
Sebelum nya mohon maaf ya atas keterlambatan update nya 🙏✌️
Selamat membaca sayang-sayang nya Othor 🤗
" Mamah! Kapan datang nya? kok nggak ngabarin dulu? " Arya sedikit kaget saat melihat kemunculan Mamanya di depan ruangan nya,
" Kenapa? kok kaget gitu? Nggak suka ya Mama ada disini?, "
Nyonya Ranti menekuk wajah nya, kala mengatakan hal itu,
" Ya nggak lah Mah! Mamah kapan sampai? Naik apa kesini pesawat? "
Arya berusaha bersikap biasa-biasa saja di hadapan Mama nya, Sebagai Anak dia juga tidak ingin menjadi Anak durhaka,
Terlepas dari Perbuatan sang Mama di masa lalu, Dirinya hanya berusaha memaafkan
Dengan harapan Jika Mama nya bisa berubah menjadi lebih baik,
Sama seperti dirinya yang berusaha menjadi manusia yang lebih baik, Dirinya sadar jika selama ini telah banyak melakikan kesalahan, Terutama kepada mendiang istrinya Nisa,
" Mama naik pesawat lah Ar, Mama mau ngomong sesuatu sama kamu, " Ranti memandang Putra sematawayangnya itu penuh harap,
" Mama mau ngomong apa? " Sejenak Arya melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya, Siang itu dirinya berencana mengunjungi Re, Tadi sudah mengirimkan pesan kepada Riri, dan Riri mengatakan jika dirinya tengah berada di Ruka SDB,
" Kamu sibuk? Sepertinya kedatangan Mama telah mengganggumu ya! " Ketus Ranti saat melihat gesture Arya yang seakan tak sabar dalam meladeni nya,
Ranti merasa jengkel Dengan sikap Arya, yang tidak memprioritaskan dirinya lagi, .
" Bukan begitu Mah, Arya sudah terlanjur membuat janji bertemu Re, Nggak enak klo nggak jadi kesana, "
Arya tersenyum meringis saat beradu tatap dengan Mama nya, Yang raut wajah nya telah berubah semakin datar,
" Kamu lebih mentingin dia daripada Mama yang udah lama nggak ketemu kamu?" Wajah Ranti sudah semakin masam saja,
" Kamu sama aja sama Papamu itu, Nggak perduli lagi dengan Mama! " Ranti menyusut sudut matanya yang tak berair sama sekali,
Membuat Arya serba salah di buatnya,
Apa dirinya sudah keterlaluan kepada Mama yang telah melahirkan nya itu,
" Ya udah Mama mau ikut Arya ke Ruko?
Sekalian Mama ketemu Re Cucu Mama?"
__ADS_1
Arya melembutkan suara nya, Supay Ranti tidak merasa di singkirkan,
" Nggak! Mama nggak mau ketemu dia, " Ketus nya, " Kamu itu jangan mau aja di manfaatin sama Wanita itu, Bisa saja dia hanya menjadikan Anak kamu sebagai alasan untuk membalas dendam sama kamu, "
Mendegar perkataan Mama nya, Yang menjelek kan Riri, Membuat rahangnya mengetat, Dari dulu Mama nya itu tidak berubah sama sekali,
" Kamu jangan lembek jadi laki-laki, Harus tegas jangan mentang-mentang dia adik nya Nisa terus mau seenak nya saja memonopoli Anak kamu, Tidak menginjakan Re tinggal sama kamu, Kamu...,"
"Cukup Mah! Kalau Mama kesini hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting, lebih baik Mama kembali saja ke rumah pak,de! Sudah cukup selamanini Mama mencampuri urusan ku! Sampai-sampai Aku buta dan tidak melihat ke baikan Istriku, Itu semua tidak lepas dari pengaruh Mama yang selalu menjelek-jelekkan Nisa, "
Nafas Arya seakan berhenti sejenak Kala menyebut Nama mendiang Istri nya yang malang, Air matanya tak terasa sudah menetes dinkedua sudut matanya, kala menggingat betapa bejat dan brengsek nya dirinya terhadap Istri nya kala itu,
" Jika Mama datang kesini hanya untuk menghancurkan hidup Arya untuk yang kedua kalinya, Maka jangan harap! Arya nggak akan terpengaruh lagi dengan ucapan Mama, Apapun itu, " Setelah mengatakan itu Arya berlalu dari hadapan Mama nya dan segera menghilang di balik pintu Lift,
" Kamu bahkan sudah berani melawan Aku Mama kandung mu, Wanita itu sudah membawa pengaruh buruk terhadap kamu, Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu wanita kurang ajar! "
Ranti bersungut-sungut sebelum membalikan badannya dan terkaget bukan main,
Tuan Wiguna sudah berdiri di hadapan nya dengan raut wajah yang sulit di tebak,
" Pa..pa_"
