PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
Bab 148


__ADS_3

๐ŸŒผ Selamat membaca ๐ŸŒผ


" Abang mau nggak jalan-jalan sama Mami, Kita berdua aja, Nanti sekalian kita Kunjungin Makam Bunda, Sekalian nanti Mami ceritakan seperti apa Bunda nya Abang hem..?,"


Riri membelai kepala Re dan mengusap sisa-sisa air mata di pipi putra nya itu,


"He'em, Abang Mau Mih," Jawab nya dengan suara pelan,


"Ya uda ganti baju yuk, Pakai jaket atau Hodie biar nggak kedinginan kita bawa si gemoy aja, Soalnya kalau sore suka macet,"


Setelah Re selesai mengenakan celana jeans dan jaket Hoodie nya, Riri merangkul putrany itu keluar dari kamar nya,


Begitu keluar dari kamar Re, Pandangan Riri langsung bertemu dengan pandangan Arya, Dari sorot mata suaminya itu Riri bisa melihat kekhawatiran yang sangat besar,


Arya yang sejak tadi duduk di sofa ruang keluarga itupun segera berdiri saat melihat Riri dan Re yang baru keluar dari kamar tersebut,


Dengan perasaan yang bercampur aduk ia menghampiri anak istrinya itu,


kedua orang kesayangan nya itu tak jauh berbeda keadaan nya, muka sembab, Mata sedikit bengkak dengan hidung merah, karena kelamaan menangis,


"Sayang, Abang..," Panggil Arya dengan nada sedikit cemas,


Re masih belum menunjuk kan reaksi normal seperti biasa saat melihat Papi nya itu, wajah nya tetap datar,


" Sayang... Abang nggak kenapa-napa kan? bagaimana dengan keadaan nya apa masih demam?,"


Arya tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir nya terhadap putra sulung nya itu,


"Demam nya udah Turun Pih, Mami mau ajak Abang jalan-jalan berdua aja, Naik motor,"


Ucap Riri memandang mata Arya dengan tatapan meminta Izin ingin menjelaskan semua nya kepada putra mereka itu,


Riri tidak ingin masalah ini berlarut-larut jika ia hanya diam saja dan tidak memberi penjelasan kepada Re,


Riri khawatir jika Re nanti akan merasa kecewa sebab tak adanya penjelasan yang membuat hati nya bisa menerima kenyataan yang ada,

__ADS_1


Menurut Riri ini adalah langkah yang terbaik, Dengan menceritakan sedetail mungkin bagai mana dia lahir dan besar dalam pengasuhan nya sebagai Mami yang sangat menyayanginya,


Ingin menjelaskan dan menanamkan dalam pikiran dan hati nya,Jika dia bukan atau berbeda dengan Adik-adik nya, Mereka semua sama,


Walaupun Re tidak lahir dari Rahim nya. Akan tetapi Re adalah bayi pertamanya, Anak Sulung nya.


Yang ia rawa dengan penuh kasih, setiap malam bergadang bersama, menggantikan popok nya dan membuatkan nya Susu,


kemana-mana selalu berdua, Re adalah Putra Sulung nya, Kakak laki-laki dari ketiga adik nya,


" Sekalian nanti mau mampir ke tempat Bunda nya juga, Jadi.. mungkin kita akan pulang sore Pih, Titip anak-anak ya, "


Riri memeluk Arya. meminta dukungan kepada suaminya itu, Meminta kekuatan hati ingin menjelaskan semua nya saat ini juga, Riri memutuskan ingin menjelaskan nya secara perlahan-lahan dengan santai,


Sembari melihat-lihat kenangan mereka di Rumah lama mereka, Begitu pikir Riri supaya Re bisa mencerna setiap penjelasan nya, dengan baik,


Arya memeluk istrinya dengan segenap perasaan nya, Tangan nya terulur menarik lembut lengan putra nya masuk kedalam pelukan nya,


