PERNIKAHAN MEMBAWA LARA

PERNIKAHAN MEMBAWA LARA
bab 132


__ADS_3

"Mommy…, hick! Bangun, Katanya Mommy mau ngajak Nuna ke taman, Tapi Mommy nggak bangun-bangun!  Nuna Sayang Mommy.., Nuna Janji nggak akan menanyakan Daddy lagi sekarang, Daddy sudah ada di sini Mom, Jadi Mommy harus bangun ya, Jangan lama-lama bobo.nya " 


Gadis kecil itu menghapus air matanya, Saat mengucapkan serentetan kata-katanya nya itu, Di samping bed Ibunya yang terbaring lemah, 


Membuat Daniel yang berdiri di belakang Putrinya ikut menitihkan air matanya, 


Sudah seminggu Restie tidak bangun, Dokter mengatakan jika Restie saat ini tengah koma, 


Penyakit yang menyerang nya kini sudah menjalar kemana-mana, Karena terlambat di tangani, Hati nya semakin nyeri, memandang tubuh kurus tak berdaya di hadapan nya itu, rambut yang sudah mulai rontok, Semakin membuat penampilan nya memprihatinkan, 


Daniel tak kuasa memandang wanita yang dia kasihi itu terbaring lemah, Ini semua salah nya, Karena telah meninggalkan nya terpuruk dalam kesendirian, Saat itu dirinya begitu egois, 


Dan tidak memikirkan perasaan Restie, Ia hanya memikirkan dirinya sendiri saat, Ia meninggalkan nya tanpa kabar, Tanpa tahu jika Restie sedang mengandung Anak nya, 


"Res bangun, Aku ingin meminta maaf sama kamu, Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya, Jangan tinggalkan aku dan juga Putri kita sayang," 


Danielemcium tangan kurus Restie, Penampilan Restie sangat berbeda negri bertemu beberapa bulan yang lalu


" Daddy. Mommy kapan bangun nya? Nuna mau sama Mommy," 


"Kita doakan Mommy ya sayang, Semoga Mommy cepat membuka mata nya ya Sayang, Minggu depan kita akan membawa Mommy berobat ke luar negri sekarang kita kekar yuk, Biarkan Mommy istirahat," 


Tukas Daniel sembari menggendong Putrinya keluar dari Ruang rawat Restie,


.


"Sayang, Ayo makan dulu,Biar ada tenaga," Sudah seminggu ini Arya di buat khawatir tentang keadaan Riri, Yang mengalami morning sickness,   


"Nggak mau Mas, Semua makanan nggak ada yang enak, Udah sana.. Bau Mas Arya nggak enak banget," Riri mngusir suaminya sambil menutup hidung, Karena tidak tahan saat mencium Aroma khas suaminya itu, 


Arya hanya menghela nafas nya dengan pasrah,

__ADS_1


Riri tidak sampai hati mengusir suaminya, Namun Menurut indera penciuman nya saat ini tidak ada yang enak di cium, semua serba salah pokonya, Termasuk mencium aroma tubuh Suaminya,


Masuk kamar mandi paling malas,  Cium bau sabun dan shampo mual. Cium bau parfum mual, apalagi cium aroma masakan nggak ada yang enak pokonya, 


Mau nya ya rebahan aja sambil.menutup mata, Walaupun nggak tidur, Hanya untuk meredam mual, 


"Pengen makan apa sayang?  Nanti Mas beliin," Tanya Arya sebelum keluar dari kamar, 


"Belum tahu Mas, Nanti aku bilang kalau pengen sesuatu," Sahut nya tanpa menoleh Arya yang menatap nya dengan sendu,


" Ya sudah, Mas berangkat ke Kantor dulu ya, Kalau mau apa-apa telpon Mas," Ucap nya lagi sebelum berlalu dari sana, 


" Hem,"  Jawab Riri, singkat, Karena serangan mual itu kembali datang menghampirinya,


.