" Aku sangka dengan mengasingkanmu ke rumah Mas mu, kamu bisa merubah sedikit kelakuan burukmu itu, "
" Ternyata Aku salah! Kamu bukan nya sadar dari malah semakin menjadi, "
Tuan Wiguna berkata dengan Sorot mata kecewa, memandang wanita yang dia Cintai dahulu Saat Ranti masih baik, masih polos dan tidak sombong seperti saat ini,
" Tadinya Aku berniat menjemputmu dan memulai lagi dari awal, Tapi.. stelah aku mendegar dan melihat sendiri kelakuanmu yang tak berubah sama sekali, Aku berfikir untuk memberimu waktu lagi untuk introfeksi diri, Dan mungkin Aku akan mengajukan gugatan cerai di pengadilan, Kamu tunggu saja surat panggilan dari Pengadilan, Terserah dirimu mau kembali ke rumah Mas mu atau ingin tetap di kota ini, Aku tidak perduli lagi,"
Tuan Wiguna berbalik dan badan dan meninggalkan Ranti yang masih terdiam membisu, di tempatnya,
" Oh iya hampir saja aku lupa, Jangan berani-berani menyentuh Cucuku, Ataupun Maminya, Karena secuil saja kamu menyentuh mereka, Aku pastikan kamu akan mendekam di penjara, "
Tuan Wiguna berkata Tanpa membalikkan tubuh nya, pandangan matanya terlihat tajam mengerikan, tiada lagi tatapan Cinta yang selalu tertuju kepada Sang istri,
" Ingat Maminya Re sudah berbaik hati melepaskan mu dari jerat kasus penganiayaan Nisa waktu itu, Itu semua demi nama baik Keluarga Wigun, Seharus nya kamu banyak belajar dari nya bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama nya,
Setalah berkata panjang lebar Tuan Wiguna melangkah meninggalkan Ranti yang semakin tak berkutik Setelah mendegar peringatan Dari suaminya, Yang sebentar lagi akan berubah menjadi mantan,
" Nisa..! Dirimu sudah lama mati, tapi pengaruhmu masih tetap membuat hidupku sengsara, " Ranti megeram jengkel, sebelum berlalu dari tempat itu,
......................
__ADS_1
" Heh! apayang kamu lakukan sama calon menantu saya! " Siska terpekik saat melihat Kiran di jambak dan di dorong dengan kuat 9leh Riri,
" Kenapa ha? Makanya jangan kurang ajar kalau ngomong! Di jaga muncungnya (mulut) biar nggak di pelintir orang, "
Kiran meringis demi merasai bo kong nya mencium lantai yang keras itu, Belum lagi bibir dan kepalanya terasa nyut-nyutan Akibat ulah Tangan lincah wanita muda nan sangar di depan nya yang berdiri dengan melipat kedua tangan nya di dada, Dengan tatapan tajam nya,
" Ya ampun sayang! Kamu nggak Apa-apa?, "
Siska membantu Kiran berdiri dengan sayang,
Dirinya tak menyangka jika wanita muda itu ternyata sangat berani,
" Ayo kita pulang Tante kepalaku sakit, "
Kiran memegang kepalanya, dengan masih meringis,
" Iya ayo! ehh kamu jangan kamu pikir saya mau menerima kamu sebagai menantu saya ya, Jangan mimpi kamu, Danis akan saya nikahkan dengan Kiran. Sebaiknya kamu tahu diri jadi perempuan! Nggak akan ada Laki-laki yang mau Nerima kamu dan anak kamu itu,"
Siska sangat geram dengan Riri yang menyerang Kiran, Apa jadinya jika Ria tahu Anak kesayangan nya telah di sakiti oleh orang karena Dirinya,
" Ayo sayang! Kita pergi dari sini, Dasar permpuan kasar, " Umpat Siska sebelum berjalan keluar Ruko,
" Aku nggak akan kasar kalau kalian tidak menggangguku lebih dulu! Apalagi kalian membawa-bawa Anak ku yang tidak ada sangkut paut nya dengan kalian, "
Balas Riri dengan geram rasanya tangan nya sudah gatal ingin mencabik-cabik kedua wanita itu, jika saja dirinya tidak mengingat Re,
" Kurang ajar sekali mereka itu, menuduh yang bukan-bukan, Apalagi yang mba Jambak tadi Sedeng(gila) keknya, " Nina masih mendongkol dengan kehadiran kedua wanita tadi, bibirnya tak berhenti bersungut-sungut,
" Biar saja Nin untung masih bisa kutahan ini emosi, kalau nggak bisa-bisa masuk Rumah sakit itu mereka, "
" Siapa yang masuk Rumah sakit?"
Suara bariton Arya mengagetkan Riri dan Nina yang masih berusaha meredam Emosi Ats perbuatan Kirana dan Siska tadi,
.
.
Bersambung...
Segitu dulu ya reader Nanti lanjut sore lagi,
Jangan lupa like dan komen nya ya bestie 🤗
__ADS_1
mohon maaf bila banyak Typo nya 🙏