Arya memeluk keduanya dengan penuh kasih, Semua ini terjadi karena kesalahan nya, Kelalaian nya dalam melindungi keluarga nya,


Sehingga membuat putra nya seperti ini,


"Hati-hati bawa motor nya ya sayang. jangan ngebut, " Nasehat Arya. setelah memasangkan helm kekepala Re dan membantunya naik ke atas motor,


"Iya Pih. " Jawab Riri, Kemudian menstater motornya siap meluncur,


"Pegangan yang kencang ya bang, " Pesan Arya kepada Re, Yang menjawab nya dengan anggukan kepala,


Sedih rasanya melihat putra sulung nya bersedih seperti itu, apalagi dengan raut kekecewaan yang masih terlihat di matanya,


Arya melepas kepergian Istri dan juga putranya dengan hati yang sangat berat, Ingin rasanya ia ikut serta ingin menjelaskan dan mengakui kesalahan nya di hadapan putra sulung nya itu,


Namun Riri melarang nya, istrinya itu memintanya untuk percaya kepadanya sepenuh nya,


Akhirnya iapun membiarkan Ibu dan anak itu untuk pergi berdua saja, Semoga setelah Riri memberi penjelasan kepada putra mereka itu, keadaan akan berubah seperti sediakala, Ceria dan penuh kebahagiaan,

__ADS_1


"Ar mereka mau kemana? kenapa naik motor nggak naik aja mobil biar lebih aman," Tanya Nyonya Ranti,


Nyonya Ranti yang baru selesai menemani ketiga cucunya makan siang yang sudah terlambat itu,


Dan melihat Riri pergi menaiki motor bersama Re itupun penasaran dan bertanya kepada Arya yang masih memandang kepergian Istri dan anak nya itu dengan senduh,


"Riri mengaja Abang ke makam Bundanya Mah, Sekalian ingin menceritakan semuanya kepada Re, Hah.. mungkin memang sudah saat nya Abang mengetahui hal ini,."


Tin..tin..!!


Nyonya Ranti menoleh secara bersamaan saat mendengar klokson mobil yang memasuki pekarngn Rumah yang pagar nya belum sempat tertutup itu,


"Mama ngasih tahu Papa kalau...," Arya menoleh Mamanya yang berdiri di sisi nya,


dengan pandangan mengarah ke mobil yang baru saja masuk ke halaman luas rumah nya itu,


"Iya, Mama yang menelpon Papa kamu, sebaiknya bicarakan masalah ini sama Papa kamu, Mama nggak mau Ar Orang jahat itu menghancurkan kebahagiaan keluarga kita,"


Sahut Nyonya Ranti sembari menyusut kedua sedut matanya, Rasa bersalah nya kini semakin mencuat manakala melihat Cucu sulung nya terluka batin nya,


"Sudah Mah, Jangan terus menyalahkan diri Mama, Disini Arya lah yang paling bersalah atas semua ini." Ucap Aray mengelus lembut bahu Mama nya,


"Ar..Bagaimana hal ini bisa terjadi? Siapa yang telah kurang ajar itu,, Berani-berani nya dia menyakiti Cucuku,"


Rupanya Tuan Wiguna yang datang berkunjung, Karena mendengar kabar Cucu sulung nya itu,


"Sebaik nya kita bicara di dalam saja Pah, Arya juga lagi nunggu Dimas, "


Arya mengaja kedua orang tua nya itu untuk masuk kedalam rumah,


Tuan Wiguna datang seorang diri. pria tua itu baru saja menghadiri pertemuan bersama relasi bisnis nya di sebuah Resto, Saat Bu Nining mengabarinya tentang keadaan Re,


Tanpa menunggu lama beliaupun segera mengunjungi rumah putra nya itu,


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like dan komen nya ya sayang-sayangku๐Ÿค—๐Ÿ˜


Terima kasih..๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2