" Bagaimana Ar, Mau makan sesuatu?" Tanya Nyonya Ranti yang kini telah duduk di meja makan bersama Re dan juga Eza, Yang tengah di suapi makan oleh Lili,


" Nggak mau Mah, Katanya semua nggak ada yang enak,Aku deketin aja nggak mau,Katanya bau nya nggak enak bikin mual," Keluh Arya seraya men duduk kan dirinya di kursi, Dengan wajah muram, 


"Sabar Ar, Bawaan Ibu hamil itu beda-beda, Setiap anak nya, kamu yang harus bersabar di saat-saat seperti sekarang ini, Apalagi mood Bumil itu suka berubah-ubah, " 


"Papi.. Jangan sedih, Nanti biar Abang yang jagain Mami, Papi kerja saja ya," Ucap Re dengan pintar nya, 


Membuat Arya tersenyum kepada putra Sulung nya itu, Saat mengetahui jika dirinya akan segera mempunyai adik lagi, Membuat Putra sulung Arya itu bahagia bukan main, 


"Ia Bang, tolong jagain Mami ya sayang, Kalau ada apa-apa telpon Papi," Arya mengelus Kepala si Sulung, Dan mengecup kening nya, Kemudian beralih kepada bayi tujuh bulan nya yang tengah di suapi oleh Lili, 


"Makan yang banyak ya Baby, Papi berangkat ke kerja dulu, "  Ucap Arya sembari mengecup kepala anak nya, 


Setelah berpamitan kepada Mama nya Arya berangkat kekantor dengan perasaan cemas nya kepada Riri,

__ADS_1


" Kenapa lagi Bos? Wajahnya kok mendung gitu?, " Tanya Dimas, Saat mereka berpapasan di loby,Dan memasuki lift Khusus petinggi perusahaan itu,


" Maminya Re masih mabok?," Tanya nya lagi, 


" Masih, Mana dia nggak suka bau badan aku lagi, Katanya nggak enak nyium nya, Bikin mual," Keluh Arya, Pagi ini dia sudah mengeluh kepada Mama dan Juga Asisten nya, 


" Sabar Bos, Dulu juga Rina begitu,Mabok sampai usia kehamilan nya 6 bulan baru mendingan, Untung aja dia nggak benci sama aku," Tukas Dimas,


.


" 6 bulan, Selama itu?,"  Ulang Arya, Dengan bahu nya yang semakin turun, Membayangkan dirinya Tidur tanpa memeluk Riri selama 6 bulan, Membuat Arya semakin muram, 


"Ya ampun Nak, Mau balas dendam kah sama Papi mu ini, Papi bisa kurus kering jika tidak memeluk Mami mu selama 6 bulan lamanya, Seminggu saja rasa setahun," Batin Arya merana,"


Saat Riri mengandung Eza, Re yang begitu posesif kepada Maminya, Sampai Eza lahir masih saja begitu,


Dan sekarang, Saat Riri mengandung anak ketiga, Re udah mulai melunak, Namun calon bayi nya itu yang ganti posesif kepada Mami nya, 


.Sabar ya Papi Arya, Terima nasib aja, Jangan banyak mengeluh,😂


Jam sudah menunjuk kan pukul 12 siang, Waktuny Para pekerja beristirahat sembari mengisi perut mereka  yang telah di landa lapar, Setelah setengah hari berjibaku dengan pekerjaan, Dengan versi nya masing-masing, 


Saat Arya akan keluar dari ruangan nya, Berniat ingin makan siang di luar bersama Dimas yang sudah menunggunya di depan Loby, Ponsel di sakunya bergetar, Menandakan adan panggilan masuk,


"Ya sayang?,"  


"Mas, Beliin aku Bubur Sum-sum, Tapi belinya di kedai Istana Bubur ya, Nggak boleh di tempat lain, Nanti aku share alamatnya, Kek nya enak banget barusan aku liat di sosmed, Ingat harus Mas Arya yang beli jangan Dimas, Ok! nggak pake lama," 


Tukas Riri panjang lebar di sebrang sana, Dan langsung mematikan sambungan telpon dengan Sepihak  tanpa menunggu jawaban dari Arya,


Membuat Arya geleng-geleng kepala,Dengan kelakuan istrinya itu,

__ADS_1


Bersambung…..


Like dan komen nay jangan lupa ya,


__ADS_2