!! Tapi sebelum itu, Aku ingin mengatakan sesuatu. Aku telah menyiapkan kejutan untuk mu, Kejutan yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu, "


Tukas Daniel dengan suara terbata-bata menahan sakit yang mendera sekujur tubuhnya,


Mendengar hal itu, Arya kembali geram. "Apa yang akan kau lakukan brengsek!!,"


Baru saja Arya akan mengarahkan pukulan nya lagi kepad Daniel. Namun suara dering Ponsel nya menghentikan nya,


"Hem.nomot tidak di kenal," Gumam nya,


"Itu adalah kejutan untuk mu sialan," Ucap Daniel kemudian tak sadarkan diri,


Arya dan Dimas saling bertukar pandang,


"Halo!... Iya.. betul saya Anak nya, Anda....Apa? Kecelakaan?..."


Kepala Arya bagai di hantam palu besar. dan seketika membuat nya panik luar biasa,


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen nya ya sayang-sayangku 🤗😍


Terima kasih.

__ADS_1


Mohon maaf bila bnyak Typo nya 🙏🙏


__ADS_2